<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019</id><updated>2012-02-18T18:42:08.245-08:00</updated><category term='Song'/><category term='Sport'/><category term='Joke'/><category term='Kuliner'/><category term='Opini'/><category term='Cooking'/><category term='Melankolis'/><category term='Suka'/><category term='Kids Stories'/><category term='Friends'/><category term='Poems'/><category term='Cerita Pendek'/><category term='Doa'/><category term='Vacation'/><category term='Cerita Kampung'/><category term='Jalan-jalan'/><category term='Quote'/><category term='My Little Family'/><category term='Fantasy'/><category term='Feelings'/><category term='Visit museum'/><category term='Petualangan  Baru'/><category term='Prosa Fiksi'/><category term='Wish'/><category term='Rutinitas'/><category term='Movies'/><category term='Mom'/><category term='Books'/><category term='Mahavidya Neela Sarasvaty'/><title type='text'>Teras Imaji</title><subtitle type='html'>Ini tentang sebuah teras tempat untuk duduk sejenak dan berimaji. 
Ini tentang sebuah teras
sebuah rumah singgah tempat bermain dalam fantasi.
Ini tentang sebuah teras imaji ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>795</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-916845943700079990</id><published>2012-02-18T05:39:00.001-08:00</published><updated>2012-02-18T05:39:14.165-08:00</updated><title type='text'>Dear Dwi Kecil</title><content type='html'>Untuk Dwi (10 years old)&lt;p&gt;Apa kabar? Hari ini aku tahu kamu sedih. Catatan harian pertamamu dibaca oleh kakakmu. Buku diary kecil berwarna hijau yang kertasnya berwarna hijau,pink, dan biru. Kamu memakai tinta warna biru kan saat menulisnya? Buku itu kamu sembunyikan di bawah bantal yang kemudian dilihat oleh kakakmu yang paling tua. &amp;quot;Diary itu buat anak SMP, anak SD belum saatnya nulis diary&amp;quot; katanya padamu. Jangan dengarkan, tetaplah menulis. Bukankah kamu sangat menyukai menulis? Membaca dongeng di majalah adalah kegemaranmu. Mengoleksi buku-buku adalah soul food menurut istilahmu. Jangan berhenti, kamu menemukan passionmu di sana. Percayalah padaku.&lt;p&gt;Kamu masih suka duduk di jendela dan menatap awan dan langit? Aku tetap menyukainya hingga sekarang. Kata orang-orang kamu dan aku adalah pemimpi. Memandangi langit dan berkhayal tentang negeri di awan dan para bidadari. Aku sangat berharap kamu menuliskannya. Kamu selalu takut tulisanmu tidak bagus. Aku pun demikian. Tapi bukankah practice make a perfect? Tuliskan setiap khayalan yang kamu punya. Sesingkat apapun itu. Simpan baik-baik. Saat kamu seumuran denganku, kamu akan merindukan masa-masa kecil itu.&lt;p&gt;Aku senang kamu tak berpura-pura menjadi orang dewasa. Nikmati masa kecilmu baik-baik. Tak perlu bermimpi menjadi orang dewasa, karena nanti kamu juga bakal tetap akan jadi orang dewasa. Bermain-mainlah sepuasmu. Bertemanlah. Membaca yang banyak dan menulis yang banyak. Bersenang-senanglah. Masa kecil hanya datang sekali loh. Tapi kupikir kamu akan melaluinya dengan baik.&lt;p&gt;Apa kabar Mama? Kamu tetap rajin mencucikan piringnya bukan? Jangan membantah setiap katanya. Dengarkan baik-baik. Catat dibenakmu. Bertanyalah yang banyak pada Mama. Ia perempuan yang cerdas. Belajar banyak darinya. Kamu mewarisi sifat bijaknya dan juga caranya menyimpan sedih. Peluk ia erat. Ingatlah hangatnya. Tolong katakan kamu sangat mencintainya.Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan berdua. Sesederhana apapun itu. Nanti kamu akan tahu seberapa rindu kamu padanya ketika kamu seusiaku.&lt;p&gt;Ingatlah kenangan-kenangan yang menyenangkan yang kamu dapat setiap hari. Jangan mengingat yang sedih-sedih. Menjadi dewasa tidaklah segampang yang ada dibenakmu sayang. Menjadi dewasa tak hanya sekedar baju-baju yang modis, make up berwarna, dan hidup sendiri. Menjadi dewasa artinya bergerak sesuai kata hatimu, arah egomu, dengan segala konsekuensi yang akan kamu bayar. Kamu adalah risk taker. Bijaklah untuk setiap pilihanmu. Akan selalu ada sedih dan gembira. Ketika gembira janganlah berlebihan. Simpan ia dIingatanmu. Ketika sedih, bangkitlah. Ingatlah kenangan-kenangan yang menyenangkan. Seperti melawan dementor pada serial Harry Potter. Ups...kamu belum tahu Harry Potter ya. Kelak kamu akan tahu. Aku yakin kamu akan suka. &lt;p&gt;Hidup adalah dualisme, Dwi. Ada senang ada sedih. Ada hidup ada mati. Ada yang datang memberimu bahagia, ada juga yang datang dan memberimu torehan luka. Yang aku pesankan padamu, bertahanlah. Jadilah pahlawan untuk dirimu sendiri. Jangan mengandalkan orang lain. Kuatlah. Setiap sedih kita akan lalui bersama. Yakinlah ketika sedih datang, tak lama lagi bahagia akan menggantikannya. &lt;p&gt;Aku bangga padamu, Dwi....Aku adalah kamu. Dan aku bangga kita melalui semua bersama sampai hari ini.&lt;p&gt;&lt;br&gt;17februari2012&lt;br&gt;Dari Dwi (25 years old)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-916845943700079990?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/916845943700079990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=916845943700079990&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/916845943700079990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/916845943700079990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/02/dear-dwi-kecil.html' title='Dear Dwi Kecil'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-9027390313204994209</id><published>2012-02-16T04:42:00.000-08:00</published><updated>2012-02-16T04:43:51.616-08:00</updated><title type='text'>Ara Dan Makanan Pertamanya</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QRtleq0SjMg/Tzz6B1AdanI/AAAAAAAABTA/-GWbHKbV3Os/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FQWFNcGFzaSBBcmEuanBn%253F%253D-731617"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-QRtleq0SjMg/Tzz6B1AdanI/AAAAAAAABTA/-GWbHKbV3Os/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FQWFNcGFzaSBBcmEuanBn%253F%253D-731617"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709713336914766450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-FdGz8I2n2dM/Tzz6CP9jD1I/AAAAAAAABTM/iDJ2BsIllIw/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYWFUaWRhayBtYXUgYnVrYSBtdWx1dC5qcGc%253D%253F%253D-732796"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-FdGz8I2n2dM/Tzz6CP9jD1I/AAAAAAAABTM/iDJ2BsIllIw/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYWFUaWRhayBtYXUgYnVrYSBtdWx1dC5qcGc%253D%253F%253D-732796"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5709713344150310738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Hari ini 3 februari. Umurmu 6 bulan satu hari. Kemarin gelarmu adalah Ara, S.Asi. Hidup terus berjalan anakku sayang. Dan sudah saatnya mencoba makanan dari bumi. Dari gunung dan dari laut. Seperti makanan yang biasa dimakan Toto chan. Hari ini belum ada Hiu. Nanti kita cari di restoran Jepang. Hari ini menumu adalah bubur beras rasa apel. Makanan yang saya olah sendiri. Takkan saya kenalkan padamu bubur instant. Salahkan twitter yang mengenalkan saya pada @ID_AyahASI dan @aimi_asi serta @drtiwi dan juga @drOei yang selalu menjadi tempat konsultasiku segala sesuatu tentangmu. Tak disarankan bubur instant, gula-garam sampai usia setahun, ajari makan buah dan sayur. Membesarkanmu menjadi sebuah tantangan tersendiri buatku. Saya telah sampai di anak tangga pertama. Memberimu ASI full tanpa susu formula. Meski sempat kecolongan 2 hari saat kamu demam tinggi di rumah sakit. Maaf, saat itu saya belum main twitter :D. Belum bisa konsultasi online dengan para dokter dan akun tentang ASI itu. &lt;p&gt;Dan inilah kamu hari ini. Berdua kita hari ini ke pasar buah di Bau-Bau.Naik ojek. Melewati pasar dan jembatan sungai yang bermuara ke laut. Membeli 1 apel dan 1 jeruk seharga Rp.10.000. Toh, besok kita kembali lagi ke Makassar. Nanti di sana kita beli banyak buah untukmu. Catat, saya ingin membeli buah naga. Buah ini enak loh Ara, tante Ema yang mengajarku memakannya. Nanti kutemani kamu memakannya. Biar kelak kamu jadi mitos seperti naga. Jauh sebelumnya, saya sudah membuatkanmu tepung beras yang kusangrai sendiri dan kublender hingga halus.  Dua cup beras berhasil kusangrai dalam ketidaktahuanku mengsangrai beras. Kuhaluskan hingga berpeluh. Hasilnya cukup banyak. Cukup untuk persediaanmu. &lt;p&gt;Dan hari ini aku dengan semangat 45 ingin membuatkanmu bubur tepung beras rasa apel. Agak encer. Saya belum terlalu pengalaman mengaduk bubur tepung sayang. Ketika kumasukkan ke blender untuk menghaluskannya bersama apel yang yang telah kukukus setengahnya tertumpah dipinggir mulut blender. Terlalu cair. Untungnya apelnya tercampur dengan halus. Kucobakan pertama di mulutmu. Kamu mengerjit aneh. Mimikmu seolah menemukan rasa yang asing yang sangat jauh dari air susu yang selama ini akrab dilidahmu. Kamu tetap berusaha mengenali rasanya meskipun otakmu menolak. Saya pun tidak lelah menyuapkanmu sesendok demi sesendok. Penuh keringat dan cinta saya membuatnya setidaknya kamu menghargai itu.&lt;p&gt;Tapi lama kelamaan kamu pun mulai menolak. Pertama kamu menggunakan tanganmu untuk menahan tanganku yang memegang sendok. Kedua mendorong makan yang ada di mulutmu dengan lidahmu. Tapi tetap saja kumasukkan kembali ke mulutmu dengan sendok. Terakhir kamu menolak membuka mulut untuk sesendok makanan lagi. Rasanya memang aneh. Bubur itu terasa hambar dibanding rasa Asi yang manis. Tapi saya takkan menyerah memberi Mpasi. Skalipun kamu menolaknya.&lt;p&gt;PS : harusnya dipost saat tanggal 3 namun satu dan lain hal jadi terbengkalai dan terlupakan. Sampai tanggal 16 februari ini Mpasi Ara masih dalam progres yang berjalan lambat. Dia tetap tak menyukai tepung beras, tapi saya juga tidak menyerah memberikannya tepung beras.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-9027390313204994209?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/9027390313204994209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=9027390313204994209&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9027390313204994209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9027390313204994209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/02/ara-dan-makanan-pertamanya.html' title='Ara Dan Makanan Pertamanya'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QRtleq0SjMg/Tzz6B1AdanI/AAAAAAAABTA/-GWbHKbV3Os/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FQWFNcGFzaSBBcmEuanBn%253F%253D-731617' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8500768941101470930</id><published>2012-02-01T20:35:00.000-08:00</published><updated>2012-02-01T20:36:00.561-08:00</updated><title type='text'>180 Days With Ara</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-c7aUzHMKSe0/TyoSsOYRC4I/AAAAAAAABS0/nrbCSvAas0Y/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDEwNjUtMjAxMjAyMDItMDkyNC5qcGc%253D%253F%253D-760562"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-c7aUzHMKSe0/TyoSsOYRC4I/AAAAAAAABS0/nrbCSvAas0Y/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDEwNjUtMjAxMjAyMDItMDkyNC5qcGc%253D%253F%253D-760562"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704392429001575298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Beratmu kini telah 2 kali bahkan lebih dari berat lahirmu. Selalu kupikir panjangmu tidak bertambah tapi ternyata baju-baju yang dulunya semata kakimu kini sudah sampai di atas pahamu. Kamu bertumbuh. Menjadi anak kecil yang lucu. Semua gemas melihatmu. Kamu gendut. Seperti baby Hui, si anak angsa di film kartun. Menjadi anak yang tidak rewel, bisa main sendiri, dan penyabar. Meski ada saat kamu pun memperlihatkan kekesalanmu dan rengekan manjamu.&lt;p&gt;Waktu masih sebulan aku selalu berhati-hati menggendongmu. Menimangmu seperti kaca rapuh. Namun kini aku sudah bisa mengayungkan tubuhmu sesukaku. Ke atas ke bawah ke samping sampai kau tertawa terbahak-bahak. Tidurmu pun makin berkurang. Kamu lebih suka terbangun dan bermain-main. Guling dari ujung kasur ke ujung kasur yang lain. Belajar mengangkat pinggulmu agar bisa merangkak. Tuntutanmu pun makin banyak. Jalan-jalan atau diajak main. Kalo tidak diperhatikan kamu akan mengeluarkan suara penanda protes. Kamu selalu tertarik pada hal-hal baru. Apapun itu. Kamu sudah sarjana S1 Asi hari ini. Besok kamu mulai mencicipi makanan yang bertumbuh dari tanah bumi. Tapi tak ada Hiu untuk ritual makan pertamamu. Hiu sebagai simbol agar kelak kamu bertualang layaknya ikan Hiu di laut. Menguasai samudera. Kemudian kupikir mungkin bisa menggantinya dengan buah naga, agar kelak kamu seperti naga yang menjadi mitos sepanjang zaman. Tapi apapun makanan pertamamu tak menjadi soal. Kamulah penentu dirimu kelak.&lt;p&gt;180 hari kamu kini. Menjadi besar berarti harus siap menerima banyak pelajaran dari dunia. Ada yang baik ada yang buruk. Ada yang menyenangkan dan ada yang menyedihkan.Tapi semakin kamu besar daya imunmu terhadap dunia akan bertambah. Kamu telah dibekali dengan akal fikir yang bisa memilih. Mungkin kelak akan banyak senang dan pedih yang kamu rasa. Tergantung kamu melihat dari sudut mana. Yang perlu kamu lakukan hanya melihat sesuatu dari sudut pandang berbeda agar kamu menjadi unik dan spesial.&lt;p&gt;Akan ada lebih banyak hari yang akan kamu lewati. Belajar, berbagi, bertumbuh, dan bebas. Dirimu adalah kendalimu. Menjadi bijaklah. Hiduplah dengan penuh arti sayang. Pagi ini aku membaca tweet dari seorang kakak dan ingin kurekam disini untuk kado 6 bulanmu.&lt;p&gt;@rahekosmik: aku mencintaimu sejak dulu sekali sampai hari ini dan esok hingga berjuta-juta esok sesudahnya.&lt;p&gt;Selamat 6 bulan Ara, Mama mencintaimu dulu, sekarang, dan masa yang akan datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8500768941101470930?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8500768941101470930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8500768941101470930&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8500768941101470930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8500768941101470930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/02/180-days-with-ara.html' title='180 Days With Ara'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-c7aUzHMKSe0/TyoSsOYRC4I/AAAAAAAABS0/nrbCSvAas0Y/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDEwNjUtMjAxMjAyMDItMDkyNC5qcGc%253D%253F%253D-760562' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8230412500729243626</id><published>2012-01-31T20:01:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T20:04:29.605-08:00</updated><title type='text'>Leaving On A Jet Plane With Ara</title><content type='html'>Perjalanan telah akrab dengan kami. Sejak ia dalam kandungan tiap bulan menempuh jarak 4 jam ke Makassar hanya untuk check up. Setelah Ara lahir kupikir kami akan vakum untuk sementara dari perjalanan. Tapi nyatanya tidak. Tiap bulan Ara dan saya selalu ke Makassar. Entah itu karena bertemu nenek dan tantenya atau saya yang mau liat Mall. (Saya kalo nda liat Mall jadinya galau). Saat usianya telah menginjak 40 hari, Ara telah memulai perjalanannya bersama saya. Ia bertumbuh di jalan. Diantara deretan pohon-pohon, gunung, dan tebing batu Bone dan Makassar. Saya mensyukuri ia lahir sebagai anak yang kuat dan tidak rewel. Seberapapun sesaknya kendaraan ia tidak terlalu peduli. Ia tetap tenang. Seingatku ia hanya sekali menangis keras saat mobil yang kami tumpangi singgah di rumah makan. Ia lapar dan kegerahan. Tapi setelah itu ia kembali ceria seperti biasa. Selama ini ia hanya sekali sakit batuk pilek. Karena kondisi cuaca yang kadang panas kadang hujan. Selain itu ia tumbuh menjadi bayi yang kuat dan menikmati perjalanan.&lt;p&gt;Kali ini kami ke Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Mengunjungi nenek dan melihat laut. Saya memilih pesawat sebagai transportasi. Kupikir karena lebih efisien dan tidak ribet. Kalo kapal laut bisa sehari semalam dan butuh teman. Lagian saya dan kapal laut belum terlalu akrab. Saya pusing jika berada di atas laut dan saya tidak bisa membayangkan harus tetap fit untuk menjaga Ara. Perjalanan naik pesawat agak rentan buat anak bayi. Saya agak bingung antara harus menutup telinganya atau tidak. Yang jadi masalah sebenarnya bukanlah pada deru pesawat tapi perbedaan tekanan. Menurut sumber di internet malah ketika menutup telinga bayi akan lebih beresiko pada telinganya. Jadilah saya berbekal naik pesawat tanpa menutup telinga dan hanya memastikan ia nenen saat pesawat take off hingga mencapai ketinggian stabil. Dari hasil browsing beberapa pesawat lumayan ramah pada bayi. Yang paling baik sih, Garuda. Mereka memberi makan bayi, selimut, serta mainan bayi. Tapi tak ada rute Garuda ke Bau-bau. Untungnya Merpati lagi promo. Tiketku berdua dengan Ara hanya 600anribu. Kalo pesan ke Merpati sih lebih murah. Malah 500ribuan saja untuk pulang pergi. Cuma waktu itu dapat promonya lewat teman jadi tak apa-apalah. Merpati pun lumayan ramah buat bayi. Setidaknya bayi juga mendapat jatah makanan meski menunya sama buat orang dewasa. Ya, kan Ara belum makan. Jadi jatahnya buat saya.Hehehehe. &lt;p&gt;Ara sangat menyukai bandara. Matanya asyik memandang tiap aktivitas di bandara. Pesawat yang kami tumpangi lumayan pagi setelah terlebih dahulu mendapat info perubahan jadwal terbang dari siang menjadi pagi. Bandara sangat ramai kala pagi. Macam terminal daya saja. Saya membawa seminim mungkin barang. Satu tas untuk jinjing dan satu tas pakaian. Lumayan berat untuk memegangnya sambil menggendong Ara. Ibu-ibu yang (mungkin) mengantar keluarganya sempat melihat kami dan berbisik-bisik. Mungkin kasian melihat saya yang berangkat sendirian dan menggendong Ara yang masih begitu kecil. Tapi kupikir kami akan baik-baik saja. Di ruang tunggu Ara lebih banyak main-main dari pada nenen. Menguntungkan buatku, biar dia agak lapar saat take off. Ia lebih banyak main-main dan tidak menangis. &lt;p&gt;Enaknya naik pesawat sambil bawa bayi adalah pelayanan ekstra dan sapaan ramah dari pramugari dan awak pesawat. Saat take off kupikir Ara akan terganggu dengan suara mesinnya tapi ternyata tidak. Ia sibuk nenen. Saya memastikan ia terus mengisap sampai ketinggian stabil dan sabuk pengaman dilepas. Karena saya saja yang orang dewasa telinga sangat peka terhadap tekanan udara apalagi Ara yang masih kecil. Dia tetap nenen dan tertidur sampai mau mendarat. Nah, saat mau landing ini saya coba kasi nenen lagi, eh dia sudah nda mau. Lebih suka merhatiin jendela dan liat baling-baling pesawat. &lt;p&gt;Ini baru awal perjalanan. Akan banyak perjalanan di tahun 2012 ini. Sejam naik pesawat masih terasa gampang. Saya belum bisa bayangkan jika harus menempuh sehari semalam jika ke luar negeri. Tapi saya menikmati perjalanan dan menikmati bersama Ara kemana saja.(*)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8230412500729243626?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8230412500729243626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8230412500729243626&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8230412500729243626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8230412500729243626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/leaving-on-jet-plane-with-ara.html' title='Leaving On A Jet Plane With Ara'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-6876650762920694952</id><published>2012-01-25T23:45:00.001-08:00</published><updated>2012-01-25T23:45:19.960-08:00</updated><title type='text'>Menikahlah Denganku</title><content type='html'>Semua teman-temanku bertanya bagaimana cara suamiku melamarku. Jangan bayangkan sebuah makan malam romantis, nyala lilin, dan pemusik yang menggesek biola. Jangan bayangkan tentang kotak cincin dan kejutan lainnya. Mengajak menikah dengan cara seperti itu adalah scene-scene dalam film romantis. Kami merencanakan menikah berdasarkan kesepakatan kami. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Hubungan terjalani lama meyakinkan kami bahwa jalinan ini perlu diseriusi. Ada banyak mimpi yang kami langitkan. Dan menikah adalah salah satu syarat untuk membumikannya. Kuliah, kerja adalah loncatan-loncatan yang meyakinkan kami bahwa kami siap untuk berumah tangga. Tak ada kejutan yang serupa di novel romantis. Proses mengajak menikah adalah diskusi panjang mengenai kesiapan diri hingga tiba pada kesepakatan untuk menikah. Rasanya seperti &amp;quot;nikah yuk&amp;quot;.&amp;quot;Yuk&amp;quot;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan ketika ia telah berkata &amp;quot; Orang tuaku akan datang ke rumahmu minggu depan&amp;quot;. Nah itu benar-benar bisa diartikan &amp;quot;menikahlah denganku&amp;quot;. (*)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Untuk : Icha yang telah menikah. Ecy yang segera akan menikah. Dan Darma, Azmi,Ema,Wuri, Were yang juga akan segera menikah. &lt;br&gt;&lt;br&gt;#15HariNgeblogFF&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-6876650762920694952?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/6876650762920694952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=6876650762920694952&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6876650762920694952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6876650762920694952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/menikahlah-denganku.html' title='Menikahlah Denganku'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5961257794648191141</id><published>2012-01-25T07:31:00.000-08:00</published><updated>2012-01-25T07:32:09.042-08:00</updated><title type='text'>Aku Menunggumu Di Imlek Tahun Ini</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0fGBirnSSuA/TyAgeZYDefI/AAAAAAAABSg/yE0geggv8p4/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmFyb25nc2FpMS5qcGc%253D%253F%253D-729043"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-0fGBirnSSuA/TyAgeZYDefI/AAAAAAAABSg/yE0geggv8p4/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmFyb25nc2FpMS5qcGc%253D%253F%253D-729043"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701592834830989810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Aku melangkahkan kaki memasuki klenteng itu. Patung-patung dewa mulai dibersihkan. Cat merah dan lukisan dewa dewi yang menghiasi dinding klenteng dipoles kembali. Beberapa sudut klenteng yang mulai rusak dipugar kembali. Batang-batang lilin telah dijejer. Lampion-lampion digantung di depan klenteng. Udara bercampur wangi dupa. Ada puluhan batang hio terbakar di dalam sebuah wadah piala besar ditengah ruangan.&lt;p&gt;Ada ibu separuh baya yang sedang bersembahyang. Hio di tangannya ia lambaikan. Beberapa pengurus klenteng bersiliweran di dalam klenteng. Tak ada yang mengubris kehadiranku. Sudah tak ada lagi wajah-wajah yang aku kenal. Mungkin usia mereka telah sepuh untuk mengurus klenteng.Klenteng ini adalah satu-satu klenteng di kota kecil tempatku tinggal. Aku banyak menghabiskan masa kecilku bermain di klenteng ini. Sekalipun aku bukan penganut konghucu tapi kelenteng ini menyimpan kenangan masa kecilku juga tentang seorang kawan.&lt;p&gt;Ia setahun lebih tua dari aku. Matanya sipit kulitnya putih rambutnya lurus. Seperti keturunan tiong hoa pada umumnya. Meskipun ia cina tapi ia satu sekolah denganku di sekolah negeri. Saat itu belum ada sekolah khusus warga tiong hoa di kota kami. Kami sekelas. Sekalipun warga tiong hoa adalah warga minoritas di daerah kami tapi mereka bergaul dentgan baik dengan masyarakat pribumi. Begitu juga para anak-anaknya bergaul dengan bebas dengan anak-anak lainnya. Dan Irwan, adalah teman china yang paling akrab denganku. Rumah kami tidak berjauhan. Di sekolah kami tempat duduk kami sejajar. Pulang sekolah kami pasti bermain bersama. Kadang bermain bola dihalaman depan mesjid atau menemaninya berlatih bela diri di klenteng. Ia anggota tim barongsai di kota kami. Saat bulan puasa tak jarang ia ikut bermain di halaman mesjid sebelum sholat taraweh. Menunggu buka puasa di mesjid bahkan ikut sholat berjamaah. Aku  pun sering ikut bersembahyang di klenteng. Jika menemaninya berlatih barongsai, ia akan menyodorkan hio yang ujungnya sudah terbakar padaku. Aku pun patuh. Mengikuti gerak tangannya. Dia tampak khusuk dalam ibadahnya. Diam-diam aku selalu memperhatikannya berdoa. &lt;p&gt;Di kota kecil kami perbedaan bukanlah menjadi pembeda untuk saling berinteraksi. Toleransi agama begitu tinggi. Setiap pemeluk agama bebas melaksanakan ritual keagamaan. Tak ada saling meninggikan atau merendahkan. Saat puasa dan berlebaran warga tionghoa turut serta bersuka cita dan membantu warga muslim semisalnya membersihkan mesjid atau membawa buka puasa ke mesjid. Saat lebaran pun mereka datang bersilaturahmi. Begitu pula saat perayaan imlek. Warga muslim berkunjung ke rumah warga tionghoa. Saling bersalaman dan mengucapkan selamat tahun baru. Anak-anak diajarkan tidak untuk saling melihat perbedaan, tapi melihat perbedaan sebagai warna yang indah. Karena tak ada larangan untuk saling mengunjungi tempat ibadah. Bermain-main bahkan ikut melakukan ritual. Bagi para warga, anak-anak itu adalah kertas putih yang memiliki pengetahuan sendiri. Tak perlulah para orang tua melarang mereka untuk sesuatu yang belum terlalu mereka pahami. Agama adalah hak pribadi. Dan kelak anak-anak tersebut akan paham dan mampu memilih. &lt;p&gt;Saat imlek, irwan selalu mengajakku ke rumahnya. Memakan kue dan dodol. Saat akan pulang mamanya akan menyodorkanku angpao. Amplop merah bertuliskan cina yang tidak pernah aku tahu apa artinya. Irwan pun dengan cueknya menjelaskan padaku bahwa itu adalah mantra pengusir setan, seperti yang biasa aku lihat di film hantu cina. Berbicara soal mengusir setan, aku pernah mengajari irwan bacaan ayat kursi. Ia bahkan menghapal surah al fatihah dan al ikhlas.  Aku yang saat itu masih lugu menerima penjelasan tentang gambar amplop itu tanpa bertanya lagi. Toh isinya lebih penting. Uang yang nominalnya cukup besar untuk dijajakan.  Ia sering meminjamiku majalah anak-anaknya. Aku yang tidak bisa langganan majalah karena ekonomi keluarga selalu senang kalo dia menitipkan majalah yang sudah dibacanya padaku. Ia sangat suka membaca. Buku dan majalah menjadi barang yang paling sering diberikannya padaku.&lt;p&gt;Kami bersama-sama hingga kelas 6 SD. Saat SMP ia pindah ke daerah lain bersama keluarga intinya. Tapi setahuku ia masih memiliki tante yang berkerabat dekat dengannya di kota ini.Tak pernah lagi kudengar kabarnya. Hampir 15 tahun aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Apakabarnya ia sekarang? Besok imlek, masihkah ia merayakannya? Kuambil beberap hio yang belum terbakar. Kujulurkan ujung pada lilin yang menyala. Kutatap patung dewa di depanku. Kutundukkan kepalaku sambil berbisik &amp;quot;aku harap menemuimu di imlek ini&amp;quot;.(*)&lt;p&gt;&amp;quot;Selamat tahun baru cina, Ko Irwan. Aku Menunggumu Di Imlek Tahun Ini. Tapi kalo nda ketemu semoga panjang umur dan bisa bersua&amp;quot;.&lt;p&gt;Ps : minjam namamu dan beberapa cerita yang sedikit dimodifikasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5961257794648191141?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5961257794648191141/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5961257794648191141&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5961257794648191141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5961257794648191141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/aku-menunggumu-di-imlek-tahun-ini_25.html' title='Aku Menunggumu Di Imlek Tahun Ini'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0fGBirnSSuA/TyAgeZYDefI/AAAAAAAABSg/yE0geggv8p4/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FYmFyb25nc2FpMS5qcGc%253D%253F%253D-729043' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5826949692069273068</id><published>2012-01-25T04:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-25T04:59:11.082-08:00</updated><title type='text'>Aku Menunggumu Di Imlek Tahun Ini</title><content type='html'>Aku melangkahkan kaki memasuki klenteng itu. Patung-patung dewa mulai dibersihkan. Cat merah dan lukisan dewa dewi yang menghiasi dinding klenteng dipoles kembali. Beberapa sudut klenteng yang mulai rusak dipugar kembali. Batang-batang lilin telah dijejer. Lampion-lampion digantung di depan klenteng. Udara bercampur wangi dupa. Ada puluhan batang hio terbakar di dalam sebuah wadah piala besar ditengah ruangan.&lt;p&gt;Ada ibu separuh baya yang sedang bersembahyang. Hio di tangannya ia lambaikan. Beberapa pengurus klenteng bersiliweran di dalam klenteng. Tak ada yang mengubris kehadiranku. Sudah tak ada lagi wajah-wajah yang aku kenal. Mungkin usia mereka telah sepuh untuk mengurus klenteng.Klenteng ini adalah satu-satu klenteng di kota kecil tempatku tinggal. Aku banyak menghabiskan masa kecilku bermain di klenteng ini. Sekalipun aku bukan penganut konghucu tapi kelenteng ini menyimpan kenangan masa kecilku juga tentang seorang kawan.&lt;p&gt;Ia setahun lebih tua dari aku. Matanya sipit kulitnya putih rambutnya lurus. Seperti keturunan tiong hoa pada umumnya. Meskipun ia cina tapi ia satu sekolah denganku di sekolah negeri. Saat itu belum ada sekolah khusus warga tiong hoa di kota kami. Kami sekelas. Sekalipun warga tiong hoa adalah warga minoritas di daerah kami tapi mereka bergaul dentgan baik dengan masyarakat pribumi. Begitu juga para anak-anaknya bergaul dengan bebas dengan anak-anak lainnya. Dan Irwan, adalah teman china yang paling akrab denganku. Rumah kami tidak berjauhan. Di sekolah kami tempat duduk kami sejajar. Pulang sekolah kami pasti bermain bersama. Kadang bermain bola dihalaman depan mesjid atau menemaninya berlatih bela diri di klenteng. Ia anggota tim barongsai di kota kami. Saat bulan puasa tak jarang ia ikut bermain di halaman mesjid sebelum sholat taraweh. Menunggu buka puasa di mesjid bahkan ikut sholat berjamaah. Aku  pun sering ikut bersembahyang di klenteng. Jika menemaninya berlatih barongsai, ia akan menyodorkan hio yang ujungnya sudah terbakar padaku. Aku pun patuh. Mengikuti gerak tangannya. Dia tampak khusuk dalam ibadahnya. Diam-diam aku selalu memperhatikannya berdoa. &lt;p&gt;Di kota kecil kami perbedaan bukanlah menjadi pembeda untuk saling berinteraksi. Toleransi agama begitu tinggi. Setiap pemeluk agama bebas melaksanakan ritual keagamaan. Tak ada saling meninggikan atau merendahkan. Saat puasa dan berlebaran warga tionghoa turut serta bersuka cita dan membantu warga muslim semisalnya membersihkan mesjid atau membawa buka puasa ke mesjid. Saat lebaran pun mereka datang bersilaturahmi. Begitu pula saat perayaan imlek. Warga muslim berkunjung ke rumah warga tionghoa. Saling bersalaman dan mengucapkan selamat tahun baru. Anak-anak diajarkan tidak untuk saling melihat perbedaan, tapi melihat perbedaan sebagai warna yang indah. Karena tak ada larangan untuk saling mengunjungi tempat ibadah. Bermain-main bahkan ikut melakukan ritual. Bagi para warga, anak-anak itu adalah kertas putih yang memiliki pengetahuan sendiri. Tak perlulah para orang tua melarang mereka untuk sesuatu yang belum terlalu mereka pahami. Agama adalah hak pribadi. Dan kelak anak-anak tersebut akan paham dan mampu memilih. &lt;p&gt;Saat imlek, irwan selalu mengajakku ke rumahnya. Memakan kue dan dodol. Saat akan pulang mamanya akan menyodorkanku angpao. Amplop merah bertuliskan cina yang tidak pernah aku tahu apa artinya. Irwan pun dengan cueknya menjelaskan padaku bahwa itu adalah mantra pengusir setan, seperti yang biasa aku lihat di film hantu cina. Berbicara soal mengusir setan, aku pernah mengajari irwan bacaan ayat kursi. Ia bahkan menghapal surah al fatihah dan al ikhlas.  Aku yang saat itu masih lugu menerima penjelasan tentang gambar amplop itu tanpa bertanya lagi. Toh isinya lebih penting. Uang yang nominalnya cukup besar untuk dijajakan.  Ia sering meminjamiku majalah anak-anaknya. Aku yang tidak bisa langganan majalah karena ekonomi keluarga selalu senang kalo dia menitipkan majalah yang sudah dibacanya padaku. Ia sangat suka membaca. Buku dan majalah menjadi barang yang paling sering diberikannya padaku.&lt;p&gt;Kami bersama-sama hingga kelas 6 SD. Saat SMP ia pindah ke daerah lain bersama keluarga intinya. Tapi setahuku ia masih memiliki tante yang berkerabat dekat dengannya di kota ini.Tak pernah lagi kudengar kabarnya. Hampir 15 tahun aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Apakabarnya ia sekarang? Besok imlek, masihkah ia merayakannya? Kuambil beberap hio yang belum terbakar. Kujulurkan ujung pada lilin yang menyala. Kutatap patung dewa di depanku. Kutundukkan kepalaku sambil berbisik &amp;quot;aku harap menemuimu di imlek ini&amp;quot;.(*)&lt;p&gt;&amp;quot;Selamat tahun baru cina, Ko Irwan. Aku Menunggumu Di Imlek Tahun Ini. Tapi kalo nda ketemu semoga panjang umur dan bisa bersua&amp;quot;.&lt;p&gt;Ps : minjam namamu dan beberapa cerita yang sedikit dimodifikasi. &lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5826949692069273068?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5826949692069273068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5826949692069273068&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5826949692069273068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5826949692069273068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/aku-menunggumu-di-imlek-tahun-ini.html' title='Aku Menunggumu Di Imlek Tahun Ini'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-2622388715974759657</id><published>2012-01-24T19:44:00.001-08:00</published><updated>2012-01-24T19:44:14.924-08:00</updated><title type='text'>Ini Bukan Judul Terakhir</title><content type='html'>Para audience telah duduk di kursinya masing-masing. Mereka datang dari segala lapisan masyarakat. Mahasiswa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, kalangan profesional, pemerhati sosial, bahkan anak sekolahan. Semua mata tertuju padanya. Pada ia yang duduk di kursi pembicara. Wajar ia menjadi sorotan. Ia adalah penulis paling terkenal saat ini. Novel-novelnya yang bertemakan perempuan, KDRT, dan diskriminasi telah menjadi pembicaraan dimana-mana. Karyanya telah menempatkannya di jejeran penulis-penulis perempuan terkenal. Hari ini adalah launching novel terbarunya yang lagi-lagi mengangkat tema kesetaraan gender. Para pembaca begitu antusias menunggu buku ini terbit. Tapi bagi dirinya ini adalah karya yang paling menguras tenaga. Tubuhnya mengurus, matanya cekung. Batinnya lelah menulis novel yang menceritakan kepatuhan istri terhadap perilaku semena-mena suaminya yang tidak berdaya untuk lepas dari kungkungan suaminya karena budaya dan adat selalu menganggap istri yang membantah suami adalah suatu kedurhakaan dan dosa besar. &lt;p&gt;Ia menghela nafas panjang. Hari ini ia memakai kacamata hitam. Sebuah lebam begitu besar di bawah matanya menghitam. Bekas gamparan suaminya. Ia masih mengingat ucapan suaminya yang menyertai bekas lebam itu &amp;quot;kamu pikir kamu hebat dengan menulis novel. Kamu takkan pernah bisa lepas dari cengkraman saya. Ibu dan bapakmu takkan mengakuimu sebagai anak jika tidak bisa mempertahankan pernikahanmu. Berhenti menulis novel. Apa kamu pikir aku tidak bisa menghidupimu. Buku itu adalah judul terakhirmu&amp;quot;. Tak hanya lebam yang membekas di wajahnya. Tubuhnya pun kebiruan. Rasanya sakit. Tapi hatinyalah yang paling pedih. Hanya dengan menulislah ia bisa merasa bebas. Merdeka. Namun ancaman suaminya bergema di telinga. Keras. Telah lama. Sejak ia pertama kali menulis dan menerbitkan buku. Namun, buku yang paling terakhir inilah yang membuat suaminya begitu marah. &lt;p&gt;Buku itu adalah dirinya. Tokoh perempuan itu adalah dirinya. Cerita itu adalah ceritanya. Namun sayang, perempuan itu lebih berani dari dirinya. Ia ingin sebebas perempuan itu. Berani berkata tidak untuk sesuatu yang menyakitinya. Namun, realitas tak pernah semudah jalan cerita novel. Ia telah mengadu pada ayah dan ibunya. Ia telah menceritakan keluh kesahnya. Sayangnya, ibu dan bapaknya tak pernah paham. Mereka selalu membenarkan perilaku suaminya. Ketika tangan pria bergerak itulah cara mendidik istri yang benar. &lt;p&gt;Tapi ia tidak bodoh. Ia tak peduli lagi akan dicap anak durhaka. Ia harus memperjuangkan hidupnya dan kemerdekaannya. Dan ia telah mengambil keputusan. Seorang audience mengacungkan jarinya. Membawanya kembali ke ruang launching bukunya. Menyadarknnya dari lamunan. Ia mengangguk mempersilakan orang tersebut bertanya.&amp;quot; Ada rumor yang mengatakan bahwa ini adalah judul terakhir anda?&amp;quot;.&lt;p&gt;Ia tersenyum. Ia pun memiliki pertanyaan yang sama pada dirinya. Sedetik kemudian ponselnya berdering. &amp;quot;Maaf. Saya terima telepon dulu penting&amp;quot; katanya sambil berdiri dan mengambil posisi ke sudut ruangan. &amp;quot; Mita, berkas pengajuan ceraimu sudah diserahkan ke pengadilan. Laporan KDRTmu sudah dilaporkan ke polisi. Ini baru awal, tapi semoga menjadi jalan untuk kehidupanmu yang baru&amp;quot; kata Mia, sahabatnya yang bekerja di LBH, dari seberang telepon. &amp;quot;Thanks y&amp;quot; jawabnya singkat. Disapunya setitik air diujung matanya dan kembali ke kursinya.&lt;p&gt;&amp;quot;Saya mencintai dunia menulis. Disinilah saya menemukan kebahagiaan. Dan ini bukanlah judul terakhir saya&amp;quot; jawabnya dengan senyum tegas.(*)&lt;p&gt;#15haringeblogff&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-2622388715974759657?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/2622388715974759657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=2622388715974759657&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2622388715974759657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2622388715974759657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/ini-bukan-judul-terakhir.html' title='Ini Bukan Judul Terakhir'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-2570682126556059642</id><published>2012-01-24T04:24:00.001-08:00</published><updated>2012-01-24T04:24:53.061-08:00</updated><title type='text'>Ketika Odol Jatuh Cinta</title><content type='html'>Di sebuah minimarket terdapat satu kotak odol yang selalu bersembunyi jika bertemu dengan calon pembeli. Ia akan berada dijejeran paling belakang agar tangan pembeli tidak mengambil dirinya. Dia selalu mendorong kotak-kotak odol yang lain untuk berada di jejeran paling depan. Dia memilih untuk berada di belakang. Tak tersentuh,tak terjamah. Meski harus berdebu. Semua tak lain karena perempuan yang menjadi kasir minimarket tempatnya dipajang dan dijual.&lt;p&gt;Odol ingat pertama kali ia jatuh cinta pada perempuan itu. Itu adalah cinta pandangan pertama. Perempuan tersebut sibuk mengatur dirinya dan kotak odol di rak-rak pajangan. Tangan perempuan itu halus menyentuh tubuhnya. Menimangnya dengan lembut sambil tertawa. Saat itu adalah saat yang paling indah di dunia baginya. Dunia berhenti beberapa saat ketika perempuan itu mengangkat tubuhnya dan tersenyum. Seolah-olah senyum itu ditujukan khusus kepadanya. Sejak saat itu ia matanya tak pernah lepas dari perempuan tersebut. Ketika perempuan itu bertugas jaga toko, maka ia akan berada di tempat paling strategis untuk melihatnya. Tempat yang aman dari jangkauan pembeli dan juga nyaman untuk melihat perempuan itu.&lt;p&gt;Tahun berlalu. Masa kadaluarsa sang odol hampir tiba. Ia tidak ingin berakhir di razia barang kadaluarsa. Tapi ia juga hanya ingin dibeli oleh perempuan itu. Sayangnya, selama pantauannya perempuan itu tak memakai merek odol seperti dirinya. Ia tak ingin memilih mati diantara barang kadaluarsa. Ia juga tak ingin habis tercekik dan berbusa dimulut orang lain. Dia hanya ingin perempuan itu. Agar bahagia hidupnya. Hingga pada suatu waktu ia berhasil mendapatkan ide. &lt;p&gt;Ia telah hapal kebiasaan perempuan itu. Odol apa yang ia beli dan pada saat kapan. Saat waktu itu tiba, ia berhasil membujuk odol dalam kotak merek yang biasa dipakai perempuan itu untuk bertukar tempat. Ia berdiri dijejeran paling atas dan paling depan. Sehingga ia menjadi mudah dijangkau. Ketika perempuan tersebut mendekat ke rak odol ia segera mengambil posisi. Dan, hup! Ia telah berada di jemari perempuan itu. Jemari yang begitu lama dirindukannya. Kemudian berpindah ke keranjang lalu ke kantong plastik. Ia bahagia. Sebentar lagi ia akan berciuman dengan perempuan impiannya. &lt;p&gt;Di kamar mandi.&lt;br&gt;Suara air bercipratan.Perempuan itu bergegas mencuci muka.Ia  meraih sikat gigi dan kotak odol. Dibukanya tube odol dari kotaknya.&lt;br&gt;&amp;quot; Loh, kok isinya lain&amp;quot; katanya heran. &amp;quot;Pasti ada yang iseng nih anak-anak yang nukar isi tube odol ini. Besok bakal aku tukar lagi&amp;quot; katanya sambil mendesak masuk tube odol itu ke dalam kotak yang beda merek itu. (*)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-2570682126556059642?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/2570682126556059642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=2570682126556059642&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2570682126556059642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2570682126556059642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/ketika-odol-jatuh-cinta.html' title='Ketika Odol Jatuh Cinta'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-2995794216850689036</id><published>2012-01-22T11:38:00.001-08:00</published><updated>2012-01-22T11:38:29.790-08:00</updated><title type='text'>Merindukanmu Itu Seru!</title><content type='html'>Setiap rindu aku selalu menyalahkan jarak antara kita. Mengapa harus ada jarak, ada celah, ada spasi antara aku dan kamu sehingga ada ruang untuk rindu menyusup. Tak mengenal seberapa dekat  atau seberapa jauh jeda di antara kita, rindu selalu mampu hadir. Bahkan ketika kita berpelukan masih saja rindu itu ada.&lt;p&gt;Seberapa hebat aku pernah merindukanmu? Aku pernah rindu hingga menangis karenamu. Aku pernah menulis satu buku harian tentangmu hanya karena aku merindukanmu. Aku pernah merasa rindu hingga sakitnya membuatku tak bernafas. Semua rindu berpusat padamu. Setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Dan setiap detik. Rindu ibarat amoeba yang terus membelah diri setiap saat. Bertambah banyak. Entah seberapa luas hati ini menampungnya. Setiap ia membelah diri, hati ini selalu tak berdaya menerima sekalipun terasa begitu penuh.