Skip to main content

Posts

jadi produser

sekali lagi harus berhadapan dengan siaran. kali ini jurnalistik siaran. sama dengan semester lalu ujung-ujungnya bertemu dengan yang namanya siaran...hahahaha...jadi pusing. intinya semester lalu aku jadi wapimred semester ini dwi jadi produser. padahal ketemu sama alat-alat siaran juga belum pernah. jadilah kamis kemarin dengan segala kekonyolan dan kepanikan latihan yang amburadul. banyak keluhan dari teman-teman. hahahaha....maklum baru belajar. jadi kemarin ajang belajar dari produser. ga segampang liat di televisi ternyata. tapi keren. jadinya kayak orang-orang televisi. 3...2...1....on air.

babel

Sebenarnya tak ada planing untuk menonton film. hanya karena kemarin arya dan kawan-kawan ke TO nonton dan tidak mengajakku. Dan kemudian menceritakan film 300 yang ditontonnya. Terlepas dari itu, sudah lama aku tak pernah ke bioskop. Terkahir mungkin sam kyusran nonton denias 2 november tahun lalu. (waa…lumayan lama). Dan juga sudah lama tak pernah betul-betul jalan sama azmi dan spice yang lain J Sebenarnya banyak halangan yang membuat kaimi hampir tak jadi nonton. Kesal sama k riza, demo yang membuat mobil harus mutar sampe film 300 yang ingin ditonton saudah tidak ada lagi di sepanduk depan mall ratu indah. Nagabonar jadi dua, TMNT, babel, dan blood diamond menjadi pilihan. Agak ragu juga mo nonton yang mana pasalnya selera film kami rata-rata berbeda. Awalnya kami hampir pisah studio. Aku dan echy mo nonton babel atas pertimbangan sudah lama memang pengen nonton. (sebenarnya film ini udah lama aku tunggu, tapi kemudian gaungnya pun di ganti oleh nagabonar dan 300). Serta pem...

untungnya....

sore ini sebenarnya ada planning ke elsim. kata k riza (dari informasi yang dwi interpretasi)ada rapat di elsim pukul 3 sore. ya...udah. dwi pulang dan beristirahat. menemani irgi, mahasiswa STIKOM di pondokan yang mo pinjam buku. trus cerita-cerita. setengah tiga, dwi siap-siap ke elsim. mandi trus siap-siap. rencananya sekalian jalan ke MP, udah lama ga cari buku. eh...pas keluar dari pondokan, opik (tetangga pondokanku) ngajakin ikut di motornya. ya udah sekalian aja (hehehe...ada maunya). ternyata dia mo masuk kampus. pikirku...ya ga pha-pha, kan hukum sama fisip kalo lewat baruga bisa langsung nunggu pete-pete 07 buat ke elsim. ternyata ia lewat rektorat. jadinya dwi turun di fisip bagian belakang. sampai di jurusan,nanya-nanya "ada k riza ato tidak". pas ketemu k sonny ternyata anak-anak pada take voice buat radio. dan informasi ke elsim yang tadi itu salah. yang k riza maksud ternyata take voice buat radio komunikasi.untungnya juga ketemu k bento, jadi bisa segera men...

aku, kamu, dia dan dia

langit kali ini begitu indah. awan kelabu menutup langit.hawa dingin menusuk kulit. layaknya salju yang menyentuh kulit. ia seperti embun sejuk ketika terik matahari semenit yang lalu membakar kota. ini mungkin pertanda hujan, namun, aku begitu menikmati suasana sore ini. begitu menentramkan dan menenangkan hati. ada bahagia yang berpendar di sudut hati saat menikmati suasana sore ini. riak kota masih terus bergerumuh. di tengah hiruk pikuk kendaraan dan kesibukan beribu-ribu orang menghabiskan harinya. namun, aku seperti berada di luar semua itu. hari ini aku berada di luar lintasan semesta ini. tak merasai hiruk pikuk kota dan sejarah yang ditinggalkannya hari ini. semua ini karena sosoknya. sosok yang kutemui siang tadi. tak ada yang terjadi antara kami. bahkan saat pertama aku melihatnya tak ada gurat rasa seperti yang hati rasakan kali ini. kami tak begitu saling kenal. hanya sesekali aku melihatnya di koridor kampus. sesekali kami saling menyapa dan melempar senyum. tak ada yang ...

