Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Dibuang Sayang

Kisah Margaret

Hangat matahari musim panas berganti dengan sepoi-sepoinya angin yang membawa hawa dingin. Daun maple mengalah. Memilih menjadi merah dan kuning. Musim gugur datang. Serupa pesulap profesional yang mengubah lanskap hijau menjadi merah kuning dan berguguran. Setiap oktober musim gugur telah mencapai puncak. Suhu udara jatuh menuju titik rendah tiap harinya. Hingga di bulan november dan desember musim berganti menjadi dingin.  Namun oktober tidak hanya sekedar musim gugur, daun merah dan kuning, serta udara dingin yang terasa menusuk. Oktober adalah saat labu-labu kuning besar tersusun rapi depan walmart dengan plan diskon besar. Juga pie labu kuning yang terasa aneh di lidahku. Dan aneka kostum putri, pahlawan super, topeng presiden, hingga topeng seram dan pernak-pernik laba-laba, tukang sihir, dan segala hal yang menyeramkan lainnya. Oktober adalah Halloween. Perayaan bangsa Celtic kuno yang berkaitan dengan masa berakhirnya musim panas dan dimulainya musim dingin. Mereka meyakini...

See You When I See You

Tak ada yang berubah padanya. Tubuhnya yang tegap. Kulitnya yang putih dan rambutnya yang mirip artis hong kong. Matanya kecilnya dengan sedikit kerut di ekor matanya. Aku? Mungkin juga tidak berubah di matanya. Tinggi dan kurus. Menjulang dengan rahang yang makin tirus. Jangan salahkan diriku yang mungkin dia pikir tidak memperhatikan berat badan. Percayalah, aku pun berusaha membuat berat badanku seideal mungkin. Tapi tubuhku sepertinya menolak untuk menambah beratnya. Akulah anomali. Disaat kebanyakan perempuan berharap kurus maka saya berdoa untuk gemuk. Disaat mereka memuntahkan makanannya kembali untuk tetap terlihat langsing, maka aku harus mual karena menyesakkan terlalu banyak makanan dalam tenggorokanku ketika tubuhku meronta untuk berhenti makan.  Ya, aku mungkin sedikit berubah. bertambah kurus tapi yang pasti ia tidak melihat tampilan yang begitu berbeda sejak terakhir kami berjumpa. Dari kurus menjadi lebih kurus. Bukan sesuatu yang begitu menarik perhatian. Kecuali r...

Last Request

Boleh saya meminta sesuatu? suaraku pelan tertransmisikan menjadi sinyal-sinyal listrik berfrekuensi audio yang diantar oleh handphone ditanganku. Kubayangkan suaraku berbisik di telinganya.  "Apa?", jawabnya singkat. Aku tersenyum. Senyum yang pasti tidak terlihat olehnya. "Bawakan aku sepiring mie goreng buatanmu?" "Mie goreng? Buat apa? " ya dimakanlah. Masa dibingkai", kataku tertawa.  " kalo gitu nanti aku singgah di warung dekat rumah" katanya. "Jangan!", sergahku cepat. "Aku mau buatanmu. Mie instant sekalipun tidak masalah. Asal buatanmu" kataku sambil nyengir. " kamu tuh aneh y" katanya lagi. " kalo nda mau ya nda pha2. Nda maksa kok" kataku merajuk.  "Siapa yang bilang nda mau. Aku cuma bilang kamu aneh" katanya tertawa. "Aku kan jarang minta apa-apa. Mie instant aja kamunya kayak gitu" kataku cemberut.  " ih, ngambek. Iya deh. Nanti aku bawakan mie goreng spesial bua...