&lt;p&gt;Tak ada yang mewakili rindu selain rindu itu sendiri. Aku selalu menyukai ketika kita bertemu. Saling bertatap dan tersenyum singkat, kamu tiba-tiba memelukku dan berkata &amp;quot;aku merindukanmu&amp;quot;. Aku selalu menunggu moment itu. Moment dimana kutemukan di kedalaman matamu ada satu ruang rindu yang hanya aku satu-satunya yang mampu mengisi. Bukan orang lain. Masih ingatkah kamu ketika pernah sekali kita berpisah, aku masih mampu merasakan matamu menatap punggungku yang berbalik dan kemudian kamu mengirimiku text &amp;quot;miss u already&amp;quot;. Ingin rasanya aku berbalik, berlari, dan menghamburkan tubuhku ke tubuhmu. Memelukmu erat dan berkata manja &amp;quot;aku juga rindu sejak jarak mengisi milimeter diantara kita&amp;quot;.&lt;p&gt;Pernah sekali aku mengirimimu surat. Kutuliskan kalimat tentang hobimu menanyakan kabarku. Setiap kita memulai percakapan kamu selalu menanyakan kabarku. Pertanyaan yang akan selalu aku jawab &amp;quot;baik&amp;quot; meski sekalipun aku &amp;quot;tidak baik&amp;quot;. Pertanyaan basa basi menurutku. Namun kamu membalas suratku. &amp;quot;Wi, bertanya &amp;quot;how are you&amp;quot; adalah bentuk rinduku padamu&amp;quot;. Semenjak itu setiap kali kamu mengirimiku text message &amp;quot;how are u&amp;quot;, kalimat tersebut tiba-tiba memiliki arti kiasan bagiku. Kadang aku tak tahu hendak menjawabnya bagaimana. Jika kamu menyertainya dengan tanda tanya, maka aku akan menjawab &amp;quot;fine&amp;quot;. Namun jika kamu menyertainya dengan tanda seru &amp;quot;aku menjawab &amp;quot; how are u too&amp;quot;. Tapi itu dulu. Sekarang kita mulai jarang saling bertanya kabar. Bukan kita, tapi kamu. Begitu jarang aku mendapatkan pesan singkatmu &amp;quot;how are u&amp;quot;. Jikalaupun aku menerimanya, aku harus dengan ikhlas menjawab &amp;quot;fine&amp;quot;. Aku tak lagi berharap banyak makna dari kalimat &amp;quot;how are u&amp;quot; itu adalah &amp;quot;I miss u&amp;quot;. Aku hanya tak ingin kecewa rindu ini hanya berat di hatiku namun tidak di hatimu. Aku takut rindu yang menyesakkan ini mencekikku ketika ku tahu kamu sama sekali tidak merasakan rindu yang sama.&lt;p&gt;Aku selalu punya rindu buatmu. Dari sejak pertama kita bertemu. Rindu yang berusaha aku bungkus baik-baik. Aku  pernah sampai begitu sekarat untuk mengirimimu pesan. Entah dari segala saluran. Fesbuk, ym, twitter, sms, maupun saluran lain yang mampu membuatku menjalin ikatan percakapan denganmu. Tapi kutahan hasratku. Aku jelas-jelas merindukanmu ketika aku memulai menjalin pembicaraan denganmu. Tapi, aku menunggumu mengirimiku text message. Dengan cara apapun. Karena aku menunggu kamu merindukanku.(*)&lt;p&gt;#15HariNgeblogFF&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-2995794216850689036?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/2995794216850689036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=2995794216850689036&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2995794216850689036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2995794216850689036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/merindukanmu-itu-seru.html' title='Merindukanmu Itu Seru!'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-6159019154507538713</id><published>2012-01-21T09:19:00.001-08:00</published><updated>2012-01-21T09:19:54.096-08:00</updated><title type='text'>Tentangmu Yang Selalu Manis</title><content type='html'>Ada kamu terlelap di sana. Di tempat tidur nyaman dengan selimut hangat yang melindungi tubuhmu dari paparan AC bersuhu 23 derajat. Ini masihlah tengah malam. Aku terjaga dan melihatmu dari radius tak lebih dari 2 meter. Tidurmu begitu lelap. Ada dengkuran halus menemani tidurmu. Aku tak bisa tidur. Selalu seperti itu. Tengah malam selalu mampu mencuri lelapku bahkan di titik paling lelahku sekalipun. Kupandangi lampu kota yang masih tetap terjaga dari jendela apartemenmu. Mereka tak terlelap dan tetap benderang. Serupa bintang-bintang kecil yang berpijar mewarnai malam di bumi. Menemaniku terjaga. Dalam diam dan lembut dengkuranmu.&lt;p&gt;Aku membayangkan dirimu terjaga. Melihatku dan kemudian tersenyum. Kamu bangun dan kemudian beranjak mendekatiku dengan belitan selimut yang tebal. Kamu duduk disampingku. Memelukku dari belakang. Membagi hangatmu. Menyelimutiku. Kamu tak bertanya apapun. Kamu sudah memahami tiap tingkahku. Juga kebiasaanku terjaga saat tengah malam. Kamu menggumamkan sebuah lagu tak jelas. Merangkulku sambil mengayun-ayunkan tubuhku dalam pelukmu. Aku membayangkan diriku menutup mata dan kemudian terlelap dalam pelukan. Dan kemudian kamu membopongku ke tempat tidur. Merangkulku dalam lelap yang hangat.&lt;p&gt;Tapi kamu masih saja terlelap. Tak ada lagi dengkuran halus yang menyertai deru nafasmu. Aku masih terjaga. Seperti malam-malam kemarin. Malam-malam dimana aku mulai mengenalmu. 365 hari yang lalu. Malam yang selalu merekam kenangan percakapan malam yang tak pernah selesai. Malam pula yang merekam ketika kita lelah bercerita banyak kita memilih berkeliling kota tanpa tujuan. Hingga pada akhirnya aku selalu terjaga saat malam dengan putaran kenangan yang kita lalu saat aku jauh darimu. Kupikir ketika aku berada dekat denganmu aku bisa lelap tertidur. Melewatkan tengah malam tanpa harus terjaga. Tapi nyatanya tengah malam telah memerangkapku dalam kenangan. Tentang kita, tentang kamu, meski tanpa kamu. Ia hanya memerangkap diriku sendiri. &lt;p&gt;Kita selalu punya banyak kenangan manis. Kenangan yang kita lalui bersama dengan tawa dan canda. Aku bisa tertawa lepas dan meneguk bahagia. Tapi ketika tengah malam menyapa ia merampasnya dariku. Meninggalkanku lelah dalam gelap yang sunyi. Aku selalu berharap tak ada tengah malam. Agar aku selalu bisa bahagia dengan kenangan-kenangan tentang kita. Tapi ia seperti penyihir yang mengutukku untuk terbangun. Aku seperti Cinderella. Mengapa tengah malam mengubah kereta jadi labu dan gaun pesta menjadi baju lusuh. Malam ini aku menemukan jawabnya, tengah malam telah membangunkan dari mimpi. Tengah malam memperlihatkan realitas yang keras. Tak ada putri pesta, gaun cantik, dan kereta indah. Sayangnya, aku bukanlah cinderella yang akhirnya menemukan realitas yang diimpikannya. Aku ada disini, terjaga, sendirian dan mengingat segala tentang kita, dulu.&lt;p&gt;Kamu masih terlelap. Dengkuranmu keras. Aku masih berharap kamu terbangun dan memelukku di sini. Menemaniku membunuh malam. Agar tetap kurasakan hangatmu hingga esok ketika kita berpisah.(*)&lt;p&gt;#15HariNgeblogFF&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-6159019154507538713?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/6159019154507538713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=6159019154507538713&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6159019154507538713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6159019154507538713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/tentangmu-yang-selalu-manis.html' title='Tentangmu Yang Selalu Manis'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-9159632185356281351</id><published>2012-01-19T23:26:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T23:27:04.027-08:00</updated><title type='text'>Inilah Aku, Tanpamu</title><content type='html'>Aku menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk menemuimu. Meluangkan waktu yang begitu sempit. Membatalkan semua janji. Mengacuhkan puluhan ajakan hanya untuk menemuimu. Tak memedulikan badai. Sengat matahari, angin yang membawa dingin merasuk tulang, hingga hujan yang selalu aku katakan padamu tak pernah kusukai. Ini aku datang menemuimu. Sendiri. Membawa tubuh dan jiwaku untuk bersua dirimu.&lt;p&gt;Dirimu adalah sebuah tanda tanya yang terus kucari jawabnya. Mengapa segala rintangan terhadapmu selalu mampu aku retas hanya untuk 30 menit pertemuan. Hanya untuk melihatmu, menyentuhmu, dan jikalau bisa merasakan hangatmu. Segala ketidakmungkinan kupaksa menjadi mungkin hanya untukmu. &lt;p&gt;Tahukah kamu, perjalanan menemuimu adalah perenungan panjang akan eksistensimu dan eksistensiku. Aku selalu berandai jika Tuhan tak pernah membuat kita bertemu maka jiwa ini tenang. Aku selalu mencari kemungkinan yang mampu membuat aku dan kamu tidak bersimpang jalan di masa lalu agar masa kekinian aku tak perlu membengkokkan aturan. Aku bahkan sampai berharap Tuhan tak perlu menciptakanmu agar aku tidak lemah pada hati.&lt;p&gt;Saat diperjalanan menemuimu,hujan turun dengan derasnya. Aku menguatkan hati untuk bertahan. Menunggu hujan yang telah membasahi tubuhku hanya untuk bertemu denganmu. Aku tak pernah menyukai hujan. Aku membencinya. Tapi hanya karenamu aku bahkan membiarkan tubuh ini bertahan pada imunnya. Kelak ketika ia sakit, itu adalah konsekuensi yang akan aku terima karena menemuimu. Saat hujan mencumbui tubuhku hingga basah, aku hanya mengingatmu. Ingin rasanya aku meneleponmu manja untuk menjemputku. Tapi tak kulakukan. Aku tahu kamu sibuk dan kamu takkan melakukannya. Kamu takkan menjemputku. Kamu tetap akan membiarkan ku menembus hujan dan kemudian mengeringkan tubuhku yang basah. Yang bisa kamu lakukan hanyalah bersimpati dan mengirimiku icon sedih. &lt;p&gt;Aku selalu harus berdiri tanpamu. Kuat tanpamu. Kamu bukanlah seseorang yang peka pada perasaanku. Setiap gerak menuju dirimu, serasa ribuan pedang yang menikam tubuhku. Namun dirimu serupa heroin yang diminta oleh tubuhku. Sesakit apapun jalannya tetap akan aku tempuh untuk sebuah sedikit bahagia, meski setelahnya sakit itu kembali lagi. Lebih menusuk.&lt;p&gt;Gadis bodoh adalah mereka yang mudah membuka hatinya. Sepertinya aku adalah gadis bodoh itu. Meluapkanmu banyak rasa. Mencintaimu tanpa batas. Dan selalu kamu tak pernah benar-benar ada saat aku butuh sebuah bahu untuk bersandar. Telinga untuk mendengar. Dan juga basa basi agar merasa berharga.&lt;p&gt;Perjalanan ini membuatku merenung tentang diriku dan dirimu. Aku adalah selalu tanpamu. Dan diriku serupa saluran tivi yang bisa kamu abaikan atau kamu tongkrongi karena acaranya bagus atau kamu tak punya pilihan yang lain. Tak pernahkah kamu sadari bahwa ini melukaiku. Kamu tahu hanya saja kamu berpura-pura tidak tahu. &lt;p&gt;Aku akan menemuimu. Untuk berkata selamat tinggal. Sudah saatnya menyadari bahwa selama ini kamu hanyalah ilusi. Inilah aku, tanpamu. Meski masih bersisa jutaan cinta yang tidak hilang, tapi aku harus kuat. Tanpamu. Ya tanpamu. Yang kubutuhkan hanya bertahan dan tidak terbunuh oleh sakau.&lt;p&gt;#15HariNgeblogFF&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-9159632185356281351?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/9159632185356281351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=9159632185356281351&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9159632185356281351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9159632185356281351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/inilah-aku-tanpamu.html' title='Inilah Aku, Tanpamu'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-7775488617647569042</id><published>2012-01-18T23:04:00.001-08:00</published><updated>2012-01-18T23:04:41.905-08:00</updated><title type='text'>Aku Benci Kamu Hari Ini</title><content type='html'>Raka adik cowokku satu-satunya. Beda usia kami dua tahun. Dia kelas 3 SMP sedangkan aku kelas 2 SMA. Kami tidak pernah akur. Bawaannya selalu berantem. Entah itu tentang pembagian kamar. Rebutan kamar mandi. Sampai berantem gara-gara gebetan. &lt;p&gt;Kami satu kompleks sekolah. Setiap hari pergi bareng ke sekolah. Di mobil sering berantem. Papa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kami. Seperti Tom dan Jerry yang selalu bertengkar. Tapi seperti juga Tom dan Jerry, tidak dapat dipisahkan. Kalo Raka nda ada di rumah,rasanya sepi dan ngangenin. Meski Raka masih kelas dua SMP, tapi postur tubuhnya tinggi. Karenanya ia ikut ekskul basket di sekolah. Ekskul itu diketua oleh Dika, teman sekolahku yang juga pemain basket sekolah. Semua cewek-cewek pasti ngefans dengannya. Dan aku masuk jejeran fans itu. Jika Raka berangkat ekskul basket, aku selalu ikut ngantar bukan karena Rakanya, tapi Dikanya. Melihat dia dengan kaos basket dan berkeringat selalu membuat hati berbunga-bunga.&lt;p&gt;&amp;quot;Mau ditiipkan salam sama kak Dika&amp;quot; tanya Raka waktu ia turun dari mobil papa saat diantar ekskul.&lt;br&gt;&amp;quot;Jangan!&amp;quot; Kataku cepat-cepat. &amp;quot;Awas ya&amp;quot; ancamku.&lt;br&gt;&amp;quot;Kak Dika itu suka sama satu orang di sekolahnya kakak loh&amp;quot; goda Raka.&lt;br&gt;&amp;quot;Siapa?&amp;quot;Tanyaku antusias.&lt;br&gt;&amp;quot;Aku bilang tapi aku salamkan ke kak Dika ya&amp;quot;&lt;br&gt;&amp;quot;Awas kamu&amp;quot;kataku sambil memburunya keluar mobil. Tapi ia begitu gesit berlari ke lapangan basket. Tanpa sadar aku berpapasan dengan Dika di gerbang sekolah. &lt;br&gt;&amp;quot;Hai Nita&amp;quot; sapanya sambil memperhatikan penampilanku.Kaos beladus dengan celana jeans yang dipotong pendek. Rambut acak-acakan.&amp;quot;Duh. Mimpi apa aku semalam&amp;quot;batinku. Kubalikkan badanku  menjawab sapaannya sambil nyengir dan menutup pintu mobil rapat-rapat. Malunya.&lt;p&gt;Raka punya gebetan yang belum dia tembak. Namanya Nia. Gebetannya itulah yang paling sering aku jadikan bahan olok-olokan. Kadang jika dia telepon-telepon dengan Nia, aku selalu berteriak dan mengumbar semua keburukannya. Suatu hari Nia datang ke rumah untuk meminjam novel, Raka  belum pulang dari ekskul basketnya. Iseng aku menemani Nia ngobrol. Aku lantas nyerocos bercerita kalo Raka itu suka menulis Diary dan masih langganan majalah bobo sampai sekarang. Mendengar itu Nia tertawa terbahak-bahak. Sialnya lagi pas saat itu Raka yang baru pulang mendengar pembicaraan kami. Menulis Diary dan mengoleksi majalah bobo adalah rahasia Raka yang tidak ingin diketahui teman-temannya.  &lt;br&gt;Muka Raka memerah dan menaruh dendam. Wajahnya terpahat tulisan &amp;quot;aku benci kamu&amp;quot;.&lt;p&gt;Selang seminggu ia tidak mengajakku ngobrol. Kalaupun kuajak berantem dia akan mengalah. Hingga suatu siang, aku menemukan diaryku tergeletak di meja belajar. Tak pernah sekalipun aku melakukannya. &amp;quot;Raaaakkkkaaaaaa&amp;quot; teriakkku. Dia telah membaca diary yang isinya semua tentang Dika. Inilah ajang balas dendamnya.&lt;br&gt;Sayangnya ia tidak pulang rumah. Raka sudah ijin sama mama buat bermalam di rumah temannya. Dia sudah antisipasi. &lt;p&gt;Besoknya, aku tidak menemuinya di sekolah. Raka tahu aku benar-benar membencinya. Tiba-tiba Dika datang menghampiriku. &amp;quot; Hai Nit&amp;quot;, sapanya. &amp;quot;Hai&amp;quot; jawabku gugup. &lt;br&gt;&amp;quot;Hmmm...boleh bilang sesuatu&amp;quot;.&lt;br&gt;&amp;quot;Knapa?&amp;quot;&lt;br&gt;&amp;quot;Jangan memarahi Raka. Dia tidak bermaksud menganggumu. Malah karena dia aku jadi berani dekat kamu&amp;quot; kata Dika.&lt;br&gt;&amp;quot;Dia bilang ke kamu?&amp;quot;Tanyaku dengan wajah memerah.&lt;br&gt;&amp;quot;Aku yang memintanya mencari tahu. Kamu susah sih ditebaknya. Aku gemes jadinya&amp;quot; kata Dika sambil mengedipkan mata. &lt;br&gt;&amp;quot;Besok, kita nonton yuk&amp;quot;ajaknya lagi.&lt;br&gt;&amp;quot;Bareng Raka kalo mau&amp;quot; katanya cepat-cepat.&lt;br&gt;Hatiku mendadak ditumbuhi kebun bunga yang bermekaran. Aku  mengangguk menggiyakan.&lt;p&gt;Di rumah, kudapati Raka duduk di teras depan. Aku duduk di sampingnya.&lt;br&gt;&amp;quot;Kak, maaf ya&amp;quot; katanya.&lt;br&gt;&amp;quot;Hmm...makasih sudah bilang ke Nia kalo aku suka nulis diary dan koleksi majalah bobo. Ternyata ia suka juga menulis dan punya taman baca. Kami jadi nyambung deh&amp;quot; katanya sambil nyengir.&lt;br&gt;&amp;quot;Kakak juga mau bilang makasih. Karena kalo Raka nda baca diary kakak, nda mungkin Dika ajak kakak nonton&amp;quot;kataku sambil nyengir.&lt;br&gt;&amp;quot;Hmmm kamu diajak juga sama Dika. Ajak Nia juga ya besok&amp;quot; kataku lagi.&lt;br&gt;&amp;quot;Asyik&amp;quot; katanya sambil tersenyum lebar.&lt;br&gt;&amp;quot;Aku benci kamu hari ini&amp;quot; kataku sambil merangkul dan mengacak-acak rambutnya.&lt;br&gt;&amp;quot;Benar-benar cinta kan&amp;quot; sambung Raka.&lt;br&gt;Mama dan Papa yang melihat kami hanya mengerutkan kening melihat kami damai.(*)&lt;p&gt;#15HariNgeblogFF &lt;br&gt;  &lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-7775488617647569042?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/7775488617647569042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=7775488617647569042&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7775488617647569042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7775488617647569042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/aku-benci-kamu-hari-ini_18.html' title='Aku Benci Kamu Hari Ini'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3408611330275506640</id><published>2012-01-18T03:48:00.000-08:00</published><updated>2012-01-18T03:49:46.366-08:00</updated><title type='text'>Surat (Bukan) Dariku</title><content type='html'>Bendera tanda berkabung baru saja dilepas di pagar rumah. Pelayat terakhir baru saja pulang. Kesedihan masih betah di rumah kami. Mata kami masih sembab. Ayah, kakak, dan juga aku. Bunga masih segar di atas pusara ibu. Tapi hidup harus terus berjalan. Kenangan tentangnya perlu dikemas. Disimpan rapi.&lt;p&gt;Aku dan kakak menyortir pakaian dan beberapa benda milik ibu. Ibu adalah perempuan yang kutahu selalu menyimpan benda-benda yang memiliki kenangan khusus. Ia selalu memiliki kotak-kotak ajaib. Isinya macam-macam. Mulai dari foto hingga diary. Beberapa mungkin akan kami simpan beberapa lagi mungkin perlu dibuang.&lt;p&gt;Sejak kuliah dan tinggal jauh dari rumah ibu selalu meminta kami menulis surat. Meskipun lebih gampang bertukar kabar lewat telepon tapi ibu selalu menyenangi membaca berlembar-lembar cerita dari kami. Ibu menyukai dunia menulis karena itu ia pun meminta kami menulis cerita dalam lembar-lembar kertas. Ia selalu menyenangi jika tukang pos mengantarkan surat ke rumah kami. Pernah aku dan kakak memprotes tentang tradisi surat menyurat ini, kami pikir terlalu repot. Kan bisa bercerita lewat telepon, protes kami waktu ibu. Tapi ibu berpendapat bahwa cerita lewat telepon menguap bersama lupa. Berbeda dengan cerita yang ditulis. Sejak itu kami tak memprotes lagi.&lt;p&gt;Surat-surat dari kami disimpan ibu baik-baik. Dibundel seperti buku. Disimpan disalah satu kotak ajaibnya.  Membacanya kembali ketika ibu sudah tidak ada rasanya membangkitkan semua kenangan bersama ibu. Setiap balasan surat yang ibu kirim ke kami selalu dibuat rangkap dua. Ibu menyimpan fotokopinya dan mengirimkan aslinya kepada kami. Surat-surat dari ibu jarang kami simpan. Rasanya begitu menyenangkan ketika mengetahui bahwa ibu membuat rangkap dua dari setiap suratnya. Membaca seperti kembali bercakap dengan ibu.&lt;p&gt; Aku menemukan satu bundel surat yang tipis. Surat itu bukan dariku. Bukan juga dari kakak. Apalagi dari ayah. Aku membukanya.Membacanya perlahan. Seperti surat cinta yang ditujukan untuk ibu. Dari setiap kata yang dituliskan ia begitu mencintai ibu. Tak ada tanggal kapan surat itu ditulis. Tak ada amplop atau perangko. Tiba-tiba sebuah amplop jatuh terselip diantara kertas-kertasnya. Ada tulisan tangan ibu di atasnya. Kuberanikan diri membuka. Ada sebuah foto terselip di dalamnya. Fotoku dalam gendongan ibu waktu aku berumur setahun  dan satu orang pria disampingnya. Ia merangkul ibu bahagia. Kubalik foto itu, tertulis &amp;quot;aku,kamu,dan anak kita&amp;quot;. (*)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3408611330275506640?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3408611330275506640/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3408611330275506640&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3408611330275506640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3408611330275506640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/surat-bukan-dariku.html' title='Surat (Bukan) Dariku'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5659218870932101615</id><published>2012-01-17T03:53:00.000-08:00</published><updated>2012-01-17T03:54:07.306-08:00</updated><title type='text'>Ada Dia di Matamu</title><content type='html'>Kami duduk berhadapan di restoran itu. Malam sudah menua. Pengunjung mulai sepi. Alunan music mengalun pelan. Merasuk di antara kami yang diam. Ada dua gelas ice lemon di depan kami. Hanya berkurang sedikit oleh pipet kecil yang disedot oleh kami berdua. Diam masih saja betah berada di sini. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku memintanya datang malam ini. Restoran ini merekam banyak kenangan kami. Ketika kami sama-sama merayakan pekerjaan pertamanya. Saat ia memintaku menjadi pacarnya. Restoran ini pula yang merekam saat kami  saling berselisih paham dan kemudian berbaikan kembali.  Karenanya aku meminta ia datang malam ini. Untuk merekam moment ini. &lt;br&gt;&amp;quot;Kita putus saja&amp;quot; kataku memecah kesunyian.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia terkejut. Entah ia benar-benar terkejut atau hanya berpura-pura. Benakku seolah-olah memutar flash back video kenangan kami. Saat pertama kali kami bertemu. Percakapan tengah malam yang selalu mampu membuatku terjaga. Malam-malam panjang yang sering kami lewatkan di atap rumah. Sampai pada kenangan tentang kemarin. Saat teman baikku sendiri berkata padaku bahwa dia telah jatuh cinta padamu dan kamu telah terjerat olehnya. Jerat yang tak mungkin bisa aku maafkan. Jerat itu adalah dua garis warna ungu di sebatang test pack.  Adakah yang lebih sakit dari tikaman seorang pacar dan teman baik. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kupenuhi paru-paruku dengan oksigen. Rasanya sesak. Kuberanikan diri menatapnya. Mencari bayangan sahabatku di matanya. &amp;quot;Adakah dia di matamu?&amp;quot; batinku seolah mencari pada sorot mata yang selalu menatapku teduh. Namun yang kutemukan hanyalah bayangku yang mengerjap di mata basahnya. (*)&lt;br&gt;&lt;br&gt;#15HariNgeblogFF&lt;br&gt;&lt;br&gt;Silakan komentar dan tinggalkan akun twitter kamu:)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5659218870932101615?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5659218870932101615/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5659218870932101615&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5659218870932101615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5659218870932101615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/ada-dia-di-matamu_17.html' title='Ada Dia di Matamu'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3217287462564008317</id><published>2012-01-17T03:08:00.000-08:00</published><updated>2012-01-17T03:09:09.837-08:00</updated><title type='text'>Raditya Dika dan Komedi Tentang Pindah</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jUW91hGm2_I/TxVW1myYDsI/AAAAAAAABSQ/jwwa3-lDLj8/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA5MjYtMjAxMjAxMDktMTUzNi5qcGc%253D%253F%253D-749838"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-jUW91hGm2_I/TxVW1myYDsI/AAAAAAAABSQ/jwwa3-lDLj8/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA5MjYtMjAxMjAxMDktMTUzNi5qcGc%253D%253F%253D-749838"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698556382452125378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Apa kaitannya antara Ikan Salmon, pindah rumah, galau dan kejombloan.  Jika kamu tak menemukan benang merahnya maka ada baiknya kamu membaca manusia setengah salmon. Buku terbaru dari Raditya Dika, penulis yang pertama kali melejit dengan buku blognya Kambing Jantan, membahas tentang kaitan ikan salmon dan pindah rumah. Buku berjudul Manusia setengah salmon ini dikemas dalam genre komedi namun penuh pemaknaan. Apalagi khusus bagi segmentasi remaja dewasa yang menjadi target pasar buku ini.&lt;p&gt;Galau dan Move On adalah dua kata yang paling happening tahun 2011 dan sepertinya masih akan terus berlanjut di 2012. Raditya Dika mengeksplor  tema ini dengan sangat baik di buku manusia setengah salmon. Ia mengaitkan antara putus cinta dengan pindah rumah. Dika mengaitkan antara kesibukan mamanya yang akan pindah rumah dengan keadaannya yang baru saja diputuskan oleh pacarnya. Rumah kadang tak cukup lagi menampung isinya begitu pula dengan hati. Sejatinya putus cinta adalah kepindahan. &lt;p&gt;Selain cerita tentang putus cinta, Dika juga menuliskan tentang pengalamannya soal makanan dan homestay di luar negeri. Juga tentang hubungannya antara ia dan keluarga dan juga ia dengan supir pribadinya. Semua dikemas dengan lelucon khas Raditya Dika. Saya sempat membaca buku Raditya Dika yang pertama tentang kambing jantan, buku tersebut memang benar-benar adalah catatan harian seorang blogger. Ditulis perkejadian dan ada missing link antara satu cerita dengan cerita yang lain. Tapi di buku manusia setengah salmon ini terlihat jelas bahwa Raditya Dika sudah matang dalam menulis. Sekalipun masih terpisah cerita namun mengalir dan memiliki alur  serta konflik yang jelas. Dari semua cerita ada beang merah yang mampu saya tarik yaitu tentang kepindahan. Gerak kepindahan yang tak pernah berhenti. Seperti kalimat yang selalu menjadi favoritnya sejatinya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.  &lt;p&gt;Tapi bukan Raditya Dika kalo membungkus galau dengan tulisan mewek. Buku ini pun dilengkapi dengan bab-bab yang mampu membuat pembaca tertawa terpingkal-pingkal. MIsalnya tips ujian yang dia twitkan di twitter. Atau juga tentang kajian jomblo yang dilihat dari sudut marketing mix. &lt;br&gt;Membaca buku  manusia setengah salmon seperti membaca tentang kegalauan dalam bentuk komedi dan kemudian diakhir halaman kita akan bersepakat dan berkata &amp;quot;wah benar juga nih bang Dika&amp;quot;.&lt;br&gt;Selamat membaca (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3217287462564008317?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3217287462564008317/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3217287462564008317&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3217287462564008317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3217287462564008317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/raditya-dika-dan-komedi-tentang-pindah.html' title='Raditya Dika dan Komedi Tentang Pindah'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jUW91hGm2_I/TxVW1myYDsI/AAAAAAAABSQ/jwwa3-lDLj8/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA5MjYtMjAxMjAxMDktMTUzNi5qcGc%253D%253F%253D-749838' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-6318556958135362531</id><published>2012-01-16T04:10:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T04:11:28.019-08:00</updated><title type='text'>Jadilah Milikku. Mau?</title><content type='html'>Pesawat yang menerbangkanku dari benua biru telah mendarat dengan mulus di tanah air. Badanku pegal. Rasanya mau patah. Tapi mengingat ini adalah pulang ke rumah, aku selalu senang. Dua tahun meninggalkan rumah rasanya begitu lama. Kutunggu bagasiku. Hanya sekoper. Semoga oleh-oleh yang kubeli cukup buat orang rumah dan teman-teman dekat. Mereka lebih suka menanyakan oleh-oleh apa yang kubawa daripada menyambut kedatanganku. Biarlah. Aku tetap senang pulang.&lt;p&gt;Pulang berarti bertemu dengannya.  Lelaki yang paling aku rindukan di negeri orang. Lelaki yang dua tahun ini tak pernah kutemani bercerita. Sekalipun teknologi telah mampu melipat ruang dan waktu. Bodoh mungkin, tapi sebelum pergi dulu aku memintanya tidak menghubungiku. Konsentrasi kuliah alasanku. Tapi toh pada akhirnya aku tak bisa melupakannya. Aku yakin ia pun tak bisa melupakanku. Ikatan kami begitu kuat sekalipun tak terucapkan. Hanya ketika akan pulang aku mengabarinya. Ia berjanji menjemputku. Jiwa ini telah sakaw karena rindu. Aku mereka-reka imajinasi kami akan melakukan apa saat bertemu. Kembali kikuk seperti pertama kali kenalan atau aku berlari menghambur ke pelukannya. Atau aku akan jaim dan berpura-pura tidak begitu rindu sampai ia terlebih dahulu mengatakan rindu padaku. Aku tersenyum sendiri. Telah kusiapkan oleh-oleh buatnya. Khusus untuknya. Aku selalu tau ia selalu melakukan trip ke luar negeri tapi oleh-oleh dariku takkan pernah ia dapat dari negara manapun. Karena aku membuatnya sendiri. Sebuah syal rajut yang kusulam tiap kali mengingat dan merindukannya.&lt;p&gt;Koperku sudah kutenteng. Ia menunggu di depan. Pintu kedatangan. Ada senyum yang kupikir sangat norak di pipiku saat melihat. Aku terlalu gembira. Ia membalas senyumku dengan lambaian tangan. Direntangkannya lengannya menyambutku. Membuatku luruh di dalam pelukannya. Dua tahun dan hangat peluk itu tidak berubah. Tetap sama. &lt;p&gt;Ia tak langsung mengantarku pulang. Aku memintanya. Aku ingin menikmati beberapa jam bersamanya. Mengupdate segala hal tentangnya. Ia lebih dewasa sekarang. Lebih matang. Semoga aku tampak cantik di matanya, doaku. Ia membawa ke kafe tempat kami biasa menghabiskan waktu. Ia masih mengingat minuman apa yang sering aku pesan. Aku bercerita banyak. Seperti biasa ia selalu mendengarkanku dan meresponku dengan baik. Sampai aku lelah bercerita dan memintanya bercerita tentangnya. Lama baru ia terdiam. &lt;br&gt;&amp;quot;Aku sudah bertunangan, Wi. Bulan depan aku menikah. Datang y,&amp;quot; katanya.&lt;p&gt;Telingaku seketika bising. Jantungku serasa jatuh ke lambung. Perutku tiba-tiba kram. Kepalaku pening. Mataku memanas. Aku berusaha menahan air mataku. Aku mencoba tersenyum. &amp;quot;Senang mendengarnya&amp;quot; ucapku serak.&lt;br&gt;Kantongan oleh-oleh untuknya kudesak perlahan ke dasar tasku. Sebuah syal rajutanku sendiri dalam kotak. Ada sebuah kertas di atasnya bertuliskan  &amp;quot;jadilah milikku. Mau?&amp;quot;. Sayangnya oleh-oleh itu tak akan pernah sampai pada tujuannya. Gerimis pun turun mengaburkan &lt;br&gt;mataku yang basah. (*)&lt;p&gt;#15HariNgeblogFF&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-6318556958135362531?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/6318556958135362531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=6318556958135362531&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6318556958135362531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6318556958135362531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/jadilah-milikku-mau.html' title='Jadilah Milikku. Mau?'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-7683246730803326952</id><published>2012-01-16T00:07:00.000-08:00</published><updated>2012-01-16T00:09:02.030-08:00</updated><title type='text'>Apa kabar, Ara?</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9AFZhsxV96U/TxPbHqU5W9I/AAAAAAAABSE/00u6_YQ0Su4/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA5MTQtMjAxMjAxMDgtMTQzOS5qcGc%253D%253F%253D-742031"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-9AFZhsxV96U/TxPbHqU5W9I/AAAAAAAABSE/00u6_YQ0Su4/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA5MTQtMjAxMjAxMDgtMTQzOS5qcGc%253D%253F%253D-742031"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698138878221310930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Usianya sudah 5 bulan lebih. Sudah bisa tengkurap. Guling sana guling sini. Kalo tidak diberi perhatian khusus ia mungkin sudah jatuh dari tempat tidur. Untungnya ia masih belum mampu  manjat bantal dan kemudian jatuh. Jika tidak maka bukan tidak mungkin ia telah tertarik gravitasi bumi. Bayi sabar yang setiap bulan pulang pergi Makassar Bone. Tak rewel di jalan. Menyenangi jalan-jalan dan naik mobil.  Kemarin bahkan menembus hujan demi jalan-jalan ke kota. Mungkin karena kondisi cuaca dan imun tubuhnya yang sudah tidak bisa bertahan maka hidungnya pun meler. Mulai batuk kering. Namun meski seperti itu ia masih saja bersemangat. Ketika sudah muntah karena lendirnya yang begitu banyak maka  ia akan kembali tersenyum.  Nyengir dan enak diajak bercanda. &lt;p&gt;Tadi pagi ia melakukan maneuver hebat di kursi bayinya. Karena hasrat ingin bergulingnya tinggi maka di atas kursi bayinya pun ia mencoba mengeliat. Dua hari lalu ia terjepit dan menangis. Tadi pagi lebih parah, hanya bersisa kakinya yag terikat tali pengaman kursi sedangkan kepala dan tangannya sudah menjuntai menyentuh lantai. Tapi sekali lagi ia tidak menangis. Ia hanya berteriak-teriak seolah-olah itu tdaklah begitu menyakitkan baginya. Saat saya menolongnya ekspresinya hanyalah cengar-cengir.&lt;p&gt;Sebuah mainan bunyi-bunyian yang dia pegang sempat ia hantamkan ke kepalanya beberapa kali.  Tanpa ekspresi sakit. Atau mungkin ia tidak merasakan sakit meskipun saya yang melihatnya tampak terasa sakit. Ketika tidur saat nenen ia selalu menggaruk-garuk kepalanya atau memukul-mukul telapak  punggung tangannya ke dahinya. Tetap saja ia tidak merasa sakit. Hanya ketika saya menggigitnya keras-keras karena gemes ia menangis. Tapi itupun tidak lama. &lt;p&gt;Hoby sekarang adalah mencoba nungging. Mengangkat bokongnya. Bertumpu pada lututnya. Ia belajar untuk merayap. Selain itu ia suka memperhatikan jemari tangannya. Diangkat tinggi-tinggi dan kemudian dia gerak-gerakkan. Dipukulkan ke kepalanya atau di pahanya. Dan favoritku adalah ketika ia sesekali menangkupkan kedua tangannya dan kemudian menyentuhkannya di mulutnya. Ia seperti memegang hio dan bersembahyang di klenteng. Bulan depan ia sudah sarjana ASI. Dan sudah tak sabar mencicipi makanan-makanan yang berbeda dari susu. Dia tetap saja menggemaskan. (*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-7683246730803326952?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/7683246730803326952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=7683246730803326952&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7683246730803326952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7683246730803326952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/apa-kabar-ara.html' title='Apa kabar, Ara?'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9AFZhsxV96U/TxPbHqU5W9I/AAAAAAAABSE/00u6_YQ0Su4/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA5MTQtMjAxMjAxMDgtMTQzOS5qcGc%253D%253F%253D-742031' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3668649054636542575</id><published>2012-01-15T04:37:00.001-08:00</published><updated>2012-01-15T04:37:59.223-08:00</updated><title type='text'>Aku Mau Kamu!Titik!</title><content type='html'>Pukul 11 malam. Seperti ini aku menjangkau dirinya. Hanya lewat sarana dunia maya. Segala saluran yang bisa membuatku tertaut dengannya kunyalakan. Tapi selalu ada opsi offline meski sebenarnya dia online. Hal yang paling kubenci.&lt;br&gt;Namun pada akhirnya aku menemukan satu sarana yang kutahu akan gampang melihatnya ada tanpa pilihan online. Namun ia selalu memiliki kuasa untuk memulai pembicaraan. Untuk mengajakku bercerita.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terkadang aku hanya melihatnya di sana. Dalam status online. Aku biasanya hanya menatap layar di depanku dan menyapanya tanpa mengetik apapun. Aku tak pernah berani untuk memulai menyapanya. Meskipun aku sekarat untuk mengajaknya bercerita. Aku takut menerima penolakan darinya. Aku takut menjadi penganggu baginya. Padahal aku selalu punya banyak cerita untuknya. Di setiap hari aku selalu menanti waktu yang mendekati hampir tengah malam itu. Saat dimana aku bisa menjangkaunya meski kadang tak jarang menelan kecewa. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Entah dia terlalu lelah atau sibuk dengan orang-orang di sekitarnya. Kemungkinan itu selalu ada. Selalu mampu membuat cemburu. Tapi aku tak pernah punya kuasa untuk mengaturnya. Tunduk dibawah kendaliku. Bahkan bermanja sekalipun adalah hal yang harus aku tekan. Namun tiap kali dia menyapa aku akan selalu ada untuknya. Seberapapun lamanya ia menginginkan diriku. Aku selalu tersedia untuknya. Tak pernah offline. Bagiku ia adalah prioritas. Sayangnya mungkin baginya aku hanyalah pilihan. Pilihan yang bisa dia acuhkan dan lupakan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Aku mau kamu! Titik!&amp;quot; teriak batinku. Tapi tak pernah benar-benar aku teriakkan padanya. Dia adalah adiksi dan aku telah sakaw. Meskipun aku hanyalah orang ketiga yang takkan pernah jadi prioritas.&lt;br&gt;&lt;br&gt;#15HariNgeblogFF&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3668649054636542575?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3668649054636542575/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3668649054636542575&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3668649054636542575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3668649054636542575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/aku-mau-kamutitik.html' title='Aku Mau Kamu!Titik!'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-4977561211996800785</id><published>2012-01-14T19:11:00.001-08:00</published><updated>2012-01-14T19:11:55.856-08:00</updated><title type='text'>5 Rahasia</title><content type='html'>Semalam Meike memention saya di twitter dengan empat akun yang lain. Pekerjaan rumah, katanya. Sambil menyertakan link blognya. Kubuka link tersebut. Ada postingan terbarunya berjudul 5 rahasia. Ia mendapat &amp;quot;tantangan&amp;quot; dari Dweedy, saya lebih suka memanggilnya sama dengan nama blognya, untuk menceritakan 5 rahasianya. Dan kemudian dia memilih 5 orang untuk &amp;quot;ditantang&amp;quot; menceritakan rahasianya. Meike memilih saya sebagai salah satu dari yang terpilih itu. Alasannya karena saya suka tantangan. Hahahaha, cukup membuat saya tidak menolak untuk menulis 5 rahasiaku.&lt;p&gt;Semalam saya memikirkan rahasia apa yang akan saya bagi. Rahasia seperti harta karun milik seseorang. Sesuatu yang jika kamu tahu bisa membuatmu tercengang dan mengubah cara pandangmu terhadapnya. Rahasia dimiliki tiap makhluk. Ada rahasia-rahasia kecil yang tak ingin kamu bagi pada orang lain sekalipun ia begitu dekat denganmu. Saya jadi ingat kalimat bijak, terkadang ada sesuatu yang tak perlu diceritakan. Rahasia juga menjadi hal keren yang patut dibagi dengan cara pengkodean. Saya mungkin terlalu banyak membaca cerita detektif dan pemecahan kode karena saya selalu menyukai menyisipkan sebuah rahasia pada banyak hal. Misalnya saat bercanda, bercerita, atau mungkin bergosip. Saya selalu merasakan keren jika ada seseorang yang berhasil menebaknya. &lt;p&gt;Nah, semalaman saya memikirkan 5 rahasia yang ingin saya bagi. Beberapa mungkin bukan rahasia lagi karena terlalu sering ditulis di blog tapi saya selalu menganggapnya rahasia karena orang-orang mungkin tak terlalu menaruh perhatian pada hal tersebut. &lt;p&gt;1. Saya menyukai Backstreet Boys dan Nick Carter&lt;br&gt;Hehehehe. Saya generasi boyband MTV tahun 90an. Waktu kuliah tidak mau mengakui bahwa saya fans dari boyband ini takutnya dikira anak alay. Tapi kupikir mereka lah yang menjadi moodbooster saya sejak SMP sampai SMA dan tetap diam-diam menyukai sampai sekarang. Bahkan kota impian yang ingin saya datangi adalah Orlando. Tidak lain dan tidak bukan karena mereka.&lt;p&gt;2. Saya orang yang sangat menaruh perhatian pada komentar-komentar yang sekedar lalu dan dikoreksi dari orang yang saya sukai.&lt;br&gt;Jadi kalo berkomentar tentang sesuatu didepan saya pikirkan baik-baik. Karena saya akan menilaimu.&lt;p&gt;3. Punya kotak ajaib berisi barang kenangan sejak SMP&lt;br&gt;Sudah punya 3 kotak. Isinya mulai dari surat cinta dari orang yang saya suka sampai kertas ulangan.&lt;p&gt;4. Seingatku semua cowok yang saya sukai, saya selalu menjadi orang pertama yang nembak. Kecuali pacar pertama. Kayaknya pacar pertama memang bukan tipeku deh.&lt;p&gt;5.Saat ini saya sedang -menyukai-merindukan-mencintai-membenci-dan mengutuk satu orang. Hehehehe. Kalo dia baca postingan ini, dia akan tahu bahwa itu dirinya. Tapi sayang, dia tidak menaruh perhatian terhadap tulisan-tulisan saya. Ya, saya mengutukmu tidak menemukan cinta sejati. Bersegeralah meminta maaf padaku.*evilgrin*&lt;br&gt; &lt;br&gt;Nah, selanjutnya saya ingin memilih orang yang ingin saya tahu rahasianya.&lt;br&gt;1. Kak Rahe kosmik. Karena dia selalu mendengarkan dan jarang bercerita tentang dirinya.&lt;p&gt;2.Erma Musriyanti. Karena blognya sudah pindah entah kemana tak pernah lagi kukunjungi. Kawan galauku yang juga jika bercerita selalu menggunakan kode.&lt;p&gt;3. Abang Joy. Abang cina-ku yang ajaib. Entah dia mau berbagi rahasianya atau tidak. Tapi tak ada salahnya berharap.&lt;p&gt;4. Darma singiku. Saya tahu dia bakal menerima tantangan ini.&lt;p&gt;5. Ridho kosmik yang sepertinya mulai jarang mengupdate blog. &lt;p&gt;Semoga berkenan teman-teman berbagi 5 rahasia. Kalo sudah bagi link-nya di twitter. Mention @dwiagustriani :) (*)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-4977561211996800785?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/4977561211996800785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=4977561211996800785&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/4977561211996800785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/4977561211996800785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/5-rahasia.html' title='5 Rahasia'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-6921245819785622364</id><published>2012-01-14T04:14:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T04:15:19.255-08:00</updated><title type='text'>Kamu Manis, Kataku</title><content type='html'>Aku dan Rio menyukai cewek yang sama. Cewek yang tiap tiga hari sekali mampir di cafe. Rambutnya panjang berombak. Tampak sedikit berantakan kalo dia gerai. Ia lebih sering menguncir rambutnya tinggi atau sekedar mengikatnya asal jika rambutnya mulai tak tertata rapi. Kulitnya coklat. Kulit perempuan Indonesia kebanyakan. Ia tidak latah mencoba iklan pemutih kulit. Ia malah tampak eksotis dengan kulit coklatnya. Matanya selalu nampak ceria. Ah, dia adalah perempuan paling manis yang pernah kulihat. Sayangnya saya harus bersaing dengan Rio. Rio yang selalu tampil percaya diri. Rio sudah pernah mengalahkanku. Menaklukkan wanita pujaanku, Santi. Santi lebih memilih Rio daripada saya. Dan kemudian harus merasakan patah hati saat Rio memacari perempuan lain.&lt;p&gt;Tapi kali ini saya tidak ingin kalah dari Rio. Saya harus bisa membuktikan pada Rio kalo saya mampu menaklukkan gadis ini. Saya tak ingin dipecundangi lagi olehnya. Meskipun kali ini terlalu berat daripada sekedar memacari Santi. Saya tipe cowok pemalu, tapi demi satu makhluk manis dan sebuah gengsi saya harus mendekati perempuan itu. &lt;p&gt;Telah kuketahui namanya. May. Senin, Rabu, Jumat ia selalu datang ke kafe. Setiap sore. Pukul 3.30 sampai 5.30. Membawa laptop dan mengetik adalah rutinitasnya. Saya yakin dia jomblo, karena selama ini tak pernah satu pun cowok yang menemaninya di kafe. Ia larut dalam kesendiriannya. &lt;p&gt;&amp;quot;Hei, memata-matai May?