Skip to main content

Why Worry ???

If everything has been written down, so why worry???
Sepenggal lagu Dee begitu tepat untuk suasana hatiku saat ini. Bukankah manusia telah bersepakat pada Tuhan sebelum tangis pertama manusia di dunia untuk tiap langkah, materi, bahagia, sedih dan jutaan hal yang akan Tuhan berikan pada manusia di dunia.

Mengapa khawatir?
Jawabnya adalah khawatir sifat manusiawi. Sifat yang mencirikan manusia berbeda dengan penciptanya. Khawatir dan takut takkan pernah bisa hilang. Karena ia adalah paket yang terberi dari Tuhan.

Seperti aku, kamu pun akan pergi kawan. Perbedaannya adalah jalannya tak lagi begitu sama. Jalan yang akan kita tempuh berbeda kali ini. Tiap dari kita akan menempuh jalan yang takkan sama lagi.

Hidup seperti jalur maze yang kita temui di majalah anak-anak atau di buku-buku dongeng dan serial Harry Potter. Tiap kita diberi pilihan untuk memilih jalan hingga sampai di tujuan. Dalam perjalanan itu akan banyak kejutan-kejutan yang akan ditemui. Akan banyak makhluk-makhluk yang menakjubkan yang kadang berbahaya dan kadang juga imut dan menggelikan.

Kuliah menjadi jalan yang mempertemukan keping-keping kita. Keping-keping yang begitu cocok dan saling melengkapi selama tahunan. Kita seperti gambar indah yang menghiasi sudut kampus yang penuh warna. Menahun sudah kita di sana. Rasanya begitu nyaman dan tak ingin beranjak.Kita tetap ingin berada dalam gambar itu dan tetap di galeri kampus yang berwana-warni.

Tapi nyatanya jalan kampus bukanlah tepat berhenti kita. Ia hanyalah sebuah tempat singgah untuk mengasah diri. Merajut bekal untuk perjalanan yang masih panjang. Apakah kita masih anak kecil kolokan yang takut pada gelap. Rasa takut menghinggap di dasar hati. Mungkin kita ragu pada kemampuan kita. Jalan di depan masih terlalu remang. Kita takut dan ragu akan bekal dan baju hangat yang telah kita persiapkan.

Tapi bukankah kita telah sepuluh tahun lebih mempersiapkan bekal, merajut baju hangat, dan menyulam mimpi. Sekolah adalah tempat kita menanam dan memupuk mimpi-mimpi kita. Hingga ketika kita kuliah mimpi itu makin subur dan terus bertumbuh.
Sekarang saatnya untuk membuat ia tumbuh di tanah bumi. Merasakan liatnya tanah merah, sejuk angin, dan segarnya air.

Tiap kita akan beranjak dari tempat kita berdiri. Mencari keseimbangan baru di luar sana. Beranjaknya mungkin tak bersamaan, tapi bukankah semua telah dituliskan oleh-Nya. Jadi, Mengapa khawatir???

Buat seorang teman “yang akan pergi” juga….

Comments

Popular posts from this blog

Black Swan

Si angsa hitam jahat yang begitu licik merebut hati pangeran sehingga angsa putih harus mengalah dan mati dalam kesedihan. Swan lake adalah dongeng yang sering aku dengar saat kecil. Kadang pula aku nonton versi kartun berbienya di televisi. Namun, untuk versi anak-anak swan lake selalu berhasil mendapatkan cinta sang pangeran dan hidup bahagia selamanya. Sedangkan dalam film yang dibintangi Natalie Portman, Sang Black Swan menjadi benang merah cerita. Ia menjadi karakter yang menang. Seorang gadis baik-baik harus berusaha menghayati peran sebagai angsa hitam jahat agar ia mampu tampil sempurna. Setiap kita memiliki sisi black swan. Meski setiap hari berusaha menampilkan sisi angsa putih yang begitu baik, ramah, dan sopan. Tapi ada saat dimana sang angsa hitam bergerak diam-diam dari dalam diri kita. Muncul di bawah alam sadar manusia dan keluar begitu saja. Selalu ada potensi black swan dalam diri manusia. Aku menyukai karakter black swan. Ia ditakdirkan untuk jahat tanpa perlu unt...

Music Is Magic

Musik. Aku selalu menganggap bahwa ia adalah salah satu penemuan yang paling berpengaruh di dunia. Albus Dombledore pun bersepakat dengan itu. "Ah, music," he said, wiping his eyes. "A magic far beyond all we do here" (Harry Potter And The Sorcerer's Stone). Musik dan lagu adalah sebuah sihir yang mampu merubah banyak hal. Mood, bahagia, sedih, dan bahkan kematian pun terekam indah karenanya.  Aku tak menguasai instrumen apapun. Dan jangan memintaku menyanyi satu lagu pun. Aku menikmati musik dengan cara berbeda. Mungkin agak berbeda antara musik dan lagu. Tapi disini, aku akan menyamakannya. Disini musik adalah sebuah lagu. Yang penuh lirik singkat namun memiliki arti yang sangat dalam.  Ia tak ada bedanya dengan puisi jika berdiri dalam sebuah larik-larik bait tanpa diiringi nada. Namun, ia kemudian menjadi begitu lebih membumi ketika bait-bait itu teralunkan bersama musik. Aku agak susah menikmati puisi. Beberapa baitnya...

Setelah Setahun

Sore ini saya menyempatkan diri ke Watampone. Ibukota kabupaten Bone tempat saya tinggal.Berjarak 20 km dari kampungku. Tak ada maksud lain. Hanya sekedar menemani orang rumah ke sana. Melihat-lihat keramaian. Awalnya sempat kuurungkan niatku untuk ikut. Sendirian mungkin baik buatku untuk menulis. Tapi rasanya aneh juga untuk sendirian di rumah. Anggaplah sekedar jalan-jalan, pikirku. Aku tak punya kenangan masa kecil di kota ini. Selain sebuah toko di pusat kota (biasa disebut sentral) bernama Naga Sari tempatku membeli majalah bobo dan majalah remaja. Yang disampingnya dulu entah sebelah mana ada toko kaset tempat kakakku membeli kaset dari Kahitna hingga Bon Jovi. Selain itu aku tak punya lagi kenangan tentang kota ini. Saat SMA kelas dua bersama teman mengikuti sebuah lomba tingkat kabupaten. Aku pun mulai mengenal lebih jauh lagi tentang kota ini. Ada sisi kota lain selain sentral. Sisi yang lebih ramai kala malam. Yang lampunya lebih banyak dan belum tidur saat jam 9 malam. Si...