Skip to main content

Apakah Benar Seperti Dendam Rindu Harus dibayar Tuntas?


Eka Kurniawan menyamakan Rindu dan Dendam sebagai sebuah hal yang setara serupa masalah yang butuh penyelesaian. Tapi saya agak tidak sepaham dengannya. 

Rindu dan dendam ada dua variabel yang bisa disebut sama tapi juga sangat berbeda. 

Semua bermuara di hati. Menganggu pikiran. Memaksa tubuh untuk melakukan tindakan. Namun jika dendam telah terbayar tuntas, hati akan terasa ringan. Pikiran mampu "move on". Sedang Rindu? Sebuah rasa yang memiliki sifat repetisi. 

Jika ia terbayar tuntas, maka cobalah kembali menarik jarak. Perlahan ia bertumbuh. Seperti jamur di musim hujan. Seperti kutu air di kaki yang berkeringat. Kembali mengontrol tubuh dan pikiran. Menuntut untuk dibayar kembali. 

Ah, jika saja bisa memilih, mungkin mendendam lebih melegakan dibanding merindu. Sayannya, dendam begitu identik dengan rasa benci sedang rindu berbarengan dengan rasa cinta. 

Maka, tibalah saya disini dengan rindu yang penuh kebimbangan. Memaksa pulang menemuimu tapi takut untuk kembali pergi dan merinduimu lagi. 

Lantas haruskah saya mengubah rindu ini menjadi dendam. Sehingga ketika terbayar tuntas, hati saya tak lagi disesaki rindu. 

Bogor, 20 September 2016

Comments

Popular posts from this blog

Shock....

Aaaahhhhhhrrrrrrggggg....... Tiba-tiba aku mengingat lagu Mr.Big "wild World". Dunia memang begitu liar. Semua berangkat dari titik nol yang sama. Dan akupun harus demikian. Mencoba hal baru memiliki tantangan sendiri untuk ditaklukan. da begitu juga buatku. Hujan masih juga turun begitu deras. Tapi tantangan itu menuntutku untuk terus bergerak. Lakasana seorang pria playboy yang menggoda untuk dipatahkanhatinya....

Mengejar Target

Hari ini lumayan melelahkan. Aku berusaha mengejar target hari ini yang telah kutentukan kemarin. Dan hasilnya??? Lumayan.... Di mulai dengan membuat camilan kecil untuk anak pondokan pagi tadi. Meski camilan yang kubuat (pisang goreng " talamme " atau lebih dikenal dengan nama pisang goreng belanda) menuai banyak kritikan dari Ani, tetangga kamarku, tapi sesisir pisang yang telah kugoreng itu habis juga dilahap warga pondokan. Beberapa kuantarkan khusus buat K Rahe di warnet, takutnya ia hanya bisa mencicipi penganan itu setengah masak. Beberapa pisang yang belum benar-benar melalui tahapan olahan di comotnya di pondokan. Aku pun telah berhasil mengirim lamaranku yang dateline besok. Tak apa-apalah, yang pentingnya aku juga sudah mengirrim lewat email. Lamaran itu kubuat tadi pagi saat di warnet bareng K Rahe dan membuatku mengubah pilihan posisi yang aku inginkan dalam waktu yang begitu singkat. Aku lebih cocok menjadi reporter daripada staff marcom...hihihihi Perjala...

Punya KTP Amerika

Akhirnya saya punya KTP Amerika. Sok pamer? Mungkin iya. Gaya juga masuk dalam kategori itu. Secara selama ini saya cuma punya KTP Bone dan KTP Baubau. KTP Makassar saja nda punya sama skali. Padahal hidup di  Makassar hampir 5 tahun. Nah, dapat KTP Amerika yang disini lebih dikenal dengan nama State ID itu penting buat kelangsungan hidup saya di Athens. Meskipun tinggal 6 bulan lagi, tapi untuk mengisi dompet dengan kartu berbahasa Inggris saya anggap sedikit perlu. Biar sedikit gaya dan jadi kenang-kenangan kalo pulang nanti. Ngantri bikin State ID Saya sudah lima bulan tinggal di Athens dan baru ngurus State ID. Ckckckcckck. Padahal saya nda ada kerjaan di rumah. Telat pasalnya yang harus nemenin pergi ngurus sibuk kuliah. Pas musim libur ini baru deh sempat ditemani bikin. Saya menganggap penting State ID itu hanya karena persyaratan untuk menjadi anggota perpustakaan di Athens Library perlu pake State ID. Saya sangat ingin membaca serial ketiga The Lost Hero-nya Rick Ri...