&amp;quot; Kata Rio tiba-tiba ketika saya asyik memperhatikan perempuan yang berjarak 10 meter di depanku. &lt;br&gt;&amp;quot;Tidak&amp;quot; jawabku gugup.&lt;br&gt;&amp;quot;Ah, ngaku saja. Bagaimana kalo kita taruhan. Siapa yang berhasil mencium May akan mengerjakan tugas jaga seminggu&amp;quot; tantang Rio.&lt;br&gt;Hati kecil saya tertantang. &amp;quot;Kali ini saya harus menang.Sudah cukup saya sering dipecundangi&amp;quot; batinku.&lt;br&gt;&amp;quot;Baiklah&amp;quot;kataku sambil menerima tantangannya.&lt;p&gt;Untuk melaksanakan tantangan dari Rio tidak pernah mudah. May tak pernah melihatku. Bahkan mungkin untuk mengetahui kehadiranku pun. Dia terlalu asyik dengan laptopnya meskipun saya sering berlalu lalang di depannya. Tapi saya harus melakukannya, kataku.&lt;p&gt;Sampai tibalah satu sore yang sepi. Pengunjung kafe tidak begitu banyak. Hari itu May kembali sibuk dengan laptopnya. Dandannya sederhana. Tapi wajahnya tampak segar. Bibir mungilnya tampak kemerahan. Itulah sasaranku hari ini. Akan kuminta baik-baik. Segala konsekuensi harus saya tanggung. Dia akan menamparku dan paling parah adalah dia membunuhku.  Ah sudah kepalang basah. Apapun yang terjadi itu urusan nanti. Saya pun penasaran terhadap bibir May yang selalu kemerahan. Terlihat begitu manis.&lt;p&gt;Ia memesan secangkir kopi latte. Cangkirnya pesanannya kupegang kuat-kuat. Aroma kopi memenuhi hidungku. Sampai kopi tersebut terhidang di depannya. Ia masih saja sibuk dengan laptopnya. Tidak menyadari kehadiranku. &amp;quot; Aku ingin menciummu&amp;quot; bisikku.&lt;br&gt;Tapi sepertinya ia cuek saja mendengar perkataanku. Diraihnya cangkir kopinya dan disesapkannya ke bibirnya. Seketika itu juga kucium bibirnya. &amp;quot;Kamu manis&amp;quot; kataku. &lt;p&gt;Tiba-tiba saja aku merasa pipiku tertampar. Penglihatanku berkunang-kunang. &amp;quot;Damn, semut ini mengigitku&amp;quot; kata May sambil menepis tubuhku jauh-jauh dari bibirnya. (*)&lt;p&gt;#15HariNgeblogFF &lt;p&gt;Silakan komentar di sini dan tinggalkan akun twitter kamu atau mention saya di @dwiagustriani&lt;p&gt;&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-6921245819785622364?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/6921245819785622364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=6921245819785622364&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6921245819785622364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6921245819785622364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/kamu-manis-kataku.html' title='Kamu Manis, Kataku'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-7441841984301435880</id><published>2012-01-13T01:01:00.001-08:00</published><updated>2012-01-13T01:01:16.693-08:00</updated><title type='text'>Sesak</title><content type='html'>Aku berbaring di sisinya. Ada pundaknya di bawah tengkukku. Ia mengajakku bermain bayangan dengan jari. Berbentuk anjing, burung, bebek, dan banyak lagi. Jangan tanyakan bagaimana aku bisa berada sedekat ini dengannya. Dulu aku hanya bisa bermimpi tentangnya. Bermimpi menjadi temannya,akrab dengannya. Tapi malam ini aku berada di sisinya. Berbaring dipundaknya. Lengannya merengkuhku. Mimpi yang paling liarku tentang dirinya menjadi kenyataan. Aku pacarnya kini. &lt;p&gt;Aku hanyalah gadis biasa sedangkan dia adalah salah satu cowok yang paling digandrungi oleh cewek-cewek satu sekolah. Siapa sangka ia telah memintaku menjadi pacarnya. Yang pasti satu sekolah akan geger jika mendengar kabar ini. Aku bisa membayangkan Ema, sahabat dekatku akan pingsan.Ah,aku tak ingin membayang wajah teman dekatku itu. Aku ingin menikmati saat ini.Aku cekikikan.&lt;br&gt;&amp;quot;Mengapa?&amp;quot; tanyanya sambil menghadapkan wajahnya padaku. Mata sipitnya menatap tajam ke mataku. Jantungku berdetak cepat. Dag dig dug. Kukerjapkan mataku berharap ia tidak mendengarnya. Aku tertawa kecil &amp;quot;Nothing, cuma ingat sesuatu&amp;quot; kataku sambil tersenyum.&lt;br&gt;&amp;quot;Hayo,ingat apa?&amp;quot; tanyanya lagi. Posisinya kini tengkurap di atas kasur. Ia memandangku sambil tersenyum. Mata sipitnya makin tak kelihatan. &amp;quot;Tidak ada&amp;quot; jawabku gugup berusaha tenang. Jantungku masih terus berdetak. Ia tersenyum dan menarik tubuhnya terlentang. Fuiiih...untunglah dia tidak menangkap kegugupanku.&lt;p&gt;&amp;quot;Wi...&amp;quot;&lt;br&gt;&amp;quot;Ya...&amp;quot;&lt;br&gt;&amp;quot;Hmmm...nda jadi&amp;quot; katanya sambil berbaring miring menghadapku. Aku mencoba rileks. Mengikuti posisinya. Posisi kami berhadapan sekarang. Matanya menatapku. Tak kuasa aku melawan tatapan mata itu. Aku lebih memilih untuk memandang bagian wajahnya yang lain. Asal bukan matanya. Aku tak ingin ditelanjangi oleh mata itu. Aku tak ingin mata sipit itu melihat di binar ceria di mataku.   &lt;p&gt; Wajahnya hanya berjarak 10 cm dari wajahku. Jemarinya menelusuri tulang pipiku. Aku tak berani melihat matanya. Dag dig dug. Dag dig dug.Dag dig dug. Konsetrasiku terpecah. Antara suara jantungku yang makin kencang, halus jemarinya yang menyentuh kulitku, dan juga diriku yang harus berusaha bersikap wajar. Aku makin tertunduk. Memandang lehernya yang jenjang. Ada satu tahi lalat di sana. &lt;p&gt;Wajahnya makin mendekat. Aku bisa merasakan hangat nafasnya. Terasa seperti slow motion.Jemarinya turun di daguku. Memaksaku mengangkat sedikit wajahku. Jantungku berdetak lambat dengan irama dag  dig dug.dag  dig  dug.&lt;p&gt; Seketika  adegan berganti cepat. &amp;quot;I&amp;#39;m sorry&amp;quot;bisiknya. Samar kudengar. &lt;br&gt;DAGDIGDUGDAGDIGDAGDIGDUG. Suara jantungku lah yang paling keras aku dengar. Aku tak peduli lagi apakah ia pun bisa mendengarnya. Bibirnya menyentuh lembut bibirku. Dikecupnya bibir bawahku yang kaku. Aku membalas kecupannya. Lidah kami beradu. Nafas kami berburu. Saling mendesah. &lt;p&gt;Aku merasakan ia menarik bibirnya dari bibirku. Turun menjelajahi leherku. Mengecupinya dengan liar. Jantungku tak lagi beraturan. Nafasku satu satu.&amp;quot;Oh,shit!!!&amp;quot;Umpatku dalam hati. Dan tiba-tiba kurasakan sengatan di leherku. Terasa panas. Aku masih belum mengerti. Dia masih mencumbu leherku. Bukan mencumbu. Ia mengisap leherku. Kurasakan darahku tersedot dari jantungku menuju leher. Ke bibirnya. &lt;p&gt;Yang terakhir kurasakan adalah sesak yang mencengkram jantung dan kemudian hitam. Ema benar-benar akan pingsan besok.(*)&lt;p&gt;#15HariNgeblogFF hari #2&lt;p&gt;Ps : Silakan tinggalkan komentar,saran dan kritik. Jangan lupa akun twitter atau fesbuk kamu spy saya bisa mention kamu di twitter atau di fb. Atau boleh mentweet saya di @dwiagustriani&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-7441841984301435880?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/7441841984301435880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=7441841984301435880&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7441841984301435880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7441841984301435880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/sesak.html' title='Sesak'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5113110124534822274</id><published>2012-01-12T04:44:00.001-08:00</published><updated>2012-01-12T04:44:41.539-08:00</updated><title type='text'>Karenanya Aku Bertanya</title><content type='html'>Ini pertama kalinya aku masuk kantor bank. Tempat yang berAC. Lantai dari ubin yang sering di pel. Kaca yang tak berdebu. Serta pegawai-pegawai yang cantik-tampan dan harum. Rasanya terdampar berada di ruangan seperti ini bagi saya. Semua terasa asing. Saya biasanya hanya bergelut dengan tanah berlumpur, matahari, bulir-bulir padi, serta kerbau pembajak sawah.&lt;p&gt;Jika bukan karena ibu maka saya tak akan menginjakkan kaki di tempat ini. Ibu yang bekerja sebagai tenaga kerja di negara tetangga memintaku lewat telepon untuk membuat rekening agar mudah mengirim uang di kampung. Sayalah yang didaulat sebagai pembuka rekening. Karena sayalah yang paling paham soal hitung-hitungan meski belajarnya otodidak.&lt;p&gt;Saya duduk di depan perempuan itu. Gemetaran. Untungnya ia tak memintaku mengisi biodataku sendiri. Perempuan tersebut tersenyum dan menanyaiku. Dari namaku hingga nama ibuku. Lantas ia menyodorkan polpen untuk kutandatangani formulir itu. Dengan grogi kuraih polpen itu dan membuat dua garis goresan yang gampang saya ulangi.&lt;p&gt;Perempuan itu tersenyum puas. Giginya tersusun rapi. Sapuan bedaknya tipis dan tidak menor. Bibirnya yang tipis selalu tersenyum. Ada rambut nakal yang sedikit berantakan keluar dari sanggulnya. Perempuan itu tetap melayaniku tak peduli ia berbau keringat dan matahari. Tiba-tiba saya jatuh cinta. Saya menyukai perempuan itu. Perempuan cantik yang selalu tersenyum menyambutku jika saya melangkahkan kaki masuk ke bangunan ber AC itu.&lt;p&gt;Saya makin rajin ke bank tersebut. Jika dulunya hanya sebatas mengecek kiriman ibu yang tidak menentu, kali ini saya  datang seminggu sekali. Sekedar untuk melihat perempuan tersebut. Saya telah hapal rutinitasnya. Senin sampai kamis perempuan itu akan berbaju seragam dan menyanggul rambutnya. Sedangkan hari jumat ia akan mengurai rambutnya dan berbaju bebas. Saya selalu menyukai bagaimana pun dia. &lt;p&gt;Hingga suatu hari saya memberanikan diri bertanya&amp;quot; Halo, siapa namamu?&amp;quot;&lt;br&gt;Ia tertawa keras. Merdu dan membahana. Ia tak menjawabku. Hanya menatapku genit dan menunjukkan papan kecil yang tersemat di bajunya. Ia tidak pernah tahu bahwa saya memang benar-benar tidak tahu namanya dan tidak tahu membaca namanya. Bukan hanya namanya, tapi semua abjad. Saya benar-benar tidak tahu membaca.(*) &lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5113110124534822274?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5113110124534822274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5113110124534822274&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5113110124534822274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5113110124534822274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/karenanya-aku-bertanya.html' title='Karenanya Aku Bertanya'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8652772439764382442</id><published>2012-01-11T16:22:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T16:23:23.865-08:00</updated><title type='text'>Surat Buat Mama</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PDb4XzG9YKY/Tw4n_F6qROI/AAAAAAAABR4/C324Kb3kMVs/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FZGVhcm1hbWEgOS5qcGc%253D%253F%253D-703866"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-PDb4XzG9YKY/Tw4n_F6qROI/AAAAAAAABR4/C324Kb3kMVs/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FZGVhcm1hbWEgOS5qcGc%253D%253F%253D-703866"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696534543543715042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ini adalah sampul buku Dearmama no 9. Buku dearmama ada 10 buah. Hasil tulisan kolaborasi 500 penulis yang menulis surat untuk mama mereka. Suratku buat mama ada di buku nomor 9. &lt;p&gt;Kontributor Dearmama berasal dari segala lapisan penulis. Mulai dari amatir seperti saya sampai yang sudah mumpuni seperti Zarah Zetira dan Anji Drive. &lt;p&gt;Buku ini hanya dapat dipesan di &lt;a href="http://nulisbuku.com"&gt;nulisbuku.com&lt;/a&gt;. Harganya Rp.40.000 belum termasuk ongkos kirim. Semua hasil penjualan buku Dearmama akan disumbangkan ke Yayasan Kanker Indonesia.&lt;p&gt;Silakan order teman-teman. Selain beramal, juga bikin saya senang. ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8652772439764382442?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8652772439764382442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8652772439764382442&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8652772439764382442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8652772439764382442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/surat-buat-mama.html' title='Surat Buat Mama'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-PDb4XzG9YKY/Tw4n_F6qROI/AAAAAAAABR4/C324Kb3kMVs/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FZGVhcm1hbWEgOS5qcGc%253D%253F%253D-703866' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3388403687552525228</id><published>2012-01-05T20:45:00.001-08:00</published><updated>2012-01-05T20:45:30.447-08:00</updated><title type='text'>Dirimu Adalah Batasmu Sendiri</title><content type='html'>Ada tuna netra yang mampu menjadi master permainan rubiks. Ada juga yang jadi pemain catur. Ada anak jalanan yang berhasil mendapat beasiswa luar negeri. Ada yang berhasil lulus masuk Universitas Indonesia. Ada penulis yang latar belakangnya adalah seorang junkie dan mamanya hanyalah seorang tukang jamu. Mereka biasa. Sama seperti orang pada umumnya. Mereka dalam batasan. Tak mampu melihat, tak mampu mencecap bangku sekolah formal, dan seorang junkie yang bisa diprediksi hidupnya. Mereka bisa saja menjadi zero. Bukan apa-apa. Menjadi manusia kebanyakan. Hidup hari ini. Terbangun kala pagi, menuruti nasib, menanti sore, memejamkan mata kala malam dan kembali terbangun pada pagi. &lt;p&gt;Tapi mereka memilih menjadi hero. Setidaknya bagi diri mereka sendiri. Mereka tak melihat diri mereka sebagai sebuah keterbatasan. Mereka melihat diri mereka sebagai sebuah panah yang perlu dilesatkan. Diasah mata panahnya, dipasang pada busur, ditembakkan hingga melesat jauh. Mereka tak hirau pada batas hidupnya. Tuna netra, anak jalanan, atau bekas pemakai. Mereka mematahkan batas yang ada pada diri mereka. Mereka melaju di luar batasnya. Mereka menjadi hero dan menginspirasi.&lt;p&gt;Setiap manusia adalah batas bagi diri mereka sendiri. Ketika mereka berkata &amp;quot;Yes, I can&amp;quot;. Maka mereka mampu melakukannya. Seberapapun mustahilnya hal tersebut. Ketika mereka mengatakan, &amp;quot;I can&amp;#39;t&amp;quot;, maka mereka telah sampai pada batas tersebut. Batas ketidakmampuan. Mereka memagari diri dalam ketidakmampuan tanpa pernah mampu mencoba. &lt;p&gt;Setiap kitalah yang menentukan batas diri kita. Ketika kita berani bermimpi dan berani mengejar mimpi itu, maka kita telah memperluas batas ketidakmampuan kita. Ketika kita berhasil maka kita telah mematahkan batas-batas ketidakmampuan. Batas pesimis yang selalu mampu mematikan optimistis dalam diri.&lt;p&gt;Orang-orang yang memilih menjadi hero adalah orang-orang yang tidak membatasi diri pada lingkungan. Mereka mengatakan &amp;quot; Ya, saya bisa&amp;quot; dan melakukan gerak untuk membuktikan kemampuannya. Kalau pun pada akhirnya mereka tak berhasil at least mereka telah membuktikan bahwa mereka berani mencoba.&lt;p&gt;Seperti kata Theodore Roosevelt Beranilah bermimpi karena kamu akan mewujudkannya dan telah setengah jalan untuk meraihnya. &lt;p&gt;So, break ur limits. Dirimu adalah batasmu sendiri!&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3388403687552525228?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3388403687552525228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3388403687552525228&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3388403687552525228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3388403687552525228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/dirimu-adalah-batasmu-sendiri.html' title='Dirimu Adalah Batasmu Sendiri'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5837327189175595638</id><published>2012-01-01T18:33:00.001-08:00</published><updated>2012-01-01T18:33:19.651-08:00</updated><title type='text'>Strong Heart</title><content type='html'>Saya tak berharap apapun di tahun baru ini. Saya hanya berdoa agar Tuhan memberikan hati yang kuat untuk setiap rasa yang ada. Suka, senang,marah, sedih, kesal, dan segala hal yang mampu membuat manusia menangis dan patah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tiap hari adalah harapan. Tiap hari adalah pilihan. Dan tiap hari adalah keputusan. Kadang benar kadang salah. Setiap langkah memiliki konsekuensi. Dan hati adalah sesuatu yang dimiliki tubuh dan jiwa yang menerima segala hal. Seberapapun deranya ia akan terima. 500 fungsi hati dan saya percaya bahwa bertahan adalah salah satunya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya yakin hati punya imun untuk menyembuhkan diri. Ia ajaib. Mampu kembali utuh ketika pecah. Mampu menangkap bahagia di udara. Namun ia juga rapuh. Tapi bukankah yang tak mematikan seseorang mampu membuat kuat?&lt;br&gt;&lt;br&gt;Saya hanya butuh hati yang kuat. Amin&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5837327189175595638?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5837327189175595638/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5837327189175595638&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5837327189175595638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5837327189175595638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2012/01/strong-heart.html' title='Strong Heart'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-727488676487643996</id><published>2011-12-31T04:39:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T04:39:49.260-08:00</updated><title type='text'>Tentang 2011, Sebuah Refleksi</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-jK4FxjDGa30/Tv8ClfqWWLI/AAAAAAAABRs/jG1qHXvBfjE/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FZmlyZXdvcmsuanBn%253F%253D-789260"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-jK4FxjDGa30/Tv8ClfqWWLI/AAAAAAAABRs/jG1qHXvBfjE/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FZmlyZXdvcmsuanBn%253F%253D-789260"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5692271297197136050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Awalnya saya tak ada niat menuliskan refleksi 2011. Tapi melihat timeline Twitter dan beberapa orang terkenal membuatnya maka saya pun tertular untuk menuliskannya. Biar berasa seperti mereka? Tidak. Hanya sebuah rasa syukur menjumpai penanggalan tahun dengan angka berbeda. Saya memilih fasilitas blog. Karena saya tidak populer di twitter, postingan ini tidak penting, saya bisa lebay tanpa jeruji 140 karakter, dan supaya ini blog ada isinya:D.&lt;p&gt;2011, Tahun yang ajaib buat saya. Mengandung, melahirkan, memiliki bayi. Belajar ditinggalkan, belajar meninggalkan. Jatuh cinta, patah hati, galau. Belajar menulis, merangkum karya. Kecewa ketika tulisan ditolak tapi berusaha memahami letak ketidakkerenan tulisan. Menyadari bahwa sebuah karya sudah saatnya lahir dan dipublikasikan. Seberapa pun buruknya saya harus bangga dengan itu.&lt;p&gt;Beberapa tulisan cerpen berhasil saya selesaikan. Menakjubkan. Moodboasternya pun adalah sebuah rasa galau yang berkepanjangan. Sebuah keinginan untuk memilah tulisan di blog menambahkan dengan beberapa cerpen yang berhasil kutulis dan nampak seperti buku kumpulan cerpen dan prosa. Bukan hal ajaib sebenarnya bagi para penulis profesional, tapi saya mengapresiasi diri saya bahwa pada akhirnya saya punya naskah sendiri yang layak untuk dipublikasikan. Kelak ketika pasar menolak, setidaknya saya telah berani melahirkan karya. Mencoba mengabadi meski hanya untuk diri saya sendiri. Ada tulisan yang ditolak. Benar-benar membuat kecewa, tapi ketika saya mengingatnya kembali tulisan itu memang tak terlalu bagus. Saya tidak puas dengan hasilnya dan dibuat dengan tergesa-gesa dengan rasa yang sepotong-sepotong.&lt;p&gt;Yang lain di 2011. Ajaib rasanya ada jiwa tumbuh dan berkembang di rahimku. Bergerak. Dan kemudian kulahirkan dengan sakit yang begitu pedih. Kurawat dengan tanganku sendiri dengan semua cinta yang kupunya. Dan ia tumbuh menjadi bayi yang cantik dan sehat hingga detik ini. Tertidur tanpa peduli hiruk pikuk kembang api yang terbakar di langit, tak peduli pada pergantian tahun. &lt;p&gt;2011, ajaib merasakan galau yang begitu hebat. Banyak air mata yang turun. Saya patah, menangis, dan mencoba bertahan. Ditinggalkan. Sakit? Sangat. Belajar meninggalkan adalah hal yang gagal saya lakukan. Sampai sekarang saya masih belajar bagaimana mengucapkan selamat tinggal pada rasa sakit. Tapi tak pernah bisa. Belum. Saya menjadi masokis. Untungnya menulis adalah katarsis saya untuk kembali normal. Meski harus dengan air mata. Sisi baiknya tulisan itu berhasil memuaskan saya. Kata seorang penulis jika saya telah puas pada hasil karya saya maka pembaca pun akan merasakan hal yang sama. Galau ini salah satu hal yang perlu masuk pada daftar resolusi 2012. Jika dia tidak hilang harus berubah jadi novel.*amin*&lt;p&gt;2011, banyak hal yang menyenangkan. Dan memiliki teman-teman yang keren adalah kebahagiaan sesungguhnya. Rush 04, kosmik, teman SMA, beberapa teman di dunia maya. Dan tentu saja keluarga. Mereka adalah cinta yang sesungguhnya. &lt;p&gt;Dan terakhir, senang rasanya memiliki 99 follower di tahun 2011. Angka cantik. Terima kasih sudah mau singgah dan membaca tulisan-tulisan tidak penting saya.&lt;p&gt;Selamat tahun baru 2012!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-727488676487643996?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/727488676487643996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=727488676487643996&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/727488676487643996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/727488676487643996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/tentang-2011-sebuah-refleksi.html' title='Tentang 2011, Sebuah Refleksi'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-jK4FxjDGa30/Tv8ClfqWWLI/AAAAAAAABRs/jG1qHXvBfjE/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FZmlyZXdvcmsuanBn%253F%253D-789260' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5180193188597664993</id><published>2011-12-30T22:03:00.000-08:00</published><updated>2011-12-30T22:04:31.768-08:00</updated><title type='text'>Terdampar di Pulau Berkicau</title><content type='html'>Saya akhirnya tahu mengapa orang-orang lebih menyukai twitter daripada facebook. Facebook mungkin adalah media sosial yang menempati tingkat pertama di akses di dunia maya menurut survei, tapi twitter menempati ruang pertama bagi para penggunanya yang aktif.&lt;p&gt;Jika kamu adalah pengguna facebook yang pertama kali membuat akun twitter, saya yakin kamu akan sebingung saya. Pada awalnya saya pun tidak tahu gimana caranya main twitter. Apalagi jika dibuka dari PC yang kadang suka gagal koneksi. Beda dengan fesbuk sekali log in langsung keliatan. Akun twitterku sudah ada sejak 2009 (kalo tidak salah) namun baru aktif digunakan di 2011. Itupun setelah saya malas main fesbuk dan mulai menggunakan smartphone. Pengguna smartphone sangat dimudahkan untuk bermain twitter. Saya memilih ubersocial karena tampilannya lebih berwarna daripada twitter for blackberry. Selain itu saya tidak tahu lagi aplikasi yang bisa digunakan di BB untuk twitter.&lt;p&gt;Nah, kembali ke kebingungan saya. Waktu awal berkicau saya tak tahu harus menfollow siapa. Rata-rata temanlah yang pertama yang di follow. Kemudian dimention untuk follow back (folbek). Follow berikutnya adalah artis-artis dalam dan luar negeri. Prioritas pertama saya adalah @deelestari. Penulis dan penyanyi favoritku. Setelah itu @nickcarter dan segala macam tentang backstreet boys. Ini boyband saya sepanjang masa. Hehehe. &lt;p&gt;Semacam bola salju menfollow orang-orang berarti membuat mereka terlihat di timeline-mu. Kalo di fesbuk sih namanya beranda. Nah, ketika kamu melihat kicauan mereka maka lambat laun kamu akan tergerak menfollow orang-orang atau akun yang mereka ajak berkicau. Saya semacam menemukan lingkaran yang saling berkait antara satu dengan yang lain setiap kali menfollow akun tertentu.&lt;p&gt;Khusus di makassar saya menfollow @supirpete yang sangat banyak followernya. Dia serupa episentrum bagi para pengguna twitter di Makassar. Lucu, informatif, jomblo, dan kadang galau (kalo dari tweetnya).  Saya juga tidak tahu orangnya yang mana. Di twitter terlalu banyak akun yang tidak menggunakan nama asli. Saya sih pikir ini lebih keren. Karena saya pribadi follow berdasarkan tweet-tweetnya. Cerdas dan informatif. Selanjutnya saya menfollow beberapa komunitas di makassar yang ternyata baru saya sadari geliatnya sangat hebat di Makassar. Coba waktu kuliah sudah semeriah itu saya pasti akan rajin kopidarat.&lt;p&gt;Selanjutnya saya menfollow akun-akun penulis. Hmmm saya tidak bisa sebut satu-satu terlalu banyak dan terlalu asyik. Kadang malah menemukan penulis-penulis baru yang tulisannya tidak kalah keren dengan penulis terkenal. Seperti @adit-adit (kalo nda salah ya tulisannya). Cerpen-cerpen sangat keren. Saya juga menfollow @nulisbuku,akun yang bisa menerbitkan karya penulis secara gratis. Hebat bukan? Menfollow mereka menggugah semangat untuk membuat karya dan menuliskannya.&lt;br&gt;Bahkan kadang akun-akun yang saya anggap tidak saling follow malah saling kenal satu sama lain. Dunia twitter begitu kecil.&lt;p&gt;Di twitter, saya melihat bahwa artis itu pun manusia biasa. Mereka menshare pengalaman keseharinya. Ketika Dewi Lestari kena block writer, dia pun mensharenya di twitter. Bagi para publik figur itu, twitter adalah tempat mereka bebas berkicau tanpa harus mendapat banyak tanggapan dan komentar. Mereka bebas membalas tweet mana saja semau mereka. Jadi jangan kecewa ketika me-mention salah satu artis dan tidak mendapatkan respon. Mereka menerima begitu banyak tweet. Maklumi lah.&lt;p&gt;Setiap orang bebas menfollow dan difollow. Tak perlu untuk mengapprove kecuali akunmu terproteksi. Semakin populer semakin banyak followernya. Tapi bagi saya yang mengasyikkan ada menfollow akun yang lain. Melihat percakapn yang terjadi. Favoritku adalah akun-akun luar negeri yang pake bahasa inggris trus tweet-tweetnya tentang hal-hal yang kita anggap remeh tapi benar adanya. Apalagi soal relationship dan percintaan. Dulu awal-awalnya saya menyukai meretweet tweet-tweet itu. Tapi sekarang menandainya sebagai favorit. Biar kalo butuh stok untuk kalimat-kalimat kalo nulis sisa buka bagian favorit.hehehehe.&lt;p&gt;Selain akun bijak saya pun menyukai akun yang memberikan banyak informasi. Semisalnya akun @ID_AyahAsi yang memberikan info seputar bayi dan ASI. Beberapa akun pun aktif memberi kultwit yang enak untuk diikuti. Ada juga yang promo tulisan blognya atau media mainstream yang mempost berita terkininya. Selain itu info seputar keroyokan menulis untuk sebuah buku adalah favorit saya :D.&lt;p&gt;Bahasa twitter sangat beda dengan bahasa fesbuk. Tak ada anak alay yang nulis huruf versus angka. Bahasa formal yang paling saya temukan. Istilah gue elo juga. Selain itu para pemilik akun kadang mendeskripsikan keadaan dengan hastag atau tanda pagar  dan  tanda bintang dan dikuti beberapa kata, misalnya *kemudianhening* #resolusi2012. Hastag membantu para pengguna twitter untuk mencari pembicaraan serupa oleh akun lain. &lt;p&gt;Di twitter saya menemukan orang cerdas, lucu, labil,galau, dan tak pernah mati. Fesbuk serasa kampung jika melihat begitu ramainya twitter yang setiap saat berubah. &lt;p&gt;Saya jarang ngetwit tapi paling suka memperhatikan twit-twit orang lain. Di twitter mengupdate status 60 kali dalam semenit tidak disebut gila. Tapi jika dilakukan di fesbuk maka setiap orang akan mengatakanmu sinting. Karena itu saya menyukai twitter. Membuat saya harus kreatif untuk menulis kegalauan. Banyak penulis hebat dan kreatif di twitter. Apalagi kalo tengah malam dan malam minggu. Banyak galau yang bertebaran. Jika malam jumat maka tunggulah cerita-cerita serem yang tak berani saya simak.&lt;p&gt;Puncaknya adalah kemarin. Sebuah akun bernama @missciccone dengan #cicconeawards-nya. Hebat!!! Imajinasinya begitu keren membuat sebuah awards imajinasi dengan akun-akun di twitter. Paling lucu saat dia mengubah lagu Titi dj dan Smash. Kreatif!&lt;p&gt;Ya,twitter begitu menyenangkan. Serasa menonton tv dengan ribuan chanel dalam 140 karakter. Too late sih sebenarnya baru nikmati twitter, tapi tak pernah salah jika menikmatinya. &lt;p&gt;Terakhir adalah menyenangkan jika mentionmu dibalas oleh salah satu penulis favoritmu. Seperti saat mentionku dibalas oleh @deelestari.xixixixi.&lt;p&gt;Selamat berkicau!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5180193188597664993?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5180193188597664993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5180193188597664993&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5180193188597664993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5180193188597664993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/terdampar-di-pulau-berkicau.html' title='Terdampar di Pulau Berkicau'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5496929988646041754</id><published>2011-12-25T23:42:00.001-08:00</published><updated>2011-12-25T23:42:52.597-08:00</updated><title type='text'>.....</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PyYuy7BGnOE/TvglfX2M3iI/AAAAAAAABRg/ueSi-pDPvd0/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSm9rbyBIZW5kYXJ0by5qcGc%253D%253F%253D-772598"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-PyYuy7BGnOE/TvglfX2M3iI/AAAAAAAABRg/ueSi-pDPvd0/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSm9rbyBIZW5kYXJ0by5qcGc%253D%253F%253D-772598"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690339350090145314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Hidup adalah sebuah gerak. Tiap detik, menit. Jam berganti menjadi hari. Hari berganti minggu. Bulan dan menggenapkan tahun. Usia pun bertambah. Bayi-bayi beranjak bulan. Merangkak, berjalan, dan kemudian berlari. Mereka bertumbuh. Kita terus bertambah usia. Menua. Menghabiskan sisa waktu yang terjatah. Meski kita tak pernah tahu seberapa banyak waktu yang kita punya. Yang pasti tiap hari akan menipis.&lt;p&gt;Kematian adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang pasti akan datang. Membebaskan si sakit dari deritanya tapi juga serupa kejutan bagi yang tak pernah menyangka segala sesuatu. &lt;p&gt;Seberapa kita telah berbuat bagi sesama orang lain. Seberapa banyak waktu yang telah kita gunakan mencintai. Mengesampingkan kebencian. Buatku masih saja banyak waktu yang kusia-siakan. Jika aku adalah daun maka aku adalah si kuning yang tak begitu berguna. Mungkin juga aku adalah si coklat yang sebentar lagi mengering tapi masih juga kurang berguna.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5496929988646041754?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5496929988646041754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5496929988646041754&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5496929988646041754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5496929988646041754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/blog-post.html' title='.....'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PyYuy7BGnOE/TvglfX2M3iI/AAAAAAAABRg/ueSi-pDPvd0/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSm9rbyBIZW5kYXJ0by5qcGc%253D%253F%253D-772598' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-4982735190267865419</id><published>2011-12-23T11:16:00.001-08:00</published><updated>2011-12-23T11:16:50.189-08:00</updated><title type='text'>Sehangat Pelukmu</title><content type='html'>Hujan telah membasahi kota sejak sore. Titik-titik airnya membias di kaca jendela taxi. Serupa bunga api yang meledak saat pergantian tahun. Taxi yang kutumpangi melaju pelan di antara padatnya jalanan ibu kota. Hujan telah menimbulkan genangan di beberapa ruas jalan. Menimbulkan macet di beberapa titik kota. Jalan raya padat. Ini sabtu malam. Saat yang semua orang memadati jalan menuju ruas-ruas kota yang hingar bingar. Merayakan satu hari merdeka tanpa perlu memikirkan rutinitas kerja esok hari. Kaum urban yang adalah mayoritas pekerja kantoran memilih untuk menanggalkan segala atribut kantor dan juga beban kerja untuk melewatkan malam hingga larut. Membunuh stres dan mencecap sedikit kebebasan. &lt;p&gt;Ini malam kudus. Besok adalah perayaan natal. Suasana natal begitu terasa. Gereja-gereja dipadati jemaat merayakan lahirnya sang Mesias. Tak hanya rumah ibadah, pusat perbelanjaan pun selalu mampu memanfaatkan moment natal sebagai daya tarik pengunjung. Lebaran pun demikian. Pasar mampu melihat segala celah untuk mendatangkan konsumsi yang berujung pada profit. Banyak doa yang dilangitkan malam ini. Kidung natal terdengar di seantero kota. Melawan deru kota yang tetap bergegas. Hujan yang menimbulkan genangan. Dan kendaraan yang merayap lambat di jalan yang macet.&lt;p&gt;Aku selalu menyukai natal. Terasa hangat dan penuh suka cita. Meskipun aku bukan Kristiani dan tidak merayakan natal. Rasanya begitu nyaman menikmati siaran tv di rumah dan menonton banyak film-film keren. Tapi tahun ini natal tak terasa hangat. Malam ini hujan rintih membelah kota. Terasa sepi dan sunyi. Memunculkan sisi sedih. Dingin AC taxi menambah kualitas ketakhangatan di  malam kudus. Perasaan untuk pergi ini menambah ketidaknyamanan suasana. Ada yang belum pas. Aku tahu. Kepergian ini terasa berat. Aku sangat paham. Tapi ini adalah keharusan. Aku sangat tahu yang memberatkan dari suasana ini. Tapi aku berusaha menahan. Bertahan adalah yang terbaik yang aku bisa lakukan.&lt;p&gt;Hujan masih basah di luar. Taxi yang membawaku ke bandara mulai merangsek keluar dari kemacetan kota. Perlahan tapi pasti mulai melaju kencang. Meninggalkan kepadatan kota. Hatiku ikut melaju bersamanya. Melepas rasa yang menyumbat hati. Tak melegakan. Kupandangi jendela kaca taxi. Titik titik air itu terasa basah di pipiku. &lt;p&gt;Lampu-lampu bandara tampak berkelap kelip. Duh, kenapa suasananya begitu syahdu, rutukku dalam hati. Laju taxi kemudian melambat. Kubayar nominal sesuai angka argo. Melangkah gontai memasuki bandara. Menyeret travel bag ke counter check in. Kuhempaskan tubuhku di ruang tunggu pesawat. Masih sejam lagi sebelum benar-benar meninggalkan kota ini. Kuraih handphoneku untuk membunuh waktu. Mengupdate fesbuk dan twitter. Dua social media itu terasa seperti pisau. Di sisi lain begitu membantu untuk random curhat tanpa perlu menjelaskan duduk perkara, di sisi lain mampu menjungkirbalikkan suasana hati hanya karena sebuah update atau tweet dari orang lain.&lt;p&gt;&amp;quot;I wish u were here. Bukan untuk memaksamu berkata &amp;quot;jangan pergi&amp;quot;, tapi untuk merasakan hangatmu yang menguatkan. Agar perjalanan ini terasa ringan&amp;quot;&lt;br&gt;Your status has been updated&lt;p&gt;Jarum jam waiting room telah bergerak 45 menit dari waktu kedatanganku. Hmmm, 15 menit lagi, Pikirku. &lt;p&gt;Handphoneku bergetar. Ada pesan dan sebuah miscall. Entah sejak kapan aku mulai men-setting silent di nada panggil handphoneku. Sudah lama, sejak mulai jarang aku menerima telepon. Kecuali darinya. Dia yang jarang menelepon namun selalu aku tahu saat ia kapan akan menelepon. Jadi kupikir tak perlu menambah polusi suara dengan deringan handphone yang tak dibutuhkan. &lt;p&gt;Namun, miscall kali ini lain. Dari dia. Dari semua rutinitas teleponnya ini adalah saat yang paling ganjil ia menghubungiku. Namun juga paling ampuh memberikan letupan hangat di hati. Tidak mungkin ia menyempatkan diri meneleponku,pikirku. Kubuka pesan di inbox ku. &amp;quot; Belum take off kan. Aku di depan bandara. Keluarlah&amp;quot;. Pesan itu tiba-tiba terasa begitu hangat. Ada yang memanaskan bara di hatiku. Ruang tunggu bandara terasa sehangat selimut karena pesan itu. Mukaku memerah. Aku mengangguk sambil membalas pesan itu &amp;quot; tunggu&amp;quot;. Dan bergegas.&lt;p&gt;Di balik kaca jendela bandara aku melihatnya. Berbalut jas hujan basah. Setelan yang jarang aku lihat melekat di badannya. Tapi aku tak pernah salah mengenalinya. Kuhampiri tubuh yang menunduk sibuk mengutak atik handphone dengan cemas. Aku merasakan handphoneku bergetar. Ia mengirimiku pesan. &lt;p&gt;&amp;quot;Hai&amp;quot; sapaku.Ia mengangkat wajahnya. Rambutnya dipenuhi titik-titik air. Wajahnya tampak basah. Keringat bercampur air hujan. Pijar matanya mengerjap memandangku. Ada rasa lega di sana. Kucari sinar kerinduan. Tapi aku tak pernah mampu melihat lurus mata itu. Takutnya ia menemukan rindu yang selama ini kusembunyikan.&lt;p&gt;Ia tersenyum. Ujung matanya mengerut. &amp;quot;Aku balap loh naik motor ke sini. Hebat kan&amp;quot;, katanya. &amp;quot;Bodoh&amp;quot; tanggapku. &amp;quot;Baru pulang dari acara natal gereja loh, aku bela-belain ke sini. Masa dianggap bodoh&amp;quot;. Aku tersenyum. Ditanggalkannya jas hujan dari tubuhnya. Masih kulihat kemeja resmi dibalik sweater tebalnya. Namun masih sempat ia ganti alas kaki dan jeansnya. Tak mungkin padanan kemeja,jeans, dan sendal itu jadi kostum natalnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt;&amp;quot;Kok tau aku di bandara?&amp;quot;Tanyaku lagi. &lt;br&gt;&amp;quot; Aku baca statusmu. Kemarin-kemarin kan kamu sudah bilang sudah dekat berangkat. Meski nda mau bilang kapan tepatnya&amp;quot; &lt;br&gt; &amp;quot;Kirain kamu nda menyimak&amp;quot; kataku.&lt;br&gt;&amp;quot;Aku mengenalmu. Kamu selalu menutupi banyak hal, tapi di satu sisi kamu butuh untuk dimengerti&amp;quot;katanya memandangku. &lt;br&gt;&amp;quot; Lagian, aku berbakat jadi detektif&amp;quot;katanya sambil nyengir.&lt;p&gt;Kami tertawa. Dan kemudian hening merambat diantara kami. &amp;quot;Kamu takkan pernah bilang kalo mau pergi&amp;quot; katanya sambil memandang ujung sendalnya.&amp;quot;Apalagi mau bilang goodbye&amp;quot;.&lt;p&gt;&amp;quot;Aku nda pernah suka bilang selamat tinggal. Karena aku nda pernah suka perpisahan&amp;quot; kataku.&amp;quot;I know. Aku juga&amp;quot; katanya sambil menyelipkan jemarinya di ruas tanganku. Mengalirkan damai dan membekukan waktu.&lt;p&gt;Suara cantik tiba-tiba memenuhi bandara. Mengumumkan pesawat yang sebentar lagi berangkat. Mencairkan waktu yang tergenggam di jemariku. Aku memejamkan mata. Menghirup udara sebanyak mungkin. Takut tak lagi mampu bernapas. Kuhembuskan perlahan. Aku kemudian berdiri mensejajarinya. Tepat di hadapannya. Aku memandang sekilas ke matanya, ada rasa kehilangan di sana. &lt;br&gt;Dilepaskannya sweaternya dan disampirkannya ke pundakku.&lt;br&gt;&amp;quot;Negara tujuanmu sedang musim dingin. Kalo tiba di sana dengan baju setipis yang kamu pakai,lima menit saja kamu sudah jadi patung es&amp;quot;.&lt;br&gt;&amp;quot;Baju ini hangat&amp;quot; kataku setengah merajuk memandang ke baju rajut dan cardigan yang kukenakan.&lt;br&gt;&amp;quot;Percayalah untuk ukuran negara bermusim dingin. Baju masih sangat tipis&amp;quot;.&lt;p&gt;Pengumuman keberangkatan pesawat kembali bergema. Ia menarikku ke dalam pelukannya. &amp;quot;Sweaternya pengganti diriku kalo kamu kedinginan atau kangen&amp;quot;bisiknya. Mataku basah. Aku mengangguk di dalam dekapannya. Ia melepas pelukannya. Kutatap lekat-lekat matanya. Kali ini aku ingin melihat dan merekam bening mata itu. Biarlah ia menemukan rindu di mataku. Diusapnya sisa air di ujung mataku. Dia tersenyum. Dan kutemukan rindu itu di sana. Mengerjap meski tak terkatakan. &lt;p&gt;Inilah saatnya, batinku. Aku menguatkan hati. Ditariknya lagi tubuhku dalam pelukannya &amp;quot; cepat pulang, karena aku akan sangat rindu&amp;quot;. Aku mengangguk. &amp;quot;Selamat natal&amp;quot; bisikku. Kurasakan hangatnya dan kukunci dalam ingatanku. Dalam dekapnya kulangitkan doa untuknya &amp;quot; I wish nothing, but the best for u*&amp;quot;....&lt;p&gt;*adele,someone like u&amp;quot; &lt;p&gt;24 des 2011&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-4982735190267865419?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/4982735190267865419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=4982735190267865419&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/4982735190267865419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/4982735190267865419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/sehangat-pelukmu.html' title='Sehangat Pelukmu'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-7580735842860654492</id><published>2011-12-22T16:24:00.001-08:00</published><updated>2011-12-22T16:24:56.293-08:00</updated><title type='text'>Peta Dunia</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_yHQR2ZEPhI/TvPKWQU74cI/AAAAAAAABRU/waUOhBiQpV8/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA4MjYtMjAxMTEyMjItMDg1Ny5qcGc%253D%253F%253D-796293"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-_yHQR2ZEPhI/TvPKWQU74cI/AAAAAAAABRU/waUOhBiQpV8/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA4MjYtMjAxMTEyMjItMDg1Ny5qcGc%253D%253F%253D-796293"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689113237987779010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Hari ini aku memasang peta dunia. Mencopot poster film Alice in Wonderland. Sudah saatnya tak berpikir tentang wonderland. Negeri ajaib yang hanya ada di khayalan. Kata beberapa buku jika mengkhayalkan sesuatu terus menerus maka besar kemungkinan akan terjadi. Ketika membayangkan suatu tempat dan sangat ingin ke sana maka jika terus menerus dikhayalkan maka energi semesta bisa menarikmu mewujudkannya. Karena itu aku melepas poster film Alice in Wonderland. Karena sekeras apapun semesta membantuku, ia hanyalah sebuah khayalan dan aku takkan menjejakkan di sana. &lt;p&gt;Kucopot poster itu dan kuganti dengan peta dunia agar aku dan kamu melihat setiap hari kota-kota dan pelosok dunia di dinding kamar. Yang akan kelak kita tandai. Telah kita jejakkan kaki kecil kita di debu tanah mereka.&lt;p&gt;Kamu menemaniku memasang peta dunia itu. Sesekali meminta pendapatmu apakah ia miring atau sudah pas. Kamu hanya duduk di kursi manismu dan tertawa. Sudah kuanggap cukup baik dengan komentarmu itu. &lt;p&gt;Peta itu kubeli di gramedia Mall Ratu Indah. Bermodalkan uang Rp. 30.000. Tiba-tiba saja membelinya. Sejak kecil aku selalu suka memperhatikan globe. Miniatur bumi yang miring yang biasa kutemui di kantor atau perpustakaan sekolah. Memutar bola dunia itu secara cepat. Mencari gambar Indonesia dan pulau Sulawesi. Kemudian mencari negara-negara yang hanya bisa aku jangkau di buku-buku geografi, majalah-majalah, kotak televisi, dan chanel MTV. &lt;p&gt;Pertama-tama aku mencari benua Amerika. Mencari negara bagian Florida. Selanjutnya mencari kota Orlando. Hanya karena jatuh cinta pada sebuah boyband Amrik yang bermukim di sana. Maka bayanganku ketika keluar negeri adalah menginjakkan kaki di Florida dan Orlando. Kemudian aku mencari Eropa. Mencari Inggris sebab aku jatuh cinta pada Pangeran William. Setelah itu menelusuri negara-negara yang tak begitu familiar di telingaku waktu aku kecil. Memperhatikan tulisan-tulisan di globe selalu menyenangkan untukku. Rasanya seperti terbang ke negara-negara itu melalui imajinasiku.