Skip to main content

Selalu Ada Rencana Tuhan yang Lain



Ini Minggu ketiga aku ke Makassar. Berturut-turut. Sebuah perjalanan yang cukup melelahkan.Tapi semua adalah tentang kesepakatan hati. Aku sempat ragu untuk menjalaninya. Tidak mengejar mimpiku.

Tapi orang-orang disekitarku berkata, kamu masih muda dan hidupmu masih bebas. Belum ada sistem bernama keluarga yang memerangkapmu.Terbanglah.Kejar mimpimu. Setidaknya kamu telah mencoba, apapun hasilnya tak peduli dunia mengatakan kau gagal atau berhasil setidaknya kau telah mencobanya

Dan tibalah aku disini.Mencoba. Dan kembali mendapatkan sebuah kegagalan.Tapi apakah aku memang gagal?kurasa tidak.Ada lapis hikmah yang aku peroleh. Aku menyelamatkan harta keluarga dan anak-anakku. Aku tak gagal.Hanya saja Tuhan menggerakkanku dengan bahasanya sendiri.

Semoga buku-buku itu mampu bertahan hingga menempati ruang hangat di perpustakaan rumah kita kelak.

Comments

Popular posts from this blog

Make Over Yang Aneh

Aku sudah mencoba. Semampuku. Tapi masih saja tampak aneh menurutku. Mataku sudah tak bisa berkompromi.Aku sudah harus tidur. Besok masih ada kerja yang menunggu diselesaikan. Mungkin minggu depan lagi aku utak atik lagi blog ini. Maafkan aku...

mau posting tapi bervirus

sedihnya...padahal dwi mau memposting tulisan tentang kampanye matikan tv di losari kemarin. tapi apa daya filenya tak bisa terbuka. jadi untuk kali ini, dwi hanya mamapu memberi foto.... aaahhhhhrrrrrrgggggg....foto pun tak bisa terupdate. ish..ish..ish....

Terseret Hunger Games

sumber : www.imdb.com Boleh dibilang saya agak telat kena demam Hunger Games. Saya belum membaca bukunya yang kabarnya masuk dalam jajaran best seller luar negeri. Ketika filmnya keluar, saya tidak antusias untuk menontonnya. Beberapa hal yang membuat saya tidak terlalu tertarik pada Hunger Games ini pertama ceritanya yang terlalu adventure. Saya tipe pembaca serial romance dan berkaitan dunia sihir. Tak heran saya tertearik pada Harry Potter, Twilight, dan serial buku karya Rick Riordan. Kedua, saya tidak begitu memperhatikan rekomendasi yang menulis tentang buku ini. Saya termasuk tipe pembaca yang tidak berpatokan pada review. Bagi saya, buku dan saya saling menemukan. Meski kadang saya berujung pada kekecewaan. Tapi bagi saya disitulah letak seni membaca. Selanjutnya, saya kurang tertarik pada sinopsis yang dituliskan di buku Hunger Games. Ya, seperti saya bilang tadi saya tipe orang yang lebih menitiberatkan pada serial romantis. Pandangan awal saya, Hunger Games terlalu ...