Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2008

Doa

Tuhan, mungkin aku telah lupa laku untuk berdoa Aku tak lagi pernah melalukan ritus itu Ritus yang membuat jiwaku menyatu denganMu Tak lagi dengan bersimpuh dengan khusyuk dan menyerahkan jiwa ini padaMu Aku hanya sekedar melakukan rutinitas kewajiban dan kemudian tak menyapaMu lagi Kali ini aku ingin melakukan ritus itu lagi Bersimpuh di depanMu meski tak kutahu lagi adab yang baik untuk ritus itu Memohon adalah doa terendah dalam hirarkienya Namun, aku tak tahu apakah aku masih bisa melakukannya dengan ikhlas tanpa tendesius meski ia pada hierarkie terendah….. Aku hanya memiliki kekuatan itu. Kekuatan doa padaMu Aku memohon, untuk kesembuhannya. Untuk tiap detik dalam tubuhnya Aku memohon, biarkan ia menemaniku hingga aku juga bisa membuatnya bahagia Aku memohon, biarkan ia melihat anak-anakku tumbuh, biarkan ia mengajarinya membaca muzhabMu Aku memohon, biarkan ia bisa melihatku mencapai mimpi-mimpiku Hingga ia tak lagi menyangsikan akan jadi apa d

kursi pesakitan

Ruang itu penuh sesak. 30 orang telah menempati tiap incinya. Dan tiap menit terus dipenuhi oleh orang-orang. Aku duduk di kursi pesakitan. Berbalut kemeja putih dengan rok hitam layaknya sales. Aku memperhatikan tiap orang yang masuk. Mencoba mencari kata di benak mereka. Mencari jawab mengapa mereka di sini. Berada di ruang ini. Mencoba melihat ketololanku, menertawaiku, atau mencoba belajar dariku. Aku berharap pilihannya adalah yang terakhir. Menit-menit berdetak menjauh. Apakah waktu itu?Ada tiga macam waktu. waktu Mekanis yang terdengan dengan bunyi tik-tok-tik-tok. waktu relative. Dan waktu ilusif. Saat ini aku berada di waktu relative. Waktu yang terasa lama untukku dan begitu cepat bagi orang lain. Aku menghitung waktu. Memandangi tiap wajah-wajah yang akan menatapku dan mencari kata dalam benak mereka tentang yang mereka pikirkan tentangku. Tapi tetap saja aku tak menemukannya. Kursi pesakitan itu menjadi tempatku sekarang. Aku mau melakukan apa? Kali yang

aku butuh teduh

Aku butuh teduh... Itulah yang aku butuhkan sekarang. Saat jantung berada dalam ketakkaruan detak. Saat jiwa menunggu detik-detik untuk sebuah langkah awal menyelesaikan tugas akhir. Aku tak tahu hendak kemana melabuhkan rasa ini. jika kau ada di sini, aku akan menyandarkan kepala ini di bahumu. Menceritakan tentang keluh kesahku. Dan dengan bijak kau akan memberiku nasehat. Setelah itu mengajakku untuk tertawa dengan lelucon khas dirimu. Aku butuh mata teduhmu. mata yang selalu aku selami ketika aku tak menemukan pegangan. Cinta itu sungguh indah. Aku bahagia bisa mencintaimu, kak..... Kau hadir dalam ketiadaan, sederhana dalam ketidakmengertian Entah mengapa? Mencintaimu...(dee lestari_supernova-kesatria, putri, dan bintang jatuh) (Malam minggu di extranet, 10/05/08-19.44)

(Mungkin) Aku Sakit (Jiwa)