&lt;p&gt;Globe menjadi salah satu benda yang ingin aku miliki kelak. Menaruhnya di perpustakaan dan menunjukkannya padamu ketika nanti kita butuh tahu dimana letak kampung-kampung dunia itu.&lt;p&gt;Hari ini aku dan kamu memasang peta dunia di dinding kamar. Agar ketika kita melihatnya kita menarik energi semesta agar membantu kita menjejakkan kaki di sana. Desember 2011, aku dan kamu berfoto di depan peta dunia itu. Jika kelak kita melakukan perjalanan, kita akan mencopot peta itu. Atau mungkin kita biarkan saja tetap menggantung di sana. Agar ketika kita menelepon Etta, ia bisa tahu kita ada di kampung sebelah mana. &lt;p&gt;Kita tak pernah tahu, mungkin tahun depan kita sudah mulai menandai kota-kota dunia. Amin.(*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-7580735842860654492?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/7580735842860654492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=7580735842860654492&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7580735842860654492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7580735842860654492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/peta-dunia.html' title='Peta Dunia'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_yHQR2ZEPhI/TvPKWQU74cI/AAAAAAAABRU/waUOhBiQpV8/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA4MjYtMjAxMTEyMjItMDg1Ny5qcGc%253D%253F%253D-796293' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8238620899486712054</id><published>2011-12-22T15:50:00.000-08:00</published><updated>2011-12-22T15:51:16.804-08:00</updated><title type='text'>Menulis (Lagi)</title><content type='html'>Saya selalu iri pada orang-orang yang mampu menulis. Merangkai kata dan cerita yang mengalir. Memiliki ketekunan untuk menyelesaikan sebuah cerita. Tak tunduk dan kalah pada mood yang mampu merubah suasana hati. Membentuk bangunan utuh sebuah cerita. Prolog, masalah, klimaks,anti klimaks,dan epilog. Yang begitu kreatif membuat sebuah cerita unik. Mengambil ide dari hal sederhana dan membuatnya keluar dari kebiasaan. Membuat para pembaca menutup kalimat akhir dengan decakan kagum atau senyum simpul. Meninggalkan jejak kenangan cerita. Membekaskan cerita serupa film di benak pembaca.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku iri pada mereka yang memiliki semangat untuk membuat karya tulis. Tak pernah lelah pijarnya menyala untuk mengabadikan diri. Bermimpi tentang sebuah buku dengan namanya tercantum tunggal di sana. Mereka terus berkarya. Tak peduli pada bangun cerita yang mereka buat. Menegaskan pada laku menulis. Bagus tidaknya urusan belakangan. Sebuah apresiasi yang patut diacungi jempol ketika mereka berani berkarya, berani menunjukkan karya, dan berani menerima masukan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku iri pada mereka yang menuliskan ceritanya dengan tuntas. Membangun komunitas menulis dan memaksa diri untuk melahirkan karya. Mereka berada pada atmosfer saling mendukung dalam laku menulis yang sunyi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rasanya menulis adalah mimpi terbesar yang kubopong bertahun-tahun. Terseok-seok. Lelah. Tapi aku cuma tahu bahwa jalan menulislah yang paling pas. So far, menulis di blog ini cukup memuaskan. Paling tinggi ikut kroyokan menulis di buku-buku yang butuh kontributor. Belum pernah berhasil membuat satu buku dengan tulisan namaku di sana. Setiap tahun aku tak pernah mengganti resolusi itu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku belajar menulis. Masih terus belajar. Mungkin butuh kesabaran dan banyak kerja keras untuk meniti jalan sunyi yang sangat bergantung pada disiplin diri.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8238620899486712054?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8238620899486712054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8238620899486712054&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8238620899486712054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8238620899486712054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/menulis-lagi.html' title='Menulis (Lagi)'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-35890734448690692</id><published>2011-12-22T03:01:00.001-08:00</published><updated>2011-12-22T03:01:31.256-08:00</updated><title type='text'>Aku Selalu Berimajinasi Tuhan itu Perempuan</title><content type='html'>Ara, hari ini adalah hari ibu. Kamu belum mengerti apa-apa. Usiamu baru empat bulan. Saat kutulis tulisan ini kamu sedang tertidur. Kutulis diam-diam dengan tuts-tuts di handphoneku. Sesekali kamu menggeliat, mencoba untuk berbaring miring,bahkan kebablasan hingga tengkurap dalam tidur. Matamu terbuka sejenak. Menatap sekeliling dan terkantuk-kantuk. Mencoba untuk kembali tertidur meski dalam keadaan tengkurap. Jika mulai sulit bernafas karena hidungmu mencumbui kasur maka aku pun harus mengubah posisi tidurmu kembali terlentang. Ara, dirimu menjadikanku seorang ibu. Aku bahagia memilikimu.&lt;p&gt;Kali ini ingin aku ceritakan tentang mamaku. Perempuan yang selalu aku ingat kerut diujung matanya karena selalu tersenyum. Tak pernah kuingat ia menangis. Ia selalu tertawa. Dan kerut-kerut di ujung matanya selalu membuatku ikut bahagia. ia adalah perempuan paling kuat yang pernah kutemui.&lt;p&gt;Yang aku punya tentangnya adalah kenangan-kenangan yang tak terkikis waktu. Waktu kecil saat usia 5 tahun aku selalu tidur dengan mama dan etta. Kamar paling belakang di rumah panggung. Tempat tidurnya melantai. Yang ada cuma kasur. Kami berkelambu. Menyenangkan ketika ada acara sepakbola di TVRI dan etta mengangkat televisi masuk ke kelambu. Rasanya seperti main rumah-rumahan bersama etta dan mama. Aku suka pendar-pendar cahaya dari kotak televisi di dalam kelambu. Ribut suaranya yang mampu melenakanku dalam tidur disamping mama yang juga tertidur dan etta yang menonton sepakbola. &lt;p&gt;Moment tidur adalah moment yang terasa dekat dengan mama. Saat semua pekerjaan rumah selesai, ia akan cuci muka dan sikat gigi. Memakai bedak bayi merek okana di wajahnya. Sedikit tebal. Tidur di sampingku. Baunya bedaknya bercampur dengan bau daster mama. Hmmm...wanginya tak ada yang mengalahkan. Bahkan parfum paling wangi sedunia pun. Kami tidur depan televisi. Ketika aku terlelap ia akan menggendongku masuk di kamar. Kadang aku terbangun. Di dalam kelambu aku mencari mama. Memeluk lengannya. Dan mengemut telinganya. Kebiasaan waktu kecilku. Aku tak pernah tahu mengapa. Tapi aku menyukainya. Cuping telinga mama dingin dan lembek. Telinga itu seperti jalan memasuki dunia mimpi. Ketika kuemut maka aku akan melihat biskuit Mari besar, lorong waktu Doraemon, dan aku telah berada di dunia mimpi. Terlelap di samping mama.&lt;p&gt;Kala pagi Mama bangun sebelum subuh. Mengepulkan asap di dapur. Memasak nasi dari arang. Selalu nikmat dan wangi. Kadang aku menangis saat tak menemukannya di pembaringan. Jadinya mama berinisiatif menggendongku ke dapur. Lengkap dengan sarung dan bantal. Agar aku kembali terlelap dan ia tetap bisa beraktivitas. Paling menyenangkan adalah terbangun dan mendapati nasi goreng dan the hangat buatan mama. Aku selalu menyukai nasi goreng buatannya. Tak pernah kudapati rasa yang seenak itu di restoran manapun. Bahkan jika aku membuatnya sendiri dengan bumbu yang sama tetap tak sama. Aku merindukan nasi gorengnya. Nasi goreng yang selalu cukup untuk semua keluarga meski tak pernah cukup sebakul nasi.&lt;p&gt;Jika menu sarapan adalah nasi, maka mama akan mengambilkan seporsi nasi yang paling atas di panci. Coppo&amp;#39; nanre, nasi yang berada di puncak. Diharapkan bisa menjadi pemimpin kelak. Masih mengepul uapnya dan wangi. Dibagi bertiga dengan kakak-kakakku. Masing-masing mendapat sesaji. &lt;p&gt;Mamaku seorang guru. Aku bersekolah di sekolah tempatnya mengajar. Bahkan saat belum sekolah pun aku telah mengecap bangku sekolah. Waktu kecil aku hanya tahu angka dua. Saat mengajar di kelas mama juga mengajariku. Memberikan soal-soal matematika kepadaku. &amp;quot;1 + 1 berapa&amp;quot; tanyanya. Kujawab &amp;quot;dua&amp;quot;. &amp;quot;5-3?&amp;quot;, &amp;quot;dua&amp;quot;,&amp;quot;100:50?&amp;quot;, &amp;quot;dua&amp;quot;. Seisi kelas heran aku bisa menjawab pertanyaan ratusan saat aku masih belum bersekolah. Yang pandai sebenarnya adalah mamaku. Dia yang membuat soal yang semua jawabannya adalah dua. &lt;p&gt;Waktu kelas 1 SD, aku datang ke kantornya usia pelajaran olahraga. Menangis sedih. Uang jajan yang kusimpan di laci meja hilang. Dia hanya tersenyum dan berkata &amp;quot;Sudahlah. Biarkan saja. Tak usah dipikirkan&amp;quot;. Mamaku &lt;p&gt;Waktu kelas 5 SD saat mengikuti lomba siswa teladan di kabupaten, saat itu aku ditemani mamaku. Aku selalu senang jika bersamanya. Apalagi jika jauh dari rumah. Dimana saja asal bersama mama aku selalu merasa aman. Monster sekalipun datang mengganggu aku selalu tahu aku berani. Karena ada mama.&lt;p&gt;Jika acara kemah 17an, mama selalu ikut kemah. Karena ia jadi pembina pramuka. Kemah sekalipun rasanya tetap di rumah karena dia. Pernah sekali saat malam terakhir perkemahan, ada renungan malam. Isinya renungannya membuat sedih. Membuatku membayangkan jika pulang kemah dan mamaku tiada. Aku pulang dan menangis sedih skali. Kehilangan mama merupakan hal yang sangat menakutkan. &lt;p&gt;Saat mengikuti lomba siswa teladan tingkat SMP rasanya sedih sekali. Karena saat itu mama tidak lagi menemani. Padahal kala itu aku sangat butuh dukungannya. Tiga hari ikut lomba,tiga hari juga aku harus menguatkan diri. Rasanya saat itu begitu cengeng.&lt;p&gt;Menginjak SMA aku mulai bisa mandiri. Mama pun tak melarangku melakukan aktivitas extrakurikuler sekolah. Saat kuliah pun dia tak mempermasalahkan pilihanku mengambil jurusan komunikasi, sospol. Pesannya cuma satu,belajar yang rajin. Kemudian kuliah dan sesekali pulang kampung. Mengirim kabar yang ujungnya minta uang karena persediaan uang menipis. &lt;p&gt;Ia tak pernah sempat melihatku wisuda sarjana. Apalagi menikah dan melahirkan. Rasanya sangat ingin ia berada di sini. Melihatmu bertumbuh dan mendengarkan cerita tentangku waktu aku bayi.&lt;p&gt;Ara, aku pernah bertanya pada mamaku tentang Tuhan. Bagaimana wujud? Ia menjawab &amp;quot;tak ada satu makhluk pun yang tahu mengenai wujud Tuhan&amp;quot;. Lantas aku yang masih kecil saat itu kemudian berkata &amp;quot;mungkin Tuhan berwujud setengah dari segala benda yang ada di dunia&amp;quot;.&lt;p&gt;Tapi jika aku mengkhayalkan wujud Tuhan saat ini, aku mengimajinasikan sosokNya adalah perempuan. Ia termanifestasi pada ibu. Aku merindukan mamaku, nak.(*)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-35890734448690692?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/35890734448690692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=35890734448690692&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/35890734448690692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/35890734448690692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/aku-selalu-berimajinasi-tuhan-itu_22.html' title='Aku Selalu Berimajinasi Tuhan itu Perempuan'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5598818483310611496</id><published>2011-12-19T03:39:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T03:40:13.104-08:00</updated><title type='text'>You Found Me</title><content type='html'>Ada kala dimana kamu butuh hilang tapi hati kecilmu berharap ditemukan. Kamu tak butuh ribuan polisi untuk menemukanmu. Ataukah tim investigasi sekelas FBI atau CIA. Kamu hanya butuh satu orang yang menemukanmu. Seseorang yang kamu yakini sanggup membaca jejak yang kau tinggalkan serupa Holmes yang memecah teka-teki. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kamu menghilangkan diri. Sedapat mungkin tampak berusaha hilang. Tak tersentuh. Atau mencoba tak tersentuh. Alasannya simple saja itu adalah jejak yang kau tinggalkan untuk ditemukan. Kamu yakin detektif tersebut sadar akan kepergianmu. Merasa kehilangan akan dirimu. Dan tahu bahwa kamu dalam &amp;quot;bahaya&amp;quot;. Kamu sedang tidak baik dan kamu butuh diselamatkan. Sangat picisan. Serupa dongeng-dongeng di majalah kanak-kanak dimana kesatria menyelamatkan putri.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ketika sang detektif tidak &amp;quot;menyadari&amp;quot; kepergianmu, perlahan kamu mencari tahu sebab yang menjadi akibat. Dan kenyataannya yang kamu temui kadang begitu sakit. Detektif tersebut benar-benar tidak menyadari kepergianmu. Bahkan kalo pun kamu menghilang, ia tak peduli. Ia takkan pernah mencarimu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kesatria hanya ada di buku dongeng bersampul gliter dan berwarna pink. Tidak di dunia realitas yang penuh warna kelabu. Tapi tak semua warna sesuram kelabu. Ada orang-orang di sekitarmu yang tak kau sadari memperhatikanmu. Mengetahui keadaanmu. Memahamimu dengan sangat dalam. Dan kemudian menghubungimu. Mereka tak lagi bertanya apa kabar. Namun memberikan pernyataan bahwa kamu sedang tidak baik. Mereka tak memintamu menjelaskan apa permasalahanmu. Mereka memahamimu tanpa harus bertanya dengan detail. Tapi mereka selalu ada dan memberi perhatian. Menghiburmu dengan cara yang biasa. Tapi segala hal yang biasa begitu hebat saat kamu butuh perhatian. Mereka adalah sesuatu yang disebut sahabat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku menghilang dan mereka menemukanku. Aku berbahagia memiliki mereka yang menyayangiku. Membuatku sadar bahwa banyak kasih yang perlu dibagi dan tidak disia-siakan. Apalahi untuk harapan semu dan angan yang kelamaan.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5598818483310611496?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5598818483310611496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5598818483310611496&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5598818483310611496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5598818483310611496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/you-found-me.html' title='You Found Me'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8961397700617046790</id><published>2011-12-18T16:24:00.001-08:00</published><updated>2011-12-18T16:24:30.092-08:00</updated><title type='text'>Pain</title><content type='html'>Tuhan takkan pernah memberikan ujian di luar kemampuan manusia. Saya berusaha memahami salah satu kalimat Tuhan dari Al-Qur&amp;#39;an ini. Duapuluh  enam tahun dan saya telah merasa cukup lelah. Hal di dalam dan luar diriku membuatku lelah. Urusan pribadi, keluarga, dan segala hal yang berkaitan dengan itu membuatku lelah. Orang di luar saya mungkin akan sangat gampang menilai dan cukup mengatakan, ayolah itu hanya sebuah hal kecil. Kamu hanya mendramatisasinya. Berbahagialah. Segampang itu.  &lt;p&gt;Saya mencoba untuk tidak mendramatisirnya. Saya mencoba untuk memilih bahagia. Tapi ini adalah perasaan saya. Tak pernah mudah untuk menyelesaikannya . ini bukan sakelar lampu yang cukup ditekan kemudian semuanya berubah. Cukup tekan ON dan gelap berubah jadi terang. Ini adalah hati dan ia bukan sakelar lampu.&lt;p&gt;Saya telah mencoba mengingat hal-hal baik. Mengingat pepatah-pepatah bijak. Memasukkannya dalam kepalaku. Otakku mencernanya dengan baik. Tapi tak mampu benar-benar menenangkan. Saya kadang iri pada orang lain. Hidupnya begitu bahagia. Menikmati tiap malam dan memulai hari. Bersenang-senang dan melakukan aktualisasi diri. Berkumpul bersama keluarga, tertawa, tanpa pernah merasakan kehilangan.  Tanpa pernah merasakan sakit. Atau mungkin saya juga hanya melihat dipermukaan tanpa pernah tahu kedalaman. &lt;p&gt;Saya lelah. Ini mungkin dramatisasi. Tapi seperti inilah saya menyeimbangkan jiwa. Menangis sesunggukan dan menulis hal yag tak jelas. Banyak pertanyaan di benakku. Coretan ini bukan untuk menjelaskan secara detail apa yang terjadi. Hatiku tahu tapi tak ingin berbagi. Jejeran huruf ini hanyalah serupa upaya untuk menguatkan hati. Melepaskan penat. Mengangkat beban yang menghimpit. TIdak menyembuhkan. Tapi cukup melegakan. Ini adalah inhaler. &lt;br&gt;Tak perlu tanyakan apa kabarku. Karena lisanku akan berkata saya baik-baik saja.  Meski saya tahu bahwa  ada ruang di dalam jiwa yang butuh menyembuhkan diri. Belajar dewasa, belajar ikhlas, belajar melepaskan dan belajar berbagi. &lt;p&gt;Saya sedang tidak baik. Ini cukuplah sebagai sebuah pengakuan. Biarkan saja  sepeti ini hingga imun jiwa menyembuhkan kembali. Jangan memaksaku menganggap ini baik-baik saja. I&amp;#39;m just a human being.  This is totally normal. Tak perlu dianggap serius. Karena saya pun berusaha mengganggapnya tak serius. &lt;p&gt;&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8961397700617046790?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8961397700617046790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8961397700617046790&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8961397700617046790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8961397700617046790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/pain.html' title='Pain'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-2142603122631984438</id><published>2011-12-18T04:53:00.000-08:00</published><updated>2011-12-18T04:54:09.511-08:00</updated><title type='text'>Pecah</title><content type='html'>Hati entah terbuat dari apa. Tak pernah kulihat bentuknya. Tak perah kuteliti kemasannya. Apakah di kotaknya terdapat petunjuk pemakaian ataukah ada brosur kecil yang berisi hal-hal yang harus dilakukan dan tidak dilakukan. Apakah ada stempel khusus yang menyatakan bahwa ia begitu rapuh sehingga saat menggunakannya perlu berhati-hati. Apakah ada alergi yang ditimbulkan dalam setiap pemakaiannya. Ataukah efek samping yang berkepanjangan sehingga harus menghubungi dokter.&lt;p&gt;Hati. Tempat segala rasa bernaung. Bertumbuh. Berkecambah. Kuncup dan mekar. Tapi tak sedikit yang layu kemudian mati. Aku memiliki hati. Kamu juga. Dan setiap orang yang kita temui pun demikian. Bahkan yang paling jahat sekalipun aku percaya tetap memiliki hati. Sesuatu yang jahat timbul dari rasa kebencian. Dan benci bertumbuh dari cinta yang dikhianati.&lt;p&gt;Rasa yang ditimbulkan hati saling berkebalikan. Suka-tidak suka.Cinta-benci. Senang-sedih. Ia diciptakan dalam formula dualisme. Satu meniadakan yang lain. Tapi apakah ketika cinta kita lantas tak mampu membenci. Dan apakah ketika benci kita tidak lantas mampu mencinta. Aku belum menemukan jawabannya. &lt;p&gt;Tapi kupikir kita harus selalu memiliki energy positif. Ketika positif dan negatif saling sikut di dalam hati janganlah tersulut amarah. &lt;br&gt;Tenangkan pikiran. Tariklah nafas. Pikirkan hal-hal yang menyenangkan. Dedah kembali tiap persoalan. Cobalah temukan titik tengah. Takkan mudah memang. Tapi hati dibekali sebuah sikap untuk bijak. Ia diciptakan oleh Tuhan yang memiliki cinta yang Maha Sempurna.&lt;p&gt; Cinta yang paling tinggi adalah kebijakan yang memandang kebencian serupa kawan lama tanpa perlu marah dan bermuram durja menghadapinya. Dengan cinta kebencian bisa dihadapi dengan senyuman. Dilepas dengan tak ada sakit yang tersisa. Tidak pecah.&lt;p&gt;Cinta yang mana? Kupikir cinta yang dititipkan Tuhan. Bukankah dalam setiap ciptaanNya, Ia selalu menitipkan sifatNya di sana. Kita adalah manusia. Mengenal Tuhan dan bergerak ke arahNya. Kita mencoba menjadi Tuhan. Membangkitkan sifat-sifat Ilahi yang ada dalam diri kita. Tidak untuk mengganti diriNya, tapi untuk menyatu denganNya.&lt;p&gt;Aku memiliki hati. Dia dan juga Kamu.Serta orang-orang di sekeliling kita. Dan orang-orang di luar kita. Dititipkan Tuhan agar kita menggunakannya dengan baik. Kita tak perlu membaca kemasan, brosur kecil, atau stempel fragilenya. Karena hati sudah tahu dan meyakinkan pada kita. &lt;p&gt;Aku sedih kita tidak mampu menggunakannya dengan bijak. Aku adalah luar lingkar. Tapi bagaimana pun selalu ada cara bijak untuk menyelesaikannya. Karena kupikir semua diawali dengan baik dan pantas diakhiri dengan baik pula.(*)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-2142603122631984438?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/2142603122631984438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=2142603122631984438&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2142603122631984438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2142603122631984438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/pecah.html' title='Pecah'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5562686415766344334</id><published>2011-12-09T02:51:00.001-08:00</published><updated>2011-12-09T02:51:59.631-08:00</updated><title type='text'>Pada Rinai Hujan</title><content type='html'>Hanya pada hujan rasa begitu jujur&lt;br&gt;Basahnya mendinginkan hati&lt;br&gt;Menerbangkan jiwa pada sesuatu yang tak tergapai&lt;br&gt;&lt;br&gt;Rinainya sederhana&lt;br&gt;Adalah titik-titik air kurus yang bergemerisik di atap&lt;br&gt;Meninabobokan lelap&lt;br&gt;Menghangatkan pelukan&lt;br&gt;Memekarkan rindu&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada rinai hujan hati tak bisa bersembunyi&lt;br&gt;Ia berlari dan ingin dikejar&lt;br&gt;Ia menghilang tapi berharap untuk ditemukan&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada rinai hujan tangis begitu bebas&lt;br&gt;titiknya berkamuflase serupa titik-titik hujan yang mencumbui pipi &lt;br&gt;Cukup ia tak meninggalkan sembab di mati&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tak perlu berpura-pura tegar &lt;br&gt;Karena titik hujan menerima apa adanya&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada rinai hujan selalu ada doa&lt;br&gt;Agar tiap rasa yang jujur mengalir bersama airnya&lt;br&gt;&lt;br&gt;Selepas dan sesederhana hujan&lt;br&gt;&lt;br&gt;*terinspirasi dari status fesbuk teman&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5562686415766344334?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5562686415766344334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5562686415766344334&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5562686415766344334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5562686415766344334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/pada-rinai-hujan.html' title='Pada Rinai Hujan'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-6873209305885253028</id><published>2011-12-09T00:18:00.002-08:00</published><updated>2011-12-09T00:19:13.857-08:00</updated><title type='text'>Babakan Pertama</title><content type='html'>Dipeluknya.&lt;br&gt;Ia merasakan detak jantung yang tegas. Nyata. Berdetak.&lt;br&gt;Setiap detaknya seperti hujaman pisau di telinga. &lt;br&gt;Begitu nyata. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dadanya sesak. Apakah oksigen telah berkurang? Tidak. Semua normal. Bahkan sangat normal.&lt;br&gt;Hanya saja ia berharap ada di dunia yang tidak normal.&lt;br&gt;Dimana segala hal mampu berada di luar imajinasi.&lt;br&gt;Agar pisau itu tidak menghujamnya.&lt;br&gt;Agar detak itu terdengar merdu tanpa memekakan telinga.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia berusaha beradaptasi dengan sekelilingnya. Juga pada dada yang dipeluknya.&lt;br&gt;Meski asupan oksigen ke otaknya begitu sedikit. Cukup mampu melumpuhkan otak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dipejamkannya matanya. Menahan perih yang mendera. Hanya karena sebuah detakan jantung.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dibisikkannya sebuah kalimat &amp;quot;aku merindukanmu&amp;quot;. Lirih. Sekali. &lt;br&gt;Tapi hatinya merapal itu berkali-kali. Serupa tasbih untuk sang Pencinta. Ia meyakini tiap hal di dunia memiliki ukuran dan batas.&lt;br&gt;Cinta sekali pun. Pun juga rindu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia ingin menghabiskan jatah rindu yang ia miliki untuk pemilik jantung yang berdetak itu. Pemilik dada yang dipeluknya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ia ingin kelak tak perlu lagi rindu. Agar ia bisa kembali menjadi biasa. Menjadi manusia normal.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Tapi ia sangsi mampu menghabiskan jatah rindu itu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Aku merindukanmu&amp;quot; ucapnya lagi. Serupa bisikan.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-6873209305885253028?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/6873209305885253028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=6873209305885253028&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6873209305885253028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6873209305885253028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/babakan-pertama_09.html' title='Babakan Pertama'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3941641854546846236</id><published>2011-12-01T19:35:00.001-08:00</published><updated>2011-12-01T19:35:54.372-08:00</updated><title type='text'>Empat Bulan</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-bgWAmSU5MC0/TthHm2rx2eI/AAAAAAAABQ4/mlX-mKDbbSk/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA3MTktMjAxMTEyMDEtMTgwNC5qcGc%253D%253F%253D-754373"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-bgWAmSU5MC0/TthHm2rx2eI/AAAAAAAABQ4/mlX-mKDbbSk/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA3MTktMjAxMTEyMDEtMTgwNC5qcGc%253D%253F%253D-754373"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681369662767618530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Jika saya tak cukup mensyukuri segala nikmat yang Tuhan berikan, maka ingatkan aku akan hadirmu&lt;p&gt;Selamat 4 bulan sayang&lt;br&gt;-Mom-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3941641854546846236?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3941641854546846236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3941641854546846236&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3941641854546846236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3941641854546846236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/12/empat-bulan.html' title='Empat Bulan'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-bgWAmSU5MC0/TthHm2rx2eI/AAAAAAAABQ4/mlX-mKDbbSk/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA3MTktMjAxMTEyMDEtMTgwNC5qcGc%253D%253F%253D-754373' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-1645776302380766651</id><published>2011-11-27T03:50:00.000-08:00</published><updated>2011-11-27T03:51:30.271-08:00</updated><title type='text'>Ara Tengkurap</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ruMMyPYGCEc/TtIkQoUH8mI/AAAAAAAABQk/SAakq1saSjI/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA2OTAtMjAxMTExMjYtMTkyOS5qcGc%253D%253F%253D-790272"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-ruMMyPYGCEc/TtIkQoUH8mI/AAAAAAAABQk/SAakq1saSjI/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA2OTAtMjAxMTExMjYtMTkyOS5qcGc%253D%253F%253D-790272"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679641948185948770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kemarin malam  ia memilih untuk tidak tidur. Meski sudah lewat jam tidur biasanya. Lewat isya ia masih saja terjaga. Padahal biasanya pukul 6.30 sore ia sudah terlelap. Saya sangat tahu siangnya ia sedikit tidur. Karena sepupu-sepupunya datang dan rumah begitu ribut. Tapi ia masih saja belum tidur. Ia juga tidak rewel untuk digendong. Ia asyik bermain di kasur. Berputar searah jarum jam atau pun sebaliknya. Untungnya ia memakai diaper sehingga saya tidak perlu begitu repot untuk menjaganya tetap berada di tikar dan tidak membasahi kasur dan sprei dengan pipis. &lt;p&gt;Dia sibuk menggeliat-geliat. Memulintir badannya. Belajar balik kiri dan kanan. Sejak menyusuinya sambil tidur saya melatihnya untuk berbaring menyamping. Kemudian ia mulai mengangkat kakinya dan menyamping sendiri saat menyusui tanpa harus punggungnya diganjal pake bantal. Setengah badannya sudah ke berhasil menyamping. Tapi seperti zodiaknya Leo, sosok yang ambisius membuatnya ingin melebihi pencapaian untuk sekedar menyamping. Ia berusaha untuk tengkurap. Berkali-kali ia mencoba menarik badannya yang telah miring kanan untuk tengkurap. Ia lebih ahli miring kanan daripada miring kiri.&lt;p&gt; Pencapaiannya paling maximal adalah berada di sudut kemiringan 45 derajat tanpa berhasil tengkurap. &lt;br&gt;Kadang ketika ia mulai frustrasi, ia mulai menangis. Dan secara instan saya membantunya tengkurap. Ia akan mengangkat lehernya, tersenyum, dan berikutnya mulai tertunduk  terengah-engah. Jika seperti itu saya pun kembali membalik badannya ke posisi terlentang. Semalam ia berusaha keras. Tak ada nada putus asa yang terdengar dari mulutnya. Ia sibuk menggapai-gapai. Mencari pegangan yang mampu ia pakai untuk menarik badannya agar tertelungkup. Hingga pukul 08.30 malam saat saya mulai begitu mengantuk ia akhirnya berhasil tengkurap sendiri.&lt;p&gt;Lengannya menahan badannya. Ia tertawa keras. Serupa perayaan keberhasilan dari usahanya yang luar biasa.  Lima menit ia tengkurap . Sayangnya ia masih belum tahu bagaimana kembali ke posisi awal (x_x). Duh. &lt;p&gt;Kembali lagi saya yang harus turun tangan mengembalikannya ke posisi telentang. Tak cukup 10 menit ia pun terlelap. Mungkin misinya semalam adalah tengkurap. Takkan tidur sebelum berhasil tengkurap. &lt;p&gt;Saat tengah malam, ia gelisah dalam tidurnya. Grasak grusuk di atas tempat tidur. Ia  miring kanan dan berusaha tengkurap. Dan, sekali saja ia berusaha ia berhasil menengkurapkan badannya. Sambil terkantuk-kantuk ia tersenyum lebar. Mata sayunya yang mengantuk bahkan mulai menutup kembali dalam keadaan tengkurap. Hampir saja ia tertidur dalam posisi tengkurap. Pada akhirnya ia memilih posisi tidur miring. Posisi yang menyenangkan  bagi mayoritas orang tidur sambil memeluk guling. Kusisipkan guling kecil di antara pahanya. &lt;p&gt;Ara, si bayi kecil itu telah bertumbuh. Belajar dan mengembangkan diri. Ia telah besar sekarang, meski usianya baru 3 bulan 25 hari. Semoga Tuhan memberkatimu, sayang.&lt;p&gt;Peluk cium  (Mom)&lt;p&gt;Ps : fotonya buram dan gelap. Tapi tetap dipasang karena momennya saat ia pertama tengkurap. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-1645776302380766651?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/1645776302380766651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=1645776302380766651&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1645776302380766651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1645776302380766651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/11/ara-tengkurap.html' title='Ara Tengkurap'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ruMMyPYGCEc/TtIkQoUH8mI/AAAAAAAABQk/SAakq1saSjI/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA2OTAtMjAxMTExMjYtMTkyOS5qcGc%253D%253F%253D-790272' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-1641848444838615685</id><published>2011-11-18T18:28:00.000-08:00</published><updated>2011-11-18T18:29:21.478-08:00</updated><title type='text'>Dear Ara</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Jp0nQ6eVH8M/TscUgscM-GI/AAAAAAAABQU/0JZ6XD3jy90/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA2NDktMjAxMTExMTctMDkyMi5qcGc%253D%253F%253D-761478"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-Jp0nQ6eVH8M/TscUgscM-GI/AAAAAAAABQU/0JZ6XD3jy90/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA2NDktMjAxMTExMTctMDkyMi5qcGc%253D%253F%253D-761478"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5676528407241619554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Pagi ini melihatmu terbangun dan tersenyum. Ada aku di sampingmu. Tak ada tangis keras yang kesepian. Dirimu jujur akan setiap kesepian. Sejujur tangismu saat membutuhkanku. Ketika kupergi kamu protes, ketika aku mendekatimu kamu tersenyum lebar. Tak ada kepura-puraan padamu. Jujur dan begitu rapuh.&lt;p&gt;Kamu menyadarkanku pada pilihan untuk berbahagia. Berhenti memikirkan hal-hal yang menyakiti diri dan membuat sedih. Berhenti membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tak begitu berarti untuk dikenang. Berhenti memikirkan sesuatu yang mungkin tidak memberikan celah padanya agar diri kita masuk di dalamnya. Berhenti untuk larut dalam kondisi yang menyakitkan dan membeku. Terlalu sia-sia banyak waktu untuk berbahagia hanya untuk semua hal tersebut. Ada kamu dan orang-orang disekitar yang begitu menyenangkan dan begitu nyata. Membagi tawa dan candanya. Tanpa perlu lelah berimajinasi.&lt;p&gt;Bahagia itu ternyata sederhana, melihatmu tersenyum kepadaku. Selamat hari saraswati sayang.Mom luv u.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-1641848444838615685?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/1641848444838615685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=1641848444838615685&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1641848444838615685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1641848444838615685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/11/dear-ara_18.html' title='Dear Ara'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Jp0nQ6eVH8M/TscUgscM-GI/AAAAAAAABQU/0JZ6XD3jy90/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA2NDktMjAxMTExMTctMDkyMi5qcGc%253D%253F%253D-761478' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3644040786219874684</id><published>2011-11-17T05:37:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T05:38:15.963-08:00</updated><title type='text'>Meet Esti Maharani</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-n-Kj31Rbm8E/TsUOSApAlLI/AAAAAAAABQI/Or9qWZGM3R8/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253Fd2l0aCBlc3RoaTIuanBn%253F%253D-795964"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-n-Kj31Rbm8E/TsUOSApAlLI/AAAAAAAABQI/Or9qWZGM3R8/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253Fd2l0aCBlc3RoaTIuanBn%253F%253D-795964"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675958607942816946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Baru saja saya menghempaskan tubuh di kasur  di rumah kakakku yang beralamat Sudiang setelah menempuh waktu 4 jam dari Bone ketika saya menerima pesan text darinya. &amp;quot;Dwi, saya lagi di Makassar. Kamu di mana?&amp;quot; pengirim Esti PJTL 2006. Kubalas segera &amp;quot;Saya juga di Makassar. Kamu dimana?&amp;quot;. Dan berbalas-balas smslah kami. Ia menjelaskan bahwa ia baru saja mendarat dan on the way menuju hotel tempatnya menginap. Ia sedang ada liputan musik di Makassar. Wah, sebuah kebetulan yang kemudian membawa kami berada di kota yang sama di waktu yang bersamaan.&lt;p&gt;Esti Maharani, saya mengenalnya 5 tahun yang lalu. Disebuah pelatihan jurnalistik tingkat lanjut (PJTL) yang diadakan oleh Universitas Udayana, Bali. Kami sekamar. Anaknya ramah, suka tersenyum, dan chubby. Saat itu ia mewakili  Majalah Balairung, Universitas Gajah Mada dan saya mewakili UKM Pers Universitas Hasanuddin. Dua minggu kami belajar tentang reportase lanjutan bersama rekan-rekan dari universitas lain. Setelah itu kami tak pernah bertemu lagi. Hingga 5 tahun.&lt;p&gt;Beberapa waktu lalu saat ia ke Makassar untuk liputan musik salah satu band Indonesia, kami akhirnya bertemu kembali. Sekarang ia menjadi wartawan Republika. Ia tidak berubah banyak, masih saja tetap ramai, ramah, dan chubby. Kami bertukar cerita, ia menceritakan pengalamannya menjadi wartawan yang ngepos di DPR. Menceritakan tentang banyaknya amplop yang bisa diperoleh oleh wartawan-wartawan nakal yang bersatuan dollar.  Tentang tulisan-tulisannya yang dipuji oleh anggota dewan. &amp;quot;Jadi, menjadi wartawan itu gimana?&amp;quot;tanyaku. &amp;quot;Menyenangkan&amp;quot; jawabnya mantap.&lt;p&gt;Saya pun berbagi kisah tentang keluarga dan bayi mungil saya.  Menceritakan kebiasaan orang-orang di Makassar. Ia cukup  heran mendengar sapaan kepada para pelayan-pelayan restoran akrab dipanggil Mas dan Mbak. Ia heran mengapa tidak dipanggil daeng. &amp;quot; Daeng disini hanya dipakai untuk tukang becak&amp;quot; jelasku sambil tersenyum. Ara yang saat itu tertidur dipangkuan Esti tidak keberatan meskipun kami cekikikan sampai tertawa keras. Ketika ia menanyakan nama lengkap Ara, tiba-tiba mimic wajahnya berubah. &amp;quot;Wah, Saraswati. Padahal saya niat juga ngasih nama Saraswati buat anak saya&amp;quot; katanya. Saya sedikit terkejut dengan itu. Saya pikir hanya saya orang yang sedikit kolot memberi nama yang begitu &amp;quot;biasa&amp;quot; kepada anak saya ditengah trend nama-nama serupa  tokoh-tokoh di sinetron. Sederhana saja ia menjelaskan karena namanya berasal dari bahasa Sansekerta dan ia pun ingin nama anaknya dari bahasa Sansekerta. &lt;p&gt;Ia pun lantas menjelaskan makna namanya yang baru ia tahun saat kuliah semester 2. Esti berarti kebaikan, ramah, dan juga bermakna gajah. Ups…ketiga makna itu cocok buatnya. (hehehehe, no hurt feeling, Esti). Ketika saya menjelaskan nama lengkap dari Ara, dia Cuma berkomentar, namanya berat. Hahahaha. Nama adalah doa agar Ara menjadi baik.&lt;p&gt;Waktu berjalan begitu cepat dan rasanya tak ingin pulang. Tapi akhirnya kami pun kembali berpisah. At least kami telah kembali merefresh pertemanan kami. Kupikir, sebuah pertemuan tak perlulah direncanakan. Kelak jika  berjodoh, Tuhan akan mempertemukan dua orang dipersimpangan jalan. &lt;p&gt;Nice to meet u (again), Esti…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3644040786219874684?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3644040786219874684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3644040786219874684&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3644040786219874684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3644040786219874684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/11/meet-esti-maharani.html' title='Meet Esti Maharani'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-n-Kj31Rbm8E/TsUOSApAlLI/AAAAAAAABQI/Or9qWZGM3R8/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253Fd2l0aCBlc3RoaTIuanBn%253F%253D-795964' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-4458689047136693114</id><published>2011-11-16T04:48:00.001-08:00</published><updated>2011-11-16T05:18:58.925-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feelings'/><title type='text'>Huufffttt....</title><content type='html'>&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;November. Bulan romantis di penghujung tahun. Serupa kerlipan mata gadis remaja yang kekanak-kanakan. Lugu, menggemaskan, sedikit nakal, dan menggairahkan. November serupa perempuan setia yang tak pernah lelah menunggu lelakinya pulang ke rumah. Tak peduli hujan atau dingin. Ia tetap teguh berdiri mengantarmu ke penghujung tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Setiap november menjelang, kita akan tersentak dan mengucapkan kalimat "waktu bergerak begitu cepat". Ujung tahun yang mampu membuat kita sejenak merefleksi apa saja yang telah kita lakukan. Mengecek kembali daftar resolusi yang kita buat di awal tahun. Beberapa tercapai tapi tak sedikit yang gagal. Kemudian kita kembali membuat list resolusi yang harus kita capai di tahun depan. Siklusnya tak berubah. Selalu seperti itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;November datang dalam rinai hujan. Tapi suhu udara terasa tetap hangat. Apakah bulan juga mengenal galau? Entahlah. Hujan bulan november menciptakan rindu pada segala hal yang berjarak. Baik geografis maupun secara hati. Pada masa lalu yang terbungkus oleh kenangan. November mengingatkanku pada beberapa tahun terakhir. Pada tiap kenangan yang kulalui di bulan ini. Mungkin manusia-manusia pembuat kenangan itu tak lagi mengingatnya, tapi aku selalu mampu mengandalkan daya ingatku. Segala hal serasa baru sedetik kemarin terjadi. Masih terasa di neuron otakku. Masih mampu aku ingat detailnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Aku merindukan masa lalu. Aku merindukan jarak terjauh yang tak mampu aku gapai. Hanya lantunan musik yang mampu membuatku merasakan sejenak meski tak pernah benar-benar nyata. Aku sendiri saat kembali ke masa lalu itu. Menyisakan mata yang basah yang perlu diseka. Kenangan-kenangan yang menari dipelupuk mata. Memenuhi dunia khayal. Melemahkan sekaligus menguatkan. Dan sebuah bisikan lirih, sebuah harapan semu agar bisa kembali ke masa itu. Membuatnya tidak terjadi agar aku tak perlu merindukan masa lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Bagiku ada dua waktu untuk memulai hal baik. Saat ulang tahun dan saat tahun baru. Aku mencoba di ulang tahunku tapi gagal. Aku menunggu awal tahun ini. Memulai segala hal yang baik dan melangkah dengan kepala tegak dan menantang matahari. Aku tak ingin lagi menunduk atau tak berani menatap mata itu.  Tak ada rasa sakit maupun kesengsaraan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;November kali ini aku ingin mengemas masa lalu. Membuang ke tempat sampah hal-hal yang pantas dibuang. Membakar hal-hal yang pantas menjadi debu. Membuat resolusi baru. Memasukkan bahagia dalam salah satu daftarnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;November hujan. Tapi suhu tetap panas. Bahkan cuaca pun galau....&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="color: #3d85c6; font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;See the sunrise&lt;br /&gt;Know it's time for us to pack up all the past&lt;br /&gt;And find what truly lasts&lt;br /&gt;If everything has been written, so why worry, we say&lt;br /&gt;It's you and me with a little left of sanity&lt;br /&gt;If life is ever changing, so why worry, we say&lt;br /&gt;It's still you and I with silly smile as we wave goodbye&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="color: #3d85c6; font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;(Grew Older A Day, Dewi Lestari) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt; Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-4458689047136693114?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/4458689047136693114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=4458689047136693114&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/4458689047136693114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/4458689047136693114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/11/huufffttt.html' title='Huufffttt....'