Skip to main content

Once Upon A Love

Adalah Lolita yang menyatakan cinta pada Ferio lewat buku yang dia diterbitkan. Dan adalah Ferio mencari Drupadi yang telah menghilang dari sisinya dua tahun lalu hanya karena kesalahan bodoh yang harusnya tidak terjadi. Adalah Drupadi yang tak mampu menepis rasa rindunya pada Ferio meski segala kenangan tentang lelaki itu ia tolak untuk diingat. Di sebuah pagi, ketiganya tertaut oleh rasa dari masa lalu yang masih mengingat. Cinta, persahabatan, penantian, rasa cemburu, dan rindu bercampur. Ketiga manusia itu kembali mempelajari hakikat cinta yang sebenarnya.

***
Once Upon A Love adalah novel yang ditulis oleh Aditya Yudis. Saya tertarik membaca novelnya setelah tanpa sengaja membuka akunnya twitternya dan tersasar di blognya.Saya jatuh cinta pada cerpen-cerpennya yang manis. Yang selalu membuatku mengerutkan kening saat sampai di akhir cerita dan tersenyum bergumam "ow so sweet". Sinopsis Once Upon A Love juga kudapati di blognya. Saya tertarik terhadap sinopsisnya yang begitu dekat di hati. Rangkaian kata yang selama ini ada di benakku tiba-tiba mampu ia hadirkan. Karena itu saya membeli novel ini. Saya memiliki ekspektasi terhadap ceritanya. Cerita yang mungkin sama seperti bayanganku. Tapi cerita adalah kuasa pengarang dan saya hanyalah pembaca.

Buku ini bercerita sangat sederhana. Kisah cinta segitiga yang menjadi lingkaran cerita. Bersetting satu hari di Bogor. Alurnya maju mundur. Yang menjadi kekurangan adalah editing dari novel ini. Ada saat sang penulis salah menulis nama tokoh A padahal yang dimaksud tokoh B yang sedikit membingungkan saya. Juga pada alur cerita yang janggal dimana para tokoh pada awalnya saling tahu nomor telepon namun di halaman lain ada penegasan bahwa mereka hanya berhubungan lewat twitter. Simpel mungkin,tapi cukup mengacaukan imajinasiku.

But, overall Aditya Yudis telah berhasil membuat kisah dengan ending yang mengejutkan. Jangan berharap happy ending di sini karena sejatinya novel ini pelajaran buat kamu untuk move on.

Selamat membaca.(*)

Comments

  1. Terkadang ekspektasi yang diberikan kepada seseorang bisa menjadi boomerang. Adit menang di Flash Fiction atau tulisan pendek, tapi novel ini jauuuh dari bayangan saya. Alur yang tersendat, flow yang tidak mengalir, maupun beberapa scene yang rasanya sulit dibayangkan. Well, that's all.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Black Swan

Si angsa hitam jahat yang begitu licik merebut hati pangeran sehingga angsa putih harus mengalah dan mati dalam kesedihan. Swan lake adalah dongeng yang sering aku dengar saat kecil. Kadang pula aku nonton versi kartun berbienya di televisi. Namun, untuk versi anak-anak swan lake selalu berhasil mendapatkan cinta sang pangeran dan hidup bahagia selamanya. Sedangkan dalam film yang dibintangi Natalie Portman, Sang Black Swan menjadi benang merah cerita. Ia menjadi karakter yang menang. Seorang gadis baik-baik harus berusaha menghayati peran sebagai angsa hitam jahat agar ia mampu tampil sempurna. Setiap kita memiliki sisi black swan. Meski setiap hari berusaha menampilkan sisi angsa putih yang begitu baik, ramah, dan sopan. Tapi ada saat dimana sang angsa hitam bergerak diam-diam dari dalam diri kita. Muncul di bawah alam sadar manusia dan keluar begitu saja. Selalu ada potensi black swan dalam diri manusia. Aku menyukai karakter black swan. Ia ditakdirkan untuk jahat tanpa perlu unt...

Music Is Magic

Musik. Aku selalu menganggap bahwa ia adalah salah satu penemuan yang paling berpengaruh di dunia. Albus Dombledore pun bersepakat dengan itu. "Ah, music," he said, wiping his eyes. "A magic far beyond all we do here" (Harry Potter And The Sorcerer's Stone). Musik dan lagu adalah sebuah sihir yang mampu merubah banyak hal. Mood, bahagia, sedih, dan bahkan kematian pun terekam indah karenanya.  Aku tak menguasai instrumen apapun. Dan jangan memintaku menyanyi satu lagu pun. Aku menikmati musik dengan cara berbeda. Mungkin agak berbeda antara musik dan lagu. Tapi disini, aku akan menyamakannya. Disini musik adalah sebuah lagu. Yang penuh lirik singkat namun memiliki arti yang sangat dalam.  Ia tak ada bedanya dengan puisi jika berdiri dalam sebuah larik-larik bait tanpa diiringi nada. Namun, ia kemudian menjadi begitu lebih membumi ketika bait-bait itu teralunkan bersama musik. Aku agak susah menikmati puisi. Beberapa baitnya...

Tentang Etta

Aku mungkin terlalu sering bercerita tentang ibu. Ketika ia masih hidup hingga ia telah pulang ke tanah kembali aku selalu mampu menceritakannya dengan fasih. Ia mungkin bahasa terindah yang Tuhan titipkan dalam wujud pada tiap manusia. Tapi izinkan kali ini aku bercerita tentang bapak. Pria terdekat yang selalu ada mengisi tiap halaman buku hidupku.Pria yang akrab kusapa dengan panggilan Etta, panggilan ayah pada adat bugis bangsawan. Kami tak begitu dekat. Mungkin karena perbedaan jenis kelamin sehingga kami taklah sedekat seperti hubungan ibu dangan anak perempuannya. Mungkin juga karena ia mendidikku layaknya didikan keluarga bugis kuno yang membuat jarak antara Bapak dan anaknya. Bapak selalu mengambil peran sebagai kepala keluarga. Pemegang keputusan tertinggi dalam keluarga. Berperan mencari nafkah untuk keluarga. Meski Mama dan Ettaku PNS guru, tapi mereka tetap bertani. Menggarap sawah, menanam padi, dan berkebun. Mungkin karena mereka dibesarkan dengan budaya bertani dan ...