Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2010

Buku Muhammad darimu....

Seperti seorang anak kecil mendapati paket kado boneka yang sangat diidamkannya.Seperti itulah rasa ini ketika kuterima paket bersampulkan logo Trans TV itu. Sebuah buku yang aku tunggu dengan hati berdebar. Sebuah buku yang mungkin masih belum beredar di Makassar. Sebuah buku yang sinopsis singkatnya saja mampu membuatku bergetar dan merasakan hangat yang menjalar disekujur tubuhku. Perjalanan buku itu tidaklah mudah. Upaya pencariannya pun menemui hambatan. Aku mengetahui buku ini ketika tak sengaja membaca note sebuah penerbit di facebook pertengahan februari lalu. Tentang sebuah buku yang dari gagasan sudah menambat hati disertai dengan pengarang yang masuk dalam jajaran pengarang Favoritku. Launchingnya awal Maret. Yang artinya peredarannya belum akan sampai di Makassar saat itu juga. Awal maret pun pas tanggal 10. Wow, sebuah penantian yang panjang jika hanya menunggu kedatangan di toko buku toko buku makassar. Salah satu alterantifnya ya membelu lewat online.Tapi yang ini pun bu

Aku perempuan

Manusia bertumbuh. Berkembang.Mempelajari banyak hal. Melihat banyak kejadian. Mendengar banyak kisah. Merasakan banyak kesan. Menyentuh jutaan permukaan. Terus bertumbuh. Menyerap dan mengikat tiap arti hidup. Aku adalah manusia itu. Aku benar-benar telah merasakan hidup di usia duapuluhan ini. Bahagia-sedih, tangis-tawa, kedatangan – kepergian, kehidupan baru-kehilangan. Bersama semua rasa itu aku bertumbuh. Aku ditempa untuk mampu bertahan di tiap rasa sedih, tangis, kepergian dan kehilangan.Rasa bahagia, tawa, kedatangan dan kehidupan baru menjadi vitamin-vitamin yang menguatkan jiwaku. Waktu aku kecil, aku kadang berangan untuk menjadi orang dewasa dengan sifat mandiri dan penyelesaian masalah sendiri. Aku kagum dengan sifat bebas dan kemerdekaan dalam penentuan pilihannya. Tak seperti waktu aku masih kecil yang di dikte untuk ini dan itu. Mimpi kecil itu telah menjadi nyata. Namun yang ketemui adalah sebuah keruwetan hidup yang makin kompleks.Tak sesimple bayangan masa kecilku

Kesan tentang kawan

Kesan Tentang Kawan Banyak kenangan yang telah kita lalui, kawan Banyak cerita yang telah kita tuturkan Banyak waktu yang telah kita luangkan bersama Pernah ada jarak di antara kita Tapi hati membuat kita kehilangan spasi Derai tawa selalu ada meski tak sedikit sedih menyapa Tapi bukankah kita akan selalu berbagi beban Bukankah kita saling meminjamkan pundak untuk bersandar Mungkin kelak kita tak lagi jalan beriringan Tapi waktu telah merekam jejak kenangan itu, kawan Kelak kita akan mengenang kemarin dan hari ini dengan tawa yang sama

My Credit Card

Berbelanja dengan kartu kredit? Mungkin dulunya bukan pilihan yang baik menurutku. Tapi ketika tak punya uang dan kamu butuh bergaya untuk menyeimbangkan model T-shirt Okko dan sandal teplek yang aku gunakan dengan hak tinggi, jaket rajutan dan dandan manis dengan perempuan-perempuan sejawatmu yang berdiri di lobi hotel, kartu kredit adalah jalan yang tepat. Telah kugesek 250.000 hanya untuk membeli 2 buah baju. Kugesek pula untuk membeli 3 buku rick riordan yang ngebet aku beli dan sebuah majalah film serta buku untuk teman. (kalo soal buku aku tak segan-segan membeli yang banyak meski mahal). Harganya pun 263.000. sebuah angka yang cukup fantastis untuk pemakaian kartu kreditku. Dan akhirnya total geekan kartu kreditku hampir mencapai angka sejuta....ck..ck...ck. Tapi menurut k Riza antara knowledge dan style perlu diseimbangkan. Dan yah…akhir bulan aku akan pusing membayarnya…..

Horizon

Entah kenapa nama saya harus menempatkan saya berada pada posisi trainee.mungkin karena rekan kerja saya yang paling pintar (mungkin menurut bos) sudah pindah ke posisi lain. Mungkin juga karena bosku melihat kemampuanku yang jarang aku perlihatkan (cie).Atau mungkin karena aku sering malas0malasan dan cuek pada sesuatu sehingga saya harus ditempatkan pada posisi yang memaksaku harus bertanggung jawab. Hhmmmm Padahal saya tak memiliki sense of belonging di sini. Disini hanya sekedar singgah barang sejenak dan beranjak lagi. Orang-orang mungkin menganggapku tak bersyukur. Tapi aku mengganggap diriku mengerjar cita-cita. Aku menyukai bertualang dan melihat hutan-hutan kota dan desa. Aku membuat sebuah kalimat, berjalanlah lebih jauh dan lihatlah lebih dekat. Lakukan petualangan ribuan mil. Temui banyak rupa manusia. Ikat ragam sifatnya. Lihat lebih dekat budaya dan tingkah lakunya agar kelak kau bisa lebih bijak. Dan malam ini aku bertengger di Horizon melihat lampu-lampu kota dari jauh.

Janji

Kau menawarkanku jejeran angka dalam tahun memintaku memilih satu atau beberapa hari agar foto tangan itu bisa kita reka kembali bagiku kapan pun itu tak masalah. Hanya saja syarat yang kau ajukan begitu ketat. Aku harus membuat perencanaan tahunan seperti yang kantormu inginkan. Perlu mencari waktu dimana ada hari yang libur lebih agar cutimu tak terpotong banyak bagiku itu tak masalah, karena aku telah memutuskan untuk beranjak dari tempat duduk dan ruang ber-ACku. Aku memiliki orientasi hidup dan bagiku ini hanyalah tempat melewatkan banyak waktu luang kau pun membuatku tersadar bahwa waktu berjalan cepat. Cerita itu perlu tersandikan cerita itu perlu dihitam putihkan aku takut setelah pertemuan ini semua akan berakhir sedih seperti banyak kisah yang telah terjadi di masa lalu. Kau menjadi alarm yang mengingatkanku bahwa prolog itu harus bertemu epilog. Aku butuh mematut diri agar patuh pada janji aku butuh untuk segera terbangun dan terlepas dari ketergantungan waktu dan ruang. I&#