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8265604089612348224</id><published>2011-11-10T05:00:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T18:44:27.033-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Revolusi Tidak Lahir Dari Tempat Nyaman, Kawan!</title><content type='html'>&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Beberapa waktu lalu saya membaca tulisan seorang TKW Hongkong yang dititipkan di akun kompasiana Pipiet Senja. Disana ia menuliskan bagaimana cara pandang orang-orang terhadap TKW dan perlakuan yang mereka dapatkan. Media telah membentuk sterotipe tentang TKW dalam benak masyarakat Indonesia. Perempuan-perempuan yang memilih bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang akrab dengan siksaan. Sungguh mengerikan gambaran tersebut. Bahkan itu pun yang ada dalam benak saya. Namun Lea Jaladara, seorang TKW di Hongkong berhasil menepis sterotipe itu tersebut. Pengalaman bekerja di negara orang mungkin tak pernah berjalan mulus namun ia berhasil belajar dari keadaan tersebut. Ia belajar menulis di Forum Lingkar Pena Hongkong dan berhasil menuliskan sebuah buku. Pada Ubud Writer Festival 2011 lalu ia berhasil menjadi salah satu penulis yang diundang untuk berbagi cerita mengenai proses kepenulisannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Mungkin hal-hal besar hanya mampu lahir dari segala hal yang tak nyaman. Karena dalam ketidaknyamanan seseorang mampu merefleksi. Dalam ketidaknyamanan seseorang terlatih untuk menjadi peka. Mengasah kemampuan untuk bertahan hidup. Setiap ketidaknyamanan yang diterima mampu dijadikan refleksi hidup. Dalam ketidaknyamanan seseorang belajar kreatif. Dalam ketidaknyamanan otak berpikir untuk mencari jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Tak ada hal-hal besar yang lahir dari tempat tidur, selimut hangat, atau ruangan yang berpenyejuk. Saat berada dalam kondisi nyaman segala indera kemudian terlumpuhkan. Terprogram menikmati fasilitas yang ada hingga segala fasilitas tersebut hilang. Mungkin karena itu revolusi lahir dari mulut-mulut yang kelaparan dan segala amarah. Kemudian menciptakan kondisi yang kondusif dan nyaman. Dan selanjutnya kemudian melenakan lagi. Dan seterusnya menumbuhkan ketimpangan pada sejumlah kelompok dan kemudian menggulirkan kembali sebuah revolusi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Ah, coretan ini hanyalah sebuah pemikiran yang sok tahu tentang revolusi dan sebuah perubahan. Hal-hal yang melahirkan sebuah maha karya besar. Tapi, mungkin memang Revolusi tidak lahir dari tempat nyaman, Kawan!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8265604089612348224?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8265604089612348224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8265604089612348224&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8265604089612348224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8265604089612348224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/11/revolusi-tidak-lahir-dari-tempat-nyaman.html' title='Revolusi Tidak Lahir Dari Tempat Nyaman, Kawan!'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-1282966356484713692</id><published>2011-11-06T19:05:00.000-08:00</published><updated>2011-11-06T19:06:17.848-08:00</updated><title type='text'>Lemari</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CK9d-TsmUTk/TrdLKsPiUOI/AAAAAAAABP0/KqtnP_EKCJI/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA2MDMtMjAxMTExMDctMTEwMy5qcGc%253D%253F%253D-777849"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-CK9d-TsmUTk/TrdLKsPiUOI/AAAAAAAABP0/KqtnP_EKCJI/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA2MDMtMjAxMTExMDctMTEwMy5qcGc%253D%253F%253D-777849"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672084902743527650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kita punya barang baru di kamar. Sebuah lemari. Sederhana memang. Tapi setelah hampir berbulan-bulan kita menyimpan pakaian yang kita pakai di sebuah koper. Kita layaknya dua orang tamu yang tinggal di rumah ini yang sewaktu-waktu akan berkemas dan mmbawa semua pakaian. Mungkin benar kita akan segera berkemas, tapi rumah ini adalah rumah kita juga. Rumah yang memberikan hangat meski kadang kita sampai kepanasan karenanya. Rumah yang kita sebut tempat kembali. Kita akan selalu kembali ke sini, karenanya aku membeli lemari. Untuk menyimpan baju-baju kita. Tepatnya memesan lemari khusus buat kamar kita. &lt;p&gt;Lemarinya bukan sembarang lemari. Modelnya berbeda dengan lemari-lemari lain. Etta menawari untuk membeli lemari yang biasa saja. Tapi aku menolak. Lemari biasa hanya untuk pakaian. Sedangkan kita akan memakainya tak cuma untuk menyimpan pakaian. Tapi juga buku-buku. Buku-buku yang memenuhi meja dan laci meja rias. Berdebu dan tak indah. Karena itu aku memesan khusus. Modelnya setengah lemari pakaian,setengahnya lagi rak buku. Awalnya aku agak sangsi dengan bentuknya. Tukang kayunya ngotot memberi jarak 30 cm hasil dari kompromi yang awalnya ia sarankan 35 cm sedangkan aku dengan 25 cm jarak antara papan raknya. Tapi setelah datang hasilnya sangat memuaskan. Rak buat pakaian ada empat sedangkan rak untuk buku ada lima. Sangat pas buat majalah-majalahku. &lt;p&gt;Dengan telaten aku merapikan barang-barang yang hendak mengisi rak-rak itu. Satu rak paling atas dikuasai oleh baju-bajumu. Sisanya dikuasai oleh baju-bajuku yang ternyata juga harus melewati proses sortir. Beberapa pakaian sudah tidak dipakai tapi masih saja aku simpan. Kamu tau kenapa? Karena kelak aku ingin melihatmu memakainya. Mungkin nanti sedikit kuno buatmu tapi pakailah untuk menyenangkan hatiku.&lt;p&gt;Sisi sebelahnya dipenuhi oleh buku-buku koleksiku. Dee, Tasaro GK, Trinity, Ilana Tan, Rick Riordan adalah penulis-penulis yang karya berjejer di sana. Tak ada Harry Potter, karena Harry Potter ada di rumah yang lain yang juga tempat kembali kita. Buku-buku itu aku susun berdasarkan terfavorit. Paling atas adalah novel-novel tebal kemudian berurut kebawah buku text yang tak minat aku baca hingga majalah-majalah di rak paling akhir. Buku itu berjejer cantik. Apalagi dengan pintu kaca yang tembus pandang. Membuatmu gregetan untuk membukanya dan mengambil satu dan membacanya.&lt;p&gt;Lemari itu mungkin tak seperti lemari yang ditemukan Lucy di serial Narnia. Tak ada pintu dibaliknya yang mengantarmu ke dunia salju putih dan bertemu dengan makhluk-makhluk menakjubkan. Tapi aku yakin lemari yang kita punyai tak kalah hebat dengan milik Lucy. Karena yang akan kau temui kelak tak hanya dunia salju dan penyihir putih tapi banyak dunia-dunia ajaib lainnya yang mampu kamu gapai lewat buku-buku itu. Dunia Olympus karya Rick Riordan, dunia Kugi di Perahu Kertas karya Dee, dan banyak lagi dunia-dunia yang menakjubkan. &lt;p&gt;Hampir semua novel yang ada di lemari itu telah tuntas aku baca. Entah berapa jumlahnya, aku tak sempat menghitungnya. Cukup banyak dan kuyakin akan terus bertambah. Aku bisa memastikan ketika kamu besar nanti dan sudah mampu membaca kamu akan pusing memilih buku-buku yang mana yang duluan akan kamu baca. Jangan segan bertanya padaku, aku akan merekomendasikan buku-buku yang bagus menurutku. Setelah kamu membacanya, aku ingin kita berdiskusi dan saling bertukar kesan akan buku itu.&lt;p&gt;Kita punya barang baru. Lemari. Sesederhana itu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-1282966356484713692?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/1282966356484713692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=1282966356484713692&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1282966356484713692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1282966356484713692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/11/lemari.html' title='Lemari'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-CK9d-TsmUTk/TrdLKsPiUOI/AAAAAAAABP0/KqtnP_EKCJI/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA2MDMtMjAxMTExMDctMTEwMy5qcGc%253D%253F%253D-777849' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3268781989860185971</id><published>2011-11-01T20:56:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T20:57:47.377-07:00</updated><title type='text'>Life is Beautiful, Ara</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Z5iGRsFCokw/TrC_vFCvhnI/AAAAAAAABPU/9AyVAyBhVO8/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA1NDctMjAxMTExMDItMDk1Ni5qcGc%253D%253F%253D-767378"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-Z5iGRsFCokw/TrC_vFCvhnI/AAAAAAAABPU/9AyVAyBhVO8/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA1NDctMjAxMTExMDItMDk1Ni5qcGc%253D%253F%253D-767378"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670242746387891826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JOKzikFHw18/TrC_vWrOPVI/AAAAAAAABPg/izsn6XUyBRM/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA1NTAtMjAxMTExMDItMDk1Ni5qcGc%253D%253F%253D-769024"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-JOKzikFHw18/TrC_vWrOPVI/AAAAAAAABPg/izsn6XUyBRM/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA1NTAtMjAxMTExMDItMDk1Ni5qcGc%253D%253F%253D-769024"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670242751121079634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Life is beautiful adalah sebuah film karya Roberto Benigni. Menceritakan tentang seorang ayah (Guido) yang ditawan di kamp konsetrasi Nazi karena ia adalah Yahudi Jerman. Di kamp konsetrasi Nazi Guido harus menyembunyikan anaknya ( Giosue) dari tentara-tentara Nazi. Guido yang diperankan oleh Roberto Benigni mencuri makanan untuk Giosue, menceritakannya humor agar anaknya tidak menangis. Guido bahkan meyakinkan anaknya bahwa di kamp itu mereka sedang melakukan permainan mengumpulkan poin. Siapa saja yang berhasil mendapatkan 1000 poin maka memenangkan sebuah mobil tank. &lt;p&gt;Peraturan permainannya adalah saat Giosue tak boleh menangis, tidak boleh mengeluh untuk bertemu ibunya, tidak boleh mengeluh soal makanan atau mengeluh lapar. Ketika ia melakukannya maka poinnya berkurang.  Giosue pun harus terus bersembunyi dari para penjaga-penjaga kamp agar menghasilkan poin. &lt;p&gt;Sang ayah menjelaskan bahwa anak-anak lain pun berusaha bersembunyi untuk mengumpulkan poin dan para penjaga-penjaga Nazi itu adalah lawan mereka untuk merebut hadiah pertama. Sang ayah dengan piawai menanamkan sebuah imajinasi permainan di kepala sang anak di tengah penderitaan dan kesengsaraan camp konsetrasi Nazi. Sebuah kamp paling kejam di zaman perang dunia kedua. Mereka berada ditengah ketidakpastian akan hidup dan terancam setiap saat. Giosue hidup dalam imajinasi yang direka oleh ayahnya. Ia memiliki semangat untuk bermain dengan sungguh-sungguh dan memenangkan permainan. &lt;p&gt;Tak perlu kujelaskan padamu tentang perang dunia kedua, Nazi, kamp konsentrasi dan segala hal yang melatarbelakangi peristiwa itu. Jika kamu besar nanti kamu pasti akan tahu tentang peristiwa bersejarah itu. Di sini aku hanya ingin menceritakan tentang Guido, ayah Giosue. Begitu hebatnya ia berusaha menanamkan rasa optimis kepada anaknya. Menanamkan sebuah imajinasi akan keberanian dan tidak bersedih dengan segala kesengsaraan. Mengajarinya untuk tidak pantang menyerah dan berusaha sekuat tenaga untuk memenangi permainan. Guido mungkin berbohong pada Giosue, tapi menurutku ia memberikan kebohongan yang baik untuk anaknya. Ada kala kenyataan tak perlu diceritakan begitu transparan dalam hal ini tentang sebuah penderitaan dan peperangan agar jiwa yang sedang bertumbuh dalam tubuh kecil itu tidak menjadi pesimis dan kalah terhadap dunia. &lt;p&gt;Kita tidak sedang dalam kondisi perang, sayang. Segala hal nyaman ada disekitar kita. Mungkin juga kita tidaklah perlu membangun sebuah imajinasi tentang permainan untuk memenangkan mobil tank. Tapi disini rasanya aku juga harus sepandai Guido. Berusaha menumbuhkan jiwa optimis dalam dirimu.  Kita mungkin  belum menggunakan bahasa verbal. Yang kita pakai mungkin saat ini adalah bahasa tubuh. Kedipan mata dan juga mimik wajah. Tapi dirimu seperti bayi-bayi lainnya sangat peka pada bahasa-bahasa tersebut. Kamu mampu memahami jika bahasa tubuhku marah, tatapanku kesal, atau bahkan lebih dahulu menangis saat aku sedih. &lt;p&gt;Aku sedapat mungkin harus mampu memainkan peran layaknya Guido. Tidak memperlihatkan rasa yang sesungguhnya, hanya untuk menumbuhkan sikap positif dari dirimu. Aku harus dengan kreatif membuatmu tertawa. Ketika kamu menangis sedapat mungkin membuat mimik lucu untuk membuatmu tersenyum. Jika aku memandangmu, tatap matamu seolah memintaku untuk mengajakmu berbicara. Matamu seperti berkata &amp;quot;Mom, Entertain me Please!&amp;quot;. Tak peduli sedih, kesal, marah, kangen, atau sekedar tak ada rasa aku harus mensetting wajah ceria dihadapanmu. Meski ada saat dimana aku sedih ataupun kesal. Tapi seorang ibu haruslah pandai membangkitkan semangat, menanam rasa optimis dan memberikan bahagia. 3 bulan sayang, semoga aku cukup memberikanmu rasa positif. Terlalu ideal mungkin. Saat kamu dewasa kamu pun akan memahami bahwa ibu pun seorang manusia. Biarlah saat ini, aku menjadi sangat ideal untukmu.&lt;p&gt;Ara, diakhir film  Sebuah mobil tank muncul di halaman kamp konsetrasi. Guido memanggil Giosue dari tempat persembunyiannya. Mereka telah berhasil memenangkan pertandingan.  Dan Giosue akhirnya berhasil  menaiki mobil tank tentara Amerika. Indah, bukan?&lt;p&gt;La Vita e Bella, Ara…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3268781989860185971?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3268781989860185971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3268781989860185971&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3268781989860185971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3268781989860185971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/11/life-is-beautiful-ara.html' title='Life is Beautiful, Ara'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Z5iGRsFCokw/TrC_vFCvhnI/AAAAAAAABPU/9AyVAyBhVO8/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA1NDctMjAxMTExMDItMDk1Ni5qcGc%253D%253F%253D-767378' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-2628035179961202659</id><published>2011-10-31T17:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T17:44:02.376-07:00</updated><title type='text'>Tomorrow might never comes (Kal Ho Na Ho)*</title><content type='html'>What if tomorrow never comes to your life? Tak ada esok lagi buatmu. Hari ini adalah hari terakhir kamu di dunia. Dapat kupastikan hari ini menjadi hari yang begitu penuh rasa untukmu. Kamu bersedih akan meninggalkan dunia dan segala hingar bingarnya. Di saat yang sama kamu berusaha untuk bahagia. Ini adalah hari terakhirmu. Mengapa harus bersedih? Kamu akan menikmati tiap waktumu yang berharga. Mengabulkan wish list yang kamu tulis sebelum kamu mati.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Kamu akan memilih untuk bersenang-senang dengan orang-orang yang kamu cintai. Tertawa bersama dan saling berbagi canda. Memberikan pelukan dan juga ciuman. Mengucapkan terima kasih dan tak lupa membisikkan kalimat &amp;quot;aku menyayangimu&amp;quot;. Melakukan ceremony perpisahan tanpa perlu berkata selamat tinggal.&lt;br&gt;Pada orang-orang yang tak mampu kamu temui kamu akan menulis surat, mengirimkan email, atau setidaknya pesan singkat. Isi pesannya sama mengucapkan terima kasih dan berkata aku mencintaimu. Tak lupa mengucapkan kalimat aku merindukanmu dan akan merindukanmu. Pada orang-orang yang pernah kamu sakiti kamu akan berucap maaf. Meyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tertunda agar tak menjadi beban untuk penggantimu nanti. Pada orang-orang yang pernah menyakitimu, tak ada gunanya lagi mendendam. Yang kamu lakukan adalah memaafkan dan kemudian mendoakannya agar berbahagia.&lt;p&gt;Kamu akan menghirup oksigen lebih lama. Menghembuskannya dengan penuh arti. Melihat lebih dekat dunia yang mungkin pernah kamu hiraukan. Jika ada sisi dimana kamu hanya melihat sekilas ke sebuah sudut maka hari ini kamu akan menatapnya. Mungkin kamu menemukan anak-anak kucing yang baru lahir meringkuk dan menyusu didekap induknya. Sebuah kelahiran baru. &lt;p&gt;Ketika malam menjelang kamu akan berdoa pada Tuhan. Bukan lagi untuk meminta tapi lebih kepada mempersiapkan jiwamu kembali kepadaNya. Mensyukuri tiap nikmatNya. Kamu tak lagi memohon Ia memaafkan setiap salah dan dosamu. Kamu mengikhlaskan segalanya. Inilah akhir dan dengan keyakinan dan ketetapan hati kamu siap mengembalikan jiwamu kepada Tuhan.&lt;p&gt;Kita tak pernah tahu apakah besok masih tetap datang atau tidak. Tapi kita juga tak pernah benar-benar yakin ia akan datang. Setiap hari mungkin kita perlu menganggap hari itu adalah hari terakhir. Agar ketika ia benar-benar hari terakhir kita, segala hal telah benar-benar kita selesaikan. &lt;p&gt;*Kal Ho Na Ho : Film India yang dibintangi Sha Ruk Khan. Judul film ini berarti Tomorrow Might Never Comes&lt;br&gt;&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-2628035179961202659?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/2628035179961202659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=2628035179961202659&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2628035179961202659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2628035179961202659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/tomorrow-might-never-comes-kal-ho-na-ho.html' title='Tomorrow might never comes (Kal Ho Na Ho)*'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-2972593938157734541</id><published>2011-10-31T17:28:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T17:30:22.705-07:00</updated><title type='text'>Dari Merlin, Charmed, hingga Monk</title><content type='html'>Beberapa hari ini saya punya kesibukan baru. Menonton film seri. Film-film yang sudah tidak happening dan sangat &amp;quot;tua&amp;quot; untuk ukuran tahun 2011.&lt;p&gt;Film seri pertama adalah Merlin. Film yang menceritakan tentang kerajaan Camelot, pangeran Arthur, dan penyihir Merlin. Season 1  yang sayangnya hanya kumiliki 2 CD. Padahal film ini cukup menyenangkan. Menceritakan perjalanan Merlin Muda, sang penyihir agung di masa kerajaan Camelot. Merlin belumlah menjadi penyihir hebat di film ini. Karena Arthur belum juga menjadi raja menggantikan ayahnya. Merlin berusaha menutupi kemampuan menyihirnya karena raja Camelot saat itu tidak menyukai praktik sihir sedangkan kelangsungan kerajaan berada dibawah ancaman Lady Morgana, penyihir perempuan yang dirawat oleh raja yang ternyata adalah anak raja, saudara kandung Pangeran Arthur.&lt;p&gt;Raja Arthur dan kerajaan Camelot adalah cerita rakyat paling legendaris di Inggris. Banyak versi cerita yang diangkat ke film. Cerita tentang Arthur,Camelot, dan Merlin sang penyihir. Karena tak tuntas nonton sepertinya saya akan berburu film seri ini hingga season terakhir.&lt;p&gt;Film kedua masih seputaran penyihir. Tapi lebih modern meskipun cukup ketinggalan zaman buat tahun sekarang. Charmed. Adalah Prue, Piper, dan Pheobe, tiga perempuan yang masih kakak beradik yang akhirnya menyadari diri mereka adalah keturunan penyihir. Hidup mereka pun berubah dan harus terbiasa dengan segala macam makhluk gaib dan iblis.&lt;p&gt;Prue memiliki kekuatan paling kuat. Mampu melempar sesuatu dengan hanya memandangnya. Ia pun mampu membuat jiwanya keluar dari tubuh. Piper memiliki kekuatan membekukan waktu. Ia mampu menghentikan benda dan orang lain. Sedangkan Pheobe memiliki kekuatan melihat masa lalu dan masa depan. Cerita berputar pada kehidupan mereka sebagai penyihir dan dilema yang dihadapinya saat berbaur dengan manusia biasa. Kisah percintaan dan hubungan saudara dan keluarga yang dikemas dengan baik.&lt;p&gt;Prue dengan karakternya sebagai kakak tertua yang protektif, Piper yang anak tengah yang jatuh cinta pada white lighter, pelindung para penyihir baik yang seharusnya tidak boleh. Dan Pheobe si bungsu yang paling bebas, gaul, dan sedikit bodoh. Meski begitu ia menguasai ilmu bela diri. Favoritku adalah Pheobe. Karakternya sangat sesuai denganku bodoh dan sedikit labil.:D&lt;p&gt;Film seri ini berhasil saya tonton 6 keping 2 season. Entah berapa episode. Cukup melelahkan hingga saya malas untuk mencari kelanjutannya.&lt;p&gt;Terakhir serial detektif Monk. Tak ada kaitannya dengan sihir tapi juga mengenai pemecahan misteri seperti film Charmed. Monk adalah seorang detektif swasta yang memiliki penalaran yang sangat baik terhadap setiap kasus yang dihadapinya. Meski ia memiliki penyakit phobia terhadap hal-hal yang tidak higienis. Menyukai keteraturan tingkat akut. Semisalnya ketika melihat kancing baju seseorang yang tidak terpasang dengan baik, dia ngotot untuk memperbaikinya. &lt;p&gt;Saya baru melihat serial ini. Jika Merlin dan Charmed pernah diputar si tv swasta Indonesia, Monk seingatku tak pernah sama sekali. Ceritanya menarik. Saat ini saya masih berusaha menyelesaikan season 1 dan 2.&lt;p&gt;Cukup melelahkan menonton serial-serial ini. Meski disisi lain cukup menyenangkan. Tapi cukup juga membuat saya takut beberapa saat ketika ada misteri yang agak menyeramkan. Bahkan sampai terbawa mimpi. &lt;p&gt;Menonton film-film ini membuatku bermimpi untuk menjadi penyihir dan memecahkan masalah. Menyenangkan mungkin mampu menghentikan waktu, membekukan orang-orang di hadapanmu hanya dengan jentikan jari dan mengeluarkan segala uneg-uneg yang tidak mampu keluar saat ia berada di kondisi normal. Menyenangkan terlibat dalam sebuah misteri dan berusaha menembak siapa pembunuhnya.&lt;p&gt;Ah, film-film ini mengasah daya khayal saya. Sejauh ini sepertinya saya sudah mampu membaca masa depan lewat mimpi.Rasanya seperti Pheobe.Hei, mungkin saya punya darah penyihir?&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-2972593938157734541?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/2972593938157734541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=2972593938157734541&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2972593938157734541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2972593938157734541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/dari-merlin-charmed-hingga-monk.html' title='Dari Merlin, Charmed, hingga Monk'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-9015006000671199956</id><published>2011-10-24T18:52:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T19:01:16.448-07:00</updated><title type='text'>Peribiru Dan Doraemon</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hC5wCK6ajdw/TqYYbKcqHCI/AAAAAAAABPA/UY8FHm_z-mo/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjMtMjAxMTEwMTktMTAzMi5qcGc%253D%253F%253D-776449"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-hC5wCK6ajdw/TqYYbKcqHCI/AAAAAAAABPA/UY8FHm_z-mo/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjMtMjAxMTEwMTktMTAzMi5qcGc%253D%253F%253D-776449"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667244036032437282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-9015006000671199956?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/9015006000671199956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=9015006000671199956&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9015006000671199956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9015006000671199956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/peribiru-dan-doraemon.html' title='Peribiru Dan Doraemon'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hC5wCK6ajdw/TqYYbKcqHCI/AAAAAAAABPA/UY8FHm_z-mo/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjMtMjAxMTEwMTktMTAzMi5qcGc%253D%253F%253D-776449' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3561885664156131143</id><published>2011-10-21T17:21:00.001-07:00</published><updated>2011-10-21T17:21:51.646-07:00</updated><title type='text'>Pawang Hujan</title><content type='html'>Ma,masih kuingat waktu aku kecil ketika padi telah dipanen dan butuh terik matahari untuk mengeringkannya kamu selalu melakukan ritual itu. Di dapur yang masih menggunakan kayu bakar yang di atasnya ada jejaring besi yang kuat untuk menyimpan segala jenis ikan kering untuk diasapi. Di jejaring besi itu kamu akan menangkupkan timba. Posisinya terbalik. Tidak menengadah. Ritual bugis bernama &amp;quot;ma&amp;#39;nini bosi&amp;quot;. Ritual penghalang hujan. Agar hujan tidak turun dan padi-padi yang telah menjadi gabah cepat kering. Menandai satu musim tanam telah selesai. &lt;p&gt;Kamu selalu berhasil menghalangi hujan. Sesuai hari yang kamu minta. Meski juga kadang hujan selalu mencuri waktu untuk turun di sela-sela hari yang kamu minta. Banyak yang datang padamu hanya sekedar meminta agar hujan tidak turun beberapa hari semisalnya bagi orang-orang yang akan mengadakan pesta pernikahan. Kamu selalu berkata, bukan pada ritual menyimpan timba itu sebenarnya, tapi pada kekuatan doa kepada Tuhan. Itu katamu pada tiap orang yang datang padamu. Aku lantas memberimu julukan sebagai pawang hujan. Julukan yang selalu aku dan kakak-kakakku sering gunakan untuk bercanda padamu. Dan kamu tak pernah keberatan dengan julukan itu. Kamu malah tertawa. Menegaskan kerut-kerut diujung matamu. Mata yang selalu tersenyum.&lt;p&gt; Ritual itu mungkin tidak sakral. Karena setelahnya timba hijau yang telah berubah warna menjadi hitam, bau plastiknya sudah berganti dengan bau asap yang menyengat akhirnya berakhir di dalam gentong penampung air. Kembali pada fungsi aslinya. Penimba air. Dan masih saja jika etta yang kerja di sawah butuh terik matahari, kamu masih mampu menghalau hujan.&lt;p&gt;Ma, aku tak pernah benar-benar menyukai hujan. Titik hujan selalu menimbulkan rasa aneh di hati. Mengkelabukan awan dan menularkannya pada jiwa. Dingin merasuk tak cuma tubuh, tapi sampai ke tulang. Rasa yang akhirnya kudiagnosa sebagai rindu. Hujan selalu mampu mengundang rindu yang serupa sembilu. Menggores hati. Pada titik paling krusial ia berubah menjadi belati dan menusuk dari belakang. Rindu selalu hadir pada setiap sela yang ditimbulkan jarak. Rindu menjadi atmosfer di antara spasi. Spasi-spasi yang menjurang. Dan hujan membuatnya tambah menganga. &lt;p&gt;Aku masih ingat ketika kamu sakit di ruang gawat darurat. Aku menungguimu di luar. Namun tiba-tiba ada rindu yang tiba-tiba menyusup. Membuatku bergegas mendekatimu. Saat itu kakak Ipah bertanya &amp;quot;kenapa masuk?&amp;quot;. &amp;quot;Saya rindu mama&amp;quot; kataku singkat. Itulah ungkapan paling jujur yang seumur-umur pernah aku ucapkan padamu. Bukankah kita saling mencintai tanpa mengumbar kata. Aku harap kamu mendengar saat itu. Karena setelah itu aku tak pernah tahu apa kau benar-benar mendengarkan tiap rintih rinduku.&lt;p&gt;Ma, sesubuh ini hujan membasahi tanah. Aku butuh pawang hujan. Aku butuh dirimu. Ada banyak rindu yang berkabut di pelupuk mata yang hadir bersama dingin hujan pagi ini. Aku butuh untuk tetap berdiri sekalipun ia menusukku berkali-kali. Aku butuh doamu. &lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3561885664156131143?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3561885664156131143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3561885664156131143&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3561885664156131143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3561885664156131143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/pawang-hujan.html' title='Pawang Hujan'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-235824651824039084</id><published>2011-10-21T13:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-21T13:44:03.614-07:00</updated><title type='text'>Rindu</title><content type='html'>Pernah kutanyakan padamu seberapa penting kamu mendengarkan seseorang mengatakan padamu &amp;quot;aku mencintaimu&amp;quot;. &amp;quot;Aku lebih suka ketika orang mengatakan &amp;quot;aku merindukanmu&amp;quot;. Rasanya lebih dahsyat dari kata aku mencintaimu. I miss u mungkin tingkat rasanya lebih umum dari I luv u. Tapi yakinlah kalimat I miss u lebih jujur dari I luv u&amp;quot; jelasnya padaku sambil tersenyum. Saat itu aku masih bersikukuh tapi hari ini aku tersadar akan pendapatmu. &lt;p&gt;Rindu serupa pohon bertunas di dalam hati.Disirami hujan yang berjarak. Tumbuh di ladang yang bernama cinta yang sebenarnya.  Cinta yang tak mesti diucapkan tapi begitu kuat menggrogoti hati. Dalam rindu ada ketakberdayaan. Ia mampu melemahkan. Mengaburkan mata. Tapi jika kamu melihat lebih dekat dalam rindu ada kesabaran. Ada kekuatan untuk bertahan. Kekuatan itu kelak akan kamu semai ketika jarak tak lagi membentang. &lt;p&gt;Rindu yang paling rindu kupikir ketika dua orang bertemu setelah sekian lama berpisah. Bercerita banyak hal. Dan ketika diam mencuri waktu diantara mereka salah satu lalu berucap &amp;quot;I miss u&amp;quot;. Rindu yang paling rindu adalah serupa percakapan text di handphone yang hingga pulsa bersisa satu kali untuk mengirim pesan yang ia tulis adalah &amp;quot;I miss u&amp;quot;. Rindu yang membutuhkan kesabaran. Tak terburu-buru diungkapkan. Menunggui saat yang tepat di tempat yang tepat dan suasana yang tepat.&lt;p&gt;Rindu yang paling rindu pun bisa jadi harus terwakilkan kata. Ketika bertemu kamu hanya perlu membaca bahasa tubuh. Pelukan, jabat tangan, kerlingan mata, atau senyum yang merekah. Kamu hanya butuh membaca gestur tubuh. &lt;p&gt;Tapi kata seseorang rindu yang maha dahsyat rindu adalah ketika tak ada sarana dan saluran yang kamu pakai untuk mengungkapkannya namun kamu diam-diam mendoakan dirinya setiap saat. Kamu menitipkan dirinya di sedikit ruang di benakmu. Kamu mengingatnya tiap hari dan mengirimkannya doa.&lt;p&gt;Dalam keterpisahan rindu selalu seperti samurai yang menebas kepedihan. Jangan pernah mengabari &amp;quot;miss u already&amp;quot; ketika ia masih mampu jangkau oleh tubuhmu.&lt;p&gt;Jika aku berpisah denganmu dan dalam jarak 5 meter kamu telah mengabariku &amp;quot;miss u already&amp;quot; yakinlah aku akan menghentikan langkahku. Berbalik dan berlari ke arahmu. Setengah menubrukmu dan memelukmu. Memelukmu lebih kencang dari semua pelukan yang pernah kamu rasakan. Aku takkan mengatakan apapun. Biarlah seperti dugaanku bahwa jantungmu dan jantungku saling berdekatan. Biarkan mereka saling berucap &amp;quot; I miss u&amp;quot;.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-235824651824039084?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/235824651824039084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=235824651824039084&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/235824651824039084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/235824651824039084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/rindu.html' title='Rindu'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3787000695833973493</id><published>2011-10-21T04:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-21T05:16:32.282-07:00</updated><title type='text'>Wajah-Wajah Ara</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1H62bPTURH8/TqFioDMTBZI/AAAAAAAABKY/YTRFhcSLtHU/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTItMjAxMTEwMTktMTAyOS5qcGc%253D%253F%253D-792282"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-1H62bPTURH8/TqFioDMTBZI/AAAAAAAABKY/YTRFhcSLtHU/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTItMjAxMTEwMTktMTAyOS5qcGc%253D%253F%253D-792282"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918246399968658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Rn0TgjrybkQ/TqFiorygFgI/AAAAAAAABKk/DCvAC_bxIKc/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTQtMjAxMTEwMTktMTAyOS5qcGc%253D%253F%253D-793833"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-Rn0TgjrybkQ/TqFiorygFgI/AAAAAAAABKk/DCvAC_bxIKc/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTQtMjAxMTEwMTktMTAyOS5qcGc%253D%253F%253D-793833"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918257297626626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-e8aENjX6SR0/TqFio4uSrsI/AAAAAAAABKw/crizPusMPPE/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTUtMjAxMTEwMTktMTAzMC5qcGc%253D%253F%253D-795255"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-e8aENjX6SR0/TqFio4uSrsI/AAAAAAAABKw/crizPusMPPE/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTUtMjAxMTEwMTktMTAzMC5qcGc%253D%253F%253D-795255"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918260769631938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-U8NRDWfpgqo/TqFipelrL9I/AAAAAAAABLA/xzJsXxUJiqU/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTgtMjAxMTEwMTktMTAzMS5qcGc%253D%253F%253D-797461"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-U8NRDWfpgqo/TqFipelrL9I/AAAAAAAABLA/xzJsXxUJiqU/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTgtMjAxMTEwMTktMTAzMS5qcGc%253D%253F%253D-797461"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918270934036434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-PLl4KTmejVg/TqFiqCmajqI/AAAAAAAABLI/Qde5tht0OAQ/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTktMjAxMTEwMTktMTAzMS5qcGc%253D%253F%253D-799902"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-PLl4KTmejVg/TqFiqCmajqI/AAAAAAAABLI/Qde5tht0OAQ/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTktMjAxMTEwMTktMTAzMS5qcGc%253D%253F%253D-799902"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918280600817314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vXOpMvb4Pqc/TqFiqeBu44I/AAAAAAAABLU/8p9FLPhr1yI/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjAtMjAxMTEwMTktMTAzMi5qcGc%253D%253F%253D-700869"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-vXOpMvb4Pqc/TqFiqeBu44I/AAAAAAAABLU/8p9FLPhr1yI/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjAtMjAxMTEwMTktMTAzMi5qcGc%253D%253F%253D-700869"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918287963153282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-G3GiBF-0ohM/TqFiqkEr6tI/AAAAAAAABLg/bAHldvxKkdc/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjItMjAxMTEwMTktMTAzMi5qcGc%253D%253F%253D-702459"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-G3GiBF-0ohM/TqFiqkEr6tI/AAAAAAAABLg/bAHldvxKkdc/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjItMjAxMTEwMTktMTAzMi5qcGc%253D%253F%253D-702459"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918289586154194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nNLV0uUB4VU/TqFirBWGoxI/AAAAAAAABLo/UIfGL1jDmvE/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjctMjAxMTEwMTktMTAzMy5qcGc%253D%253F%253D-704416"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-nNLV0uUB4VU/TqFirBWGoxI/AAAAAAAABLo/UIfGL1jDmvE/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjctMjAxMTEwMTktMTAzMy5qcGc%253D%253F%253D-704416"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918297443836690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-3XtYPVDtrrE/TqFirSXQ6VI/AAAAAAAABL4/x-Pgo4CB3iE/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjgtMjAxMTEwMTktMTAzMy5qcGc%253D%253F%253D-705584"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-3XtYPVDtrrE/TqFirSXQ6VI/AAAAAAAABL4/x-Pgo4CB3iE/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjgtMjAxMTEwMTktMTAzMy5qcGc%253D%253F%253D-705584"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918302012107090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-VZtnkc6je90/TqFisOA2RaI/AAAAAAAABME/mQQE6tYYU_A/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjktMjAxMTEwMTktMTAzNi5qcGc%253D%253F%253D-708135"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-VZtnkc6je90/TqFisOA2RaI/AAAAAAAABME/mQQE6tYYU_A/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NjktMjAxMTEwMTktMTAzNi5qcGc%253D%253F%253D-708135"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918318024213922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CITo-kjMJvM/TqFismB2yvI/AAAAAAAABMQ/cr0WWV8c3G0/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzAtMjAxMTEwMTktMTAzNi5qcGc%253D%253F%253D-709964"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-CITo-kjMJvM/TqFismB2yvI/AAAAAAAABMQ/cr0WWV8c3G0/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzAtMjAxMTEwMTktMTAzNi5qcGc%253D%253F%253D-709964"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918324470893298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-d6Zl69F-fO4/TqFis-BQPhI/AAAAAAAABMc/Yl9GuL3VwCs/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzItMjAxMTEwMTktMTAzNi5qcGc%253D%253F%253D-711745"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-d6Zl69F-fO4/TqFis-BQPhI/AAAAAAAABMc/Yl9GuL3VwCs/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzItMjAxMTEwMTktMTAzNi5qcGc%253D%253F%253D-711745"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918330910817810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DSPnH5l6SMc/TqFituERT2I/AAAAAAAABMo/TunI4s_ZfFM/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzMtMjAxMTEwMTktMTAzNi5qcGc%253D%253F%253D-713608"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-DSPnH5l6SMc/TqFituERT2I/AAAAAAAABMo/TunI4s_ZfFM/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzMtMjAxMTEwMTktMTAzNi5qcGc%253D%253F%253D-713608"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918343808372578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-K1wQ_vdkphY/TqFit5g70DI/AAAAAAAABM0/-JCaEUGrtuQ/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzUtMjAxMTEwMTktMTAzNy5qcGc%253D%253F%253D-715093"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-K1wQ_vdkphY/TqFit5g70DI/AAAAAAAABM0/-JCaEUGrtuQ/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzUtMjAxMTEwMTktMTAzNy5qcGc%253D%253F%253D-715093"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918346881388594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sWtWzMvQjj8/TqFiuVTvcfI/AAAAAAAABNA/LaY9MhUa-38/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzYtMjAxMTEwMTktMTAzNy5qcGc%253D%253F%253D-717002"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-sWtWzMvQjj8/TqFiuVTvcfI/AAAAAAAABNA/LaY9MhUa-38/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzYtMjAxMTEwMTktMTAzNy5qcGc%253D%253F%253D-717002"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918354342244850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yWfGsaK2R90/TqFiugSLP-I/AAAAAAAABNM/55bPsNK5LCU/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzctMjAxMTEwMTktMTAzOC5qcGc%253D%253F%253D-718492"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-yWfGsaK2R90/TqFiugSLP-I/AAAAAAAABNM/55bPsNK5LCU/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzctMjAxMTEwMTktMTAzOC5qcGc%253D%253F%253D-718492"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918357288468450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iDD7l8eJB98/TqFivKzuuXI/AAAAAAAABNY/q_0ouG75Oho/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzgtMjAxMTEwMTktMTAzOC5qcGc%253D%253F%253D-720309"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-iDD7l8eJB98/TqFivKzuuXI/AAAAAAAABNY/q_0ouG75Oho/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NzgtMjAxMTEwMTktMTAzOC5qcGc%253D%253F%253D-720309"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918368703494514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-fG-1Zd2kNlY/TqFivpiVX7I/AAAAAAAABNk/WErQNswOy20/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0ODEtMjAxMTEwMTktMTAzOS5qcGc%253D%253F%253D-721928"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-fG-1Zd2kNlY/TqFivpiVX7I/AAAAAAAABNk/WErQNswOy20/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0ODEtMjAxMTEwMTktMTAzOS5qcGc%253D%253F%253D-721928"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918376952029106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-L-s8MG8HkiA/TqFiwF6MO-I/AAAAAAAABNw/ngGdeUWcyHo/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0ODMtMjAxMTEwMTktMTA0MC5qcGc%253D%253F%253D-723800"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-L-s8MG8HkiA/TqFiwF6MO-I/AAAAAAAABNw/ngGdeUWcyHo/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0ODMtMjAxMTEwMTktMTA0MC5qcGc%253D%253F%253D-723800"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918384568286178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-fIXiwZ_R7HE/TqFiwZgbciI/AAAAAAAABN8/Qhnh53U_XE4/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0ODQtMjAxMTEwMTktMTA0MC5qcGc%253D%253F%253D-725153"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-fIXiwZ_R7HE/TqFiwZgbciI/AAAAAAAABN8/Qhnh53U_XE4/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0ODQtMjAxMTEwMTktMTA0MC5qcGc%253D%253F%253D-725153"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918389828940322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-4coydRZfvFY/TqFiw0VAKxI/AAAAAAAABOI/nvBSN5mnr3g/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0ODYtMjAxMTEwMTktMTA0MC5qcGc%253D%253F%253D-727616"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-4coydRZfvFY/TqFiw0VAKxI/AAAAAAAABOI/nvBSN5mnr3g/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0ODYtMjAxMTEwMTktMTA0MC5qcGc%253D%253F%253D-727616"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665918397028772626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Kemarin, kau kujadikan sebagai objek mainanku. Entah kenapa tiba-tiba ide itu datang. Memotretmu dengan bantal doraemonmu lengkap dengan pakaian perempuan. Saya agak malam memakaikanmu baju cewek karena sedikit lebih ribet. Masuknya harus lewat kepala dan agak repot jika kamu pipis dan mengganti celanamu. Jika pipis artinya satu baju bakal ditanggalkan karena basah. Jadi saya lebih suka memakaikanmu baju bayimu yang sedikit sudah kekecilan hanya karena baju itu kancing depan. Kamu tampak seperti cowok dengan baju itu. Tapi tak apalah. Bukankah kamu belum mampu memprotes apapun yang saya kenakan di badanmu, jadi terimalah dulu apa adanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kemarin mungkin karena sedikit bosan, tak ada ide, serta lagi bete karena draf tulisanku buat blog hilang maka saya lebih menikmati untuk memotretmu dengan baju biru yang ayahmu dan aku beli saat kamu masih umur 7 bulan dalam kandungan. Serta baju yang diberikan kakak Khanza karena kekecilan buatnya. Jadilah kemarin kamu menjadi model dadakan buatku. Agak susah mencari pencahayaan yang baik di kamar. Tapi untungnya saya sedikit cerdik menggunakan kasur bayimu dan meletakkannya di bawah jendela yang terang. Dan viola.. Mama berhasil mendapatkan banyak mimik wajahmu :D&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3787000695833973493?