Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Short Story

Mimpi

"Hei, kemarin aku buka situs yang ngasih kesempatan buat summer course di Belanda. Dari dulu kan kamu pengen ke Belanda. Ikut aja seleksinya, kali aja bisa mencentang satu mimpimu", kataku. "Mimpi? I almost give up for all my dreams... ", balasmu. Membuatku terpana dan tak mampu berkomentar.  Aku mengenalmu delapan tahun silam. Pemuda yang penuh semangat. Aktif di lembaga sosial, vokal dalam diskusi. Matamu berbinar kala kamu menceritakan rencana-rencana hidupmu ke depan. Sembari memandangi matahari perlahan turun di horizon, kaki-kaki kita yang dijilati lidah ombak yang menepi kamu membagi mimpimu padaku.  "Aku ingin ke Belanda. Belajar atau kuliah di sana", katamu. Aku menunduk memperhatikan pasir putih yang menempel di kakiku. "Aku ingin menulis buku", kataku sembari mendongak dan mendapati binar matamu yang memantulkan warna senja. Lipatan jeans kita basah. Tapi, kita tidak peduli. Saat itu aku dan kamu adalah manusia-manusia bebas tanpa be...

Pesan

“It has been said, 'time heals all wounds.' I do not agree. The wounds remain. In time, the mind, protecting its sanity, covers them with scar tissue and the pain lessens. But it is never gone.”  Rose Kennedy Pesan itu masuk di kotak percakapan akun sosialku kala siang begitu terik dan udara kering. "Hi", tulisnya, plus sebuah emotikon senyum berwarna kuning bersemu merah. Kurasakan hatiku menghangat. Sel-sel darah yang mengalir di pembuluh darahku terasa mengental. Menciptakan rasa kebas pada jemariku. Kutarik nafasku dalam-dalam. Meletakkan gawaiku di pangkuan sembari kuluruskan tanganku.  Mengapa? Kata itu yang pertama menjadi respon otakku menjawab pertanyaan itu. Sayangnya jemariku memilih menekan alfabet H dan I. Tanpa emotikon senyum yang cukup memberi kesan dingin. "hi" terpampang kata singkat itu dilayar gawai dengan gelembung biru penanda percakapanku.  "Glad you reply" , tanpa jeda waktu, balasan itu bersaran di kotak percakapanku.  Kute...