Skip to main content

perkenalkan aku si pinky


Perkenalkan aku Pinky. Kemunculanku relatif aneh dan sedikit unik. Waktu itu aku masih berada di sebuah mall megah. Dan tiba-tiba saja aku telah berpindah tempat. Menjamah kaki seseorang adalah pekerjaanku. Dan aku bangga dengan itu. Namun ketika aku diperkerjaan baruku, aku tak difungsikan sebagai mana mestinya. Dipenjara di sebuah kardus sempit dan panas. Aku menjalani hari dengan sangat tersiksa. Hal ini disebabkan kulit tubuhku yang berwarna pink aneh. Sangat aneh untuk menjamah kaki. Hingga suatu hari majikanku mengijinkanku keluar dari kardus. Dan memperkerjakanku sebagaimana mestinya. Meskipun hanya berputar di kamar dan dapur. Namun sesekali aku diajak jalan ke tempat yang dingin dan liat pohon-pohon,atau sekedar melihat benda berlalu lalang yang kakinya empat berbentuk bulat. Inilah aku PINKY SI SANDAL. Di beli setahun yang lalu saat seorang cewek dan cowok berencana menikmati midnight show. Dan tanpa sengaja sendaol sang cewek terputus.(aneh juga selera cowok yang satu ini sampai haurs membeli diriku yang sangat berwarna ini untuk di pakai oleh pancarnya). Tapi syukurlah…setidaknya aku bisa berfungsi sebagaimana mestinya….

Comments

Popular posts from this blog

Make Over Yang Aneh

Aku sudah mencoba. Semampuku. Tapi masih saja tampak aneh menurutku. Mataku sudah tak bisa berkompromi.Aku sudah harus tidur. Besok masih ada kerja yang menunggu diselesaikan. Mungkin minggu depan lagi aku utak atik lagi blog ini. Maafkan aku...

mau posting tapi bervirus

sedihnya...padahal dwi mau memposting tulisan tentang kampanye matikan tv di losari kemarin. tapi apa daya filenya tak bisa terbuka. jadi untuk kali ini, dwi hanya mamapu memberi foto.... aaahhhhhrrrrrrgggggg....foto pun tak bisa terupdate. ish..ish..ish....

Terseret Hunger Games

sumber : www.imdb.com Boleh dibilang saya agak telat kena demam Hunger Games. Saya belum membaca bukunya yang kabarnya masuk dalam jajaran best seller luar negeri. Ketika filmnya keluar, saya tidak antusias untuk menontonnya. Beberapa hal yang membuat saya tidak terlalu tertarik pada Hunger Games ini pertama ceritanya yang terlalu adventure. Saya tipe pembaca serial romance dan berkaitan dunia sihir. Tak heran saya tertearik pada Harry Potter, Twilight, dan serial buku karya Rick Riordan. Kedua, saya tidak begitu memperhatikan rekomendasi yang menulis tentang buku ini. Saya termasuk tipe pembaca yang tidak berpatokan pada review. Bagi saya, buku dan saya saling menemukan. Meski kadang saya berujung pada kekecewaan. Tapi bagi saya disitulah letak seni membaca. Selanjutnya, saya kurang tertarik pada sinopsis yang dituliskan di buku Hunger Games. Ya, seperti saya bilang tadi saya tipe orang yang lebih menitiberatkan pada serial romantis. Pandangan awal saya, Hunger Games terlalu ...