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3787000695833973493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3787000695833973493&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3787000695833973493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3787000695833973493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/wajah-wajah-ara.html' title='Wajah-Wajah Ara'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1H62bPTURH8/TqFioDMTBZI/AAAAAAAABKY/YTRFhcSLtHU/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0NTItMjAxMTEwMTktMTAyOS5qcGc%253D%253F%253D-792282' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-6735657128753043293</id><published>2011-10-17T05:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-17T05:21:35.213-07:00</updated><title type='text'>Dialog Tangan</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-u5K6iE7b08U/Tpwd0CjNhlI/AAAAAAAABKM/mCjLDine_w4/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDAyNjItMjAxMTA4MjYtMTU1NS5qcGc%253D%253F%253D-795214"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-u5K6iE7b08U/Tpwd0CjNhlI/AAAAAAAABKM/mCjLDine_w4/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDAyNjItMjAxMTA4MjYtMTU1NS5qcGc%253D%253F%253D-795214"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664435211200202322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Ara : (Sibuk menggosok-gosok mukanya dengan tangan secara serampangan)&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mam : Ara sayang, tangan itu untuk makan, menulis, pegang buku. Bukan buat gosok-gosok muka sampai merah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ara : (Menatap serius dan mengeluarkan nada protes) Oooo&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mam : Ara, perempuan itu harus cantik. Kelak dunia akan menilaimu dari penampilan pertamamu tak peduli kamu sepakat atau tidak.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ara : (Tetap menggosok-gosok muka dengan tangan. Mengosok matanya hingga merah. Beberapa bekas cakaran mulai tampak).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mam : (Dengan cepat menghentikan aktivitas menggosok-gosok itu).&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ara : (Memandang tajam dan berprotes lebih keras). Ooooo Ooooo Oooo&lt;br&gt;&lt;br&gt;Mam : Mungkin nanti kamu tidak sepakat pada dunia tentang segala macam bentuk kecantikan. Tapi dunia adalah juri nak. Kelak akan banyak produk-produk kecantikan yang ditawarkan untukmu. Kamu boleh tak memakainya. Tapi jangan memberikan bekas parut di wajahmu. Perempuan sejatinya indah, jadi jangan merusak wajah yang diberikan Tuhan kepadamu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;(Too late...sisi hidung bagian bawah telah mengeluarkan setitik cairan merah. Satu luka kecil lagi dari aktivitas si tangan)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-6735657128753043293?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/6735657128753043293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=6735657128753043293&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6735657128753043293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/6735657128753043293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/dialog-tangan_17.html' title='Dialog Tangan'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-u5K6iE7b08U/Tpwd0CjNhlI/AAAAAAAABKM/mCjLDine_w4/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDAyNjItMjAxMTA4MjYtMTU1NS5qcGc%253D%253F%253D-795214' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8271953916350257136</id><published>2011-10-15T23:25:00.000-07:00</published><updated>2011-10-15T23:27:51.368-07:00</updated><title type='text'>Nyaman Dan Tak Nyaman</title><content type='html'>Seminggu lalu kita melakukan lagi perjalanan. Bone-Makassar. Tidak terlalu jauh memang. Dan medannya pun sudah sangat kuhapal. Tapi bersamamu segala hal perlu dipastikan dengan baik. Saya yang flu pun terpaksa harus minum obat agar tidak bertambah sakit di perjalanan. Seperti biasa kita membooking mobil sewa tetangga yang bisa dipastikan kita akan mendapat kursi di dekat sopir tanpa perlu berdesak-desakan. Seperti waktu pertama kita ke Makassar (eh, tapi waktu pertama tetap ada penumpang di samping kita meski dia harus mengalah demi kenyamananmu).&lt;p&gt;Dan begitu pula rencana semula. Tapi apa daya mobilnya tidak ke Makassar karena supirnya kecapaian pulang tengah malam dari Makassar. Saya berkeras untuk tetap berangkat meski etta melarang. Satu-satunya jalan adalah menunggu mobil tujuan Makassar di depan rumah. Dengan segala kemungkinan buruk. Tempat duduk tidak nyaman. Entah di depan,tengah, atau paling belakang. Dan yang paling buruk adalah hanya sampai di terminal jika berplat kuning.  Saya sudah siap dengan itu semua. Untungnya mobil yang ditumpangi hanya berpenumpang satu orang dan berplat hitam yang artinya mengantar masuk ke dalam kota. Sepanjang jalan saya selalu berharap penumpang yang cuma berempat di dalam mobil tidak bertambah. Dan sampai Makassar akhirnya kita bisa duduk dengan nyaman.&lt;p&gt;Sayangnya saat pulang, mobil travel cahaya bone yang biasa kita tumpangi hanya bersisa satu kursi. Itupun kursi nomor 8. Paling belakang dan (mungkin) paling sempit. Kursi yang enak itu di nomor 1,4, dan 5. Cukup luas untuk memangkumu tanpa menganggu penumpang lain. Saat pulang, saya merencanakan bersama kakak Ipah. Jadilah sekali lagi kita menggunakan mobil sewa yang tak tertebak kenyamanannya. Dan sayangnya, kita tak seberuntung saat ke Makassar. Mobil yang dipakai pulang ini penuh penumpang. Di sampingku adalah seorang ibu yang hamil tua yang memangku anak kecil yang suka mencolek-colekmu. Jendela mobil pun begitu lebar terbuka. Angin menerpa tubuhmu.Dingin.&lt;p&gt;Sepanjang perjalanan kuhanya mampu berdoa semoga dirimu tidak rewel dan tidak masuk angin. Perjalanan begitu melelahkan hingga saya terkantuk-kantuk di mobil. Untungnya dirimu tertidur pulas meski aku bisa merasakan kamu agak kurang leluasa bergerak. Sepanjang jalan aku hanya mampu menatapmu dan meminta maaf tak bisa memberimu kenyamanan.&lt;p&gt;Ketidaknyamanan Yang Lain&lt;p&gt;Di rumah sedang panas-panasnya. Tidak malam tidak siang, tidak pagi terasa panas. Semua mengucurkan keringat. Keringat yang keluar setera dengan berlari keliling lapangan sepakbola. Mengucur deras. Dirimu pun merasakan gerah yang sama. Bahkan diaper-mu tidak terlalu basah karena kencing. Kencing itu keluar sebagai keringat. Membasahi bantal dan bajumu. Jika gerah kamu pun mulai terbangun dan menggerak-gerakkan kakimu. Gelisah. Membuatmu tambah berkeringat. Saya pun harus mengipasimu agar kamu kembali nyaman. Jika masih gerah terpaksa kuandalkan kipas angin agar kamu merasa sejuk. Padahal kata dokter kipas angin tidak cocok untukmu. Bisa membuatmu sesak nafas.&lt;p&gt;Biang keringat pun mulai muncul di kepala botakmu dan juga mukamu. Aku pun mengambil inisiatif tak lagi berkelambu kala malam. Hanya dirimu yang menggunakan kelambu serupa tudung saji. Kelambu khusus bayi agar tidak terlalu gerah. Tapi tetap saja kita berdua masih berkeringat hebat. Sekali lagi kita mengandalkan kipas angin. Dan kali ini kita mengandalkannya sepanjang hari. 24 jam demi sebuah rasa sejuk dan agar dirimu bisa tidur nyenyak. &lt;p&gt;Bukannya tak bisa membelikanmu AC. Ketika aku mengeluhkan ini ke ayahmu, dia dengan cepat merespon untuk membelikanmu AC. Itu bukan barang murah nak. Seumur-umur saat kuliah saya baru merasakan AC. Itupun di ruang-ruang kuliah yang kadang menyala kadang tidak. Aku masih berpikir untuk memasang AC di rumah ini. Bukan karena tak ada uang, tapi listrik rumah yang tidak stabil. Kabel ditarik dari ujung ke ujung hanya untuk penerangan lampu. Bisa kau bayangkan betapa susahnya untuk memasang AC.&lt;p&gt;Dilema rasanya melihatmu. Merasakan lagi sebuah ketidaknyamanan. Tapi saya ingin mengajarimu tentang ketidaknyamanan dan kenyamanan. Uncomfortable and comfortable. Akan lebih mudah beradaptasi di suasana nyaman ketika kita telah memahami ketidaknyamanan. Ketika kamu telah terlena dengan zona nyaman saya takut kamu tak lagi bisa survive di zona tidak nyaman. &lt;p&gt;Dalam ketidaknyamanan kita akan berusaha menciptakan kenyamanan. Membuatmu kreatif untuk menghadirkan rasa nyaman. Namun dalam kenyamanan kamu terima beres segala sesuatu. Dan kamu menjadi tidak kreatif. Entah apa kita harus menunggui musim hujan datang agar dingin kala malam atau memasang AC untuk sebuah kenyamanan. Kita tunggu etta memperbaiki listrik rumah saja. Jika saat listrik telah baik dan kita masih kegerahan kita akan pasang AC. Mengapa harus tidaknyaman ketika kita mampu untuk nyaman?&lt;p&gt;Ah, tulisan ini terlalu menghakimi definisi nyaman dan taknyamanmu. Kupikir asal ada diriku, tak peduli segerah dan sesempit apapun kamu tetap akan merasa nyaman. Karena dengan kreatif kamu akan menangis dan saya harus lebih kreatif lagi untuk menciptakan rasa nyaman untukmu.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8271953916350257136?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8271953916350257136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8271953916350257136&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8271953916350257136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8271953916350257136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/nyaman-dan-tak-nyaman.html' title='Nyaman Dan Tak Nyaman'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3447608787058508206</id><published>2011-10-15T06:36:00.000-07:00</published><updated>2011-10-15T06:37:08.442-07:00</updated><title type='text'>Hidup, Berkawan, dan Berbagi</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8489Mci9ZT8/TpmMhVy75VI/AAAAAAAABKA/ybmDjpLLae4/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0MjktMjAxMTEwMTUtMTMzOS5qcGc%253D%253F%253D-728442"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-8489Mci9ZT8/TpmMhVy75VI/AAAAAAAABKA/ybmDjpLLae4/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0MjktMjAxMTEwMTUtMTMzOS5qcGc%253D%253F%253D-728442"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663712510809466194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;Quote ini dipakai oleh seorang kawan di akun friendster, fesbuk, twitter, dan blognya. Hari ini aku meminjamnya. Karena quote inilah yang paling pantas untuk mendeskripsikan beberapa waktu lalu. Trip kedua bersama Ara ke Makassar. &lt;p&gt;Kami bertemu banyak kawan. Baik yang baru ditemui maupun kawan lama yang mulai jarang diajak bercerita. &lt;p&gt;Kawan pertama yang kami temui adalah teman fesbuk yang belum pernah sama sekali ditemui. Ia mengenalku di FB. Suka membaca blognya Kak Yusran. Dia begitu baik mengirimkan mainan Doraemon buat Ara. Miniatur doraemon plus mesin waktunya yang dimainkan dengan cara menyusun doraemon mini di atas mesin waktu yang bagian bawahnya cembung dengan sumpit. Aku tidak yakin Ara bakal berhasil memainkannya ketika ia mulai paham cara mainnya. &lt;p&gt;Namanya Kak Alin. Dia adalah istri dari seniorku Kak Aba. Senangnya bisa bertemu dan bertukar cerita. Bersama satu orang temannya lagi (yang aku lupa namanya*Doh). Ternyata Kak Alin sangat menyukai doraemon. Pantas saja dia punya mainan doraemon. Bahkan bungkus tisunya pun doraemon. Aku pun menyukai doraemon. Ia adalah karakter manga yang paling aku suka. Mungkin karena suka doraemon jadi suara Ara kalo lagi diajak bercerita mirip suara kucing. Hehehehe.&lt;p&gt;Kak Alin ternyata anak FKM Unhas. Jadinya ngobrolnya pun seputaran Unhas dan kuliah.  Apalagi waktu kuliah aku cukup dekat dengan Kak Aba. Jadilah kami bernostalgia. Dia juga bercerita tentang perjalanan tiap minggu dari Polewali ke Makassar untuk kuliah. Pas pulang Ara dapat bantal doraemon lagi. Duh,senangnya. Ada sulaman namanya pula. Bantalnya belum kempis jadi belum dipakai bobo sama Ara :D. &lt;p&gt;Setelah bertemu Kak Alin CS, kami pun bersua dengan Ema dan Kak Riza. Ngobrol segala hal. Dari hal serius sampai hal lucu. Main-main Ipad dan foto narsis dengan Ipad. Sudah itu ngumpul lagi malamnya bareng Kakak Ipah, Wardi, Ema, dan Were di A&amp;amp;W. Ngobrol ngalor ngidul dan tertawa bersama. Sampai-sampai Ara sudah bobo karena kecapaian. Pulangnya pun jam 10 malam. Tapi bukankah menyenangkan bertemu kawan dan bertukar banyak cerita. Baik kawan baru maupun kawan lama?&lt;p&gt;Mereka adalah orang-orang yang rela menyempatkan sedikit waktunya untuk bertemu kawan. Sekalipun waktu begitu mepet. Berbagi cerita dan tawa. Mereka adalah orang-orang yang memahami makna hidup, berkawan, dan berbagi.&lt;p&gt;Kami khususnya aku sangat menyenangi malam minggu kemarin. Banyak kawan yang membagikan bahagia dan bahagia pula diriku. Meski dari siang hingga malam tapi tak juga terasa melelahkan. &lt;p&gt;Ara, banyak-banyaklah berkawan. Merekalah orang-orang pertama yang akan memberimu suntikan-suntikan bahagia. Kadang tak begitu banyak tapi sangat berarti.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3447608787058508206?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3447608787058508206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3447608787058508206&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3447608787058508206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3447608787058508206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/hidup-berkawan-dan-berbagi.html' title='Hidup, Berkawan, dan Berbagi'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8489Mci9ZT8/TpmMhVy75VI/AAAAAAAABKA/ybmDjpLLae4/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FSU1HMDA0MjktMjAxMTEwMTUtMTMzOS5qcGc%253D%253F%253D-728442' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-7722014306937396251</id><published>2011-10-14T05:19:00.001-07:00</published><updated>2011-10-14T05:19:53.525-07:00</updated><title type='text'>Alam Berkonspirasi</title><content type='html'>And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.&amp;quot; &lt;br&gt;― Paulo Coelho, The Alchemist&lt;p&gt;Kutipan inilah yang paling &amp;quot;nendang&amp;quot; buatku. Kutipan ini aku temukan di buku The Alchemist yang kubaca di tahun pertamaku kuliah di universitas. Dalam buku karangan Paulo Coelho ini banyak kutipan-kutipan keren yang bersesuaian dengan kehidupan, tapi kutipan diatas adalah kutipan yang paling aku suka.&lt;p&gt;Ketika kamu memimpikan sesuatu, semesta akan membantumu mewujudkannya. Wow!!! Semesta begitu kuat menarik semua energi untuk mewujudkan satu mimpi yang kita pendam. &lt;p&gt;Aku belum pernah membaca dan menemukan kutipan ini waktu SMA. Tapi pada beberapa mimpi semesta benar-benar bekerja mewujudkannya. Waktu masih memakai seragam abu-abu aku menuliskan banyak mimpi-mimpiku. Merunutnya mulai dari yang paling masuk akal sampai diluar batas akan terwujud.  Satu membuatku melakukannya, ceramah AA Gym. Wkwkwkwk. Jangan salah, Aa Gym waktu jamanku SMA lagi TOP banget. Di dalam satu ceramahnya dia mengatakan untuk menuliskan daftar mimpi yang diinginkan. Tak ada salahnya bermimpi. Sejak saat itu aku pun membuat daftar mimpi yang istilah kerennya Bucket List.&lt;p&gt;Ternyata kekuatan semesta yang seperti sailormoon itu tak hanya disebutkan oleh Paulo Coelho, tapi juga dibahas oleh buku best seller The Secret. Pada semesta berlaku hukum tarik menarik. Ketika seseorang bermimpi, maka orang tersebut menarik energi alam dan alam membantu mewujudkan mimpi tersebut.&lt;p&gt;Kutipan ini pun dipakai oleh Andrea Hirata dalam bukunya Laskar Pelangi. Meski dengan modifikasi kalimat tapi maknanya tetap sama. Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. &lt;p&gt;Kupikir tak ada salahnya bermimpi. Setidaknya ketika kita telah bermimpi kita akan melakukan upaya untuk mewujudkannya.&lt;p&gt;Dan tentang bucket listku saat SMA, hmmm...sangat ajaib menemukan bahwa 40 persen dari daftar benar-benar telah terwujud. &lt;p&gt;Saat ini aku memperbaharui bucket listku. Mimpi yang belum terwujud tetap dituliskan dan ditambah dengan mimpi-mimpi baru. &lt;p&gt;Jadi, tetaplah bermimpi karena yakinlah semesta akan berkonspirasi mewujudkannya.&lt;p&gt;#15harimenulisdiblog #15 #quotes&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-7722014306937396251?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/7722014306937396251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=7722014306937396251&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7722014306937396251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7722014306937396251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/alam-berkonspirasi_14.html' title='Alam Berkonspirasi'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3381484683711074797</id><published>2011-10-13T00:33:00.001-07:00</published><updated>2011-10-13T00:33:22.425-07:00</updated><title type='text'>Will U Wait?</title><content type='html'>12 jam lagi tiket pesawat di tasku membawaku pergi dari kafe ini. Membawaku pergi dari pulau ini. Dari negara ini menuju ke belahan bumi lain. Belahan bumi yang penunjukan waktu tepat berbeda 12 jam di sana. Langit gelap malam ini. Tak ada bintang tapi tak juga hujan. Pun tak ada angin. Yang ada adalah diam. Diam jualah yang masuk merayapi ke atmosfer kami. Menemani dua kopi capuccino yang telah ditinggal asapnya yang mengepul. Mereka tenggelam dalam diam yang dingin.&lt;p&gt;Ia duduk di depanku. Keras seperti baja. Tak juga mampu keterjang dengan ombak air mata. Toh aku takkan menggunakan air mata kini. Aku takkan menangis untuk sebuah perpisahan. Aku mencintainya. Tak dapat kupungkiri. Tapi pergi adalah sebuah pilihan untuk mengejar cita-cita. Di sini cinta diuji. Apakah tetap bersama kami atau pergi ketika aku ikut beranjak.&lt;p&gt;Kami telah banyak menyulam mimpi dan berbagi kenangan. Meretas perbedaan di antara kami, tapi sepertinya angin membuat arah perahu kami tak bersisihan. Aku sangat ingin berada dalam perahunya. Tapi sampai saat ini kami belum menemukan jalan tengah yang mampu kami kompromikan. Hingga akhirnya tawaran ini datang. Tawaran yang memantik mimpi masa kecil.&lt;p&gt;Disesapnya capucino yang telah dingin itu. Ada tetes yang tersisa dibibirnya. Biasanya dengan ringan aku menghapusnya dengan sebuah ciuman singkat. Tapi kali ini aku menahannya. Seperti hasratku untuk memohon padanya agar tak berubah.&lt;p&gt;Waktuku tak banyak. Ada sesak disini. Tapi tak pernah mampu aku teriakkan agar terasa lega. Ia tetaplah dingin. Tak tertebak. &amp;quot;Memohonlah&amp;quot;batinku. Tapi pada akhirnya akulah lagi yang harus berkata &amp;quot; will u wait, me?&amp;quot;. Kalimat serupa permohonan yang terasa angkuh dan serba tanggung.&lt;p&gt;---&lt;p&gt;Setahun kemudian...&lt;p&gt;Musim gugur baru mulai, tapi dingin telah terasa layaknya musim dingin. Kubuka laptopku dan membuka email masuk. Beberapa email tak penting. Hampir kuhapus semua hingga kulihat namanya diinboxku. Nama yang begitu kerindukan namun begitu angkuh aku sapa. Perlahan aku mengklik pada namanya. Lima detik kemudian sebuah pesan singkat membuat sesak.&lt;p&gt;Aku telah bertemu dengan seseorang. Ia baik dan kami cukup saling mengenal. Kami telah merencanakan pernikahan kami bulan depan. Bukankah bulan depan kamu sudah pulang ke sini? Aku harap kamu bisa datang.&lt;p&gt;Tertanda &lt;br&gt;Roi&lt;p&gt;Mataku terasa perih dan panas. Kemudian pandanganku seperti berkaca dan kemudian mengabur. Pertahanan yang selama ini aku bangun runtuh seketika. Aku masih mencintainya dan takkan pernah berubah.&lt;p&gt;#15harimenulisdiblog #13 #pernikahan&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3381484683711074797?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3381484683711074797/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3381484683711074797&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3381484683711074797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3381484683711074797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/will-u-wait.html' title='Will U Wait?'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-9102591699420869534</id><published>2011-10-12T06:49:00.001-07:00</published><updated>2011-10-12T06:49:47.606-07:00</updated><title type='text'>Rumah Kita</title><content type='html'>Aku selalu menyenangi membayangkan tentang rumah yang akan kita miliki di masa depan. Rumah kecil. Dengan pemandangan laut yang indah. Tak perlu yang terlalu besar, agar kita tak terlalu berjauhan jika tidak berada dalam ruangan yang sama. Aku ingin ia berlantai dua. Lantai pertama adalah aku ingin ada ruang tamu, kamar tamu, dapur,dan ruang tengah. Lantai duanya kuinginkan kamar kita, kamar anak-anak. Ruangan berbeda untukku dan untukmu agar ketika kita butuh waktu privacy kita tak perlu harus keluar rumah. Kita adalah dua orang yang kadang menyukai kesendirian. Dalam kesendirian kita merenung. Menulis dan berkarya. &lt;p&gt;Di bagian tengah lantai kedua, aku ingin membuat perpustakaan. Tempat kita menaruh ratusan buku-buku kita. Buku-buku yang beranak pinak setiap kita berada di sebuah tempat dalam kurun waktu lama. Tak perlu ada kursi di ruangan itu. Aku membayangkan meja-meja pendek dengan bantal-bantal duduk yang empuk. Serta jendela-jendela kaca yang besar. Agar cahaya matahari puas masuk memenuhi ruangan. Di ruang pribadi kita masing-masing pun kaca jendelanya harus besar. Bukankah laut menjadi pemandangan di luar rumah kita. Akan sia-sia jika tak menikmatinya dengan puas. Aku ingin ada teras di lantai dua. Pas menghadap ke laut. Jika malam kita mampu menikmati lautan, ombak, dan angin yang berhembus.&lt;p&gt;Ada halaman kecil di depan. Satu pohon mangga besar yang berbuah manis tiap musim hujan. Tumbuhan bunga yang asri. Pohon itu tempat anak-anak kita memanjat-manjat. Biarlah mereka memanjat,asal tak jatuh saja.&lt;p&gt;Kubayangkan menungguimu pulang dari kantor. Memasakkan makan siang untukmu. Menemani anak-anak bermain dan belajar di rumah. Sesekali mengundang teman-temannya membaca dongeng. Jika sore tiba kita akan bersepeda bersama. Aku, kamu, dan anak-anak kita. Kemudian kita pulang jelang sore membawa begitu banyak cerita. &lt;p&gt;Saat malam kita melewatkan malam sambil bercengkrama di teras rumah. Menikmati teh hangat sambil ngobrol random tema.Memandangi bulan dan menghitung bintang. Indah bukan rumah kita?&lt;p&gt;Selalu ada hangat di sana. Tempat kita melepas semua lelah dari hingar bingar dunia. Tempat kita me-recharge kembali tenaga kita. &lt;p&gt;Rumah itu mungkin memang belum berdiri kini. Tapi hangatnya telah terasa di hati. Dimana pun kamu, hangatnya selalu bersamamu. Bersama cinta yang selalu melingkupinya.&lt;p&gt;#15harimenulisdiblog #13 #rumah&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-9102591699420869534?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/9102591699420869534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=9102591699420869534&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9102591699420869534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9102591699420869534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/rumah-kita.html' title='Rumah Kita'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5063850734857418017</id><published>2011-10-11T05:38:00.001-07:00</published><updated>2011-10-11T05:38:15.359-07:00</updated><title type='text'>Karena Aku Bukan Mantan</title><content type='html'>Aku mengetuk pintu rumah itu. Rumah kecil nan asri. Dipenuhi oleh tetumbuhan hijau tanpa bunga. Aku pernah ikut merawat tanaman itu. Dulu sekali saat aku sering melewatkan malam hingga pagi di rumah kecil itu. Ah, rasanya telah begitu lama. Rumah itu pernah kuanggap sebagai tempat pulang, meski pada akhirnya ia tidak menjadi tempat pulangku. Aku berdiri di depan rumah itu, datang sebagai tamu yang pastinya akan selalu beranjak. Karena tuan rumah tak pernah menganggap aku adalah bagian dari rumahnya. Aku adalah seseorang yang datang dan segera harus beranjak ketika segala hal tentangku tak lagi penting.&lt;p&gt;Entah apa yang aku lakukan di sini. Berdiri dan menanti tuan rumah untuk membuka pintu. Berharap ketika ia membuka pintu maka ia akan memelukku dan mengecup dahiku hangat. Memohon untuk sebuah kejelasan. Menanyakan tentang peran hati dalam keterkaitan kami.&lt;p&gt;Aku tak pernah berani berharap. Kami tak lain hanyalah dua manusia yang menemukan kesamaan dalam banyak perbedaan. Jika kami adalah keping puzzle, maka keping kami cocok satu sama lain. Hanya saja kami berada di bingkai yang berbeda. I&amp;#39;m not belong to him and he isn&amp;#39;t belong to me.&lt;p&gt;Tapi masih saja aku berani menjejakkan kakiku ke rumah ini. Hanya untuk sebuah pertanyaan tentang cinta yang ingin kudapatkan jawabannya. Aku mengetuk pintu kembali. Tapi belum ada jawaban dari penghuni rumah.&lt;p&gt;Ada banyak malam yang kulalui di rumah ini. Banyak cerita yang menyenangkan dan riuh rendah tawa yang kami bagi berdua. Kami sepasang yang berbahagia. Tapi apakah kami pasangan? Tak pernah sekalipun kami menyatakan sebuah kesepakatan tentang apa nama hubungan ini. Kami membiarkan waktu membawa kami hingga akhirnya aku berdiri di depan pintu rumah ini untuk mencari kesepakatan itu. Aku mengetuk lagi.&lt;p&gt;Pintu rumah perlahan membuka. Tak kudapati sosoknya yang biasanya begitu segar ketika membukakanku pintu. Tak ada pelukan dan ciuman di dahi. Di hadapanku yang ketemui hanyalah perempuan yang adalah pembantu rumah yang pastinya baru dipekerjakan. Dulunya ia tinggal sendiri di rumah ini.&lt;p&gt;&amp;quot;Bapak ada?&amp;quot;, tanyaku. &amp;quot;Bapak barusan pergi bersama tunangannya&amp;quot; kata pembantu tersebut. &amp;quot;Oh...&amp;quot; Responku. &lt;p&gt;Perutku tiba-tiba melilit. Organ-organ vitalku serupa menghilang semua. Aku baru sadar mengapa selama ini ia tidak lagi pernah menyapaku. Sekedar mengirimiku pesan atau mengucapkan selamat malam. Ia menhilang dari peredaran planetku. Kini kutahu jawabnya. Ia telah menemukan orang yang ia pilih untuk menemaninya. Dan perempuan itu bukan aku. &lt;p&gt;&lt;br&gt;Aku bukan siapa-siapa untuknya. Aku hanyalah serupa teman khayalan yang menemani malam sepinya. Apakah aku mantannya kini? Aku tak pernah tahu. Kami tak pernah menjadi kekasih. Bagaimana aku bisa disebut mantan. &lt;p&gt;Akankah ia memasukkanku dalam daftar perempuan yang pernah membahagiakannya? Ah, begitu menyedihkannya hidupku. Bahkan status mantan pun aku tak memilikinya.&lt;p&gt;Kulangkahkan kakiku. Ada sesak di hati. Cinta yang terhujam begitu perih. Aku tiba-tiba membencinya. Dan aku pun tiba-tiba membenci diriku yang tak pernah mampu membencinya. &lt;p&gt;#15harimenulisdiblog #12 #mantan&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5063850734857418017?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5063850734857418017/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5063850734857418017&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5063850734857418017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5063850734857418017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/karena-aku-bukan-mantan.html' title='Karena Aku Bukan Mantan'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8934780950922865494</id><published>2011-10-11T05:09:00.001-07:00</published><updated>2011-10-11T05:09:58.107-07:00</updated><title type='text'>Karena Ia Beda</title><content type='html'>Hujan pertama setelah kemarau panjang menyapa awal oktober. Debu-debu membentuk asap saat air pertama menyentuhnya. Pepohonan seolah memandikan dirinya. Membersihkan diri dari debu yang menempel ditiap helaian daunnya. Tanah-tanah basah dan menyeruakkan wangi tanah basah yang segar.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Ah, hujan. Bau tanah basah ini sungguh mengganggu&amp;quot; gerutu seseorang tiba-tiba. Aku menolehkan pandanganku ke sumber suara tadi. Kudapati perempuan berambut pendek. Gayanya tomboi, tapi gurat-gurat di wajahnya masih mampu memancarkan sisi feminitasnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot; Mengapa kamu membenci hujan?&amp;quot; Tanyaku.  Dia menoleh ke arahku. &amp;quot; Aku tak benci hujan. Hanya saja bau tanah basah sangat tidak kusukai&amp;quot; jawabnya sambil tersenyum. &lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Aku suka baunya. Semua cewek yang kukenal selalu menyukai bau tanah saat hujan turun. Katanya romantis&amp;quot; kataku.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Jangan mengeneralisir. Saya tak pernah suka bau tanah basah dan itu sangat tidak romantis&amp;quot; katanya sambil berlari menembus hujan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;---&lt;br&gt;Aku selalu melihatnya di koridor yang menghubungkan fakultasku dengan fakultas ekonomi. Tapi aku tak pernah punya kesempatan mengenal namanya. Teman-temanku di fakultas ekonomi pun tak ada yang mengenalnya. Mungkin ia dari fakultas lain yang kebetulan di koridor ini.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Besar keinginanku untuk mengenalnya, namun sisi hatiku yang lain menginginkan ia tetap misterius. &amp;quot;Biarkan ia menjadi devian diantara cewek-cewek yang kukenal&amp;quot; gumamku dalam hati. Sejak saat hujan pertama di awal oktober itu aku pun diam-diam menyukainya. Ia berbeda meski tak banyak yang aku tahu tentangnya. Hanya satu yang jelas, ia tak menyukai bau tanah basah saat hujan pertama di awal musim. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kubiarkan ia tetap misterius karena ia berbeda...&lt;br&gt;&lt;br&gt;#15harimenulisdiblog #11 #hujan&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8934780950922865494?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8934780950922865494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8934780950922865494&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8934780950922865494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8934780950922865494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/karena-ia-beda_11.html' title='Karena Ia Beda'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-7315234878392647918</id><published>2011-10-09T08:14:00.001-07:00</published><updated>2011-10-09T08:14:55.073-07:00</updated><title type='text'>Bunda dan Mawar Biru</title><content type='html'>Bunda sangat menyukai tanaman. Sepetak kecil tanah depan rumah telah berubah menjadi taman bunga cantik karena tangan dinginnya. Ia memiliki berbagai macam jenis bunga. Jika ke rumah jangan berani-berani memetik setangkai bunga sekuncup sekalipun. Karena sangat dipastikan bunda akan tahu. Ia sangat mengetahui detail tanamannya. Seberapa banyak kuncup dan berapa banyak kembang yang telah mekar.&lt;p&gt;Namun, satu yang paling mampu menyulut kemarahan bunda. Tanaman mawar biru. Mawar tersebut telah beranak pinak dari ketelatenan bunda. Tapi jangan pernah berani menyentuh mawar biru dalam pot tanah liat bercorak warna-warni. Bunda akan sangat marah. Pernah sekali adik menyenggol potnya hingga jatuh untungnya tidak pecah dan reaksi bunda adalah diam dengan wajah tanpa ekpresi. Ketika diam maka bunda sedang marah besar. Atmosfer rumah akan berubah menjadi sangat tidak nyaman.&lt;p&gt;Aku selalu bertanya-tanya mengapa bunga itu begitu dijaga oleh bunda. Bunda seolah-olah overprotektif terhadap tanaman itu. Setiap aku menanyakan pada bunda maka ia hanya tersenyum dan mengatakan &amp;quot; ada cinta dalam bunga itu&amp;quot;. Ia tak pernah benar-benar mau menceritakan detailnya. &lt;p&gt;Hingga suatu hari aku mendapati catatan harian bunda. Tak sengaja kubaca catatan itu. Catatan yang terselip di salah satu novel koleksinya yang masih tersimpan rapi. Novel itu dimilikinya saat kelas 2 SMP. &lt;p&gt;14 februari 1992&lt;br&gt;Hari ini ada pelajaran berkebun. Tiap siswa kelas 2 dan kelas 3 membawa tanaman dari rumah. Kelas 3 membawa tanaman bunga, sedangkan kelas kami membawa macam tanaman untuk obat rumah tangga. Tak ada yang istimewa sebenarnya. Hingga pada saat berkebun, Edi, kakak kelasku yang selalu kucuri pandang di setiap kesempatan datang menghampiriku.&lt;br&gt;&amp;quot;Tanaman bungaku berlebih. Buatmu saja&amp;quot; katanya padaku sambil mengulurkan tanaman bunga mawar biru yang berakar dengan kuncup yang mulai layu. &lt;br&gt;Aku gugup. Grogi dan salah tingkah. Tanganku meraih tanaman bunga itu. Ia tersenyum jenaka padaku.&amp;quot;Aku tahu kamu bisa menjaganya dan tetap tumbuh&amp;quot; katanya lagi sambil berlalu.&lt;br&gt;Ia mungkin tak pernah sadar bahwa hari ini adalah hari valentine. Tapi aku telah mengganggap bunga ini adalah hadiah valentine darinya. Hadiah yang tak pernah ia maksudkan untuk memberinya kepadaku. Hadiah dari lelaki pertama yang membuat hatiku berdesir saat mencuri liat padanya dan menciptakan ribuan kupu-kupu terbang di perutku saat ia berbicara padaku.&lt;br&gt;Aku akan menjaga bunga ini. Aku janji...&lt;p&gt;Oh, akhirnya aku tahu mengapa bunda begitu menyayangi bunga itu. Bunga itu adalah hadiah dari cinta pertamanya. Sekarang aku mengerti mengapa bunda selalu berkata bunga tersebut memiliki cinta.&lt;p&gt;&lt;br&gt;#15harimenulisdiblog #9 #hadiah&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-7315234878392647918?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/7315234878392647918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=7315234878392647918&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7315234878392647918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7315234878392647918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/bunda-dan-mawar-biru.html' title='Bunda dan Mawar Biru'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3639513259782623050</id><published>2011-10-08T08:26:00.001-07:00</published><updated>2011-10-08T08:26:54.778-07:00</updated><title type='text'>Di Jendela Itu</title><content type='html'>Pesawat yang akan menerbangkanku ke Makassar mulai boarding. Aku mulai mengemasi travel bagku. &lt;br&gt;&amp;quot;Aku check in dulu y&amp;quot; kataku padanya.&lt;br&gt;&amp;quot;Sehabis check in kembali lagi ke sini y&amp;quot; katanya dengan wajah memelas.&lt;br&gt;Aku tersenyum mengangguk.&lt;br&gt;---&lt;br&gt;Aku sangat tahu hari ini. Hari terakhirku bersamanya. Setelah beberapa hari yang kami lalu begitu menyenangkan. Menghabiskan senja di bibir pantai. Membiarkan debur ombak menjilati kaki kami yang telanjang. Kami adalah serupa alien yang terdampar di bumi. Berbagi cinta. Meniadakan posisi kami pada hubungan-hubungan yang lain. Kami adalah sepasang manusia yang tepat, di tempat yang tepat, namun sayang waktu yang berdiri diantara kami lah yang salah. Kami harus kembali pada dunia sosial kami. Alien-alien yang harus kembali ke planetnya masing-masing. Kembali pada hari biasa dan kehidupan biasa.&lt;p&gt;Aku sangat paham setelah aku meninggalkan pulau ini semua akan menjadi kenangan. Meski kami berjanji kelak akan datang dan nengunjunginya, aku sangat paham bahwa semua takkan pernah sama. Waktu bergerak di antara kami. Dan semua bergerak bersama waktu. &lt;p&gt;---&lt;br&gt;Aku mengenggam tangannya. Tak ada kata yang keluar dari mulut kami. Kami hanya berbicara lewat sentuhan. Hingga sebuah pengumuman dari wanita bersuara cantik yang memberitahukan bahwa peswat yang kutumpangi akan segera berangkat.&lt;p&gt;&amp;quot; Aku hanya ingin memastikan satu hal&amp;quot; katanya. &amp;quot;Apa?&amp;quot;Tanyaku. &amp;quot;Kita saling mencintai bukan?&amp;quot;Tanyanya. Aku mengerjapkan mata. Tersenyum dan mengangguk. &amp;quot;Ya, kita saling mencintai&amp;quot; kataku.&lt;p&gt;&amp;quot;Aku harus pergi&amp;quot; kataku lagi. Ditariknya nafasnya. Dalam dan berat. &amp;quot;Ya, kupikir setelah ini kita akan melanjutkan kisah kita masing-masing. Berbeda halaman mungkin. Tapi aku berharap kita masih dalam satu buku&amp;quot; katanya.&lt;br&gt;---&lt;br&gt;Kulepas genggamanku. Melangkah masuk ke dalam bandara. Ku tak lagi berbalik. Pintu kaca menutup otomatis di belakangku. Aku mampu merasakan jejak pandangannya tertuju kepadaku. Ke punggungku. Aku masih merasakan tatapannya di balik jendela kaca. Tatapan yang memintaku untuk berbalik sejenak. Aku bimbang. Harus kah? &amp;quot;Aku ingin melihatnya skali lagi&amp;quot; batinku.&lt;p&gt;Aku berbalik. Menemukan wajahnya di jendela kaca. Aku menghampirinya. Tersenyum padanya. Ingin kugenggam tangannya. Namun yang aku jangkau bukanlah sela-sela jemarinya. Hanya kaca jendela dingin yang tembus pandang. Tak mampu kusentuh dirinya,meski ia begitu nyata dan dekat. Aku tersenyum getir. Menguatkan hati dan kemudian melangkah menjauh. Tatap matanya masih mampu kurasakan di balik punggungku.&lt;p&gt;#15harimenulisdiblog #9 #jendela&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3639513259782623050?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3639513259782623050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3639513259782623050&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3639513259782623050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3639513259782623050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/di-jendela-itu.html' title='Di Jendela Itu'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8473150576090925330</id><published>2011-10-07T05:12:00.001-07:00</published><updated>2011-10-07T05:12:20.648-07:00</updated><title type='text'>Pesan</title><content type='html'>From : Mr. Long Hair&lt;br&gt;To : May&lt;br&gt;Message : I wanna meet u. Miss U so bad&lt;br&gt;Sent : 10012011/23:24:52&lt;br&gt;&lt;br&gt;From : My Imaginary Princess&lt;br&gt;To : Issi&lt;br&gt;Message : Aku ada training kantor weekend ini. Next week?&lt;br&gt;Sent : 10012011/23:25:40&lt;br&gt;&lt;br&gt;From : Mr. Long Hair&lt;br&gt;To : May&lt;br&gt;Message : Oke. Weekend ini kita ketemuan. I really miss u.&lt;br&gt;Sent : 10012011/23:27:01&lt;br&gt;&lt;br&gt;---&lt;br&gt;&lt;br&gt;From : My Imaginary Princess&lt;br&gt;To : Issi&lt;br&gt;Message : Sorry. Nda bisa ketemuan. Aku harus temani anak di acara sekolah. Sorry. Besok aku mampir ke tempatmu&lt;br&gt;Sent : 16012011/07:40:08&lt;br&gt;&lt;br&gt;From : Mr. Long Hair&lt;br&gt;To : May&lt;br&gt;Message : :( It&amp;#39;s okay. I&amp;#39;ll wait u tommorow&lt;br&gt;Sent : 16012011/08:01:10&lt;br&gt;&lt;br&gt;From : My Imaginary Princess&lt;br&gt;To : Issi&lt;br&gt;Message : Please do not be sad. I&amp;#39;ll be there tomorrow. I really miss u too&lt;br&gt;Sent : 16012011/08:02:56&lt;br&gt;&lt;br&gt;From : Mr. Long Hair&lt;br&gt;To : May&lt;br&gt;Message : I always wait for u&lt;br&gt;Sent : 16012011/08:05:57&lt;br&gt;&lt;br&gt;---&lt;br&gt;&lt;br&gt;From : My Imaginary Princess&lt;br&gt;To : Issi&lt;br&gt;Message : Issi, sorry to say tapi sepertinya aku nda bisa mampir di tempatmu.Tiba-tiba ada acara keluarga. Aku harus datang sebagai anak baik.&lt;br&gt;Sent : 17012011/05:10:38&lt;br&gt;&lt;br&gt;From : Mr. Long Hair&lt;br&gt;To : May&lt;br&gt;Message : I understand. Have fun!&lt;br&gt;Sent : 17012011/05:10:56&lt;br&gt;&lt;br&gt;From : My Imaginary Princess&lt;br&gt;To : Issi&lt;br&gt;Message : Issi...&lt;br&gt;Sent : 17012011/05:15:05&lt;br&gt;&lt;br&gt;---&lt;br&gt;&lt;br&gt;Subuh belum beranjak dari langit namun Issi memlih untuk terbangun. Ia tak lagi membalas pesan terakhir di handphonenya. Dingin masih menyeruak di antara tanah-tanah bumi. Tapi tak dipedulikannya. Hanya kaos tipis dan celana pendek yang ia kenakan. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dipanjatinya genteng rumahnya. Satu-satunya tempat yang membuatnya merasa tenang. Direbahkannya tubuhnya. Beratapkan langit yang masih dipenuhi bintang. &amp;quot;Aku selalu berharap ada dunia paralel di luar semesta ini yang di sana hidup diriku dan dirimu yang tak mampu terpisah. Tak ada penghalang agar rindu tak menyesakkan dada&amp;quot; gumamnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;#15harimenulisdiblog #8 #pesan&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8473150576090925330?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8473150576090925330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8473150576090925330&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8473150576090925330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8473150576090925330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/pesan.html' title='Pesan'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-3335488580997441067</id><published>2011-10-06T06:51:00.001-07:00</published><updated>2011-10-06T06:51:46.433-07:00</updated><title type='text'>Telur Dadar Buatanmu</title><content type='html'>Aku mencintainya. Ia tahu itu. Ia pernah sekali mengatakan, ia menyayangiku. Sekali itu dan setelahnya tak pernah lagi kudengar. Aku berharap dia mencintaiku meski satu dan lain hal tak mampu membuat kami bersama. Kami seperti dua dunia yang berbeda. Dia adalah bumi dan aku adalah asteroid yang terlontar ke bumi. Untuk sampai ke tanahnya aku harus melewati lapis-lapis angkasa. Sakit dan membakar diri. Terbunuh dan hanya sisa debuku yang berhasil menjejak di bumi. &lt;p&gt;Kami dekat. Lebih dari sekedar teman dekat. Bercerita banyak hal berbagi banyak hal. Saat aku sedih dia yang pertama kukabari. Begitu pula dirinya. Selalu ada upaya untuk kami agar bertemu dan saling bercerita. Bahkan pun jika tak lagi punya cerita kami sekedar bertemu  saling berpandangan. Kata tak lagi mewakili kami. Dan biasanya kami ditemani oleh telur dadar. Satu dari sedikit yang sama diantara kami.&lt;p&gt;Kami beda kota. Frekuensi pertemuan kami pun makin sedikit. Sesekali jika sempat kami meluangkan waktu bertemu. Cerita lebih banyak kami lewati dengan chating atau text message. Rutinitas makin menyita waktu kami. Hubungan-hubungan serius pun membuat kami tak lagi seperti dulu. Ada rindu yang menumpuk tapi malu-malu kami akui.&lt;p&gt;&amp;quot;Aku bosan. Hibur aku&amp;quot; katanya ketika kami mulai lama tak bertemu. &amp;quot;Bayar&amp;quot; kataku. &amp;quot;Dengan apa?&amp;quot;Tanyanya. &amp;quot;Telur dadar buatanmu&amp;quot; kataku.&amp;quot;Hahaha, kenapa telur dadar&amp;quot; tanyanya lagi. &amp;quot;Aku suka buatanmu&amp;quot; jawabku.&amp;quot; I promise&amp;quot; janjinya.&lt;p&gt;---&lt;br&gt;Pagi di rumahnya (setelah beberapa lama tak bertemu dan melalui banyak janji pertemuan yang dibatalkan). Aku duduk memperhatikannya memecahkan telur dan mengocoknya. Ia menambahkan garam, potongan bawang merah dan cabai. Menggorengnya  di wajan dengan mentega yang mencair karena panas.&lt;p&gt;Aku memperhatikan tiap geraknya. Hingga ia menyajikan telur dadarnya di hadapanku. &amp;quot;Utangku impas&amp;quot;,katanya. Aku memandanginya. Tersenyum dan memakan dengan lahap &amp;quot;bayaranku&amp;quot;. &lt;br&gt;&amp;quot;Terima kasih telur dadarnya, besok-besok cari aku kalo lagi ada masalah. Tarifku hanyalah telur dadar&amp;quot; kataku.