BUDAYA LITERASI

Surga itu seperti perpustakaan. Kalimat bijak inilah yang paling pantas untuk menggambarkan tentang buku sebagai jendela ilmu pengetahuan. Dari buku kita mampu meyelam keribuan kilometer kedalaman laut. Mengarungi tujuh samudera dunia. Mengangkasa di semesta yang tak pernah terjangkau oleh nalar. Buku-buku layaknya sebuah surga yang menghadirkan begitu banyak celah-celah dunia yang bisa kita intip. Buku adalah sebuah jalan keabadian. Buku mengekalkan penulis hingga beribu tahun. Pada bukulah kita mampu melihat masa lalu. Melihat sejarah peradaban dan menjadi lebih bijak di masa depan. Budaya literasi menjadi satu-satunya jalan untuk mampu menjelajahi ruang dan waktu semesta. Satu-satunya jalan untuk bisa melihat sejarah masa lalu. namun, ketika budaya tak lagi dilestarikan sanggupkah manusia bisa mengintip lagi melalu celah-celah itu. Dewasa ini, tradisi membaca menjadi suatu hal yang sangat ekslusif. Tempatnya kini telah tergeser oleh media-medi...

Untuk senior2 yang telah lulus : selamat jalan

Rasanya bru kemarin aku mengenal mereka satu persatu. Otakku membuat deskripsi tentang mereka yang arogan, sangar, namun lucu dan imut. Aku mengenalnya satu persatu. Dan memiliki kedekatan secara personal. K rahmad, k rio, k maman, dan beberapa senior 2002 lainnya. Tiga tahun yang lalu, posisi yang aku dan teman senagkatanku tempati saat ini adalah tempat mereka berpijak. Tempat mereka belajar dan berkreativitas. Tempat yang membuat aku (pribadi) kagum kaan kecerdasan mereka. pada tiap karya yang selalu mereka buat. Waktu rasanya tak pernah berjalan buatku. Aku selalu menganggap diriku masih seperti mahasiswa baru. Masih junior mereka yang paling kecil. Namun, waktu toh tak pernah berhenti. Dan semua terus berjalan. Telah tiga tahun aku di kampus ini. sudah punya dua adik angkatan. Dan mereka telah menyelesaikan tugas akhir mereka. mendapat gelar S.Sos dan sudah saatnya meninggalkan ruang kuliah. Aku pasti akan merinduka...
teman kecilku sidiq, bayi berumur 8 bulan yang selalu menemaniku menikamti senja. tiap sore ia juga selalu menikmati senja bersama ayahnya.
i ni aku. lagi mengabadikan senja dengan kata di buku usangku, namun tak pernah berhasil. kata terlalu miskin untuk keindahannya.
bertukar peran . dulunya, pak kuasang yang selalu mengayuh becak.saat ini aku yang menggantikannya.

suatu senja di tepi danau

ini telah menjadi rutinitasku. menanti senja di tepi danau di depan kos-kosanku. melihat bentukan awan yang selalu berubah tiap senja. melihat pengaruh matahari pada langit yang kadang membuatku berkhayal. ketika awan gelap menutupi hampir seluruh langit, aku membayangkan bumi berada dicengkraman hawa jahat. atau ketika matahari bersinar emas dan membayangkan bahwa bumi seperti negeri diatas awan. tiap senja selalu ada maha karya indah dari sang pemilik semesta yang selalu berubah. selalu kukagumi. selalu menjadi sebuah pemandangan batin tersediri buatku. aku selalu memperhatikan riak air danau yang bergerak karena tiupan angin. atau kadang begitu diam karena tak ada udara yang bergerak. terkadang matahari menjadikan pohon-pohon di tepi danau begitu hijau. terlebih ketika matahari bersinar ketika hujan baru saja membasahi rumput. sebuah pelangi akan selalu ada di tepi langit. begitu indah begitu menenangkan. kemarin aku sempat mengabadikan sebuah momenku di tepi danau. smoga apa yang ...