Pagi ini ketemui diriku yang bimbang, gelisah, dan nelangsa. Semua terakumulasi dari butiran-butiran ketakaruan hidup dan kecemasan. Kudapati tubuh-tubuhku terbebani dengan sebuah kondisi psikologis yang tak normal. Kucari kausal yang membuatnya demikian. Kudapati sebuah keping percakapan semalam. “kita mungkin sakit. Kita harus mencari malaikat…..” “dimana kita harus mencari sang penyelamat itu” “mungkin ada dalam tiap diri kita masing-masing… aku telah merasakan ini kekuatan ini mengrogotiku seminggu kemarin. Tapi selalu saja kutepis semua jiwa Illahiku dan terus tunduk pada naluri manusiawi. Tertawa…lepas….tak peduli…dan menyakiti-tersakiti. Larut dalam kesenangan sekilas dan kemudian tak berbekas. Tak jarang kita (ya… aku dan kalian) tak sadar cekikikan nakal itu menzalimi jiwa yang lain meski kita tak bermaksud seperti itu. Bukankah kita telah dewasa sekarang. Mengapa kita tak mendapati jiwa kita menyempurna dalam membaca zaman. Mengapa tak kita dapati jiwa kita mampu bertahan di

sedihmu...sedihku...sedih kita

(Her side and my side) Handphone monoponic-ku berbunyi nyaring. Membangunkanku dari tidur yang cukup lelap semalam. Kulirik jam dinding yang menjadi aksesoris tunggal di kamarku, 05.25. masih subuh. Kurewind kembali box memory di benakku mencari sesuatu yang membuatku tidur semalam. Kudapati sebuah laku biasa : mengirim message pada beberapa orang, mememncet tuts-tuts handphoneku, mencari lagu yang cocok untuk pengantar tidurku di menu radionya. Handphoneku bercicit lagi. Ada dua pesan. Dari siapa sepagian ini? Aku selalu berharap ia dari orang terkasih yang memberikan sedikit perhatian, memintaku bangun dan bertemu Tuhan. Dengan mata yang masih belum terjaga penuh, aku meraba ke sisi kiri dan kananku. Kemana gerangan Hp kecil itu aku simpan semalam. Tak kusangka ia tertindih di bawah punggungku. Tit….kutekan tombolnya. Kudapati nama seorang sahabat di sana. Dalam pesan yang belum terbaca. Ketekan sekali lagi tombolnya. Layar handphoneku menampilkan deret huruf-huruf . “Ak

mencari nick carter

dua hari terakhir ini, saya asyik main di facebook. sebuah situs pertemanan seperti friendster. bedanya ini lebih komplit dan lebih ribet. sebenarnya saya juga agak malas buka facebook. lama Loadingnya, trus ribet buat aksesorisnya. belum ngerti aku. dwi pun ikutan punya facebook gara-gara mubarak dan madi, dua orang yang mengatakan secara tak langsung " standar gaul itu punya facebook". yah....dan terdampar lah saya di facebook. dari informasi yang saya dapat dari madi, di facebook itu kita dapat ketemu dan berteman dengan orang yang benar-benar kita inginkan. misalnya madi yang meng-add riri riza sebagai teman. nah beranjak dari situ kemudian aku iseng mencari nama-nama public figur yang melintas dalam otakku. mulai dari Nicholas Saputra sampai Harry Potter semua aku add. dan ternyata hari ini Dewi lestari menerimaku sebagai teman. entah orang ini , betul dewi latari atau bukan. nevermind-lah.... dan hari ini aku kan mencari nick carter di facebook-ku. entahlah, memory

fly away

"jangan terbang tinggi, kalo jatuh sakit...." tapi kalo ga terbang tinggi, gimana bisa liat pemandangan indah...." (andai dia tahu movie) terbang jauh..menembus horizon...seperti kita, kawan...