&lt;p&gt;---&lt;p&gt;Di atas meja makan, sebuah kertas terselip di bawah piring bekas telur dadar. &lt;br&gt;&amp;quot;Mengapa telur dadar buatanmu? Karena ia priceless. Kamu tak hanya sekedar membuat telur dadar untukku. Tapi karena aku ingin bertemu denganmu. Melihatmu meracik dan menggoreng telur dadar itu. Tak ada rasa istimewa, tapi ia karena kehadiran telur dadar itu membuat momen istimewa untukku. Kita bertemu, aku melihatmu melakukan keseharianmu. Sesuatu yang takkan ada jika telur dadar itu kamu beli di warung. Aku merindukanmu dan aku merindukan banyak kenangan kita di masa lalu&amp;quot;.&lt;p&gt;#15harimenulisdiblog&lt;p&gt;&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-3335488580997441067?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/3335488580997441067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=3335488580997441067&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3335488580997441067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/3335488580997441067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/telur-dadar-buatanmu.html' title='Telur Dadar Buatanmu'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-7837207279679104577</id><published>2011-10-05T20:04:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T20:04:38.583-07:00</updated><title type='text'>Dari Seorang Kawan</title><content type='html'>Lucky u&lt;br&gt;U&amp;#39;ve got a happy family,&lt;br&gt;A baby to play with,&lt;br&gt;A husband to share with.....&lt;br&gt;&lt;br&gt;(Thanks Kak:), God Bless Me)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-7837207279679104577?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/7837207279679104577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=7837207279679104577&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7837207279679104577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7837207279679104577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/dari-seorang-kawan.html' title='Dari Seorang Kawan'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5957671063589203531</id><published>2011-10-05T04:27:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T04:28:56.533-07:00</updated><title type='text'>Lelaki Pertama Yang Kubenci dan Kucintai</title><content type='html'>Aku mengingatnya dalam wajah kecilnya yang nakal. Hari itu aku berpakaian seragam teman kanak-kanak yang baru ibu belikan. Berpita biru muda senada dengan warna rokku. Hari itu adalah hari pertamaku bersekolah. Aku takut dan tak percaya diri. Ibu menemaniku ke sekolah. Tak cuma aku yang ditemani oleh ibu. Mayoritas anak baru pun ditemani oleh ibunya.&lt;p&gt;Ada sekitar 15 anak baru yang sekelas denganku. Saat pertama masuk kelas kami harus mengenalkan diri kami. Beberapa tampak canggung, malu-malu, dan takut. Saat tiba giliranku aku pun takut dan malu. Namun aku berhasil memperkenalkan nama dan alamat rumahku. Kupikir semua berjalan lancar hingga aku berjalan kembali ke bangku dudukku yang berada di barisan ketiga. Sebuah kaki tiba-tiba menjegalku dan membuatku terhuyung dan jatuh ke lantai. Hidungku mimisan dan bibirku berdarah. Aku menangis. Pemilik kaki itu hanya duduk di bangkunya. Tidak meminta maaf. Semua anak-anak mentertawakanku. Aku lari menghambur ke ibu. Menangis menahan perih. Ibu menenangkanku dan mengikuti seorang guru menuju ruang kesehatan. Sempat kulirik  Anak lelaki, pemilik kaki itu ditegur oleh ibu guru. Sempat mata kami berpandangan dan aku telah menanam benci padanya di hari pertama sekolah.&lt;p&gt;Tiga hari aku tidak masuk sekolah. Saat kembali ke sekolah setelah tiga hari beristirahat ibu masih juga menemaniku. Aku masih malu dan belum mengenal banyak teman. Teman-temanku yang telah terbiasa dan mulai saling kenal tidak lagi ditemani ibunya. &lt;p&gt;Hingga satu minggu aku masih ditemani ibu. Anak-anak lain mulai mengejekku masih ditemani orang tua. Dan anak laki-laki itu juga ikut-ikutan mengejekku. Jika bukan karena dia aku takkan trauma. Ibu pun meyakinkanku untuk ditinggal di sekolah. Ibu hanya mengantarku ke sekolah dan kemudian kembali ke rumah.&lt;p&gt;Untungnya teman-temanku sudah berhenti mengejekku. Tapi Dani, anak laki-laki itu masih saja mengejekku. Masih sering mengangguku. Ketika aku bermain-main di halaman sekolah bersama teman dia selalu mencari cara untuk mengangguku. Tak jarang aku menangis karena ulahnya. Hingga aku berjanji untuk menghindarinya. Jika ia datang, maka aku segera menyingkir. Sedapat mungkin tidak berinteraksi dengannya. &lt;p&gt;Hingga suatu hari aku pulang dari sekolah. Ibu tidak menjemputku hari itu. Dia sedang ada urusan. Sejak pagi dia telah mewanti-wanti agar aku pulang bersama teman-temanku yang searah rumah denganku. Sekolahku sebenarnya tidak begitu jauh dari rumah, tapi ibu telah terbiasa mengantar jemputku. Hari itu adalah pertama kalinya aku pulang tanpa dijemput ibu. Aku tidak begitu khawatir, karena aku telah menghapal jalan dari rumah ke sekolah begitu juga sebaliknya. Rumahku adalah rumah yang paling jauh. Teman-teman yang menemaniku pulang masing-masing telah singgah di rumahnya. Tinggallah aku sendirian. &amp;quot;Sisa satu blok lagi&amp;quot; batinku.&amp;quot;Takkan ada apa-apa&amp;quot;. &lt;p&gt;Namun ketika aku berbelok di persimpangan jalan, aku bertemu dengan sesuatu yang sangat aku takuti. Anjing besar milik salah satu tetangga keluar pagar. Aku paling takut pada anjing. Aku pernah trauma dengan anjing. Aku sudah tidak bisa berkutit lagi. Anjing itu di hadapanku. Jika aku lari otomatis ia akan mengejarku. Jika terus maju anjing itu menghadang jalanku.&lt;p&gt;Aku berkeringat dingin. Takut. Berdiri mematung sementara anjing itu mulai mengonggongiku. Mataku telah berkabut ketika seorang memegang tanganku dan menuntunku maju. Ia adalah Dani. Diusirnya anjing yang terus mengonggong itu. Kemudian ditemaninya diriku sampai berbelok diujung jalan. &lt;p&gt;&amp;quot;Jangan takut dengan Moris. Dia anjing baik. Takkan mengigitmu. Kamu hanya perlu memberanikan diri&amp;quot; katanya padaku sepanjang jalan menuju rumah. &lt;p&gt;Aku sesunggukan. Dia memberikanku lolipop dan berkata &amp;quot;kalo masih takut, jika kamu bertemu anjing yang menakutkan lagi maka kepal tanganmu dan sembunyikan ibu jarimu. Nenekku mengajariku&amp;quot; katanya lagi sambil tersenyum. Lolipop pemberiannya tergenggam di tanganku. &amp;quot;Jangan nangis lagi ya. Dan...hmmm...aku minta maaf waktu aku menjatuhkanmu di kelas. Aku tidak sengaja. Aku sering mengganggumu karena tidak tahu gimana bilang maaf&amp;quot; katanya setengah tertunduk.&lt;p&gt;&amp;quot;Iya. Besok kubelikan lolipop juga karena telah menolongku dari gangguan anjing&amp;quot; kataku. &amp;quot;Sampai ketemu besok&amp;quot; kataku sebelum masuk ke dalam rumah. &lt;p&gt;Besoknya tak kutemui Dani di sekolah. Ibu guru mengumumkan bahwa ia telah pindah taman kanak-kanak karena orang tuanya juga pindah tugas. Lolipop di tasku tak pernah sempat aku berikan padanya. &lt;br&gt;Aku pun belum sempat mengucapkan terima kasih.&lt;p&gt;Sampai saat ini aku masih mencari Dani. Lelaki kecil yang selalu menggangguku tapi juga menolongku. Aku utang lolipop padanya. (*)&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5957671063589203531?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5957671063589203531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5957671063589203531&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5957671063589203531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5957671063589203531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/lelaki-pertama-yang-kubenci-dan.html' title='Lelaki Pertama Yang Kubenci dan Kucintai'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-4850420305270185465</id><published>2011-10-04T05:26:00.000-07:00</published><updated>2011-10-04T05:27:19.553-07:00</updated><title type='text'>Hilang</title><content type='html'>Apa yang paling aku inginkan saat ini? Jika bisa terjadi aku ingin kamu menghilang dari bumi. Tak ada jejakmu di jagad ini. Tak ada dirimu dalam hidupku. Aku berharap Tuhan tak pernah menciptakan dirimu ke dunia.&lt;p&gt;Aku mencoba menghilangkanmu dari benakku. Serupa oclumency, menahan pikiranku darimu. Beberapa saat aku mampu angkuh dan berpikir hati ini telah begitu tegar untuk melupakanmu. Namun selalu dengan caramu yang entah bagaimana hadir secara tiba-tiba.&lt;p&gt;Kamu serupa jailangkung. Datang tak diundang pulang tak diantar. Saat aku yakin telah mampu menghilangkanmu dari benakku, kamu datang dalam sapa gelombang nirkabel menyapa malam-malamku. Membuatku kembali melemah. Kamu merestore kembali segala ingatan yang telah hilang. Membuatnya kembali baru. Aku tunduk pada instruksimu. Serupa mendapatkan kutukan cruciatus. &lt;p&gt;Namun tak dapat kusangsikan tiap sapamu kala malam adalah serupa selimut hangat untuk hati yang sedang merindu. Aku selalu terjaga. Sekedar mengecek apakah kamu terjaga atau lelah telah melelapkanmu. Dengan segala saluran yang mampu aku jangkau. Tapi aku tak pernah berani menyapamu. Ada sebuah hukum yang bekerja di sini. Aku harus menghilangkanmu dari banyak interaksi kita namun aku pun punya hati yang butuh tahu tentang ceritamu hari ini.&lt;p&gt;Aku &amp;quot;melihatmu&amp;quot; seperti detektif. Segala hal tentangmu aku tahu. Tapi bukankah ada beberapa hal perlu dilakukan dengan interogasi.Aku tak punya peluang itu. Kalau pun ada aku menahan hasratku. Bukankah aku melakukan oclumency terhadapmu.&lt;p&gt;Tapi tiap malam kesempatkan diri memata-mataimu dari berbagai saluran. Beberapa info kadang berdampak datar namun beberapa membuat hati galau. Sebab-sebab galau itulah yang membuatku berharap agar dirimu menghilang. Tak pernah terlahirkan.&lt;p&gt;Tapi aku tak berdaya.Bahkan untuk melarangmu tiba-tiba hadir secara mengejutkan pun aku tak bisa. Saat kamu datang aku berusaha sebaik mungkin meresponmu. Menemanimu hingga menghilang tiba-tiba,menimbulkan lubang yang sangat besar di hati. Tapi tak pernah benar-benar kau sadari bahwa setiap dirimu pergi secara tiba-tiba kau menusuk satu lubang yang meninggalkan sepi. Tak pernah kamu sadari dan tak pernah pula kamu meminta maaf. Aku lelah. Hati ini telah begitu lelah. Aku butuh hilang ingatan. Aku butuh kamu hilang dari bumi. Aku berdoa Tuhan menghilangkanmu dari semesta, agar hatiku damai dan jiwaku tenang.&lt;p&gt;#15harimenulisdiblog&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-4850420305270185465?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/4850420305270185465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=4850420305270185465&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/4850420305270185465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/4850420305270185465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/hilang.html' title='Hilang'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-2635976891298569992</id><published>2011-10-02T21:30:00.001-07:00</published><updated>2011-10-02T21:30:36.926-07:00</updated><title type='text'>Ngeblog Asyik #15harimenulisdiblog</title><content type='html'>Akhir-akhir ini saya suka main twitter. Saya telah menemukan keasyikan dari main twitter. Timeline yang selalu berubah tiap detik, terupdate, entah itu artis atau bukan, sekedar melepas kegalauan atau berbagi informasi.&lt;p&gt;Di twitter saya menemukan  tuips yang puitis,lucu, pemberi advice yang baik, serta cerita-cerita hantu apalagi tiap malam jumat. Kadang serem kadang garing. Jangan heran di twitter poconggg dan setan juga ada. Dari supir pete-pete hingga daeng becak pun ada. &lt;p&gt;Bagiku twitter adalah sarana membuang segala unek-unek yang ada di kepala. Jika di fesbuk mengganti status tiap menit bisa dianggap gila maka di twitter itu adalah hal wajar. Karena semua tuips melakukannya. Di twitter jika orang menyukai tweetmu dia akan meretweetnya.Namun kalo tidak dibiarkan tak terlihat di timelines.Setiap orang sibuk dengan tweetnya sendiri.Bagimu tweetmu bagiku tweetku.&lt;p&gt; Paling menyenangkan main twitter kala tengah malam. Ada saja hal-hal galau yang bisa dibagi dan mendapatkan hal-hal galau lainnya dari tuips yang lain. Saat tengah malam pun bisa diperhatikan siapa yang benar-benar belum terlelap.Bahkan ada yang menjaga timeline dari malam hingga pagi. Di twitter juga saya menemukan link-link yang menarik untuk dibaca. Karena pergerakan timeline seperti gerak uang di wall street. Sangatlah cepat.&lt;p&gt;Nah, selain kesenangan-kesenangan itu saya menemukan kesenangan yang lain. Saat ini akun @hurufkecil sedang meembuat event #15hari menulisdiblog. Jadi setiap hari ada sebuah tema bersama. Kemudian ditulis di blog dan dibagi linknya di twitter.&lt;p&gt; Ini sangat menyenangkan. Karena saya harus merangkai cerita yang tidak terlalu panjang sesuai dengan tema dan kemudian dibagi ke twitter. @hurufkecil yang adalah kak Aan Mansyur (penulis) akan blog walking ke blog untuk mengecek kesesuaian isi blog dan tema kemudian mentweetnya di twitter. Ini semacam mengasah kreativitas, mendisplinkan menulis, kemudian sekalian personal branding dan juga ajang promosi blog.&lt;p&gt;Pagi tadi sebelum subuh saya mengecek timeline twitter. @hurufkecil sudah mentweet cerita-cerita yang sudah selesai. Ternyata hari ini temanya adalah timeline. Masih di tempat tidur, lewat fasilitas bloging lewat blackberry saya menuliskan cerita. Entah bagus atau tidak. Kuikutkan saja. Eh nyatanya ada beberapa orang yang meretweet dan satu orang yang berkomentar. Waah, senangnya. Mungkin yang baca menganggap cerita itu nyata, padahal sejatinya itu hanya imajinasi saja.xixixixi.&lt;p&gt;Event ini sudah berjalan empat hari. Saya baru mengikutinya kemarin. Sedih juga melewatkan tema dihari kedua, ciuman.hahahayyy. Semoga bisa terus ikut sampai hari ke 15.&lt;p&gt; Keep writing and keep blogging.&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-2635976891298569992?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/2635976891298569992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=2635976891298569992&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2635976891298569992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2635976891298569992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/ngeblog-asyik-15harimenulisdiblog.html' title='Ngeblog Asyik #15harimenulisdiblog'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-7978295839321747519</id><published>2011-10-02T14:50:00.001-07:00</published><updated>2011-10-02T14:50:52.710-07:00</updated><title type='text'>Tak Ada Dirimu Di Timeline</title><content type='html'>Ada rindu yang mengepak di sini dan ingin bebas. Tapi siapalah saya. Sosok yang tak pernah benar-benar masuk sejarah hidupmu. Meski saya adalah seseorang yang mampu memahami segala tentang dirimu. Tapi aku tak pernah benar-benar tahu apakah aku memiliki arti dalam selembar halaman hidupmu. Aku bukanlah siapa-siapa. Bukan orang yang kan kau kenalkan pada teman, keluarga, dan rekananmu. Bukan perempuan yang akan mendengar nada bangga dari ucapmu &amp;quot; kenalkan ini pacar saya&amp;quot;. &lt;p&gt;Pelan tapi pasti aku menarik jarak. Aku memahami titik koordinatku di hidupmu. I&amp;#39;m nothing. Tak terdeteksi. Aku hanyalah serupa hantu yang kamu indrai saat kamu butuh teman dan tak lebih. Setelah itu kita akan diam dalam ribuan bahasa. &lt;p&gt;Ada rindu yang terpasung di sini. Angkuh untuk aku lepaskan. Meski ia telah meronta ingin bebas hingga terluka. Aku menahan hasratku untuk menghubungimu melalui jejaring apapun. Hanya fesbuk yang mampu mengabarkan tentangmu. Meski tak terupdate meski hanya berisi kiriman aplikasi dari kawan-kawanmu. Paling menyakitkan ketika menemukan dirimu telah mengubah profilmu dari single menjadi in relationship.&lt;p&gt;Aku menangis. Aku sangat paham posisiku. Sekali lagi, aku bukanlah siapa-siapa. Tapi rindu ini kian membesar. Kian meronta dan tak tahu diri. Melihatmu pacaran di fesbuk membuatku jengah. Hatiku patah. Ternyata patah hati itu begitu menyakitkan. Tiap mengingatmu aku hanya akan mengucapkan bisikan lirih &amp;quot;aku membencimu&amp;quot;.&lt;p&gt;Aku lelah memikirkanmu dan tahu bahwa itu sia-sia. Aku sangat tahu tak ada jejakku di benakmu. Meski kita pernah memiliki beberapa kisah yang menyenangkan. Bukankah lebih mudah untuk jatuh cinta lagi. Menemukan sosok baru dan merasakan detak-detak yang menyenangkan. &lt;p&gt;Aku gerah dengan fesbuk. Ribuan status yang kutulis untukmu tak juga mampu membuatmu bergeming. Aku tahu kamu sangat paham bahwa semua itu kutuliskan untukmu,tapi seperti seolah-olah tak tahu, kamu mengabaikannya.  &lt;p&gt;Semua itu membuatku tampak lemah. Begitu menghamba kepadamu. Membuatmu makin angkuh. Layaknya kesatria yang berhasil membunuh naga. Aku tak ingin terlihat lemah. &lt;p&gt;Untungnya tak kutemukan dirimu di timeline. Segala sumpah serapahku untukmu kukicaukan di sana. Segala bentuk tweet yang mengingatkanku padamu kurituit khusus untukmu. Rindu ini telah meradang hingga menjadi busuk. Menjadi kemarahan yang tak terbendung. Segala hal tentang dirimu yang kubenci kubuang di timeline. &lt;p&gt;Aku menjauhi fesbuk. Tak ingin lagi melihatmu di sana. Sesekali kutemui hanya jika aku butuh memperbaharui rasa tak benciku. Cinta itu telah membeku menjadi es benci. &lt;p&gt;Syukurlah dirimu tak bertwitter. Agar tak kau baca kegalauanku di timeline. Agar aku tampak terlihat kuat di hadapanmu. Aku belajar menarik diri dari daya tarikmu. &lt;p&gt;Aku masih yakin kelak kamu akan berkata &amp;quot;aku merindukanmu&amp;quot;, tapi aku tahu kamu telah terlambat. Rindu itu telah menemukan kanalnya di timeline. Biarkan ia terperangkap di sana. &lt;p&gt;#15harimenulisdiblog&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-7978295839321747519?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/7978295839321747519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=7978295839321747519&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7978295839321747519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7978295839321747519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/tak-ada-dirimu-di-timeline.html' title='Tak Ada Dirimu Di Timeline'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-2802667843386275388</id><published>2011-10-01T21:10:00.000-07:00</published><updated>2011-10-01T21:11:07.623-07:00</updated><title type='text'>Kuberharap Memutar Waktu</title><content type='html'>Jika mengenalmu adalah sebuah peluit pertanda pertandingan, maka aku sangat berharap mampu memutar waktu dan mundur dari arena. Aku tak pernah tahu bahwa pertandingan yang kita mulai membawaku kepada kekalahan yang menyakitkan. Kekalahan hati yang jatuh cinta padamu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kupikir awalnya ini hanyalah seperti bermain gunting batu kertas. Kita adalah orang asing yang bertemu dalam sebuah kebetulan. Saling menyapa sekedar formalitas. Tapi entah mengapa perkenalan biasa itu menjadi akrab dan intim. Jauh sebelum permainan ini mulai serius aku telah mampu meprediksi diriku akan kalah. Tapi daya tarikmu begitu kuat dan aku tunduk dan patuh. Mengikuti alur permainanmu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kudapati diriku disesaki cinta kepadamu. Namun tak pernah kuyakini besaran cinta yang sama dari dirimu. Kita tak pernah benar-benar berbicara tentang hati. Yang kita punya adalah gairah yang menggetarkan saat bersentuhan. Aku memaknainya dengan cinta, tapi kamu tak pernah meyakinkan diriku bahwa getar yang kau miliki adalah cinta. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku melawan ingatan. Berusaha untuk lupa. Namun tiap kali aku melawan sakitnya serupa ribuan sembilu di hati. Pertandingan telah berakhir. Kau pergi dengan sejumput kemenangan dari hatiku yang telah kuserahkan sepenuhnya. Mencari petarung yang lain,mungkin. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Kau meninggalkan luka yang menganga yang perlahan berusaha kusembuhkan dengan rapal mantra kebencian untukmu. &lt;br&gt;&lt;br&gt;Di tiap malam, kala kuterjaga dari mimpi tentangmu aku harus menyeka air mata. Menguatkan diriku. Merapalkan mantra mantra ke langit kutujukan khusus untukmu. Urusan tak boleh mengutuk, biar menjadi urusan antara aku dan Tuhan. Aku perlu menambal hati. Mungkin bahkan mencari gantinya. Karena kuyakin kau telah merusaknya dengan sangat hebat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Aku masih berusaha menebak mengapa Tuhan mempertemukan kita. Jika bisa kuputar waktu aku ingin kita tak perlu bertemu dan saling berkenalan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Ps : untuk diikutkan pada #15harimenulisblog&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-2802667843386275388?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/2802667843386275388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=2802667843386275388&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2802667843386275388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2802667843386275388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/kuberharap-memutar-waktu.html' title='Kuberharap Memutar Waktu'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8242925092512440300</id><published>2011-10-01T16:07:00.000-07:00</published><updated>2011-10-01T16:07:16.586-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Little Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahavidya Neela Sarasvaty'/><title type='text'>Just The Way You Are</title><content type='html'>&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Ema bertanya padaku”bagaimana rasanya (menjadi ibu)?”. Sesaat aku tak mampu menjawab. Aku harus berpikir keras untuk mencari jawaban yang tepat. Paling sederhana mungkin adalah menyenangkan. Tapi rasanya lebih dari itu. Ia tak terwakilkan kata-kata. Setiap kali aku memandangnya aku selalu takjub akan dirinya. Duduk dipangkuanku dan menggantungkan hidupnya padaku. Jika aku sedikit tak peduli maka ia akan mengamuk. Jika aku tak peduli sama sekali maka ia mungkin tak tumbuh seperti sekarang. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Aku masih saja takjub akan keberadaannya. Ketika hanya kami berdua dan terperangkap dalam kerangkeng cinta yang berbinar dari matanya. Selalu saja aku merengkuhnya dan mencium dahinya. Menglafalkan doa singkat untuk kebaikannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jztHlrhjh6c/ToeUq26pFII/AAAAAAAABJ0/4uqIqrgtJ6M/s1600/fchfbhresize.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://2.bp.blogspot.com/-jztHlrhjh6c/ToeUq26pFII/AAAAAAAABJ0/4uqIqrgtJ6M/s320/fchfbhresize.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Usia 9 minggu dalam kadungan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Aku selalu takjub dirinya begitu kecil dalam pelukan dulu ketika pertama kali kulit kami bersentuhan. Aku masih saja tak percaya bahwa dirinya pernah hanya berupa setitik kecil dalam rahimku. Kukandung selama 9 bulan lebih. Merasakan semua emosi yang kuyakin mampu membuatnya tegar kelak. Aku masih tak percaya hingga detik ini malaikat kecil itu mulai bertumbuh besar. Jika kuumpamakan masuk lagi ke dalam rahimku kupikir rahimku takkan lagi cukup untuk tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Ada kala ketika ia begitu rewel sisi kesalku pun tersulut. Namun selalu&amp;nbsp; saja kusadari bahwa dirinya masihlah begitu kecil untuk mampu mandiri. Kesal itu terkalahkan oleh kasih yang berlebih. Beginikah rasa yang tiap ibu miliki? Memandanginya tertidur lelap, bernafas satu-satu adalah serupa menonton film maharomantis yang pernah ada di dunia. Tiap ekspresinya mampu memantik reaksi berlebih. Kadang ia menangis sesunggukan dalam tidurnya atau tertawa keras.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Aku selalu berimajinasi, mungkin Tuhan memutarkan mimpi tentang hidupnya kelak. Setiap ekpresi tangisnya adalah sedih yang akan ia lalui dan gelak tawanya adalah bahagia yang akan ia songsong. Mungkin lebih banyak tangis ketika ia tertidur. Entah karena mimpi atau sesuatu di luar dirinya yang menginterupsi. Tapi suaraku adalah suara pertama yang didengarnya untuk menenangkan jiwanya yang sedih. Lenganku adalah lengan pertama yang akan merengkuhnya untuk menenangkan tangisnya. Dan pelukanku adalah pelukan pertama yang ia rasakan hangatnya untuk kembali berbagi rasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Semua orang berspekulasi tentangnya. Ketika ia menangis, meronta, dan tak mau diam. Menebak mungkin dirimu kelaparan, kurang nyaman, dan segala tebakan lainnya. Tapi akulah yang paling mampu memahaminya. Akulah manusia yang tak pernah jauh dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Ia kini mulai mampu merasakan kesunyian. Sedih jika sendirian. Dan menangis ketika diabaikan. Indera-inderanya makin matang. Makin mampu merespon tiap orang yang mengajaknya berkomunikasi. Ia tak rewel ketika diajak bermain. Mungkin ia kini telah memahami arti berkawan. Dan mulai pandai meminum vitamin. Rasa pertama yang berbeda dari rasa susunya. Awalnya ia mengerjitkan dahi dan muntah. Namun setelahnya ia belajar dan beradaptasi dengan baik. Obat itu seperti hidup nak, pahit tapi kamu butuh untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-U784MnjmSWg/ToeallG90II/AAAAAAAABJ4/wr9Tarxc3kg/s1600/IMG00375-20111001-09361.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-U784MnjmSWg/ToeallG90II/AAAAAAAABJ4/wr9Tarxc3kg/s320/IMG00375-20111001-09361.jpg" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt; lLgi belajar teori Sigmund Freud tentang fase oral&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt; &lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Ketika ku sedih, ia mampu membuatku kembali bahagia. Ketika aku gembira maka aku bergembira bersamanya. Selalu ada hal-hal kecil yang mampu membuat kami tertawa bersama. Ketika aku tak punya teman diskusi ia dengan antusias mendengarkan ocehanku. Meresponku tak kalah ributnya. Rasanya seperti mendapat teman diskusi yang mampu memberi berbagai saran dan solusi. Wajahnya bersemu merah jika tersenyum. Mulutnya membentuk huruf D yang manis saat tertawa. Matanya melengkung cantik dan setengah terpejam saat senang dan merespon. Kadang sesekali mengeluarkan gaya-gaya alay yang memonyongkan bibir. Dia selalu saja memesona. Seperti apapun dia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Hari ini genap 2 bulan usianya. Ia menjadi bayi sehat dengan pipi yang merah jambu. Suka memandangi poster Harry Potter Part 2 dengan gambar Hogwarts terbakar. Jika kamu sudah pandai membaca nanti nak, akan kubelikan Satu set buku Harry Potter versi bahasa Inggris ^^.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;i&gt;Ara, I love u just the way u are…&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8242925092512440300?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8242925092512440300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8242925092512440300&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8242925092512440300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8242925092512440300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/10/just-way-you-are.html' title='Just The Way You Are'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jztHlrhjh6c/ToeUq26pFII/AAAAAAAABJ0/4uqIqrgtJ6M/s72-c/fchfbhresize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-8158151859644939586</id><published>2011-09-28T06:37:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T06:37:30.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Galau Itu Aset</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JQlhtKkWfbE/ToMia3RXxBI/AAAAAAAABJw/QCxVIL9z5Uk/s1600/galau.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-JQlhtKkWfbE/ToMia3RXxBI/AAAAAAAABJw/QCxVIL9z5Uk/s320/galau.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;cite style="font-style: normal;"&gt;spidolbekas.wordpress.com&lt;/cite&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Lagi trend istilah galau. Tidak di fesbuk ataupun twitter. Mayoritas mengupdate status-status yang terdeteksi galau. Bagaimanakah galau itu? Ya, semacam ungkapan perasaan yang benar-benar dari lubuk hati. Biasanya lebih kepada hal-hal yang menyedihkan, menggelisahkan, sampai membuat mewek. Dan jejaring sosial serupa fesbuk dan twitter menjadi tempat untuk membuang galau. Jika di fesbuk orang sedikit mampu mengerem galaunya karena takut dianggap sedikit "aneh" terlalu sering update status maka di twitter, jamaah galau (istilah keren para galauers) menemukan kemerdekaannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Mereka dengan bebasnya memposting tweet-tweet galau yang paling galau. Tak ada yang protes. "Bagimu tweetmu bagiku tweetku", seperti itulah mungkin. Dan saat tengah malam adalah saat paling galau. Mungkin karena pengaruh tidak bisa tidur, rindu, sepi, dan malam yang selalu mendatangkan dingin. Galau mungkin telah mewabah. Seperti cendawan di musim hujan. Tapi tak ada yang salah dengan galau. Galau adalah kondisi yang begitu manusia. Dan ketika manusia mentweetnya di twitter atau mengupdatenya di fesbuk itu adalah upaya kanalisasi galau.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Menurut saya galau itu adalah aset. Bagaimana manusia mengelola galau itu yang perlu diperhatikan. Jika dikelola dengan baik, galau bisa mendatangkan uang. Galau bisa membuat seseorang menjadi penulis hebat. Karena ketika ia menuliskan kegalauannya, saya selalu percaya bahwa itu benar-benar dari hati. Dan tulisan yang datangnya dari hati adalah tulisan-tulisan yang kualitasnya sangat baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Pada beberapa orang galau mungkin hanya diratapi sambil menangis. Di update di fesbuk atau twitter. Tapi beberapa orang pun memilih untuk menjadikannya sebuah puisi, cerpen, bahkan novel.&amp;nbsp; Kanalisasi yang bagus ketika galau itu diarahkan ke hal-hal positif. Galau itu bisa menjadi aset berharga tergantung bagaimana manajemen galau yang kita terapkan pada diri kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;So, jangan takut untuk galau...dan menjadi galaulah. Asal tetap di lingkaran. Xixixixixi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-8158151859644939586?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/8158151859644939586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=8158151859644939586&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8158151859644939586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/8158151859644939586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/galau-itu-aset.html' title='Galau Itu Aset'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-JQlhtKkWfbE/ToMia3RXxBI/AAAAAAAABJw/QCxVIL9z5Uk/s72-c/galau.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-1582231398224499025</id><published>2011-09-28T05:50:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T05:50:36.342-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Prosa Fiksi'/><title type='text'>Kepada Lelaki Yang Menanti Hujan</title><content type='html'>&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iu1AO0pL_Nw/ToMWDY30cHI/AAAAAAAABJo/WzkN0a74C7M/s1600/drops%252Cgrass%252Cgreen%252Cnature%252Crain-b7fee11e59855db0def8c0758d7ad67e_m.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-iu1AO0pL_Nw/ToMWDY30cHI/AAAAAAAABJo/WzkN0a74C7M/s1600/drops%252Cgrass%252Cgreen%252Cnature%252Crain-b7fee11e59855db0def8c0758d7ad67e_m.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;http://vi.sualize.us/nicanio/rain/&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Apakah hujan telah menyapu septembermu yang kemarau. Di sini timeline tentang hujan telah memenuhi layar twitterku. Tapi hujan belum juga singgah di halaman rumahku. Tanah-tanah masih berdebu. Tanaman rumputku dalam pot telah kering dan layu. Tak juga kusiram. Tapi aku tak pernah perlu khawatir dengannya. Hujan selalu mampu menguatkan akar-akarnya. Menumbuhkan tunas-tunas baru. Semacam regenerasi untuk terus melanjutkan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Apakah aku merindukan hujan? Aku ingin kuat seperti matahari. Mampu meranggas apapun. Tak takluk pada dingin. Mampu membakar sedih. Hujan terlalu sendu. Menciptakan kelabu yang menyuburkan sedih. Menyirami rindu yang sendirian. Hujan terasa begitu pilu. Tapi aku lelah mencintai matahari. Aku lelah terbakar oleh rasa yang kudustai sendiri. Aku lemah mencoba kuat. Aku sedih berpura-pura bahagia. Aku dingin mencoba menjadi panas.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Apakah hujan telah menyapa kaca jendela kamarmu? Telah lama kudengar kabar darimu. Aku tahu kamu ada. Begitu dekat hanya saja tak kusapa. Ataukah aku dan kamu telah berjanji secara tak sadar untuk saling acuh dan tak peduli. Rasanya seperti melihatmu dari kaca tembus pandang. Aku melihatmu tapi kamu tak melihatku. Kamu melihatku tapi aku tak melihatmu. Dan kita tak saling menyapa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Duniamu berjalan wajar kurasa. Dengan orang-orang yang memberikanmu cinta yang berkecukupan. Rumah hangat yang akan selalu menerima lelahmu dari rutinitas siang. Jutaan kasih yang menyembuhkan tiap rasa sedih. Duniaku berjalan penuh kejutan. Aku menemukan cerita-cerita novel dalam lembar hidupku. Aku pun terkejut menemukan diri dalam lembar-lembar cerita yang tak berkesudahan. Endingnya pun masih tak terbayangkan. Hari-hari tak mampu kuprediksi. Entah kemana setelah ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Rxl1vJaOr_E/ToMW99FRLPI/AAAAAAAABJs/LpovDTQd66U/s1600/raining.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Rxl1vJaOr_E/ToMW99FRLPI/AAAAAAAABJs/LpovDTQd66U/s1600/raining.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;onthebrightside-angela.blogspot.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Tapi mungkin bab tentang aku, kamu, dan hujan telah berakhir. Bukanlah kita telah sama-sama menguncinya dengan sebuah pertanyaan tentang hati dan cinta. Selalu ada ruang untuk cinta di dalam hati. Meski rasa mulai mengikis dan meninggalkan tempat yang hampa akan cinta. Kupikir kita telah membuat beranda khusus untuk itu. Jika kelak ia berdebu, kita telah sampai pada jawaban yang menemui titik. Bukan pada pertanyaan yang bertanda Tanya dan penuh pilihan jawaban yang membingungkan kita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Anggaplah kali ini aku berada di bab yang penuh pertanyaan itu. Sendirian mendedah jawaban. Tak ada kamu yang mampu menemaniku menemukan jawabannya. Toh, meskipun ada dirimu jawaban itu bukanlah padamu. Aku tak rindu pada hujan. Aku hanya rindu pada percakapan kita tentang hujan dan seribu bahasa langit yang hanya mampu kita pahami. Percakapan itu bagaimana pun mampu melegakan hati dan tak meninggalkan luka yang menganga.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Apakah hujan telah turun di kotamu? Mendung baru sampai di halaman rumahku. Aku tak merindukan hujan. Namun aku tak sabar melihat rumput-rumput dalam pot bunga bertumbuh. Mungkin kelak di kehidupan mendatang aku memilih untuk menjadi rumput saja. (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-1582231398224499025?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/1582231398224499025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=1582231398224499025&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1582231398224499025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1582231398224499025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/kepada-lelaki-yang-menanti-hujan.html' title='Kepada Lelaki Yang Menanti Hujan'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-iu1AO0pL_Nw/ToMWDY30cHI/AAAAAAAABJo/WzkN0a74C7M/s72-c/drops%252Cgrass%252Cgreen%252Cnature%252Crain-b7fee11e59855db0def8c0758d7ad67e_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-7790096856258203888</id><published>2011-09-27T07:21:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T07:21:39.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahavidya Neela Sarasvaty'/><title type='text'>Get Well Soon Kakak Cakra</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ts0BjumlMuI/ToHbBFO4XHI/AAAAAAAABJk/7SrQW_lBwJ0/s1600/IMG-20110916-00218-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-ts0BjumlMuI/ToHbBFO4XHI/AAAAAAAABJk/7SrQW_lBwJ0/s1600/IMG-20110916-00218-1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cakra dan Ara&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: #3d85c6; text-align: center;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6; text-align: center;"&gt;Di Makassar Ara berkenalan dengan sepupunya Cakra. Kakak Cakra lebih tua sebulan dari Ara. Maunya sih bisa jalan-jalan sama Kakak Cakra keliling Makassar, sayangnya kakak Cakra sakit dan di rujuk Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Cepat sembuh kakak Cakra. Biar bisa jalan-jalan keliling Makassar dengan Ara.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-7790096856258203888?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/7790096856258203888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=7790096856258203888&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7790096856258203888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/7790096856258203888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/get-well-soon-kakak-cakra.html' title='Get Well Soon Kakak Cakra'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ts0BjumlMuI/ToHbBFO4XHI/AAAAAAAABJk/7SrQW_lBwJ0/s72-c/IMG-20110916-00218-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-158846182495522453</id><published>2011-09-27T06:57:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T07:16:05.978-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahavidya Neela Sarasvaty'/><title type='text'>First  Journey With Ara</title><content type='html'>&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Oq43-vCuAy0/ToHNHgrPfpI/AAAAAAAABJA/G0J7ATtO_IQ/s1600/IMG00326-20110915-1216.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-Oq43-vCuAy0/ToHNHgrPfpI/AAAAAAAABJA/G0J7ATtO_IQ/s320/IMG00326-20110915-1216.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bajunya : Off&amp;nbsp; To Grandma's&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Karena neneknya Ara berkunjung ke Makassar, maka saya pun harus membawa Ara ke Makassar untuk bertemu neneknya yang telah datang jauh-jauh dari Bau-bau. Sekalian bertemu dengan tante (Kak Atun) dan sepupunya, Cakra untuk pertama kali. Ara baru 40 hari lebih. Belum cukup dua bulan. Ini adalah perjalanan pertama kami berdua. Saya hanya membawa satu ransel baju. Sudah dengan pakaianku dan pakaiannya. Sedapat mungkin pakaian yang dibawa sedikit mengingat saya membawa bayi dan agak susah mengangkat tas sekaligus. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Semua orang yang saya temui akan heran dan terkejut melihat saya hanya berdua dengan bayi saya yang umurnya belumlah cukup dua bulan. Saya cukup tangguh? Tidak juga, hanya keadaan yang memaksa demikian. Untungnya Ara tidaklah terlalu rewel diajak pergi-pergi. Selama perjalanan Bone-Makassar dia hanya dua kali terbangun untuk minum Asi, sisanya ia memilih tidur.&amp;nbsp; Mobil yang kutumpangi overload sebenarnya, tapi untungnya penumpang yang berdampingan denganku tidak sampai Makassar. Jadi bisa sedikit lowong hingga tiba di Makassar.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-603FuI0LjYs/ToHOb2WG-nI/AAAAAAAABJE/VG2WUqa6MhI/s1600/Ara+dikelilingi+naga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-603FuI0LjYs/ToHOb2WG-nI/AAAAAAAABJE/VG2WUqa6MhI/s200/Ara+dikelilingi+naga.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Di Mcd&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-LVmLNqBpYLA/ToHO7pOsN-I/AAAAAAAABJI/377pz30m_SQ/s1600/IMG-20110916-00230.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-LVmLNqBpYLA/ToHO7pOsN-I/AAAAAAAABJI/377pz30m_SQ/s200/IMG-20110916-00230.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Di KFC&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Perjalanan kali ini penuh pengalaman. Ara dihadiahi banyak baju dan mainan dari nenek dan tante-tantenya. Diajak jalan-jalan ke Mall. Saya jalan-jalan ke Mall pertama kali saat kelas 4 SD, sedangkan anak saya belum cukup 2 bulan sudah merasakan hingar binger Mall. Tak Cuma itu, kami pergi makan di Mcd bertemu dengan titi-titi naga dan juga ke salon bayi untuk menggunduli rambut lahirnya agar memulai tumbuh baru. Menurut tradisi rambut yang telah dipotong itu harus ditimbang. Berat dari rambut itu harus seharga emas kemudian disumbangkan. Ini menjadi hak anak seperti juga aqiqah.&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sYaJP_80EEU/ToHQpYviqsI/AAAAAAAABJM/pwm-3kCo9RE/s1600/IMG00344-20110922-1425.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-sYaJP_80EEU/ToHQpYviqsI/AAAAAAAABJM/pwm-3kCo9RE/s200/IMG00344-20110922-1425.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Potong rambut sambil bobo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Kembali ke topic jalan-jalan, sayalah yang paling capek jika jalan-jalan ke Mall. Menggendongnya itu loh. Bikin encok. Tapi kalo nda keluar bosan di rumah.Hihihi. Makanya saya lebih memilih encok saja menggendong Ara ke Mall mutar-mutar tidak karuan daripada tinggal di rumah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Bersama Ara saya naik status social. Kemana-mana naik taksi. Kasian dia kalo harus naik angkutan kota yang panas dan lelet. Ya dengan rela harus membayar lebih mahal. Tapi sudahlah, tak apa-apa. Demi kenyamanannya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: left; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eCUuaV4Wj4s/ToHSob-BMlI/AAAAAAAABJQ/JhABnCNyKPM/s1600/IMG00352-20110923-1734.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-eCUuaV4Wj4s/ToHSob-BMlI/AAAAAAAABJQ/JhABnCNyKPM/s200/IMG00352-20110923-1734.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Di Losari dan Bobo&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Dari beberapa supermarket yang saya datangi, yang paling ramah dengan ibu-ibu yang punya bayi dibawah 6 bulan adalah carefour panakukang square. Trolley di sana menyediakan tempat dudukan bayi. Ara suka duduk di sana. Diam-diam. Tapi setelah digendong, mengamuk minta susu. Hipermart dan Lottemart belum menyediakan fasilitas itu. Sayangnya, Carefour Panakukang Square jauh dari jalan utama Mall Panakukang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ara juga jalan-jalan ke Trans Mall. Bagusnya di Trans Mall adalah sepi dan banyak tempat duduk. Jadi kalo capek tinggal duduk saja. Tapi Ara merengeknya saat mau pulang dan buru-buru beli susu buat Khanza di Carefour. Jadinya saya harus menyusuinya sambil berdiri dan jalan. Untungnya ada pasmina yang saya bawa untuk menutupi aktivitas menyusui itu. Sayangnya karena terlalu banyak udara maka Ara muntah di Carefour. Untungnya dekat-dekat tiang dan tidak ramai. Hehehehe&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MjmU0VlwWRA/ToHYxn1RSmI/AAAAAAAABJc/AyzUtEGU_gM/s1600/IMG00353-20110923-1743.