ketika semua sisi dilihat dengan bijak

hari ini sebenarnya kelelahan. dua hari di pameran kompas gramedia, berturut-turut hingga sore.kecapeaan. sebenarnya harusnya tidur dan bangun tengah malam buat nulis. tapi hari ini dwi harus brgadang dan tak tidur. melakukan semuanya dengan tepat waktu. inilah kerja. sebuah rasa kemudian bercampur. sedih bercampur suka. entahlah. seseorang pernah mengeritikku dan aku telah bersabar hati untuk terus blajar. namun seharusnya, tak usah lagi dimasukin. hauesnya....tapi entahlah.... aku lelah. telah jutaan detik aku lalu. telah milyaran debu telah aku hamburkan. dan aku harus terus bergerak maju. belajar melihat matahari dan tak silau.

Apa kabarmu?

Apa kabarmu? Apa kau baik-baik saja? Aku baik-baik saja di sini.tapi ada sedikit ruang di hati yang sangat merindukanmu. Apa kabarnya Jakarta ? Apakah masih seramai yang sering kau ceritakan padaku. Apakah ia masih dengan polusi kebanggaannya. Bagaimana kabar air yang menggenanginya. Semoga ia telah surut. Agar kau bisa berangkat kuliah. Apakah kau tak merindukanku. Aku merindukanmu di sini. Sangat! Dengan hati yang selalu dipenuhi rasa tentangmu. Dengan pikiran yang telah penuh akan dirimu. Dengan jiwa yang kosong tanpa hadirmu.Entah telah berapa purnama semenjak kepergianmu. Selama itu pula aku merajut benang-benang rindu akan dirimu. “Mencari sesuatu yang lebih baik untuk masa depan “ katamu, saat aku merengek agar kau tak pergi. Telah banyak hal yang aku lakukan untuk bisa melupakan rasa rindu ini. Telah banyak rutinitas yang aku kerjakan untuk membuatku lelah agar tak mengingatmu lagi. Namun, kala malam. Saat semua makhluk telah damai dalam dekap malam. Bayangmu ...

dan aku berada pada titik terlemahku

entah apalagi yang harus aku buat. semua hal sepertinya telah pergi. meninggalkanku terpuruk di sini. tak ada yang benar-benar menjadi sosok sejati. serasa dunia ini tak lagi indah.tak ada lagi kicau burung itu lagi. tak lagi sapa lembut sang angin.atau hangat matahari. semua terasa meninggalkanku. dan tak ada satupun yang mau tinggal dan menemaniku untuk sedikit saja berbagi sedih.atau sekadar menemani mencari matahari, angin, dan kcau burung.mungkin sebaiknya dwi menangis saja. setidaknya itu cara yang paling gampang untuk melepas sakit ini. selamat bergabung di dunia nyata kawan.... belajarlah untuk survive..coz u have no idea

banyak rasa yang bercampur

hari ini seneng banget. habis dari rumah pak mul. main-main dan bercanda dengan anak-anak dan juga para dosen. aduh kental banget rasanya. kemarin sempat ke launching ininnawa web and newsletter. seneng rasanya bergabung dengan komunitas itu. sampe mabok kata k ochan. hahaha. nyantai banget kemarin....dan bener-bener sampe mabok.

di jurusan komunikasi, tengah malam

waah...hampir empat jam main internet di sini. ga kerasa. makasih buat semua. teman-teman yang sudah ngizinin main internet gratis. udah capek. harus istirahat.bermalam di kampus untuk pertama kalinya. katanyaberhantu tapi kanbanyak anakanak harus bagunin k riza buat download jurnal. met bobo...mimpi indah.

selamat datang di dunia, nak!

