Skip to main content

Resep Mandi Parfum ala Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash


Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Menjadi ibu rumah tangga seperti berdansa di bawah hujan.  Layaknya seperti  pemain akrobatik, mengurus rumah tangga adalah persoalan harmonisasi mengurus anak, suami dan diri sendiri. Mengurus keluarga adalah nomor satu. Mengantar anak pulang pergi sekolah. Menemani di tempat les. Memasak untuk suami. Mengepel dan beberes rumah tak pernah absen. Namun, merawat dan memperhatikan diri pun sebuah laku yang tak boleh disampingkan.

Sebagai fulltime mother penuh tanpa pembantu dan penjaga anak, berkeringat adalah sebuah keharusan.  Bau bawang karena memasak adalah soal biasa. Bau asap knalpot dan terik matahari melekat tiap hari kala antar jemput anak sekolah. Ada kala dimana saya merasa kewalahan dan kelelahan. Saat-saat hectic itu  saya mendambakan me time. Waktu untuk diri saya sendiri. Agar pikiran dan hati relaks sejenak. Salah satu me time paling manjur dan paling murah adalah  mandi . Mandi menjadi perkara yang mewah tanpa ketukan pintu dari anak-anak. Tanpa rengekan  anak yang kemasan camilannya susah di buka. Tanpa teriakan suami yang lupa menaruh kunci mobil.

Mandi adalah sebuah relaksasi setelah berkeringat dengan aktivitas harian. Menanggalkan bau bawang dan knalpot, serta apaknya bau matahari. Buat saya mandi tidak sekadar menggosok badan dengan sabun kemudian selesai. Mandi harus membuat saya merasa tenang, segar dan bersemangat kembali.

Karenanya wangi sabun mandi pun mengambil peran penting. Jika bosan dengan sabun yang itu-itu saja, saatnya mencoba sensasi mandi parfum dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash. Vitalis yang sudah menjadi salah satu merek terkenal di bidang parfum di tanah air hadir dengan inovasi terbarunya. Vitalis yang merupakan salah satu dari beberapa produk terkemuka dari PT Unza Vitalis hadir dengan produk Body Wash yang tetap menonjolkan keahliannya di dunia Parfum. Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash hadir dengan keharuman parfum yang sangat memikat. Tak berhenti disitu Vitalis Body Wash ini tetap menjaga kelembaban kulit tanpa membuat kulit kering.
VitalisParfumed Moisturizing Body Wash hadir dalam tiga varian kewangian yang berbeda, yaitu, White Glow, Fresh Dazzle, dan Soft Beauty.  Saya telah mencoba ketiga varian tersebut dan inilah pendapat saya.
Vitalis Parfumed White Glow Body Wash
Pertama, White Glow.  Dikemas dalam botol berwarna merah muda yang menggairahkan memberi manfaat Skin Brigtening. Dengan Ekstrak Licorice dan susu mampu mencerahkan, menghaluskan, dan menghaluskan kulit. Racikan parfum White Glow yaitu percampuran keharuman yang manis  Chery dan Rapsberry berpadu dengan wangi  lembut  Marshmallow dan Elegannya Gardenia. Ditutup dengan kombinasi Suade dan Woody yang mewah dan tahan lama. Buat saya, varian White Glow ini sangat cocok dipakai ketika ingin melepas penat dari aktivitas menyapu, mengepel, dan memasak.  Moment ketika selesai beberes rumah, menyapu, mengepel, memasak, bau keringat, bawang, dan masakan yang menempel kemudian hilang seketika disaat busa dari White Glow ini menyentuh kulit. Wangi parfumnya menyenangkan  dan sabunnya mencerahkan  kulit.
Vitalis Parfumed Fesh Dazzle Body Wash



Kedua, Fresh Dazzle. Hadir dengan kemasan botol berwarna hijau daun yang benar-benar ingin mewakili kesegaran yang dihasilkannya. Wangi parfumnya adalah paduan wangi Bergamot yang segar, diikuti Floral Baquet yang feminin nan elegan, dan dibungkus wangi Musk Amber yang long lasting. Diperkaya dengan Yuzu Orange dan Green Tea  yang menjaga kulit terasa lebih bersih, wangi, segar dan terawat.
Buat saya, varian Vitalis Body Wash Fresh Dazzle sangat cocok dipake di pagi hari sebelum memulai hari mengantar anak ke sekolah. Kesegaran parfumnya membangunkan saraf-saraf. Membuat kita lebih fresh, percaya diri untuk memulai hari.

Vitalis Parfumed Soft Beauty Body Wash



Terakhir adalah varian Soft Beauty. Dikemas dalam botol berwarna ungu violet yang calm terkesan menenangkan.  Parfumnya dibuka dengan segarnya Fruity Aldehydic, diikuti wangi Rose dan Violet yang feminin. Ditutup dengan manisnya Tonka Bean dan Sandalwood yang premium.  Dengan kandungan ekstrak avocado dan vitamin E, Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty menutrisi kulit, menjaganya tetap kenyal dan lembut.

Soft Beauty ini sangat cocok dipakai mandi setelah seharian bermain bersama anak. Bagi mereka yang mendamba ketenangan sebelum tidur, mandi air hangat dengan Vitalis Body Wash Soft Beauty ini mampu menenangkan pikiran dan siap untuk beristirahat.

Favorit saya adalah White Glow, Soft Beauty, kemudian Fresh Dazzle. Wangi parfumnya menguar dikali pertama sabun dituang. Busa yang berlimpah dan tidak membuat kulit licin saat dibilas. Benar-benar terasa seperti mandi parfum. Love it!

x
x





Comments

Popular posts from this blog

Make Over Yang Aneh

Aku sudah mencoba. Semampuku. Tapi masih saja tampak aneh menurutku. Mataku sudah tak bisa berkompromi.Aku sudah harus tidur. Besok masih ada kerja yang menunggu diselesaikan. Mungkin minggu depan lagi aku utak atik lagi blog ini. Maafkan aku...

mau posting tapi bervirus

sedihnya...padahal dwi mau memposting tulisan tentang kampanye matikan tv di losari kemarin. tapi apa daya filenya tak bisa terbuka. jadi untuk kali ini, dwi hanya mamapu memberi foto.... aaahhhhhrrrrrrgggggg....foto pun tak bisa terupdate. ish..ish..ish....

Terseret Hunger Games

sumber : www.imdb.com Boleh dibilang saya agak telat kena demam Hunger Games. Saya belum membaca bukunya yang kabarnya masuk dalam jajaran best seller luar negeri. Ketika filmnya keluar, saya tidak antusias untuk menontonnya. Beberapa hal yang membuat saya tidak terlalu tertarik pada Hunger Games ini pertama ceritanya yang terlalu adventure. Saya tipe pembaca serial romance dan berkaitan dunia sihir. Tak heran saya tertearik pada Harry Potter, Twilight, dan serial buku karya Rick Riordan. Kedua, saya tidak begitu memperhatikan rekomendasi yang menulis tentang buku ini. Saya termasuk tipe pembaca yang tidak berpatokan pada review. Bagi saya, buku dan saya saling menemukan. Meski kadang saya berujung pada kekecewaan. Tapi bagi saya disitulah letak seni membaca. Selanjutnya, saya kurang tertarik pada sinopsis yang dituliskan di buku Hunger Games. Ya, seperti saya bilang tadi saya tipe orang yang lebih menitiberatkan pada serial romantis. Pandangan awal saya, Hunger Games terlalu ...