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-MjmU0VlwWRA/ToHYxn1RSmI/AAAAAAAABJc/AyzUtEGU_gM/s320/IMG00353-20110923-1743.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Senja pertama untuk Ara&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Capek ternyata nge-Mall bareng bayi. Satu catatan penting, jangan pake tas selempang. Susah bawanya, pake tas ransel saja biar enak bawanya sambil gendong bayi. Sediakan kain besar untuk menutupi aktivitas menyusui jika terpaksa harus berjalan sambil menyusui. Popok, minyak telon, dan baju ganti. Terutama saat akan menggunduli bayi. Karena otomatis bajunya akan diganti setelah potong rambut. Ara terpaksa harus keliling Mall menggunakan baju piyamanya karena saya hanya membawakan baju ganti itu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pulangnya, Barang membengkak. Bertambah satu kantong plastic belanjaan popok. Padahal sebelumnya telah dikirim satu kantongan besar belanjaan yang sama. Maklum tinggal di kampung dengan kebutuhan-kebutuhan yang hanya terpenuhi di kota. Jadinya harus ekstra kuat saat pulang. Untungnya pulang menggunakan mobil travel Cahaya Bone dan duduk di depan. Kursi nomor satu lumayan luas jika perlu ongkang-ongkang kaki.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jBz54FEjbLE/ToHZuXyVo1I/AAAAAAAABJg/Dn5e1ZrqsS0/s1600/IMG00339-20110921-1117.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-jBz54FEjbLE/ToHZuXyVo1I/AAAAAAAABJg/Dn5e1ZrqsS0/s320/IMG00339-20110921-1117.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Little Bikuni ^^&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kulitnya Ara menjadi mulus ketika terkena udara Makassar setelah hampir tiga minggu penuh jerawat-jerawat kecil dan membuat kulitnya kasar. Tapi sepertinya jerawat-jerawat itu kembali lagi. Mungkin harus jalan-jalan ke Makassar lagi?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-158846182495522453?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/158846182495522453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=158846182495522453&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/158846182495522453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/158846182495522453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/first-journey-with-ara.html' title='First  Journey With Ara'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Oq43-vCuAy0/ToHNHgrPfpI/AAAAAAAABJA/G0J7ATtO_IQ/s72-c/IMG00326-20110915-1216.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5519389690591537256</id><published>2011-09-27T02:02:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T02:02:30.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Books'/><title type='text'>Poconggg , Setan Sukses</title><content type='html'>&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-E65TbghdPZU/ToGPh2D5XKI/AAAAAAAABI8/61sZRZ01Nwc/s1600/IMG00335-20110917-1025.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-E65TbghdPZU/ToGPh2D5XKI/AAAAAAAABI8/61sZRZ01Nwc/s320/IMG00335-20110917-1025.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ara baca buku Poconggg juga Pocong, biar nda takut setan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Pocong menjadi trending topic di twitter. Hantu yang satu ini mulai merambah social network setelah menjadi bintang di layar lebar. Bahkan Pocong pun membuat buku. Adalah Poconggg (dengan 3 G) yang merupakan sejenis pocong yang telah berhasil mencitrakan dirinya melalui dunia twitter, fesbuk, dan blog.&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bukan lagi sebagai hantu yang suka menakut-nakuti manusia, tapi menjadi sosok lucu berlabel hantu gagal. Ia pun kemudian menerbitkan bukunya. Awalnya saya tidak tertarik dengan buku ini. Namun setelah seorang pengguna Twitter berhasil mengungkap identitas sebenarnya dari poconggg maka saya pun tertarik membaca buku “Poconggg Juga Pocong”. Alasannya adalah karena pemilik akun @Poconggg tampan adanya. Anak Trisakti angkatan 2008 (kalau tidak salah).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Dan saya pun membaca buku yang menembus best seller di gramedia. Seberapa bagus sih buku ini? Ekspektasiku begitu tinggi. Tapi karena ini adalah buku humor maka saya harus menurunkan standar buku bagus. Saya bukan pembaca buku humor tapi kupikir buku humor adalah ketika berhasil membuat pembacanya tertawa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Poconggg juga pocong adalah buku ringan yang bisa dikonsumsi oleh semua lapisan umur. Tak terlalu berat dan bisa diselesaikan sekali duduk. Beberapa bagian berhasil membuatku tertawa namun beberapa bagian kupikir sangat garing. Poconggg menceritakan tentang kehidupannya sebagai “seikat” pocong yang bertugas untuk menakut-nakuti manusia. Tapi selalu gagal hingga berlabel “Poconggg si setan gagal”. Ia pun mengeritik para pembuat film horror yang memasukkan dirinya sebagai hantu yang menyeramkan. Ia paling memprotes adegan pocong di lift. Karena bagaimana mungkin pocong bisa naik lift sementara ia tak punya tangan untuk menekan tombol-tombol lift.Wkwkwkwk. Kasian banget jadi pocong.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Ia menyarankan membuat cerita yang sedikit edukatif yang notabenenya adalah jiplakan dari film box office Indonesia. Ada Apa dengan cinta, Laskar Pelangi, hingga Ketika cinta bertasbih. Tapi poconggg dengan kreatif menyarankan judulnya Ada apa dengan Pocong, Laskar Pelancong, dan ketika Pocong bertasbih. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Selain kehidupannya sebagai hantu ia pun menceritakan tentang kisah percintaannya yang jomblo seumur hidup (memang poconggg hidup?). Ia tak pernah punya mantan pacar yang ada adalah mantan gebetan dan mantan calon gebetan, Poor Poconggg. Ia menceritakan tragedi nembak ceweknya di April Mop. Yang jika ditolak dia akan berkilah ini april Mop. Tapi pada akhirnya ia pun kena batunya karena cewek yang ditembaknya berniat menerima cintanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Kadang ada beberapa bagian yang garing menurutku. Misalnya ketika dia mau nembak cewek tiba-tiba ada tokoh Melly Goeslow. Maksudnya lucu sih, tapi nda lucu menurutku. Juga pada bab iklan, poconggg mengomentari semua iklan yang nda sesuai dengan pikirannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Tapi Poconggg telah berhasil menjadi sebuah fenomena. Terbukti pada bab-bab terakhir dimana ia berhasil menyuruh para followernya datang dan dia hanya ngintip-ngintip. Kurang ajar banget sih. Tapi yang datang itu berhasil masuk namanya di bukuPoconggg juga Pocong. Hitung-hitung biar promo akun twitter biar banyak follower. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;Kabarnya sih buku Poconggg juga Pocong akan dibuat filmnya. Semalam tweet Poconggg yang say abaca dia mendapat peran utama sebagai pohon. Maksudnya apa, saya juga tidak tahu. Btw, Poconggg kupikir dirimu bukanlah setan gagal. Poconggg adalah setan sukses. Selamat!!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5519389690591537256?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5519389690591537256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5519389690591537256&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5519389690591537256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5519389690591537256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/poconggg-setan-sukses.html' title='Poconggg , Setan Sukses'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-E65TbghdPZU/ToGPh2D5XKI/AAAAAAAABI8/61sZRZ01Nwc/s72-c/IMG00335-20110917-1025.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-277481456331200284</id><published>2011-09-25T23:35:00.001-07:00</published><updated>2011-09-26T18:25:38.904-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Little Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahavidya Neela Sarasvaty'/><title type='text'>I'm Sorry</title><content type='html'>&lt;div class="mobile-photo" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VbBaRUDvpMM/ToAdL7afoMI/AAAAAAAABI4/MRH2gPGoc8U/s1600/%253D%253Futf-8%253FB%253FbW9tIGFuZCBhcmEuanBn%253F%253D-726540" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656553222741926082" src="http://1.bp.blogspot.com/-VbBaRUDvpMM/ToAdL7afoMI/AAAAAAAABI4/MRH2gPGoc8U/s320/%253D%253Futf-8%253FB%253FbW9tIGFuZCBhcmEuanBn%253F%253D-726540" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Pagi ini ada beberapa garis merah di dahi dan wajahmu.Seperti kamu baru saja berkelahi dengan kucing. Garis itu memerah. Cakaran yang paling banyak kulihat di wajahmu sejauh ini. Kupikir kamu takkan mencakar wajahmu. Saya yang kurang waspada padahal kebiasaanmu sebelum bangun adalah gelisah dan mengusap usap wajah dengan tangan dan jemarimu. Kaos tangan yang setia menutupi jemarimu semalam kucopot karena basah oleh pipismu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Beberapa hari lalu mukamu penuh dengan gigitan nyamuk. Ada empat bentol kecil merah yang pasti terasa gatal di wajahmu. Juga tiga di lengan kirimu. Aku kembali tidak menjagamu dari gigitan nyamuk nakal yang pasti menyenangi wajahmu dan juga ketidakberdayaanmu untuk melawannya. Aku hanya mampu mengoles bekas gigitan itu dengan minyak gosok agar cepat sembuh. Tapi pasti itu akan meninggalkan setitik bekas hitam di wajah putihmu. Seperti beberapa titik bekas gigitan nyamuk yang lain di wajahmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Aku tak mampu menjagamu. Bahkan untuk mencegahmu muntah pun susah. Kamu masih saja selalu muntah jika tidak bersendawa atau kebanyakan minum ASI. Sejauh ini hanya selang satu atau dua hari kamu tidak muntah. Bahkan pernah setiap hari. Aku merusak harimu. Membuatmu tidak nyaman dan merasa sakit. Bahkan ketika menyusuimu aku tak mampu menjagamu agar tidak tersedak. Mungkin dadamu sakit jika harus tersedak. Bunyinya terdengar begitu sakit. Aku hanya mampu menegakkan badanmu agar kamu mudah bernafas dan berharap sakitnya sedikit berkurang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Belum cukup dua bulan usiamu. Aku berusaha memberikanmu yang terbaik, namun aku juga kadang salah. Aku mungkin merusak harimu. Kelak mungkin aku mengacaukan hidupmu. Kita akan berselisihi paham akan banyak hal. Aku menginginkanmu seperti ini dan kamu memilih untuk menjadi seperti itu. Kita mungkin akan bertengkar. Kamu ngotot dengan pendapatmu dan aku juga demikian. Kelak aku mungkin akan mendiktemu untuk hal yang kuanggap baik. Kita akan berselisih paham, saling mendebat, dan mungkin tak menemui jalan tengah. Akan selalu seperti itu, sayang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Tapi aku harap ketika kita selesai berselisih paham aku ingin kita saling mendekap. Saling mengaliri kehangatan. Membisikan kalimat "aku mencintaimu" dengan lirih. Karena kita selalu memiliki cinta yang sama meski segala hal berbeda. Maafkan bunda yang mungkin tidak mampu menjagamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Aku mencintaimu, Ara...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt; Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-277481456331200284?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/277481456331200284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=277481456331200284&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/277481456331200284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/277481456331200284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/im-sorry.html' title='I&apos;m Sorry'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-VbBaRUDvpMM/ToAdL7afoMI/AAAAAAAABI4/MRH2gPGoc8U/s72-c/%253D%253Futf-8%253FB%253FbW9tIGFuZCBhcmEuanBn%253F%253D-726540' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5429008411709587112</id><published>2011-09-12T22:39:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T22:40:19.003-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Song'/><title type='text'>I Want a Mom That  Will Last Forever (Cyndi Lauper)</title><content type='html'>&lt;div style="color: #3d85c6; text-align: center;"&gt;I want a mom that will last forever&lt;br /&gt;I want a mom to make it all better&lt;br /&gt;I want a mom that will last forever&lt;br /&gt;I want a mom who will love me whatever&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want a mom that'll take my hand&lt;br /&gt;And make me feel like a holiday&lt;br /&gt;A mom to tuck me in that night&lt;br /&gt;and chase the monsters away&lt;br /&gt;I want a mom that'll read me stories&lt;br /&gt;And sing a lullybye&lt;br /&gt;And if I have a bad dream to hold me when I cry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh,&lt;br /&gt;I want a mom that will last forever&lt;br /&gt;I want a mom to make it all better&lt;br /&gt;I want a mom that will last forever&lt;br /&gt;I want a mom that will love me whatever, forever&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When she says to me, she will always be there&lt;br /&gt;To watch and protect me I don't have to be scared&lt;br /&gt;Oh, and when she says to me I will always love you&lt;br /&gt;I won't need to worry 'cause I know that it's true&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want a mom when I get lonely&lt;br /&gt;Who will take the time to play&lt;br /&gt;A mom who can be a friend and a rainbow when it's gray&lt;br /&gt;I want a mom to read me stories&lt;br /&gt;And sing a lullaby&lt;br /&gt;And if I have a bad dream, to hold me when I cry&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh,&lt;br /&gt;I want a mom that will last forever&lt;br /&gt;I want a mom to make it all better&lt;br /&gt;I want a mom that will last forever&lt;br /&gt;I want a mom that will love me whatever, forever&lt;br /&gt;I want a mom that will last forever&lt;br /&gt;I want a mom to make it all better&lt;br /&gt;I want a mom that will last forever&lt;br /&gt;I want a mom that will love me whatever, forever&lt;br /&gt;I want a mom&lt;br /&gt;I want a mom&lt;br /&gt;I want a mom that'll last forever&lt;br /&gt;I want a mom that'll last forever&lt;br /&gt;I want a mom&lt;br /&gt;I want a mom&lt;br /&gt;I want a mom that'll last forever&lt;br /&gt;I want a mom&lt;br /&gt;I want a mom that'll last forever&lt;br /&gt;I want a mom that'll last forever&lt;br /&gt;I want a mom...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5429008411709587112?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5429008411709587112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5429008411709587112&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5429008411709587112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5429008411709587112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/i-want-mom-that-last-forever-cyndi.html' title='I Want a Mom That  Will Last Forever (Cyndi Lauper)'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5272381623373392044</id><published>2011-09-09T21:10:00.000-07:00</published><updated>2011-09-09T21:10:20.549-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feelings'/><title type='text'>Bucket List</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2-7wxNsca8s/TmrijutSGPI/AAAAAAAABIw/a_H4yja29rw/s1600/bucketlist.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="228" src="http://4.bp.blogspot.com/-2-7wxNsca8s/TmrijutSGPI/AAAAAAAABIw/a_H4yja29rw/s320/bucketlist.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Waktu SMP-SMA saya punya kebiasaan membuat daftar mimpi dan keinginanku. Mulai dari kecil hingga yang paling besar. Mulai dari yang masuk akal hingga benar-benar cuma khayalan. Dulu saya sering mendengar ceramah AA Gym, dia menyarankan untuk menuliskan mimpi dan keinginan yang menjadi impian. Belakangan baru saya memahami dengan cara menuliskan mimpi-mimpi itu, seseorang menarik energi bumi. Universe akan membantu mewujudkan. Inilah yang ada dalam buku Secret dan juga ditulis oleh Paulo Coelho. Saya pun baru tahu jika daftar mimpi itu diistilahkan sebagai &lt;i&gt;bucket list.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Apa kabarnya bucket list-ku? Saya masih menyimpannya. Dalam kotak bersama beberapa benda-benda kenangan. Saya tak membukanya, tapi beberapa mimpi telah menjadi nyata. Beberapa akan menuju ke sana. Secara misterius dan apa adanya berjalan menuju wujud yang nyata. Beberapa masih perlu untuk dikejar. Dalam diam dan penuh ketekunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Tapi bucket list itu perlu kuperbaharui. Beberapa mimpi terproduksi lagi. Beberapa bahkan mulai menghantui alam bawah sadar. Kadang menjadi kilasan mimpi saat tidur. Kadang pula menjadi begitu utuh dan mampu saya ingat ketika terbangun. Beberapa bunga tidur saya percaya benar-benar mampu terjadi. Saya tak memiliki indera ke enam. Saya juga bukan cenayang. Tapi mimpi itu benar-benar terjadi. Ada kala dimana saya baru menyadarinya saat ia terjadi. Beberapa mampu saya tebak. Tapi semua membutuhkan proses untuk meraihnya. Mungkin saya memiliki sedikit darah Clairvoyant atau turunan oracle.Benar atau tidak, saya juga tidak tahu. Tapi beberapa memang benar-benar menjadi kenyataan baik itu sesuatu yang buruk maupun sesuatu yang baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Saya mempercayai bahwa sesuatu yang begitu diinginkan dan didambakan mampu merasuk ke dunia bawah sadar dan menjadi mimpi. Hmmm....saya berencana mereporduksi bucket listku menjadi hal-hal yang begitu saya inginkan sehingga menjadi mimpi. Dan merujuk pada tesis bahwa beberapa mimpiku pernah menjadi nyata maka semoga daftar bucket listku&amp;nbsp; (semuanya) menjadi nyata.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Saatnya memperbaharui bucket list. Salah satunya "menonton pertandingan olahraga secara langsung (nasional atau internasional)". &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5272381623373392044?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5272381623373392044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5272381623373392044&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5272381623373392044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5272381623373392044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/bucket-list.html' title='Bucket List'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2-7wxNsca8s/TmrijutSGPI/AAAAAAAABIw/a_H4yja29rw/s72-c/bucketlist.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-9022735666441268400</id><published>2011-09-08T15:46:00.000-07:00</published><updated>2011-09-08T15:46:13.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Little Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahavidya Neela Sarasvaty'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Books'/><title type='text'>Kubacakan Dongeng Untukmu, Ara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-YKo9SoFsHTc/TmlDlmiIJAI/AAAAAAAABIo/En1BnWf_5zY/s1600/IMG00270-20110828-0944.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-YKo9SoFsHTc/TmlDlmiIJAI/AAAAAAAABIo/En1BnWf_5zY/s320/IMG00270-20110828-0944.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Sore ini kita duduk di ruang tamu. Udara September yang dingin merayapi ruang di mana diriku memangkumu. Aku tak menyelimutimu. Tubuhmu berkeringat kegerahan. Udara itu aku harap mampu mendinginkan tubuhmu. Masih juga kamu menyukai menatap hal-hal baru yang belum pernah kamu liat. Kamar kita bukan lagi tempat yang membuatmu betah. Kamu lebih suka bermain di luar kamar. Ke dapur, ruang tengah, atau ruang tamu. Tempat-tempat baru yang selalu menarik matamu untuk memandangnya lama-lama. Membuatmu tenang dan tak meronta dalam pangkuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Sore ini ketika kita menikmati hari yang mulai senja kamu menatap wajahku. Matamu lurus menatapku. Aku membalasnya menambahkan seulas senyum. Kamu membalasnya dengan mulut terbuka lebar. Ekpresi tersenyum jenaka. Aku lantas menyapamu dengan bunyi yang biasa kamu suarakan. Kuberucap "O" dan lantas kamu balas dengan bunyi yang sama. Dengan bentuk bibir bulat dan mata serius. Kamu telah mampu merespon bahasaku. Aku pun mulai mengajakmu bercakap. Mengomentari banyak hal, bercerita banyak hal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-3tPCapA5G3k/TmlD9K_v-EI/AAAAAAAABIs/bVVNBw05DqA/s1600/IMG00285-20110903-1611.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-3tPCapA5G3k/TmlD9K_v-EI/AAAAAAAABIs/bVVNBw05DqA/s200/IMG00285-20110903-1611.jpg" width="149" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi jauh sebelum kamu merespon bahasa verbalku telah kubacakan dongeng untukmu. Waktu dirimu masih bilangan hari telah kubacakan dongeng pertama yang kubuat "Ollo Si Beruang". Dari buku Indonesia Bercerita yang juga menerbitkan tulisanku itu. Kamu hanya diam dan memandang lurus. Aku tak tahu apakah kamu menyimaknya atau tidak. Kubacakan hingga kamu tertidur di pangkuanku. Mungkin aku tak bersenandung saat menidurkanmu, biarkan ayahmu yang  melakukannya. Kubacakan buku cerita saja hingga kamu terlelap dan  bermimpi menjadi tokoh dalam cerita itu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Aku ingin membiasakan membacakan dongeng dan buku cerita buatmu. Telah banyak penelitian yang menjelaskan manfaat mendongeng dan membaca cerita. Ini usia emasmu. Aku ingin memberikan pembelajaran terbaik padamu. Mengajarkan hal-hal baik untukmu. Dan membaca adalah satu hal penting yang perlu aku biasakan padamu. Aku telah menyiapkan buku Toto Chan untukmu ketika kamu dalam kandungan. Tiga buku dongeng tentang putri telah ayah belikan untukmu. Satu buku dongeng yang di dalamnya termuat tulisanku hampir kita habiskan. Aku ingin kelak kamu mencintai buku, Ara.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br style="color: #3d85c6;" /&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Aku dan ayahmu mungkin tak memberimu begitu banyak materi, tapi kami punya banyak skali buku. Setiap kami menetap di suatu tempat maka buku adalah barang yang selalu ada di tas kami dan akan beranak pinak ketika pulang. Buku adalah harta yang paling banyak yang kami miliki. Jika kamu menimbangnya di tukang koran bekas kamu mungkin akan mendapatkan berpuluh-puluh kilogram. Namun pengetahuan di dalamnya melebihi berton-ton kertas yang ada.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku itu masih tersebar di beberapa tempat. Kami belum tahu akan membangun rumah di mana. Tapi yakinlah perpustakaan untuk rumah itu telah ada. Tahukah kamu apa namanya, Timurangin and Sarawati Library. Ya, itu adalah namamu, Ara. Jauh sebelum kamu berada di alam materi dan menghirup oksigen. Kamu telah menjadi altar pengetahuan itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Membaca, Ara. Perintah pertama dari Tuhan untuk RasulNya. Iqra, bacalah. Membaca adalah gerbang menuju pengetahuan. Pengetahuan menjadi cahaya dalam ketidaktahuan. Membaca adalah titik awal sebuah pemahaman. Membaca menerbangkan imajinasimu yang tak berbatas. Membaca mampu membebaskanmu sekalipun kamu terpenjara, kata Bung Hatta.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Akan terus kubacakan padamu cerita hingga dirimu mampu membaca ceritamu sendiri. Setelah itu mari kita menulis cerita kita berdua. Kamu akan menulis ceritamu. Kelak aku takkan mengekangmu untuk memutuskan menjadi apa. Entah kamu menjadi pianis, pemain basket, balerina, pengajar, relawan, atau model sekalipun asal kamu tetap menyukai buku dan membaca. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Kubacakan dongeng untukmu, Ara....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-9022735666441268400?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/9022735666441268400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=9022735666441268400&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9022735666441268400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/9022735666441268400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/kubacakan-dongeng-untukmu-ara.html' title='Kubacakan Dongeng Untukmu, Ara'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YKo9SoFsHTc/TmlDlmiIJAI/AAAAAAAABIo/En1BnWf_5zY/s72-c/IMG00270-20110828-0944.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-1427009134482669200</id><published>2011-09-07T23:06:00.000-07:00</published><updated>2011-09-07T23:22:32.001-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Friends'/><title type='text'>Junior Sableng : Alstrojo</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZURhw7LS9Rw/TmhJHdbJ8UI/AAAAAAAABIY/4MtdyDVpbK8/s1600/alstrojo+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZURhw7LS9Rw/TmhJHdbJ8UI/AAAAAAAABIY/4MtdyDVpbK8/s320/alstrojo+1.jpg" width="231" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Salah satu design-nya yang uny&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Deh&lt;/i&gt;, barusanku semangat skali ngeblog. Cuma karena mau ikut kuisnya Alstrojo. Sambil pangku anak lagi. Berubah &lt;i&gt;mi&lt;/i&gt; juga caraku menulis &lt;i&gt;(ga gue banget gitu loh)&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Kamase&lt;/b&gt; na kodong&lt;/i&gt;. Kenapa &lt;i&gt;na &lt;/i&gt;semangat sekali?&amp;nbsp; Tak lain dan tak bukan adalah hadiah pertama yang menggiurkan. &lt;i&gt;(Semoga penyelenggara tidak tersinggung*lirik Alstrojo)&lt;/i&gt;. Kaos berukuran L dengan tulisan &lt;b&gt;“Percuma Ganteng Kalo Tidak Ngeblog”&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Deh&lt;/i&gt;, mati kirinya &lt;i&gt;mi&lt;/i&gt; yang bikin kuis. Sudah ukuran L pake kata ganteng lagi. Kayaknya pemenangnya sudah merujuk ke jenis kelamin laki-laki. Tapi,&amp;nbsp; saya tidak putus asa. Tetap semangat, seperti kata Alstrojo &lt;b&gt;“&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;ceumungudh”&lt;/b&gt;. Kalo saya menang, mau&lt;i&gt;ka&lt;/i&gt; &lt;i&gt;kasi&lt;/i&gt; ini baju sama cowok yang mengaku ganteng tapi nda ngeblog. Biar sadar-sadar &lt;i&gt;ki &lt;/i&gt;supaya ngeblog.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Trus apa &lt;i&gt;mi bede mo&lt;/i&gt; saya tulis tentang Alstrojo? Hmmmm… saya akan mulai dari sejak pertama mengenal&amp;nbsp; &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/#%21/alstrojo"&gt;Alvidha S Sastromihardjo&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;a.k.a&lt;b&gt; &lt;a href="http://alstrojobaru.blogspot.com/"&gt;Alstrojo&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;.&amp;nbsp; &lt;i&gt;(Kembali ke gaya menulis biasa)&lt;/i&gt;. Sebelumnya saya tidak pernah bertemu dengannya. Dia juniorku di Komunikasi Unhas angkatan 2009. Sedangkan saya sudah tak beredar di kampus di tahun itu. Saya awalnya hanya mengenal Meike, teman angkatannya yang ternyata teman dekatnya. Awal mengetahui Alvidha yaitu melalui Ema. Itupun gara-gara blog. Ema bilang, kalo Alstrojo selalu punya ilustrasi lucu di blognya untuk postingannya. Penasaran dengan itu, akhirnya saya sering buka blog &lt;a href="http://alstrojobaru.blogspot.com/"&gt;alstrojobaru.blogspot.com&lt;/a&gt;. Kabarnya ini blog kedua setelah sebelumnya terhack dan terhapus total.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Membaca postingan Alstrojo seperti membaca cerita-cerita konyol Raditya Dika tapi dengan rasa Makassar. Gaya tulisan yang seperti bercakap dalam dialek Makassar serta komentar-komentar lucu yang ditulis dalam kurung setelah kalima serius. Selalu saja ada hal-hal lucu yang dia tulis tentang kesehariannya. Paling rajin memposting blog. Tak pernah kurang dari duapuluhan setiap bulan. Bahkan ada yang sampai 60an postingan. Saya tak pernah membayangkan bagaimana ia memiliki begitu banyak ide yang ingin dibaginya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-IG1QB5MBkT4/TmhVWlxyQqI/AAAAAAAABIc/ZFDIFMTsJ4I/s1600/246998_1975261055576_1064565441_32024314_2281017_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-IG1QB5MBkT4/TmhVWlxyQqI/AAAAAAAABIc/ZFDIFMTsJ4I/s320/246998_1975261055576_1064565441_32024314_2281017_n.jpg" width="117" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Romantis, galau, dan koca&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;k&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saya paling suka kalo ia membuat cerita pendek yang lucu, misalnya cerita tentang tahu dan tempe sertacerita percintaan seorang mahasiswa pencinta fotografi yang hampir ditinggal meikah oleh perempuan yang dicintainya. Favoritku juga adalah tulisan tentang pacarnya yang entah sekarang masih pacaran atau sudah tidak &lt;i&gt;( Mbak Vivi, masih pacaran sama bapak Tian nda?)&lt;/i&gt;.&amp;nbsp; Satu postingan tentang Tian yang saya suka ketika ia diberi miniatur rumah dari pacarnya yang akrab ia panggil Yongsky. Sisi puitis seorang Alvidha begitu kelihatan di sana. Juga ada saat dia menuliskan hal-hal galau di&amp;nbsp; blognya, cerita-cerita lucu seputaran kehidupannya dari dirinya, keluarganya, hingga teman-temannya atau design-designnya yang cantik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Kadang iri melihatnya begitu aktif ngeblog seperti tak pernah kehabisan ide. Iri pada begitu banyak followernya. Sampai ratusan &lt;i&gt;(ckckckckck, salut!!!!)&lt;/i&gt;, dan iri pada keterampilan yang ia miliki. Jago design dan fotografi. Seingatku waktu kuliah dulu design hanyalah ddominasi oleh para cowok. Tak ada cewek yang benar-benar begitu cinta pada design hingga mau membuat usaha sablon baju #eh. Jika saat ini sedang ngetrend tentang personal branding, maka Alstrojo dengan blog dan segala keterampilannya telah membangun personal branding yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Jika bukan karena ngeblog, saya mungkin tak pernah mengenal sosok mbak Alvidha atau Mbak Vivi.&amp;nbsp; Gadis berdarah jawa yang 100% Makassar asli. Kalo lagi sedih, membaca blog Alstrojo menjadi sebuah hiburan tersendiri. Pernah sekali saya memperlihatkan blognya pada seorang kawan di dunia maya, responnya adalah &lt;i&gt;“ wuih, tampilannya cantik, follow deh”&lt;/i&gt;. Itu baru tampilan, belum tulisan-tulisan yang kadang galau, romantis, lucu, unyu, atau gila.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Akhir-akhirnya mbak Alstrojo suka alay. Pakai kata anak-anak ABG misalnya celalu celamanya. Mungkin karena pengaruh dia masuk program studi public relations. Jadi perlu sedikit lebih feminin dan agak melambai #LOL . Maklum mbak Vivi terdeteksi sebagai cowok di web unhas. &lt;i&gt;Kamase na deh!!!&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;i&gt;(Apa &lt;/i&gt;&lt;i&gt;pi lagi &lt;/i&gt;&lt;i&gt;di’ ditulis ?) &lt;/i&gt;Terakhir ketemu&amp;nbsp; Alstrojo waktu isi materi di Timelines&amp;nbsp; Baruga. Harusnya dia nda usah belajar menulis. Dia sudah melakukan hal yang para penulis lakukan, yaitu menulis. Tak perlu teori. Dia sempat mengelus-elus perutku yang saat itu sedang hamil. Katanya semoga secantik dia. Doaku semoga serajin tante Vivi ngeblog, sepintar tante Vivi fotografi dan design. Dan sefotogenik tante Vivi &lt;i&gt;(apapun fotonya selalu tampak cantik #rayu-rayu).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9fTl27WjE38/TmhajXBGUzI/AAAAAAAABIk/Q76b7GsBxi8/s1600/64352_1556192419122_1064565441_31396733_532447_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://3.bp.blogspot.com/-9fTl27WjE38/TmhajXBGUzI/AAAAAAAABIk/Q76b7GsBxi8/s320/64352_1556192419122_1064565441_31396733_532447_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Waktu pertama kali kopi darat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;Nah harapan-harapan buat Alstrojo di usianya yang ke 20 &lt;i&gt;(Tawwa, 20 tahun mi. cocok mi pake baju Syahrini)&lt;/i&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span class="apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="color: #3d85c6; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Saya berharap Alstrojo mau &lt;i&gt;kasi&lt;/i&gt; juara satu tulisanku, kaosnya mau &lt;i&gt;kasi &lt;/i&gt;ke cowok cakep yang nda ngeblog. Pesannya&amp;nbsp; sesuai sablonnya "percuma ganteng kalo nda ngeblog" .&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="color: #3d85c6; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semoga ada sertifikat &lt;i&gt;na&lt;/i&gt; ini kuis. Supaya bisa &lt;i&gt;dikasi &lt;/i&gt;masuk ke CV&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="color: #3d85c6; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semoga Alstrojo celalu cantik celamanya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="color: #3d85c6; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semoga tetap kocak, makin rajin posting &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="color: #3d85c6; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Semoga bahagia selamanya dengan bapak Yongski&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="color: #3d85c6; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Besar harapan saya tulisan-tulisan di blognya kelak menjadi buku yang menjadi local content Makassar &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;#seriusininah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikianlah tulisan saya tentang Alstrojo. Besar harapan saya supaya berhasil dapat kaos. (Kayak itu kaos banyak peminatnya, harusnya semua peserta kuis dapat kaos. Untuk Mbak Alvidha saran saya untuk kuis berikutnya semua peserta diberi hadiah :D)…heheheehe&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Happy birthday Daddy’s Little Girl, selamat menjadi perempuan dewasa yang cantik.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ps : Btw, kenapa postinganku hurufnya bisa beda-beda Mbak Vivi? #bingunggarukgarukkepala&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-1427009134482669200?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/1427009134482669200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=1427009134482669200&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1427009134482669200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/1427009134482669200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/junior-sableng-alstrojo.html' title='Junior Sableng : Alstrojo'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZURhw7LS9Rw/TmhJHdbJ8UI/AAAAAAAABIY/4MtdyDVpbK8/s72-c/alstrojo+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-2040462109512146691</id><published>2011-09-05T22:10:00.000-07:00</published><updated>2011-09-05T22:10:49.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movies'/><title type='text'>Hatiku Tertawan City Hunter</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kuW7UO_bkoc/TmWqkn87ieI/AAAAAAAABIM/laMlr2GbE88/s1600/250px-City_HunterC-p2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-kuW7UO_bkoc/TmWqkn87ieI/AAAAAAAABIM/laMlr2GbE88/s320/250px-City_HunterC-p2.jpg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;City Hunter (Korean Series)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Judul di atas sedikit agak lebay sebenarnya. Tapi seperti itulah yang saya rasakan setelah menonton serial korea City Hunter. Apa lagi kalo bukan aktornya yang tampan dan didukung dengan cerita yang keren. Lee Min Ho yang memerankan Lee Yoon Sung membuatku meleleh. Wajah tampan,baik hati,&amp;nbsp; kaya, cerdas, Ph.D dari MIT USA di usia 28 tahun, romantis, dan jago berkelahi. Tampaknya semua hal baik tentang pria ada padanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Sudah lama saya menunggu serial ini. Sejak pertama kali diberitakan sedang dalam proses produksi.Ya, kembali lagi ke faktor utamanya, Lee Min Ho. Serial ini cukup berbeda dari serial korea pada umumnya yang berputar pada masalah drama percintaan biasa. Serial ini bercerita tentang pembalasan dendam seorang mantan tentara terhadap lima orang pejabat negara terkait pada kasus pembunuhan 20 orang tentara Korea Selatan yang sedang melaksanakan misi di Korea Utara. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Salah seorang dari tentara yang ditembak tersebut berhasil menyelamatkan diri setela dilindungi oleh temannya yang terluka. Pesan terakhir temannya adalah untuk menjaga anak dan istrinya. Pria tersebut lantas menculik bayi dari istri kawannya tersebut dan menempanya hingga menjadi laki-laki yang cerdas, kuat, dan mampu bertahan hidup. Ia dan anak laki-laki tersebut&amp;nbsp; berniat membalas dendam akan kematian ayah dan teman-temannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="color: #3d85c6; float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MZqSb9waCOk/TmWrD7vik_I/AAAAAAAABIQ/aIOi20IbSm0/s1600/230px-City_Hunter_%2528Jump_Comics_edition_volume_1%2529.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-MZqSb9waCOk/TmWrD7vik_I/AAAAAAAABIQ/aIOi20IbSm0/s200/230px-City_Hunter_%2528Jump_Comics_edition_volume_1%2529.jpg" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Versi Komik&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Cerita ini diangkat dari komik&amp;nbsp; Jepang karya Tsukasa Hojo. Serial ini berisi tentang&amp;nbsp; Konspirasi politik, korupsi, balas dendam, perkelahian dan dibumbui oleh percintaan. Jika serial korea identik hanya untuk perempuan tapi menurut saya serial City Hunter ini juga tak memalukan untuk ditonton oleh pria. Banyak adegan laga yang cukup keren dan cukup macho, kupikir.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Saya berhasil menyelesaikan serial sebanyak 20 episode itu dalam 4 hari sambil menjaga anak. Kalo mau nekad saya bisa menghabiskannya selama 24 jam. Tapi Lee Min Ho terlalu cakep untuk dihabiskan sesegera mungkin. Perlu mencicilnya sedikit-sedikit agar rasa penasarannya agak lama dan menjadi orang yang paling sering dipikirkan kalo mau tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Ah, Lee Min Ho, Tuhan begitu kuasa menciptakan dirimu. Selamat nonton, selamat jatuh cinta, dan tenanglah ia tidak akan mati di akhir cerita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-2040462109512146691?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/2040462109512146691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=2040462109512146691&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2040462109512146691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/2040462109512146691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/hatiku-tertawan-city-hunter.html' title='Hatiku Tertawan City Hunter'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kuW7UO_bkoc/TmWqkn87ieI/AAAAAAAABIM/laMlr2GbE88/s72-c/250px-City_HunterC-p2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-5102344048454049059</id><published>2011-09-04T21:33:00.000-07:00</published><updated>2011-09-04T21:33:58.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Feelings'/><title type='text'>Tempatku Membeli Majalah Bobo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Xpf5vwpTo7E/TmQ_Kzg5z9I/AAAAAAAABII/kAHfj01haOs/s1600/toko+nagasari.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-Xpf5vwpTo7E/TmQ_Kzg5z9I/AAAAAAAABII/kAHfj01haOs/s320/toko+nagasari.jpg" width="239" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: justify;"&gt;Toko Nagasari, beralamat di Watampone. Tepatnya di pusat niaga Watampone yang biasa disebut sentral. Toko ini adalah toko favoritku setiap kali diajak Mama atau Etta ke Watampone. Di sinilah saya membeli majalah bobo pertamaku. Majalah bobo berlatar pink dengan profil Kotaro Minami pemeran kesatria baja hitam. Saat itu tahun 1993. Semua lembaran dalam majalah itu saya baca. Iklan sekalipun. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu setiap mamaku atau etta ke Watampone saya hanya minta dibelikan majalah bobo. Biasanya ada namun kadang juga habis. Kalo seperti itu, mamaku hanya membelikanku sebatang coklat Jago. Berbungkus merah dengan gambar ayam. Belinya pun juga di toko ini. &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: justify;"&gt;Sampai SMP pun masih membeli majalah remaja di toko ini. Majalah Anita, Aneka, Kawanku. Dua tahun lalu saat bekerja di kota ini saya menyempatkan diri bernostalgia membeli majalah bobo. Edisinya sudah lama bukan edisi terbaru. Tapi masih saja saya beli. Hanya untuk sekedar mengunjungi lapis-lapis ingatan masa lalu di toko ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #3d85c6; text-align: justify;"&gt;18 tahun telah berlalu. Toko ini tak pernah berubah. Seperti itu sejak pertama aku mengunjunginya. Papan namanya pun tetap seperti itu. Kemarin saya mengunjunginya lagi, menyempatkan diri berfoto di depannya. Saya sudah menggendong anak. Kalo umur panjang, jika anakku sudah mulai membaca majalah akan kuajak ia ke toko ini. Membeli majalah bobo. Semoga tetap menjual majalah bobo...&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;span id="goog_1223509213"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1223509214"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/34759019-5102344048454049059?l=terasimaji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terasimaji.blogspot.com/feeds/5102344048454049059/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=34759019&amp;postID=5102344048454049059&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5102344048454049059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/34759019/posts/default/5102344048454049059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terasimaji.blogspot.com/2011/09/tempatku-membeli-majalah-bobo.html' title='Tempatku Membeli Majalah Bobo'/><author><name>dwiagustriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12784088093514799579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Rd4qj6O5aHE/TOsH-GqiamI/AAAAAAAAA8o/7xlnMMEVIc8/S220/nrs.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Xpf5vwpTo7E/TmQ_Kzg5z9I/AAAAAAAABII/kAHfj01haOs/s72-c/toko+nagasari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-34759019.post-987235152146607389</id><published>2011-09-03T10:26:00.000-07:00</published><updated>2011-09-03T10:26:01.196-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Little Family'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahavidya Neela Sarasvaty'/><title type='text'>Tentang Kepergian, Ara</title><content type='html'>&lt;div style="color: #3d85c6;"&gt;Aku tak tahu harus memulai dengan kalimat apa menjelaskan padamu tentang kepergian. Pergi berarti sesuatu atau seseorang yang selama ini di dekatmu atau kamu miliki menjauh darimu, berjara