5 maret 2007, setengah lima sore. tubuh kecilnya merasai hawa dunia. Tiap orang dibuatnya menangis. BAHAGIA. Selamat datang di dunia sayang. Semoga kau adalah anak yang bertahan hidup.

perkenalkan aku si pinky

Perkenalkan aku Pinky . Kemunculanku relatif aneh dan sedikit unik. Waktu itu aku masih berada di sebuah mall megah. Dan tiba-tiba saja aku telah berpindah tempat. Menjamah kaki seseorang adalah pekerjaanku. Dan aku bangga dengan itu. Namun ketika aku diperkerjaan baruku, aku tak difungsikan sebagai mana mestinya. Dipenjara di sebuah kardus sempit dan panas. Aku menjalani hari dengan sangat tersiksa. Hal ini disebabkan kulit tubuhku yang berwarna pink aneh. Sangat aneh untuk menjamah kaki. Hingga suatu hari majikanku mengijinkanku keluar dari kardus. Dan memperkerjakanku sebagaimana mestinya. Meskipun hanya berputar di kamar dan dapur. Namun sesekali aku diajak jalan ke tempat yang dingin dan liat pohon-pohon,atau sekedar melihat benda berlalu lalang yang kakinya empat berbentuk bulat. Inilah aku PINKY SI SANDAL . Di beli setahun yang lalu saat seorang cewek dan cowok berencana menikmati midnight show. Dan tanpa sengaja sendaol sang cewek terputus.(aneh juga selera cowok yang satu...

waktu

Waktu serasa tak cukup untuk membuat nyata semua fantasi. Waktu tak pernah bisa buatku sedikit bernapas. Tapi setiap sela-sela sempit ada ruang untuk sekedar bermain-main dan bermimipi (lagi). Aku baru menyadari bahwa cinta tak hanya untuk kita. Ada cinta untuk sisi hati yang lain. Banyak teman yang mungkin menyakiti tapi tak sedikit yang mencintai. Tiap rasa selalu memiliki obat penawar. Dan aku menemukan banyak sosok yang baik di dunia ini. Orang-orang yang awalnya tak pernah kau anggap begity baik tapi dengan tulus ada dan membuatmu tertawa. Berbahagialah karena kamu masih bisa merasa se mua itu.

Pahatan Ingatan

19.59 .Jarum jam menunjukkan angka itu.waktu yang sedang berotasi di dekatmu.Mungkin. apa yang kamu lakukan saat waktu terus berputar disampingmu. Adakah sedikit celah dalam volume otakmu.atukah adakah sepersepuluh sel jaringan yang bekerja pada saraf pengingatmu yang mau berbagi sedikit ruang tentang namaku? Aku tak tahu. dan aku tak ingin tahu.bahkan ketika angin menyampaikan tanya ini ke indramu jangan pernah kau jawab. Aku tak ingin mendengar sekerat jawaban pun tentang ini. 21.00. semenit sudah aku berbagi tanya padamu. Apakah kau ingin tahu tentang yang kurasakan.atau apa yang ada di sedikit ruang dalam benakku. Aku ingin berbagi padamu tentang banyak isi benakku. Dua puluh persen memikirkan tentang kerja liputan yang belum aku selesaikan. Garis mati makin mendekat. Namun aku masih tetap tak bergeming mengerjakannya. Sepuluh persen terbuai oleh indahnya tidur di kasurku. Meski kasur itu tipis dan tak seempuk kasur busa yang sering kamu tiduri. Namun, ia merupakan tiketku untuk se...