di pasar sungguh ramai

pasar, sebuah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. tak hanya laku jual beli yang terjadi di dalamnya. tapi juga sebuah laku interaksi sosial yang tak lagi ditemukan di mal megah. semua orang bisa berada di tempat ini. tak peduli ia berkalung dan bergelang emas, tak peduli ia membawa karung di atas kepala, tak peduli ia datang denga kendaraan pribadi, tak peduli ia hanya membawa diri dan membawa mata. pasar menjadi tempat perjumpaan. tempat alternatif memadu kasih. menjadi tempat untuk bertemu untuk janji yang telah bertaut. menjadi tempat untuk mencari kekasih baru. pertukaran kabar pun menjadi sebuah laku yang tak terlupakan. entah karena bersenggolan, salah injak, atau saling lirik. di pasar kamu menemukan sebuah interaksi sosial yang tak pernah lagi akan kamu temukan di mal megah yang selalu diidentikan dengan supermarket. Image tentang supermarket pun hanya untuk bangunan mewah ber AC dengan jutaan etalase yang memanjang barang berlabel harga, tanpa ada tawar menawar. bukan

mappaci + ijal qabul + resepsi = demam

Tiga hari untuk selamanya…layaknya judul film riri riza yang dibitangi oleh nicholas saputra, tiga hari terakhir ini, begitu berkesan untuk selamanya. Tak tergantikan dan tetap lekang di rumah kenangan. Persaudaraan naga, begitulah kami. Berusaha membekukan momen dan menatanya rapi di tiap imaji kami. Tiap detik dalam 72 jam terakhir, membeku dalam derai tawa, gossip terhangat, kekonyolan ala naga, dan juga dalam calla yang begitu pedas. Bermula pada sebuah acara pernikahan k aan (kakaknya echy). Persaudaraan ini selalu berusaha ada dalam tiap suka dan duka (apalagi makan-makan). Berusaha menjadi bagian dalam tiap sedih dan bahagia yang terasa sesama anggota persaudaraan. Dan kali ini kami ingin berbagi bahagia bersama echy’s family. Keluarga ini adalah keluarga terdekat dalam 4 tahun kebersamaan kami dalam ikatan rush dan dra9ons. Rumah mereka menjadi rumah ketiga kami, selain rumah di kampung dan kost-kostan. Ditempat inilah kami menyemai rasa persaudaraan, cinta, dan ke

dan seorang teman pun menjauh....

"mungkin rasa ini yang terlalu berlebihan...." dan aku harus kehilangan seseorang lagi. seorang teman yang selalu memberi rasa menyenangkan ditiap rasa sedih. seorang teman yang pernah menemani di saat aku tak punya tempat untuk bersandar. seseorang yanga selalu ada meski ia tahu tak ada ruang untuknya dalam dimensiku.... semoga kau menemukan tempat yang indah apakah aku ditakdirkan untuk selalu seperti ini???? GOD...help me...... (cinta tak pernah salah, berbahagialah bisa merasakannya)

menjelajahi amazone

siang itu (rabu, 30/04/08) di kantin sospol yang akrab kami sebut "pasar" kami melakukan laku rutinitas biasa. bercanda, bergosip, menanyakan perkembangan proposal yang kami buat. tiba-tiba sebuah sms dari were " dwi, ada voucher amazoneku. tapi malaska pergi. hari ini terakhir. berminat? think hurry..." (amazone...waaahhhh sebuah tempat yang tak pernah terjamah olehku. meski sering jalan sama k yusran. aku berpikir mau "pergi tidak ya????) tiba-tiba saja aku mengajukan penawaran ini pada dra9ons sisterhood (persaudaran perempuan dra9ons-nama baru, bikinan sendiri-) yang saat itu ada di kampus (echy, santy, dan darma). tanpa pikir panjang anak-anak berinisiatif aja untuk pergi. dengan beberapa alasan : 1. malas di kampus 2. pengen jalan-jalan 3. tanggal 30 (akhir bulan) biasanya kami punya ritual jalan di tempat2 yang membutuhkan uang (misalnya makan di jasbog-padahal uang sudah mo abis-) kali ini jalan di mal. 4. ada k riza, biar nda ada temannya (hahahaha...